Cinta Big Bos ( Buku Ken )

Cinta Big Bos ( Buku Ken )
Jadian


__ADS_3

Semua murid dan guru sedang berkumpul di halaman resort, mereka sedang menerima pengarahan dari pak Joni, ketua panitia outbond gelombang ke tiga. Kiran berjalan diam-diam dan bergabung dalam barisan para guru.


" Anda darimana saja bu Kiran ? " Tanya bu Lia, guru bahasa inggris yang juga teman lumayan dekat Kiran selama bekerja di sekolahan.


" Maaf bu, saya mengalami mabuk laut, jadi saya sibuk di toilet untuk... ya begitulah " Kiran menjelaskan dengan berbisik ke arah bu Lia, berbohong.


" Oohh... " Bu Lia hanya mengangguk-angguk paham mendengar penjelasan Kiran.


Namun Pak Tomy yang ada di sebelah bu Lia juga ikut menyimak dan dirinya semakin yakin ada sesuatu dengan Kiran dan Ken, karena melihat Kiran yang berbohong tentang menghilangnya dirinya begitu sampai di resort. Dia bertekad untuk mengawasi Kiran dan Ken walau hanya gerakan kecil sekalipun.


Pak Joni menjelaskan dengan singkat acara outbond, para murid di persilahkan untuk membereskan barang-barang mereka dahulu, dan kemudian berkumpul lagi untuk acara selanjutnya, mereka akan bermain paintball dengan team. Guru vs Murid.


Permainan akan di lakukan di area sekitar resort dan pinggiran hutan. Dan semua di wajibkan ikut tanpa terkecuali. Setelah seluruh murid dan guru bersiap-siap mereka telah berkumpul kembali di halaman resort untuk mendengarkan arahan dari Pak Joni lagi.


" Permainan akan dibagi menjadi beberapa kelompok murid, dan kalian bertugas untuk mengumpulkan bendera-bendera yang telah di siapkan di beberapa tempat tersembunyi, tapi ini tidak akan mudah, karena bendera-bendera itu akan di jaga ketat oleh para guru, permainan ini akan berakhir saat peluit panjang di bunyikan, dan semua harus berkumpul lagi disini, kita akan menghitung anggota team yang tersisa, team dengan bendera terbanyak akan memenangkan permainan. Dan hadiahnya adalah kalian akan mendapatkan tambahan nilai dari setiap mata pelajaran dalam ujian, sebesar 20 point, jadi berusahalah dengan keras dan jangan curang " Pak Joni mengakhiri arahannya dan disambut tepuk tangan antusias dari para murid, bonus tambahan nilai tentu saja akan sangat berharga bagi para murid mengingat soal-soal ujian yang di berikan sangat susah.


Para guru berkumpul untuk undian pemilihan pasangan, dan mereka masing-masing mengambil kertas yang berisikan nama guru-guru. Semua guru membuka kertas mereka bersamaan dan langsung menghampiri pasangan mereka, namun sial bagi Kiran, dia mendapatkan kertas berisikan namanya sendiri, yang artinya tidak tersisa lagi rekan untuknya.


" Ah bu Kiran kau harus menjaga bendera itu sendirian " Ucap pak Joni sungkan, karena memang guru yang ikut outbond pada gelombang ke tiga berjumlah ganjil, sebenarnya genap jika Ken masuk hitungan, tapi para guru sepakat menyisihkan Ken, mereka tidak berani mengajaknya. Bagaimanapun Ken bukan kepala sekolah biasa, dia adalah kepala sekolah sekaligus putra pendiri Klan, mana berani mereka bertarung dengan Ken walau hanya dalam permainan.


" Iya tidak apa-apa " Kiran menjawab lirih, merasa sial karena tidak memiliki pasangan.


" Tunggu dulu " Saut suara di belakang mereka. Semua guru terkejut dan kompak menoleh kebelakang.


Seseorang dengan pakaian ala militer lengkap sedang berdiri di belakang mereka, menenteng senjata paintball di pundaknya, dengan senyum miring penuh kesombongan.


" Aku yang akan menjadi partner bu Kiran " Ucapnya jumawa karena merasa menjadi pahlawan kesiangan untuk Kiran.


Semua orang terkejut melihat Ken yang berdiri gagah dengan seragamnya. Mereka tidak menyangkan Ken akan mau mengikuti permainan seperti ini. Kiran yang juga terkejut melihat Ken menjadi semakin gugup, dia tidak mengerti bagaimana takdir selalu menyatukannya dengan Ken.


