Cinta Big Bos ( Buku Ken )

Cinta Big Bos ( Buku Ken )
Apakah Ini Yang di Namakan Jodoh ?


__ADS_3

Hari-hari berlalu begitu saja, Kiran dan Ken tidak saling menyapa, Ken juga tidak mengantar jemput Kiran lagi. Kiran merasa beruntung karena sekarang ruangannya terpisah dengan ruangan Ken, jadi mereka tidak sering bertemu. Dan saat waktu makan siang, Ken tidak pernah makan di kantin lagi, dia lebih memilih ke eksklusifan kepala sekolah dengan segala pelayanannya.


Hubungan mereka semakin merenggang dan menjauh. Kiran juga tidak ingin bertanya pada Ruby bagaimana keadaan Ken, menahan agar tidak bertanya lebih tepatnya, karena dia tidak ingin semakin melukai dirinya sendiri, dan Ruby juga tidak pernah mengungkit nama Ken saat bertemu dengan Kiran. Mereka seakan-akan bukan orang yang pernah saling mengenal dan saling dekat.


Akhir bulan pun tiba, jadwal keberangkatan peserta outbond telah di tentukan, dan nama-nama guru pendamping pun telah di undi. Kiran mendapat giliran berangkat pada gelombang ke tiga bersama murid tahun ke tiga. Dan Ken mendapat giliran untuk membuka acara outbond di hari pertama dengan murid tahun pertama, sedangkan wakil kepala sekolah mendapat giliran untuk penutupan acara outbond dengan murid tahun ke tiga. Singkat kata, Ken dan Kiran terpisah di acara outbond tersebut. Semula Ken yang merencanakan akan menembak Kiran di pulau Lorie dengan cara yang paling romantis pun batal mewujudkannya. Mereka sekarang bukan siapa-siapa lagi dan bukan apa-apa lagi.


Sekolah di liburkan selama 1 minggu karena acara outbond. Gelombang pertama dijadwalkan akan berangkat di hari senin pagi dengan menggunakan bus khusus milik sekolah. Sedangkan Ken akan berangkat langsung naik helikopter pribadi milik keluarganya menuju ke pulau Lorie.


Ken sedang bersiap-siap di kamarnya pada senin pagi, dia berencana hanya akan membuka acara outbond dan kembali pulang kerumah, dia tidak ingin berlama-lama disana. Tidak ada yang akan menarik baginya, begitulah setidaknya pikiran Ken.


Dia juga mengurungkan niatnya mengajak pasangan Rhoma dan Marimar, karena selain kehamilan marimar yang sudah mendekati minggu-minggu persalinan, jadi dokter mengeluarkan larangan berpergian untuknya, dia juga sudah tidak terlalu dekat lagi dengan Kiran, jadi dia merasa Ruby ikut atau pun tidak, tidak akan ada pengaruhnya.


Ponsel Ken berdering saat Ken hampir selesai memasang dasinya. Dia menoleh ke atas kasur, tempat di mana ponselnya berada sekarang. Ternyata yang menelepon adalah wakil kepala sekolah.


" Ya ? " Jawab Ken begitu mengangkat teleponnya.


" Halo, selamat pagi tuan, ma-maaf mengganggu anda, tapi bolehkah saya menukar jadwal keberangkatan saya ? Saya ada kepentingan mendadak di akhir pekan, jadi bisakah saya yang berangkat hari ini ? " Wakil kepala sekolah itu menjelaskan dengan nada memelas dan bersungguh-sungguh.


Belum sempat Ken menolaknya, wakil kepala sekolah lagi-lagi memohon dengan lebih memelas, membuat Ken tidak bisa menolaknya. Ken menghela napas setelah sambungan teleponnya terputus, dia menarik kembali dasinya yang tadi telah terpasang rapi. Pikirannya sekarang di penuhi Kiran, kalau dia berangkat di akhir pekan itu artinya dia akan bersama dengan Kiran di pulau Lorie.


Hanya membayangkannya saja sudah membuatku sesak napas. Aku tidak bisa melupakannya, aku sangat menyukainya.

__ADS_1


Ken merebahkan dirinya di atas kasur, memilih tidur kembali untuk melupakan Kiran sementara.


Selama liburan sekolah Ken hanya bermain dengan Ruby tanpa bersemangat, hanya menemaninya senam hamil bersama instruktur ahli yang di datangkan langsung oleh Regis.


" Ayolah Ken bersemangat " Ruby berteriak menyemangati Ken yang terlihat malas.


" Hei kau ini benar-benar membuatku tak punya harga diri lagi, bagaimana mungkin aku ikut bersama mu untuk senam hamil seperti ini " Ken menjawab ketus, dengan malas dia bermain-main dengan alat bantu berupa bola besar yang ada di tangannya.


