Cinta Big Bos ( Buku Ken )

Cinta Big Bos ( Buku Ken )
Masa Lalu ( 3 )


__ADS_3

Bulan demi bulan berlalu, kejadian itu sudah hampir hilang dari ingatan Kiran, dia sudah mulai menjalani harinya selayaknya orang normal lainnya, begitu juga keluarganya, kembali harmonis dan bahagia, tidak ada yang pernah menyinggung nama Ganung lagi.


Kiran mulai bekerja di toko milik ayahnya dengan riang dan penuh semangat. Namun Ganung seperti tidak bisa melepaskan bayang-bayang Kiran. Dia masih sangat mencintai Kiran dan menginginkannya. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengikuti Kiran, menjadi penguntit lebih tepatnya.


Setiap gerak gerik Kiran, apapun yang dilakukannya, dengan siapapun dia bertemu, Ganung akan selalu ada disekitar Kiran untuk mengawasinya. Dan setiap laki-laki yang mencoba mendekati Kiran selalu berakhir dengan babak belur dan opname di rumah sakit selama beberapa minggu tanpa Kiran tahu penyebabnya. Dan mereka tentu saja lebih menyayangi nyawa mereka daripada harus dekat-dekat dengan Kiran.


Hingga akhirnya Kiran mendengar tentang Klan Loyard yang sangat berkuasa dan di takuti semua orang. Dia mulai melamar pekerjaan di setiap perusahaan yang dimiliki Klan Loyard, dan dewi fortuna berpihak padanya, dia diterima bekerja di club malam, salah satu anak cabang perusahaan yang di pimpin Rai. Disana lah dia pertama kali bertemu dengan Ruby, karena hanya sama-sama lulusan SMA, maka pekerjaan yang mampu di berikan untuk Kiran hanyalah sebagai pencuci piring, tapi dia tidak masalah dengan itu. Dia bekerja bukan karena uang, tapi lebih kepada ingin mencari jodoh dari kalangan Klan Loyard, dia ingin laki-laki pemberani yang tidak akan mundur saat menghadapi masalah bersamanya, tidak seperti laki-laki lain yang babak belur setelah pulang dari kencan pertama dengannya dan kemudian menghilang tanpa kabar.


Ganung yang selalu saja mengawasi Kiran mengetahui alasan Kiran bekerja di club malam milik Klan Loyard, dia menghubungi Regis teman lamanya dan meminta di beri pekerjaan.


Ganung, remaja nakal yang dulu di kenal Regis mengungkapkan niatnya untuk berubah jadi lebih baik dan menata masa depan, tentu saja hal itu membuat Regis ikut senang dan dengan tangan terbuka menerimanya menjadi bagian dari Klan Loyard.


Dia bekerja sebagai sopir pribadi Regis, dan terkadang mereka sering mampir ke club malam untuk memantau Rai yang terkenal sangat dingin dan kejam terhadap siapapun.


Dan pada suatu malam, Regis mengajaknya pergi ke club karena mendapat kabar dari Ken bahwa mereka menerima beberapa pegawai baru sebagai penjaga lobby depan, Regis ingin menyapa dan mengenal para pegawai baru tersebut, jadi dia akan mampir ke club setelah selesai bekerja.


Mobil yang dikendarai oleh Ganung berhenti tepat di depan lobby club, Regis dan sekertaris Yuri langsung turun dan pergi ke lantai teratas club malam tersebut, untuk menemui Rai dan Ken. Sedangkan Ganung, diam-diam menyelinap ke lantai tempat Kiran bekerja. Dilantai itu terdapat balkon yang di penuhi oleh kardus-kardus bekas yang membelahnya menjadi 2 bagian. Disanalah Kiran dan Ruby berada saat ini, tengah beristirahat seraya berbaring di atas kardus yang mereka jadikan alas.


" Kau tau aku sangat mengagumi tuan Rai, dia begitu tampan, gagah dan tatapan matanya benar-benar membuat meleleh. Lihatlah dia, di usianya yang masih muda dia sudah menjadi salah satu kandidat penerus Klan Loyard, klan terbesar yang pernah ada " Oceh Kiran antusias di penuhi rasa kagum.


Ruby yang terlalu sibuk menghitung sisa gajinya setelah di bayarkan untuk sewa rumah dan kebutuhan lainnya, sama sekali tidak menggubris ocehan Kiran.


" Hei kau ini menghitung apa sih ? " Saut Kiran ketus, menahan jari-jari Ruby yang sedari tadi bergerak-gerak sendiri.


" Aku menghitung sisa gaji ku, bulan ini obat ayah harus di tebus 2 kali lipat, jadi aku sedikit khawatir akan kekurangan uang " Jawab Ruby serius.


" Aish kau ini, ambil saja gaji ku bulan ini, pakai untuk menebus obat ayahmu, tapi sebagai gantinya kau harus mendengarkan ceritaku kali ini " Lanjut Kiran dengan setengah mengancam.

__ADS_1


" Dasar anak ini " Ruby memukul lengan Kiran dengan lembut.


" Lalu kenapa kau bekerja malam-malam disini kalau gajimu selalu kau berikan padaku, aku tidak bisa lagi menerimanya, membuat hutangku semakin menumpuk saja " Protes Ruby ketus.


" Kan sudah ku bilang, aku bekerja karena ingin mencari jodoh, lagipula tanpa bekerja pun ibu dan ayahku masih mampu membiayaiku, yaah walaupun keluarga kami tidak sekaya pemilik tempat ini, tapi kau tenang saja, keuangan keluarga ku cukup stabil " Kiran terkekeh saat menceritakan tentang dirinya.


" Kalau begitu kenapa kau tidak segera mencari jodohmu itu lalu menikah dengannya dan keluar dari sini " Omel Ruby kesal.


