Cinta Big Bos ( Buku Ken )

Cinta Big Bos ( Buku Ken )
Tentang Kiran


__ADS_3

Kiran berjalan buru-buru meninggalkan mereka berempat. Sikapnya aneh dan mengundang tanda tanya besar. Dia berlari menuju toilet dengan raut wajah ketakutan.


" Kenapa dia ada disini ? Apa hubungannya dengan mereka ? " Kiran bergumam panik di dalam bilik toilet. Menahan sekuat tenaga keinginannya untuk menangis saat ini.


Sementara itu Lucas mengambil alih tempat duduk Kiran, dengan tatapan curiga semua orang memandang Lucas.


" Kenapa dia pergi seperti itu ? " Rai memulai pembicaraan, membuyarkan masing-masing pikiran dari setiap orang.


" Kalian bersamanya ? " Tanya Lucas memastikan.


Ken dan Ruby mengangguk cepat, bersemangat. Mereka sangat penasaran apa hubungan Lucas dengan Kiran, kenapa Kiran sampai harus kabur menghindar saat bertemu Lucas. Terutama Ken, dia tidak dapat menyembunyikan rasa penasarannya.


" Bagaimana bisa kau kenal dia ? " Kejar Ken tidak peduli dengan sikap bingung Lucas saat ini.


" Kami satu tempat perawatan " Lucas menjawab santai.


" Perawatan apa ? " Tanya Ruby dan Ken bersamaan. Rasa penasaran mereka membuncah saat ini, tapi tidak halnya dengan Rai, dia santai saja mendengar penjelasan Lucas.


" Perawatan kecantikan " Rai menjawab asal. Dia heran dengan 2 orang yang sangat ingin tau urusan orang lain itu.


" Apa ?!? " Ken dan Ruby memekik kaget. Mereka tidak menyangka kalau Lucas sering melakukan perawatan seperti itu.


Ken merasa panas menjalari tubuhnya, dia tidak suka melihat Kiran kenal dengan Lucas, bukan karena Lucas sedikit tidak waras, tapi karena tidak suka Kiran mengenal laki-laki lain selain dirinya.


" Dimana tempat klinik kecantikan itu ? Aku akan membelinya dan menutupnya " Jawab Ken kesal dan menatap tajam ke arah Lucas, saat cemburu sifat kakak adik itu bahkan tidak ada bedanya sama sekali.


" Kau percaya kakak mu ? " Lucas bertanya tidak percaya melihat Ken begitu kesal padanya.


" Kami satu tempat perawatan psikiater " Lucas menjawab lirih, agar tidak terdengar orang lain karena dia masih merasa itu aib yang memalukan.


" Apa ?!? " Ken dan Ruby lagi-lagi terkejut dengan kenyataan yang di jabarkan Lucas.


Ruby terkejut mendengarnya karena tidak pernah mengira Kiran akan berurusan dengan hal semacam sakit jiwa, dan kenapa dia tidak pernah tau, atau kenapa Kiran tidak pernah cerita.

__ADS_1


Sedangkan Ken bernafas lega, ternyata Kiran tidak ada hubungan apa-apa dengan Lucas, dia langsung menatap Rai dengan kesal karena merasa di kerjai.


" Kenapa kau bilang perawatan kecantikan ? " Ken berkata ketus kepada Rai yang hanya duduk santai bersandar pada kursi.


" Hei memangnya kau pikir dimana lagi mereka akan bertemu kalau bukan di psikiater ? Apa menurutmu dia benar-benar melakukan perawatan kecantikan ? " Rai menjawab santai seraya menunjuk Lucas dengan wajahnya, kali ini tangannya menyilang didadanya.


" Sudah, sudah kalian ini bertengkar di saat tidak tepat " Ruby melerai kakak beradik itu.


" Cih " Ken mencibir Rai dan kemudian beralih kembali pada Lucas.


" Hei jangan setengah-setengah, cepat ceritakan dari awal " Ken antusias tidak sabar melihat Lucas hanya berbicara sepotong-sepotong.


" Baiklah baiklah. Aku tidak terlalu yakin sejak kapan dia ikut kelas psikiater, yang jelas dia telah lebih dulu bergabung. Dalam kelas itu kami semua ada 5 orang, dari berbagai macam latar belakang permasalahan yang berbeda. Intinya itu adalah kelas sesi pengobatan untuk masalah kejiwaan kami. Disana kami akan di kumpulkan untuk memulai obrolan. Awal mula memperkenalkan diri, lalu masuk kedalam masalah. Masing-masing dari kami akan di berikan waktu 5 menit untuk menjelaskan tentang siapa kita dan apa masalah kita, secara bergantian. Dan aku juga dia berada dalam satu kelompok. Dia benar-benar gadis yang tidak mau bicara pada siapapun selama sesi pengobatan, sampai akhirnya dia tidak pernah lagi ikut kelas pengobatan. Awalnya ku pikir dia berganti psikiater, tapi ternyata dia mengambil pengobatan pribadi " Lucas mengambil nafas untuk jeda ceritanya yang panjang.


