
Ken berusaha berkonsentrasi dengan jalanan di depannya, sesekali dia melirik malu ke arah Kiran yang sedang fokus juga ke arah jalan.
Aish kenapa sial begini, tempo hari aku harus meminjam uang dari gadis yang tidak ku kenal, dan sekarang aku harus kehabisan bahan bakar saat memberikan tumpangan kepada wanita. Sial, sial, sial !!
Ken mengutuki dirinya sendiri.
Mobil yang mereka tumpangi berjalan sangat lambat karena harus di derek. Ken menghubungi jasa derek mobil agar menderek mobil mereka menuju pom bensin terdekat.
" Ini hanya karena aku lupa mengisi nya, yah kau tau aku sangat sibuk, biasanya para sopir yang mengisi bahan bakarnya, aku tidak akan mengurusi hal remeh seperti ini, karena aku tuan muda, kau tau itu bukan ? " Ken berusaha menjelaskan kejadian memalukan yang dia alami saat ini.
Kiran hanya menganggukkan kepala tanpa bersuara menjawab penjelasan Ken. Dia tetap menatap lurus ke depan.
" Um bukankah kita pernah bertemu ? " Ken berusaha memulai pembicaraan, sikap aneh Kiran terus saja mengusik pikirannya.
" Iya " Kiran menjawab sopan dan menundukkan kepala nya.
" Lalu kenapa kau seperti berpura-pura tidak mengenal ku ? Kau menghindari ku dengan cara yang tidak biasa, membuatku terlihat seperti seorang penjahat " Ken melayangkan protesnya terhadap sikap Kiran.
Namun Kiran hanya diam saja tidak menjawab pertanyaan Ken.
" Lihat lagi-lagi kau mengunci mulutmu. Apa aku perlu membuka nya dengan mulutku baru kau akan bicara ? " Ken bercanda asal dengan kesal.
Ucapan Ken membuat Kiran takut, dia mengangkat tas nya ke dadanya seperti tameng untuk melindungi dirinya. Sikap Kiran membuat Ken segera menyadari kesalahannya.
" Tidak, tidak bukan begitu maksud ku, aku hanya bercanda, kau jangan salah paham " Ken menggoyangkan tangannya menjelaskan kesalah pahamannya.
" Aku bersalah, aku minta maaf " Ken melanjutkan seraya menggaruk belakang kepalanya yang tidak terasa gatal, keadaan kembali hening. Suasana canggung tercipta diantara mereka berdua.
Mobil derek di depan mereka berbelok masuk ke arah pom bensin terdekat. Berhenti tepat di sebelah alat pengisian bahan bakar.
Ken menurunkan kaca mobilnya. Pegawai wanita yang melihat Ken langsung tersenyum menyapa.
" Selamat pagi, anda ingin isi berapa ? " Pegawai pengisian itu menawarkan dengan senyum lebar dan kerlingan mata menggoda.
Lelaki tampan dan mobil mewah, tentu saja hal itu menjadi penyejuk mata di pagi hari.
" Full tank " Jawab Ken sombong dan bergaya karena merasa seseorang sedang mengagumi nya. Dia ingin menunjukkan pada Kiran bahwa semua wanita akan terpesona olehnya.
" Baiklah, mulai dari nol kakak " Pegawai tersebut menjelaskan dengan suara lembut yang di buat-buat.
" Iya " Jawab Ken dengan suara manis sekali.
Kau lihat kan, aku bukan lelaki aneh yang harus kau hindari saat bertemu. Semua wanita akan terpesona oleh ketampanan ku.
Batin Ken dengan percaya diri. Mereka menunggu beberapa saat untuk pengisian bahan bakar.
" Sudah selesai kakak " Pegawai itu menjelaskan setelah selesai menutup tanki bahan bakar mobil Ken.
__ADS_1
" Baiklah, berapa totalnya ? " Tanya Ken percaya diri.
" 1,2 juta kakak " Jawab pegawai itu dengan mata berbinar seperti melihat pangeran berkuda merah karena melihat logo kuda di mobil sport milik Ken.
Ken hanya tersenyum melihat sikap pegawai tersebut. Dia kemudian mengeluarkan dompetnya dari saku belakang.
Matanya membelalak terkejut melihat isi dompetnya yang sepi, hanya terdapat beberapa lembar uang 10 ribuan hasil pinjaman ongkos transportasi dari ayahnya. Kartu yang ada hanya kartu pengenal dan surat izin mengemudi nya saja. Dia lupa bahwa saat ini dia sedang di miskinkan oleh ayahnya. Semua kartu kredit juga atm nya di sita dan dia lupa memintanya kembali.
Ken melirik Kiran pucat, hanya Kiran lah harapannya satu-satunya saat ini. Kiran yang melihat ekspresi pucat Ken menjadi heran.
" Ada apa tuan ? " Tanya Kiran khawatir.
Sekali lagi aku sial !!!
Ken mengutuk kesialan yang datang bertubi-tubi kepadanya.
" Kiran maafkan aku, tapi bolehkah aku pinjam uang mu sedikit ? " Ucap Ken terbata-bata menahan malu.