" Karena aku belum mendapatkannya, hei mari kita berkhayal sejenak ok " Ucap Kiran antusias sambil lebih mendekatkan dirinya ke arah Ruby, dia melingkarkan tangannya ke lengan Ruby.


" Cih, berkhayal ! Aku tidak punya waktu untuk itu, hidupku seseram film horor, lalu aku harus membayangkan apa lagi " Saut Ruby tersenyum kecut.


" Bagaimana kalau seumpama tuan Rai menyukai salah satu dari kita ? Bagaimana menurutmu ? Kalau kepalanya tiba-tiba saja terbentur sesuatu dan kemudian menikah denganmu, apa yang akan kau lakukan ? " Tanya nya antusias.


" Siapa itu tuan Rai ? " Tanya Ruby polos.


" Tidak " Jawab Ruby masih dengan ekspresi yang polos tidak di buat-buat.


" Kau tidak pernah lihat berita memangnya ? Dia sering muncul di tv, kau ini kenapa kuper sekali. Dia itu putra mahkota Klan Loyard, sekaligus penerus dan pewarisnya, dia itu impian semua gadis, masa kau tidak tau sama sekali ? " Protes Kiran kesal.


" Aku tidak tau " Jawab Ruby sabar.


" Lalu bagaimana menurutmu jika dia menyukaimu ? " Tanya Kiran lagi.


" Wajahnya saja aku tidak pernah tau bagaimana aku bisa menjawabnya ? " Sanggah Ruby malas.


" Aish kan ku bilang andai saja, kita kan sedang berkhayal saat ini " Kiran mencubit gemas lengan Ruby yang di peluknya.

__ADS_1


" Baiklah, baiklah, kalau dia tiba-tiba terbentur sesuatu lalu mengajakku menikah aku akan dengan senang hati menerimanya, baik terpaksa atau tidak, menjadi istri orang kaya tentu saja akan memudahkan hidup ku, aku akan mampu membiayai pengobatan ayah tanpa di hantui rasa was-was masalah uang, puas kau sekarang ? " Jawab Ruby asal.


" Ah kau ini, masa kau mau menikahi seseorang hanya karena dia mampu mengobati ayahmu ? Lalu bagaimana dengan cinta ? " Protes Kiran tidak terima.


" Cinta ? Itu bisa hadir belakangan, yang terpenting laki-laki itu mau membiayai pengobatan ayah, walaupun harus mengorbankan diri, aku rela " Jawab Ruby datar.


" Kalau aku andaikan pemimpin Klan ini menyukai ku, aku pasti sangat bahagia. Kau tau sendiri laki-laki yang dekat dengan ku selalu saja berakhir dengan babak belur, andai saja dia pemimpin Klan sudah pasti tidak akan ada yang berani padanya, jadi dia tidak akan meninggalkan ku tanpa kabar seperti yang sudah-sudah " Jawab Kiran sedih.


Ruby yang tau secara pasti kisah Kiran menoleh padanya, dilihatnya wajah Kiran yang murung karena teringat betapa buruknya nasib percintaannya.


" Augh..aughh... Kiran ku yang malang, Kiran ku yang haus belaian kasih sayang, aku akan mendoakanmu agar bisa menikah dengan pewaris Klan ini, lalu kalau kau sudah menikah jangan lupakan aku dan pinjamkan aku uang untuk biaya berobat ayah ku, ok ? " Ruby menggoda Kiran agar dia kembali ceria, Kiran yang mendengar ejekan dari Ruby memukul lengannya dengan gemas.


" Hei kau kira aku anak kecil, sini kau, aku ini sudah besar kau tau, kita ini seumuran hanya beda beberapa bulan saja " Protes Kiran berpura-pura marah.


" Ya kita hanya beda 11 bulan pas, bukankah itu artinya kita beda satu tahun ? Jadi kau harus memanggilku kakak, cepat panggil aku kakak " Ruby semakin menggoda Kiran.


" Cih, kakak apanya, baiklah karena aku tidak punya saudara laki-laki jadi aku akan memanggilmu kakak ipar hahaha... " Balas Kiran menggoda Ruby dan melepaskan tangannya dari lengan Ruby, dia berjalan menjauh dan menjulurkan lidahnya untuk mengejek Ruby.


" Hei kau memanggilku kakak ipar karena kau tau itu tidak akan mungkin terjadi kan ? Dasar anak nakal, sini kau, aku bisa membanting tubuh mungilmu itu dalam sekali sentakan " Ruby melambaikan tangannya ke arah Kiran, namun Kiran semakin mundur menjauh, Ruby lalu bangkit dan mengejar Kiran yang berlari berputar-putar di atas balkon itu. Mereka berdua tertawa bersama-sama.


" Hei lihat itu bintang jatuh, cepat buat permohonan " Ucap Kiran seraya menunjuk langit.


Ruby yang mengejar Kiran pun berhenti dan berdiri disampingnya, mereka berdua menatap langit dan meneriakkan permohonannya.


" Semoga dia benar-benar menjadi kakak iparku hahahah " Kiran tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi kesal Ruby.


" Semoga dia benar-benar mendapatkan putra dari pemimpin klan ini, jadi aku bisa meminjam uang darinya hahahah " Ruby pun turut meneriakkan permohonannya kepada bintang jatuh.

__ADS_1


Dan mereka pun masuk kembali ke dalam untuk melanjutkan pekerjaan mereka. Ganung yang mendengarkan semua obrolan Kiran dan Ruby bertekad di dalam hati akan merebut Klan Loyard, membuat Klan Loyard menjadi miliknya karena dengan begitu Kiran pasti akan menyukainya dan mau menerimanya.


__ADS_2