" Ra-Rahul.. " Kiran tanpa sadar memanggil Ken.


" Hah ? " Guru-guru terkejut mendengar Kiran memanggil Ken dengan sebutan lain.


" Ah bukan maksud ku Ipin... " Kiran semakin salah tingkah karena sikap guru-guru yang mengawasinya.


" Haaah ? " Guru-guru terkejut lebih keras lagi, mereka tidak percaya Kiran sebegitu berani atau bodohnya untuk keceplosan saat ini.


" Kau !!! " Ken kesal sekali dengan panggilan Kiran, dia menatap Kiran tajam yang semakin gelisah, tangannya gemetaran dan napasnya tersengal-sengal.


Kiran bukannya takut berdampingan dengan Ken, tapi dia tidak ingin membahas lagi masalah "suka" yang menjadi alasannya menghindari Ken. Tapi sikap Kiran dan Ken di artikan lain oleh para guru. Mereka menilai sikap Kiran adalah takut karena diam-diam memberikan julukan konyol di belakang Ken sang putra mahkota Klan, dan sikap Ken adalah marah besar karena ada seseorang yang berani bersikap kurang ajar padanya.

__ADS_1


" Habislah bu Kiran, aku yakin besok senin dia akan di pecat " Bu Lia berbisik kepada Pak Tomy yang menjadi rekannya dalam permainan.


" Ya aku yakin Pak Ken pasti sangat marah, siapa yang tidak marah di berikan julukan seperti itu, ya aku yakin sekali mereka tidak ada apa-apa " Gumam Pak Tomy lirih lebih kepada dirinya sendiri daripada menjawab bu Lia, dia berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa kejadian yang dilihatnya tadi hanya salah paham, karena kalau memang benar Ken dan Kiran ada hubungan, tidak mungkin Ken akan semarah itu oleh julukan Kiran, begitulah keyakinan yang dipegang pak Tomy saat ini.


Semua guru pergi terlebih dahulu menuju lokasi di sembunyikannya bendera-bendera yang harus mereka jaga, baru 20 menit kemudian para murid akan pergi menyusul.


" Kau ini kenapa memanggilku seperti itu ? " Ucap Ken ketus begitu mereka sudah sampai di pos tempat bendera yang akan mereka jaga.


" Maaf aku tidak bermaksud begitu, aku hanya gugup. Lagipula siapa yang mulai memberikan julukan upin ipin ? " Kiran menjawab lirih namun juga membantah.


" Aku bukannya memberikan mu julukan upin ipin, aku hanya merasa penyamaran kita waktu itu mirip seseorang " Ken mengelak tegas.


" Hei apa kau lupa ? Kau sendiri yang dengan jelas bilang ' kau upin dan aku ipin ', kalau bukan julukan apa namanya ? " Balas Kiran juga dengan tegas.


" Kan kau sendiri yang minta untuk menyamar, ah ya karena kita sudah membahas masalah itu, aku ingin marah padamu karena kau meninggalkan ku saat bertemu nenek gayung " Ken mengingatkan kejadian Kiran yang kabur di pemakaman.


" Itu.. kupikir kau juga akan langsung lari, tapi ternyata kau menoleh, maafkan aku " Kiran menjawab dengan senyum lebar di paksakan, merasa bersalah karena kabur duluan meninggalkan Ken.


" Bagaimana bisa kau kabur seperti itu, dasar tidak setia " Cibir Ken sinis.


" Apa ? Tidak setia ? " Kiran terkejut mendengar ucapan Ken.


" Kan ku bilang hitungan ke tiga kita menoleh bersama bukan lari " Ken juga ikut terpancing, dan mereka pun bertengkar.


" Aku mana percaya padamu, dengan Ruby saja kau berani menipunya apalagi dengan ku " Kiran balas mencibir sinis Ken, tangannya terlipat didada.


" Apa ? Aku menipu ? " Ken semakin kesal mendengar Kiran yang menganggapnya penipu.


" Ya kau itu penipu, sudah berapa kali kau menipu Ruby ? Sudahlah anggap saja itu karma untukmu karena sudah berbuat seperti itu pada Ruby ku " Sinis Kiran.


" Karma ? Hei kau tidak tau waktu itu keadaannya seperti apa, dan kau menganggapku penipu ? Lalu kau sendiri apa ? Pembohong ? " Balas Ken sengit.


" Hah ? Kenapa aku bisa jadi pembohong ? " Kiran berkacak pinggang tak terima di katai pembohong oleh Ken.