" Karena kebetulan psikiater itu dan aku lumayan dekat, jadi aku bertanya padanya. Dia bercerita bahwa Kiran di tinggal mati oleh ayahnya, dan ibunya memutuskan untuk menerima adiknya yang baru saja keluar dari penjara karena kasus pembunuhan. Sejak kehadiran pamannya, hidup Kiran menjadi berantakan, dia sering bertengkar dengan ibunya yang terlalu membela adiknya. Sampai pada suatu ketika, Kiran bilang bahwa dia memiliki kekasih baru, kekasihnya adalah salah satu anggota Klan kalian. Karena dia sangat mengidolakan kalian, jadi dia dengan mudah menerima laki-laki yang baru di kenalnya tersebut selama dia anggotan Klan yang terkenal itu. Tapi ternyata kekasihnya ini bekerja sama dengan pamannya untuk menjebaknya dan menjualnya kepada lelaki hidung belang, ya bisa di katakan mereka seorang mucikari. Beruntung saat dia akan di perkosa di sebuah hotel datang seseorang untuk menolongnya, jadi dia bisa kabur. Dia menceritakan semua hal itu pada ibunya, tapi ibunya tidak percaya, dia lebih mempercayai saudara laki-lakinya daripada anak kandungnya sendiri. Hal itu membuat Kiran depresi dan akhirnya dia masuk rumah sakit jiwa beberapa bulan, tapi karena sikapnya yang baik pihak rumah sakit memperbolehkannya keluar tapi dia harus tetap mengikuti rawat jalan " Lucas mengakhiri cerita panjangnya tentang Kiran, hanya sebatas itu yang dia tau.


" Siapa laki-laki brengsek itu, aku akan membuat perhitungan dengannya " Ken sangat marah mendengar cerita tentang Kiran. Dia mengepalkan tangannya.


Mereka bertiga memandang Ken bersamaan. Terlihat jelas Ken sedang cemburu.


" Benar, karena beberapa minggu terakhir dia memutuskan menghentikan pengobatannya, jadi dia pasti sudah kehabisan obat, kalau traumanya muncul tiba-tiba, dia akan sangat gawat. Entah melukai dirinya sendiri atau orang lain " Lucas mengangguk-angguk menjelaskan.


Semua orang terlihat serius menanggapi Lucas, hanya Rai yang tidak peduli.


" Kenapa dia tidak pernah cerita pada ku ? " Ruby menjawab sedih.


" Hal itu memalukan kau tau " Lucas menepuk pundak Ruby pelan.


" Lepaskan tangan mu dari istri ku " Tiba-tiba Rai bersuara. Dia menatap tajam ke arah Lucas yang duduk di sebelah Ruby.


" Ok ok baiklah " Lucas mengangkat tangannya dengan tersenyum maklum, Rai tetap saja seorang pencemburu berat.


" Baiklah aku pergi dulu, dan ya aku harap kalian tidak membahas masalah ini dengan Kiran, karena bagaimana pun kami, sebagai penderita gangguan kejiwaan, menganggapnya aib dan ingin menutupnya rapat-rapat. Biarkan dia bercerita karena keinginannya sendiri " Lucas berpesan kepada Ruby dan Ken yang dekat dengan Kiran. Mereka berdua mengangguk mengerti. Lucas pun pergi, tapi Kiran belum juga kembali. Hal itu membuat Ruby dan Ken khawatir.

__ADS_1


" Hei marimar cepat jemput dia, jangan-jangan dia kabur setelah bertemu Lucas " Ken menyuruh Ruby dengan panik.


" Aish kau ini, iya iya " Ruby menjawab kesal, tapi tak urung dia tetap berdiri menuruti adik iparnya yang sedang di mabuk cinta itu.


Ruby mencari Kiran di dalam toilet, di setiap bilik namun dia tidak ada. Seketika jantungnya berdegub kencang, dia takut Kiran benar-benar kabur seperti yang Ken ucapkan.


Dia segera kembali ke meja tempatnya, dengan wajah pucat.


" Dia menghilang " Ruby segera memberitahu Ken, begitu mendengar apa yang dikatakan Ruby, Ken langsung panik dan berdiri akan mencari Kiran.


" Memangnya kau tau dia kemana ? " Tanya Rai santai.


" Dia pasti belum jauh " Ken menjawab asal, sudah bersiap akan berlalu pergi.


Tapi tiba-tiba Kiran muncul dari arah pintu masuk, dan menghampiri mereka dengan heran.


" Ada apa ? " Tanyanya bingung.


" Kau kemana saja ? Kenapa tiba-tiba menghilang ? Kalau sampai tidak ketemu aku berniat menutup restoran ini karena lalai menjaga mu " Ken berteriak membentak Kiran.


Sikapnya yang berlebihan membuat Ruby dan Kiran hanya saling pandang dengan polos, dan semua pengunjung juga sedang menatap mereka dengan tatapan aneh. Begitu menyadari sikapnya yang membuat keributan, sikap Ken sedikit melunak.


" Kita kan pergi bersama, jadi pulang juga harus bersama. Bagaimana kalau ada preman menculik Kiran ? Bukankah kita juga akan jadi saksi di kantor polisi ? " Ken menjawab kikuk dan tersenyum masam.


" Kau berlebihan, bukankah kau rajanya preman, mana ada preman berani menculik keluarga Loyard " Ruby mencibir Ken.


" Sudah, sudah kalian berisik sekali. Apa kalian tidak sadar sesuatu yang berbahaya sedang mengintai kita " Rai membuka suara melerai perdebatan di antara mereka.


" Apa yang berbahaya ? " Tanya mereka hampir bersamaan. Dan seketika itu juga mereka segera duduk kembali di kursi mereka, mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru restoran dengan sikap siaga.


Kata bahaya masih menjadi trauma untuk Ruby, dan tentu saja untuk Kiran yang pernah menjadi korban perdagangan manusia.


" Kalian tidak sadar, tidak ada pelayan yang berani mendekati kita untuk menghidangkan makanan. Dan aku sangat lapar sekarang " Rai menjelaskan dengan sangat serius.

__ADS_1


" Cukup Rhoma, hentikan !!! " Pekik mereka bertiga bersamaan dengan ekspresi kesal bercampur kaget karena ternyata itulah situasi genting yang di hadapi rhoma sekarang.


__ADS_2