
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, pesawat yang di tumpangi Ken mendarat di bandara internasional Selandia baru.
Kiran yang baru pertama kali naik pesawat itu mendadak mual dan pusing begitu menginjakkan kakinya di tanah.
" Kau tidak apa-apa ? " Tanya Ken memegangi pundak Kiran saat dirinya limbung ke depan.
" Kepala ku berputar-putar " Jawabnya lemas.
" Kau pasti mengalami jetlag setelah penerbangan yang lama " Jawab Ken dan menuntun Kiran untuk menaiki mobil yang telah menjemput mereka.
Sudah lewat dari tengah malam saat mereka berdua sampai di Selandia baru. Dan mereka telah di jemput oleh beberapa orang yang berpakaian layaknya bodyguard, dengan menggunakan bahasa yang tidak di pahami Kiran, Ken terlihat mengobrol sebentar dengannya dan kemudian masuk ke dalam mobil menyusul Kiran.
" Tidurlah, kau pasti lelah " Ucap Ken lembut saat melihat Kiran yang bersandar di kursi dan memejamkan matanya seraya memegangi perutnya yang terasa mual.
" Sini, bersandarlah di pundak ku " Ken menarik Kiran mendekat dan kemudian merangkulkan tangannya, menjaga Kiran agar tidak bergerak. Dan mobil mereka pun berjalan meninggalkan area bandar.
Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai ke hotel, petugas hotel yang secara khusus menyambut mereka telah berbaris di depan pintu, dan begitu Ken dan Kiran tiba mereka membukakan pintu untuk Ken dan Kiran.
" Kia ora ! " Sapa salah seorang petugas hotel dan menyalami Kiran juga Ken.
Mereka lalu mempersilahkan Ken dan Kiran masuk sementara pegawai yang lain membereskan barang bawaan Ken dan Kiran.
Kiran yang tidak mengerti apapun pembicaraan mereka hanya bisa diam dan menyimak saat pegawai hotel tersebut menunjuk satu persatu ruangan, lalu menuntun mereka memasuki lift.
" Ini kunci kamar anda tuan, selamat beristirahat " Ucap Pelayan tersebut sopan dan menundukkan kepalanya berpamitan kepada Ken dan Kiran saat mereka telah sampai di kamar yang akan di tempati.
Mereka berada di ruangan president suite yang sangat luas dan sangat indah, dengan sofa besar berwarna pastel yang menghadap ke jendela besar.
" Kau suka kamarnya ? " Tanya Ken kepada Kiran yang terlihat takjub dengan desain interior di dalamnya.
" Suka sekali " Jawabnya girang.
__ADS_1
" Didepan ada balkon yang langsung menghadap danau dan kita bisa melihat matahari terbit " Ucap Ken lembut dan memeluk Kiran dari belakang.
" Benarkah ? " Tanya Kiran antusias.
" Ya dalam beberapa jam lagi kau bisa melihatnya " Jawab Ken semakin mengeratkan pelukannya.
Kiran melihat jam tangannya, baru sekitar pukul 8, mana mungkin matahari akan terbit sebentar lagi.
" Masih jam 8 malam bukan ? " Tanya Kiran bingung.
" Disini selisih waktunya 5 jam sayang, jadi kau akan bisa melihat matahari terbit sebentar lagi, kau mau melihatnya ? " Tanya Ken lembut berbisik.
" Mau " Antusias Kiran.
" Kalau begitu jangan tidur, ayo kita begadang untuk menunggu matahari terbit " Jawab Ken dan kemudian langsung menggendong Kiran untuk membawanya ke ranjang yang ada di tengah-tengah ruangan.
Dia membaringkan tubuh Kiran perlahan-lahan dan langsung mendaratkan bibirnya di bibir Kiran sebelum Kiran sempat mengucapkan apa-apa lagi.
Dengan lembut tangan Ken mulai membuka satu persatu kancing baju Kiran, terlihat jelas beberapa tanda merah di leher dan dada Kiran sebagai jejak pemanasan mereka di atas awan.
Ken mulai menciumi seluruh wajah Kiran dan beralih ke ceruk leher Kiran, napas memburu dari sepasang pengantin baru yang di mabuk cinta itu saling bersaut-sautan.
Inilah harinya Ken, hari dimana dia tidak akan mendapat gangguan dari siapapun dan kesialan apapun itu. Sebagai jaga-jaga dia juga sudah mematikan ponselnya agar tidak ada yang bisa menghubunginya.
Dengan lembut Ken menyatukan tubuhnya di atas tubuh Kiran, dengan keringat yang saling menghiasi dahi masing-masing mereka berdua menikmati malam pertama mereka.
Suara decit ranjang yang seiring dengan gerakan mereka seakan-akan menjadi musik pengiring yang indah bagi pasangan yang sedang berbulan madu tersebut.
Ken terjatuh di dada Kiran setelah mereka berdua sama-sama mencapai pelepasan. Di tatapnya wajah Kiran yang penuh keringat dan bersemu merah.
" Sakit ? " Tanyanya lembut.
__ADS_1
" Iya " Jawab Kiran malu-malu.
" Maaf ya " Ucap Ken seraya menghapus keringat di kening Kiran, dia kemudian bergeser ke samping dan melingkarkan tangannya memeluk Kiran, mencium puncak kepalanya.
" Tidak apa-apa, aku bahagia " Jawab Kiran dengan suara tercekat.
" Ya aku juga sangat bahagia " Ken semakin mengeratkan pelukannya.
Tak pernah terbayangkan untuk mereka berdua bisa saling mencintai dan kemudian menikah.
" Mulai sekarang mari kita hidup bahagia selamanya, ingat selalu untuk membagi setiap rasa sedihmu, marahmu, kecewamu dan bahagia mu hanya dengan ku, berjanjilah bahwa aku lah orang pertama yang akan mendengar semua tentang mu " Ucap Ken.
" Ya aku berjanji " Jawab Kiran membenamkan wajahnya di dada Ken.
💐💐💐💐💐💐
.
.
.
.
.
Hai teman-teman semua, ini lah ending dari buku Ken. Maaf kalau endingnya kurang bagus atau tidak sesuai ekspektasi kalian semua, sekali lagi author minta maaf.
Setelah ini author akan kembali melanjutkan cerita Rai dan Ruby dibuku " Cinta Big Boss ", dan buat kalian yang meminta cerita cinta Dylan akan author jadikan satu di sana ya, karena mereka semua kan di satu rumah, jadi biar lebih mudah aja latar suasananya gitu.
Cerita Ken dan Kiran nanti akan disambung di buku " Cinta Big Boss " setelah mereka pulang bulan madu.
__ADS_1
Jadi buat kalian semua jangan lupa baca lagi " Cinta Big Boss " nya ya...
Sekali lagi author minta maaf kalau ada salah-salah kata, salah-salah isi cerita atau salah-salah dalam membalas komentar, mohon maaf yang sebesar-besarnya dan terima kasih atas dukungan kalian semua.