Cinta Big Bos ( Buku Ken )

Cinta Big Bos ( Buku Ken )
Perkenalan


__ADS_3

Ken berjalan cepat menghampiri Kiran untuk melihat siapa lelaki di balik tembok penghalang itu, dengan napas yang memburu penuh rasa cemburu Ken langsung melingkarkan lengannya ke bahu Kiran.


" Kau ? " Tanya Ken syok melihat lelaki yang berdiri didepan Kiran.


" Hai " Sapa Lucas terkejut juga, tidak mengira Ken langsung melingkarkan lengannya ke pundak Kiran, namun yang lebih membuatnya terkejut adalah reaksi Kiran tidak seperti dulu.


" Kenapa kau kesini ? " Tanya Kiran bingung melihat Ken yang tiba-tiba ada disampingnya.


" Aku mencari mu, lalu... " mendadak Ken kehilangan kemarahannya karena ternyata lelaki itu adalah Lucas.


" Sedang apa kau disini ? " Tanya Ken kepada Lucas mengalihkan pembicaraan.


" Aku akan menjenguk Ruby, kemarin saat ku telepon, Rai bilang dia sedang tidur karena kelelahan setelah melahirkan " Lucas menjawab santai.


Memang hubungan Ruby dan Lucas semakin membaik pasca tragedi penculikan itu, dan Rai tidak bisa menolak setiap kali mereka saling bertukar kabar, karena bagaimanapun Rai merasa berhutang nyawa pada Lucas, dia sendiri tidak bisa membayangkan bagaimana kalau Ruby yang tertembak. Jadi mau tidak mau, suka tidak suka, rela tidak rela Rai terpaksa melawan rasa cemburu dan ego nya melihat Ruby dan Lucas yang berteman dekat.


" Oh dia sedang berisitirahat dikamarnya " Jawab Ken santai, dan Lucas pun pamit pergi meninggalkan mereka berdua.


Ken dan Kiran memutuskan berjalan-jalan sebentar di taman, Ken sedang memikirkan cara untuk membatalkan kunjungannya kali ini. Namun selama berjalan-jalan di taman Ken malah semakin gelisah, karena setiap lelaki yang lewat selalu memandangi Kiran dengan kagum dan terpesona, membuat Ken jengkel.


Tentu saja mereka semua terpesona oleh Kiran, itu karena dia wanita tercantik no empat di Klan Loyard.


Batin Ken kesal.


Pertarungan antara setan dan malaikat di pikiran Ken seketika berlangsung.


Ingat Ken mematuhi orang tua adalah yang utama, jangan paksakan ayahmu bertemu Kiran.


Malaikat di sisi kanan Ken membisikkan sarannya.


Jangan dengarkan dia, kau harus segera mempertemukan Kiran dengan ayahmu, tidak peduli dia setuju atau tidak atau kau akan kehilangan Kiran.


Setan itu membantahnya.


Jadilah anak baik Ken, kau anak yang manis.


Malaikat itu seperti memainkan harpa untuk menenangkan Ken.


Apa gunanya jadi anak baik kalau kehilangan Kiran.


Malaikat itu menambahkan kayu bakar ke dalam tungku api untuk memanaskan suasana hati Ken.


Ken semakin larut dalam perdebatan sengit mereka berdua, dan tanpa sadar menghentinkan langkahnya, membuat jarak dengan Kiran yang sudah berjalan agak jauh di depannya.


" Aish kalian berdua berisik, tidak bisa kah kalian kompak saja ? " Omel Ken kesal.

__ADS_1


Di tengah kegalauan hatinya, Kiran yang berdiri agak jauh di hampiri seorang lelaki yang masih muda, sepertinya hanya pengunjung di rumah sakit itu. Dengan percaya dirinya dia meminta berkenalan dengan Kiran dan meminta bertukar nomor ponselnya. Ken yang melihat itu tertegun dalam rasa syok.


Baiklah kali ini aku setuju dengannya Ken, kau harus memperjuangkan Kiran, siluman raja kerbau pasti bisa di atasi.


Bisik sang malaikat mengalah karena juga terbakar cemburu.


Merasa telah mendapat suntikan persetujuan dari malaikat dan setan sekaligus, Ken memutuskan akan mengenalkan Kiran pada keluarganya, tidak peduli resiko apa yang akan di hadapinya, dia tidak ingin kehilangan Kiran.


Ken berjalan cepat dan menarik tangan Kiran menjauhi lelaki tadi. Kiran yang terkejut hanya bisa mengikuti langkah lebar Ken dengan setengah berlari.


Tanpa banyak bicara Ken mengajaknya pergi ke lantai tempat ruang khusus Ruby berada.


Mereka berhenti di depan pintu. Ken menghela napas panjang.


" Aku akan masuk duluan, nanti setelah 10 menit kemudian baru kau masuk " Ucap Ken tegas penuh ketegangan membuat Kiran semakin bingung.


" Memangnya ada apa ? Kau ini sebenarnya kenapa sih ? Seharian ini aneh sekali " Tanya Kiran bingung.


" Nanti saja aku jelaskan, yang terpenting saat ini persiapkan mentalmu, aku akan selalu mencintai mu " Ucap Ken sungguh-sungguh dan masuk ke dalam kamar Ruby meninggalkan Kiran.


Di dalam kamar itu Ken sangat gelisah, namun dia berusaha menghalaunya dengan bermain dengan Raline. Tapi tanpa di duga, Ruby kedatangan teman-temannya kerjanya dulu. Mereka datang beramai-ramai.