" Tidak apa-apa tuan, ini juga bagus untuk mengatur napas saat gugup mendera, atau anda bisa mengambil pelajaran dari hal ini kalau-kalau nanti harus menemani istri anda melahirkan " Instruktur itu menjelaskan dengan sopan.


" Cih istri apanya, dia bahkan menolakku sebelum aku melamarnya " Ken bergumam sendiri. Ruby yang melihat Ken bersedih semakin merasa kasihan, hampir saja dia memberitahukannya kalau Kiran juga menyukainya, tapi dia mengurungkan niatnya karena ayah mertuanya tidak merestui hubungannya dengan Kiran, jadi dia tidak akan ikut campur lagi dengan keputusan ayah mertuanya.


Empat hari yang terasa seperti empat bulan bagi Ken, dia belum pernah merasa hari berjalan selambat itu sejak hubungannya dengan Kiran merenggang. Setiap hari dia hanya melihat wajah Ruby dan Rai yang semakin hari semakin mesra, dan dia hanya mendapatkan peran sebagai obat nyamuk dalam drama percintaan mereka.


" Mungkin saja Kiran akan berubah pikiran kali ini, memangnya apa yang salah dengan diriku sampai dia menolak ku ? " Ken berbicara dengan dirinya sendiri di depan cermin, memeriksa tiap detail penampilannya.


" Apa karena dia termakan gosip murahan yang disebarkan marimar ? Tapi itu kan sudah lama berlalu, lagipula aku juga sudah pernah kent ah... " Ken mengusir kenangan memalukan tentang dirinya dan Kiran.


" Dia bahkan biasa saja melihatku buang angin, jadi mana mungkin dia menolakku karena penampilan ku. Aku harus bertanya langsung padanya, aku tidak ingin penasaran lagi " Ken bertekad didalam hati, dia tidak ingin lagi bersikap lemah, dia ingin seperti Rai yang punya moto "cinta harus memiliki".


Setelah bersiap-siap terdengar suara bising keras baling-baling helikopter di halaman mansion, dia segera keluar. Para pelayan dan pilot sudah menunggunya di halaman. Dari lantai atas, tepatnya di balkon kamar Rai dan Ruby, pasangan terheboh itu mengantar kepergian Ken dengan lambaian tangan. Ken segera naik helikopter dan pilot menerbangkannya ke atas kemudian pergi meninggalkan mansion.

__ADS_1


Perjalanan terasa singkat karena kecepatan helikopter jelas berbeda dengan bus yang di tumpangi murid tahun ke tiga dan para guru. Saat Ken sudah sampai di pulau Lorie, murid tahun ke dua dan guru pendamping telah bersiap-siap untuk pulang, mereka akan naik kapal yang membawa murid tahun ke tiga saat nanti mereka tiba.


Sementara itu Ken sudah berada dikamarnya untuk beristirahat, namun dia tidak bisa tenang, dia memerintahkan para penjaga untuk selalu memberikannya kabar terbaru saat rombongan peserta outbond tiba.


Cukup lama Ken di dera gelisah, sampai akhirnya salah satu penjaga menghubungi telepon yang ada di kamarnya dan memberitahukan bahwa rombongan telah tiba.


Jantung Ken kembali berdetak cepat, ini pertama kalinya dia akan bertatap muka dan berada di satu acara dengan Kiran lagi setelah hubungan mereka merenggang beberapa waktu, Ken bersiap-siap dan mematut dirinya di depan cermin. Setelah dirasa penampilannya cukup baik dia keluar menuju lobby resort.


Mata Ken awas mencari keberadaan Kiran, namun dia tidak menemukannya dimana pun, hatinya mencelos kecewa.


Apa dia juga bertukar jadwal dengan guru lain saat tau aku bertukar jadwal ? Cih sebegitu inginnya dia menghindariku sampai-sampai berbuat sejauh ini.


Ken yang merasa kesal akan pergi kembali ke kamarnya.


Namun langkahnya terlalu terburu-buru karena terbakar emosi hingga dia menabrak seseorang di belokan lorong yang akan menuju kamarnya.


" Maaf " Ken meminta maaf singkat dan melihat seseorang yang sedang jatuh terduduk di depannya.


" Ipin ? "


" Kiran ? " Pekik Ken terkejut karena Kiran ternyata ikut.

__ADS_1


Hah benar, saudara kembar tidak akan berpisah. Akhirnya upin dan ipin bersatu lagi. Ini pasti tanda-tanda kalau aku berjodoh dengannya.


Ken semakin yakin untuk berjuang mendapatkan Kiran.


__ADS_2