" Ya kau bilang kau juga menyukai ku, lalu saat bersama Dylan kau bilang kau tidak menyukai ku. Aku menipu Marimar karena aku mengenalnya dengan baik, tapi kau menipu ku di saat kita belum kenal lebih akrab, kau bahkan lebih buruk dari seorang penipu " Ejek Ken juga dengan berkacak pinggang.


" Aku tidak pernah berbohong, aku memang menyukai mu " Balas Kiran dengan cepat.


" Iya kau memang menyukai ku saat berdua saja, tapi begitu ada pihak lain kau langsung berubah, apa namanya kalau bukan pembohong " Pancing Ken, dia merasa Kiran sering keceplosan sama dengan marimar, jadi cara terbaik mengetahui isi hatinya adalah dengan membuatnya tidak sadar dengan ucapannya.


" Aku bukan pembohong !! Aku memang menyukai mu, aku sangat menyukai mu, tapi aku tidak bisa, kau berhak mendapatkan gadis yang lebih baik dari ku " Kiran tanpa sadar mengungkapkan perasaannya, dia masih kesal karena di tuduh sebagai pembohong.

__ADS_1


" Cih sekali pembohong tetap pembohong, itu hanya alasan mu saja untuk menghindar kan ? " Ken terus memancing Kiran.


" Aku bilang aku bukan pembohong !! Kau tidak tau sebesar apa aku menyukai mu, aku sangat menyukai mu sampai hati ku seperti mau meledak kalau ada di dekatmu, tapi aku tidak bisa bersama mu " Kiran meyakinkan Ken dengan sepenuh hati karena tidak terima dengan cap pembohong yang di alamatkan padanya.


" Baik kalau kau memang bukan pembohong, buktikan sekarang kalau kau memang menyukai ku ? " Pancing Ken dengan acuh, rencananya menggiring Kiran untuk mengungkapkan perasannya berhasil.


" Baik akan ku buktikan, awas saja kalau kau masih memanggilku pembohong !! " Tunjuk Kiran kesal.


" Kau pasti tidak akan bisa karena kau seorang pembohong " Cibir Ken.


" Apa yang harus ku buktikan ? " Tanya Kiran berapi-api, harga dirinya di pertaruhkan atau dia akan di cap sebagai pembohong.


" Jadilah kekasihku " Saut Ken cepat, dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini, di tengah emosi Kiran yang membara, sudah pasti otaknya tidak akan berjalan dengan jernih.


" Baik kalau cuma itu pembuktiannya, akan ku lakukan, aku akan jadi kekasihmu " Kiran menjawab langsung tanpa pikir panjang.


Ken diam dan tersenyum lebar, rencananya berjalan sempurna. Kiran yang bingung dengan senyuman Ken langsung tersadar dengan jebakannya.


" Omo... a-aku... " Kiran mencoba membatalkan ucapannya.


" No no no, kau tidak boleh berubah pikiran, kau sudah berjanji " Ken mengelak dengan menggerakkan jari telunjuknya.


" Ta-tapi aku... " Kiran masih berusaha mengelak.


" Tidak ada tapi-tapian, kau sendiri yang bilang itu pembuktian dari mu " Ken tersenyum penuh kemenangan, menolak setiap bantahan dari Kiran.


" Baiklah, tapi aku punya satu syarat untuk mau menjadi kekasihmu " Kiran memberikan penawaran pada Ken yang hanyut dalam kemenangan.


" Apa itu ? " Tanyanya acuh, baginya tidak penting apapun persyaratan Kiran, yang terpenting sekarang Kiran telah jadi kekasihnya.


" Aku ingin hubungan kita di rahasiakan dari siapapun, termasuk Ruby " Kiran menjelaskan dengan cepat.


" Ok baik " Ken langsung menyetujui tanpa perlu berpikir, karena toh dia memang berencana untuk backstreet mengingat ayahnya yang tidak setuju hubungannya dengan Kiran. Ini seperti takdir baik memihak padanya.


Aku hanya perlu merahasiakan ini, jadi tidak akan ada yang bisa berkomentar buruk tentang hubungan kami. Begini bolehkan ?


Batin Kiran ragu-ragu.


Tidak salah aku memberikan julukan untuk kami upin ipin, karena mereka kembar tentu saja mereka harus bersatu. Aahh upin, saya suka saya suka...


Ken tersenyum dengan hati berbunga-bunga, seperti pohon pisang pisang yang di tanam upin dan ipin, cinta mereka pasti akan tumbuh subur.

__ADS_1


__ADS_2