Kiran yang paham segera membuka dompetnya, menyerahkan uang kertas seratus ribu kepada Ken dengan wajah polos.
" Cuma ini ? " Tanya Ken memelas menahan tangis.
" Maafkan aku tuan, hanya ini uang cash yang aku punya " Kiran menjawab takut.
" Kalau begitu apa kau punya atm atau kartu kredit ? " Tanya Ken masih dengan malu-malu, harga dirinya benar-benar runtuh.
" Aku memiliki atm tuan " Kiran masih menjawab heran.
" Ada sekitar 2 juta tuan " Kiran menjawab semakin bingung.
Ken bernafas lega mendengar jawaban Kiran. Wajahnya yang semula pucat menahan tangis kini bisa sedikit tersenyum.
" Baiklah aku pinjam dulu atm mu, kemarikan " Ken meminta atm Kiran.
Kiran kemudian mengambilnya dari dalam dompet dan memberikannya kepada Ken.
Ken keluar mobil dengan membawa atm Kiran.
" Kebetulan saya sedang tidak ada uang tunai, bisa melakukan pembayaran dengan kartu debit ? " Tanya Ken percaya diri kepada pegawai wanita itu.
" Tentu saja kakak " Jawabnya semangat karena sekarang Ken berdiri tepat di depannya, terlihat lebih tampan dari dekat.
Pegawai itu menerima kartu debit yang di ulurkan Ken. Membawanya ke mesin EDC yang ada di meja dekat mesin pengisian.
" Silahkan masukkan pin nya kakak " Gadis itu menjelaskan dengan sopan dan tetap tersenyum lebar.
Sial aku tidak mungkin bertanya pada Kiran.
__ADS_1
Ken menimbang ragu-ragu. Tak urung Ken tidak menemukan jalan lain selain harus bertanya pada pemilik kartu debit tersebut.
Dia berjalan memutar ke arah Kiran. Berbicara berbisik dari luar kepada Kiran. Lalu dia kembali berjalan menuju gadis tersebut. Kiran yang mengikuti Ken dari belakang kemudian menuju mesin EDC.
" Sudah selesai nona " Ucap Kiran kepada gadis pengisi bahan bakar itu.
Melihat Kiran yang menekan pin di mesin tersebut membuat gadis itu segera mencelos kecewa, sikapnya yang semula ramah berubah seketika.
" Terima kasih " Ucapnya tetap sopan seraya mengembalikan kartu debitnya kepada Kiran.
Ken merasa berhutang budi terlalu banyak, jadi dia mendahului Kiran untuk membukakan pintu mobil.
" Silahkan nona " Ucap Ken sopan saat Kiran masuk kedalam mobil, sebagai bentuk rasa terima kasihnya dari penyelamatan rasa malu.
Ken kemudian berjalan memutar menuju arah kemudi, samar-samar dia mendengar gadis tadi bercakap-cakap dengan temannya.
" Sayang sekali, hanya wajahnya yang tampan tapi ternyata sopir. Ku kira pemilik mobil itu " Gadis itu mendengus kecewa kepada temannya.
" Apa ? " Ken bergumam kesal mendengar pembicaraan mereka, dia akan menghampirinya tapi mobil di belakang Ken sudah membunyikan klaksonnya.
" Aish iya iya " Ken berseru kesal karena suara klakson.
Dia segera masuk kedalam mobil. Dan mobil derek kembali menarik mobilnya, membawanya agak menjauh dari stasiun pengisian bahan bakar.
Setelah menyelesaikan urusan dengan mobil derek itu, semua tagihannya akan di alamatkan ke club. Ken kembali ke dalam mobil. Dia tersenyum canggung ke arah Kiran.
" Aku akan menggantinya nanti saat sudah sampai di sekolah, kau tau aku tidak akan kabur bukan ? " Ken menjelaskan malu-malu.
" Iya " Kiran hanya menjawab singkat.
" Aku hanya sedang sial, bukan berarti aku tidak punya uang " Ken mencoba mengelak tentang keadaannya.
" Iya aku paham, Ruby sudah menjelaskan semua nya " Kiran menjawab sopan tetap menatap ke depan.
" Ah ya kau teman kakak ipar ku, memangnya apa yang dia jelaskan ? " Tanya Ken penasaran, mengingat mulut kakak iparnya yang ember, dia takut Ruby akan bercerita yang aneh-aneh tentang dirinya.
" Semua nya. Jadi aku bisa maklum dengan keadaan mu yang harus meminjam uang dari ku 2 kali " Jawab Kiran polos.
" Dua kali ? " Ken bertanya heran.
" Iya saat itu kau menolongku mengambilkan kunci rumahku yang terjatuh di selokan, dan meminjam uang untuk ongkos pulang 20 ribu " Kiran menjelaskan kejadian saat pertama mereka bertemu.
" Apa ?!? " Ken berteriak terkejut mendengar jawaban Kiran.
" Jadi kau gadis itu ? " Tanya Ken malu bercampur panik.
Kiran hanya mengangguk dengan wajah datar tidak berekspresi.
__ADS_1
Gusar, geram, kesal, malu, terhina, terpuruk, hancur !!!
Jerit Ken dalam hati.