Cinta Big Bos ( Buku Ken )

Cinta Big Bos ( Buku Ken )
Masa Lalu ( 2 )


__ADS_3

" Linda " Seorang wanita dengan dandanan menawan, berpakaian mini dengan senyum menggoda nakal mendekati Ganung yang sedang mabuk.


Dibawah pengaruh alkohol dan rasa terpukul akibat patah hati, membuat Ganung kehilangan kesadarannya karena mabuk berlebihan. Baginya wanita yang berdiri di hadapannya saat ini terlihat seperti Kiran.


" Kiran ? Kau kembali ? " Gumamnya tidak jelas.


" Kau mau berpesta dengan ku ? " Linda bertanya seraya berjoget mengikuti alunan music disco yang bertempo cepat.


" Tentu saja sayang, tentu saja paman mau " Ocehnya di tengah rasa mabuknya, dia berdiri sempoyongan dan menari bersama Linda, melupakan rasa sakitnya untuk sejenak.


🍁🍁🍁🍁🍁


Suara hingar bingar televisi membangunkan Ganung, kepalanya terasa sakit dan sangat berat. Dia mengerjapkan mata mengumpulkan kesadarannya. Dilihatnya keadaan sekeliling, dia berada di tempat yang tidak di kenali, dengan tubuh terbungkus selimut putih. Rasa mual sisa mabuk semalam menyerangnya, dia berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya.


Dengan lemas dia duduk di atas closet, mencoba menggali ingatan dalam pikirannya. Yang dia ingat hanya dia bertengkar dengan Kiran lalu Kiran pergi meninggalkannya. Gelombang kesedihan itu menghantamnya sekali lagi. Dadanya berdenyut nyeri memikirkan bagaimana selama ini dia menjaga Kiran sepenuh hati.


" Kau sudah bangun ? " Sapa Linda yang tiba-tiba datang dan bersandar di depan pintu kamar mandi.


Ganung yang sedang melamun terkejut heran, dia mengamati Linda dengan seksama.


" Siapa kau ? " Tanya nya bingung.


" Kau tidak ingat ? Tidak heran, kau terlalu mabuk semalam, kau mengoceh Kiran, Kiran, Kiran, lalu mengajak ku ke hotel " Jelasnya dengan santai.


" Tidak mungkin " Gumam Ganung lirih.

__ADS_1


" Apanya yang tidak mungkin ? Apa Kiran istrimu ? Wah dia pasti kecewa kalau mendengar kau menghabiskan malam denganku " Goda Linda seraya terkekeh.


Ganung yang masih syok segera keluar dari kamar mandi, dia berbenah dan pergi tanpa berpamitan lagi kepada Linda.


🍁🍁🍁🍁🍁


Hari sudah siang saat Ganung pulang kerumah, dia memilih meredakan mabuknya lebih dulu sebelum bertemu Kiran dan kakaknya. Dia berusaha meyakinkan dirinya bahwa kejadian kemarin hanya salah paham saja, dia akan menjelaskannya pelan-pelan kepada Kiran, dan yakin Kiran akan mengerti serta memahami dirinya.


Namun betapa terkejutnya dia saat mendapati Kiran masih saja memandangnya dengan cara yang sama seperti kemarin, penuh kebencian dan rasa jijik. Dia bahkan menghindar dengan sangat terang-terangan di hadapan semua orang yang ada di toko usaha milik ayahnya.


" Kalian kenapa ? Biasanya kalian akan saling lempar ejekan saat bertemu, kenapa sekarang kalian seperti kucing dan tikus saja ? " Tanya Adelia heran melihat Kiran yang membuang muka saat Ganung berdiri di hadapannya, padahal biasanya mereka sangat akrab.


" Bu aku ingin kuliah di luar kota " Ucap Kiran tiba-tiba, dia sengaja mengeraskan suaranya agar Ganung juga mendengar hal itu.


" Tidak apa-apa, hanya saja malas melihat wajah seseorang, jadi aku berpikir untuk ganti suasana dan pergi keluar kota " Jawab Kiran malas, sekali lagi dia membuang muka saat Ganung menatapnya dengan ekspresi sedih.


" Baiklah terserah kau saja sayang " Adelia yang sabar dan penuh cinta untuk Kiran itu menuruti begitu saja keinginannya.


Ganung yang merasa telah di buang oleh Kiran pergi meninggalkan toko. Hal itu juga tidak luput dari pengamatan Kiran.


🍁🍁🍁🍁🍁


Suasana malam hari yang cerah, Kiran duduk di teras rumahnya sedang mendengarkan musik dari cd playernya. Dari kejauhan terlihat Ganung berjalan melintasi halaman dengan terseok-seok dan terhuyung-huyung seperti kehilangan keseimbangan. Hal itu mengusik perhatian Kiran.


" Kenapa lagi dia ? " Gumam Kiran sebal, dia berdiri dan akan masuk ke dalam rumah, malas melihat Ganung.

__ADS_1


Namun Ganung yang melihat Kiran berusaha menghindarinya, berlari dengan tergopoh-gopoh menghampiri Kiran, mencegahnya masuk ke dalam rumah.


" Kenapa kau begini ? " Oceh Ganung kesal seraya menarik tangan Kiran agar tidak masuk kedalam rumah.


" Lepaskan tangan ku " Saut Kiran ketus.


" Kenapa kau memperlakukan ku seperti ini, hah ? " Ganung meracau di tengah mabuk yang dirasakannya.


" Aku bilang lepaskan tanganku " Kiran menepis tangan Ganung yang masih saja memegangnya. Hal itu membuat Ganung terhuyung mundur.


" Ini kah balasanmu setelah aku menjaga mu bertahun-tahun ? " Oceh Ganung dengan berteriak.


" Kau... aku sepenuh hati menjaga mu, menghindarkan mu dari setiap masalah, selalu mengantar dan menjemputmu kemana pun kau mau, tapi ini yang kudapat ? Kau membuangku begitu saja, kau sama saja seperti mereka, begitu aku membuat masalah mereka langsung mengusirku, mereka malu dengan ku " Oceh Ganung seraya menunjuk-nunjuk Kiran dan terhuyung-huyung.


Namun Kiran tetap saja acuh, dia tidak menggubris sedikit pun ocehan Ganung. Dia berbalik dan akan beranjak pergi meninggalkan pamannya yang sedang mabuk berat itu.


Di sisa-sisa kesadarannya yang hampir ambruk, Ganung menerjang Kiran dari arah belakang, hingga membuat mereka terjatuh dan Ganung menindih Kiran.


" Kalau aku tidak bisa mendapatkanmu, maka siapapun di dunia ini juga tidak bisa mendapatkan mu " Ganung yang gelap mata dan terbakar emosi serta cemburu akibat penolakan Kiran akan berbuat nekat untuk memperkosa Kiran, namun beruntung ayah dan ibu Kiran yang baru saja pulang dari toko melihat itu dan mencegahnya.


" Kau sudah gila ? " Teriak Adelia kecewa dan menangis terisak-isak.


" Kakak aku... " Ganung berusaha memberikan alasannya, namun Adelia yang sudah sangat marah tidak memberikan Ganung kesempatan untuk membela diri. Dia menampar Ganung dan kemudian mengusirnya.


Ganung yang masih mabuk berjalan pergi dari kediaman Kiran, meninggalkan Kiran dan Adelia yang saling berpelukan dan menangis terisak-isak.

__ADS_1


__ADS_2