Aish kenapa malah spongebob itu ikut kemari, bagaimana ini ? Tapi tidak akan ada waktu setepat saat ini.


" Ei apanya yang repot, ini hanya hadiah kecil. Tolong jangan di lihat harga nya, tapi lihatlah ketulusan kita semua yang berbahagia menyambut datangnya baby R " Seru Tina antusias dengan suara lirih.


Teman-teman Ruby yang lain hanya mengangguk mengiyakan ucapan Tina. Mereka terlalu sibuk mengagumi ruangan yang di tempati Ruby saat ini.


" Terima kasih " Jawab Ruby tersenyum tulus.


" Dan ini sedikit makanan untuk Tuan Ken dari ku " Ucap Tina malu-malu seraya menyerahkan bingkisan tas berisi makanan.


" Terima kasih " Jawab Ken singkat dan tersenyum kaku. Mendapat senyuman dari Ken Tina melonjak girang dengan suara yang tertahan.


" Kakak aku ingin memperkenalkan seseorang pada kalian " Ucap Ken tiba-tiba, membuat Ruby dan Rai heran dengan sikapnya.


Tidak biasanya Ken akan seserius ini tentang temannya.


" Siapa ? " Tanya Rai curiga.


" Seseorang yang sedang dekat dengan ku " Ken menjawab malu-malu.


Tina yang tadi merasa girang karena pemberiannya di terima mendadak merubah raut wajahnya menjadi sedih dan cemberut. Dia mengepalkan tangannya.


" Aku rasa sebentar lagi dia datang " Ken melihat jam tangannya, tepat 10 menit sesuai perjanjiannya dengan Kiran.

__ADS_1


Tok, tok, tok !!! terdengar lagi ketukan di pintu. Ken segera melompat dari tempat duduknya.


" Itu pasti dia " Seru Ken senang sekaligus gugup dan segera berjalan menuju pintu untuk menyambut Kiran.


Rai dan Ruby juga semua orang yang penasaran hanya bisa mengikuti punggung Ken yang sedang berjalan untuk membuka pintu.


" Kau " Pekik Ruby begitu melihat sesosok wanita yang di perkenalkan Ken sebagai orang terdekatnya saat ini.


" Hai Ruby " Sapa Kiran riang dan langsung menghampirinya, memeluknya dengan erat.


" Kenapa kau bisa bersama dengannya ? " Tanya Ruby penasaran.


" Dia memberiku tumpangan " Jawab Kiran gugup, berusaha menutupi kebohongan tentang hubungan mereka.


" Sepertinya kalian berdua ada udang di bawah batu " Saut Rai menginterupsi, pandangan matanya menyelidik Ken dari atas sampai bawah, lalu bergantian ke Kiran.


" Itu di balik batu kak " Ralat Ken gugup, berusaha mengalihkan perhatian kakaknya, namun tatapan tajam Rai tidak menyurut sedikitpun, membuat Ken semakin gelisah.


" Itu...aku sudah berkonsultasi dengan profesor pakar bahasa bahwa penggunaan kalimat yang tepat harusnya di bawah batu, karena kalau di balik batu itu sama saja tidak bermakna menyembunyikan sesuatu " Sanggah Rai percaya diri, namun di dalam hatinya dia sedikit merasa malu karena telah salah dalam menghapal peribahasa.


" Anda memang hebat sekali tuan Rai, bahkan hal sekecil itu tidak luput dari pandangan anda " Puji pak Hong seraya bertepuk tangan.


Ruby yang melihat itu hanya mampu menggelengkan kepalanya tidak percaya, lelaki yang kini menjadi suaminya itu masih saja terlihat menyeramkan di hadapan semua orang.


Kalau saja semua orang tau betapa konyolnya keluarga ini, hancur sudah image mu rhoma.


Ruby tersenyum sinis, namun hal itu tidak lepas dari perhatian Rai.


" Oke cukup " Suara Regis membuyarkan acara ramah tamah kunjungan para tamu. Dia yang semula hanya duduk saja kali ini berdiri dan mendekati Ken dan menepuk pundaknya.


" Jangan membuat keributan disini, Raline butuh tidur yang cukup " Ucap Regis tajam dan dingin, semua orang yang mendengarnya hanya mampu menundukkan kepalanya dalam. Mereka gemetaran karena telah mengusik Regis pemimpin Klan.


" Sekarang aku ingin bicara denganmu dan nona muda ini, kau tau harus menemuiku dimana kan ? " Lanjut Regis dan kemudian pergi meninggalkan ruangan itu.


Wuah... ayah sangat menyeramkan, tapi aku harus menjadi berani demi Kiran, kakak saja bisa pasti aku juga bisa.


Ken menguatkan hatinya sendiri, dia mengatur napasnya agar tenang.


Semua orang memandang Kiran dengan takut-takut, menilik Kiran dari atas sampai bawah, Kiran pun tak luput juga memperhatikan dirinya sendiri, menilai apa yang salah dari penampilannya hingga membuat ketua Klan ingin berbicara dengannya.


Ken mengajak Kiran keluar ruangan tanpa bicara, karena dia sendiri sibuk memikirkan berbagai alasan untuk di utarakan kepada ayahnya, alasan yang akan membuat ayahnya mau tidak mau harus menyetujui hubungan mereka.


Itu adalah alasan terbaik kalau sampai ayah tidak menyetujuinya.


Batin Ken mantap. Sementara itu Kiran yang gemetaran hanya bisa mengikuti Ken dengan linglung.

__ADS_1


__ADS_2