Cinta Big Bos ( Buku Ken )

Cinta Big Bos ( Buku Ken )
Terpergok Lucas


__ADS_3

Kiran yang terheran dan terkejut dengan permintaan Ken segera menghubungi Ruby, dia menjelaskan dengan detail awal mula permasalahannya dan alasan dia menelepon Ken serta jawaban Ken yang aneh. Namun jawaban dari curhatan Kiran hanya suara tawa terbahak-bahak di ujung sana. Ruby bahkan tidak mengucapkan sepatah katapun untuk menjelaskan alasannya tertawa.


" Hei marimar !! " Pekik Kiran ketus kepada Ruby yang masih tertawa terbahak-bahak. Kiran memang tidak pernah berubah jika berhadapan dengan Ruby. Dia akan menjadi gadis yang berwatak sama dengan Ruby.


" Ok ok baiklah, tunggu sebentar, aku akan mengatur nafasku dulu " Ruby berjanji di sela suara tawanya. Kemudian dia mengatur nafasnya untuk meredakan tawanya dan berusaha terlihat serius.


" Tidak ada jalan lain selain mempertemukan kalian berdua dan saling bicara, meluruskan apa yang bengkok dan menjernihkan apa yang keruh. Sikap Ken memang di luar manusia normal, kau tidak akan percaya bila aku mengatakannya " Ruby menjelaskan tanpa tertawa, dia harus terlihat serius agar Kiran percaya. Mengingat bagaimana konyolnya Ken tentu saja dia tidak akan kaget melihat Ken bersikap begitu. Tapi mungkin Kiran akan menganggapnya orang aneh, dan Ruby harus menyelamatkan adik iparnya.


Kalau hal itu terjadi pada Tina, dia tidak akan khawatir, karena Tina sangat cinta buta pada Ken, jadi apapun sikapnya, apapun keadaannya Tina akan dengan tangan terbuka menerima Ken.


" Tapi harus ada kau " Kiran memberikan penawaran.


" Lengkap, aku dan Rai akan ada disana untuk menjaga mu " Ruby menjawab mantap.


" Ok baiklah " Kiran menyetujui pada akhirnya.


" Nanti kami bertiga akan menjemputmu jam 5 sore, dan kita akan makan malam bersama, jadi kosongkan perutmu, okay ! " Ucap Ruby dengan antusias.


Dia dan Kiran adalah dua bencana saat mereka makan bersama, mereka entah bagaimana dengan tubuh kecil mungil tapi memiliki nafsu makan yang sangat besar bahkan termasuk rakus. Dan nanti mereka akan bernostalgia lagi mengulang kegilaan mereka dalam mukbang.


" Ok, sampai ketemu " Kiran menjawab senang dan menutup teleponnya.


Ruby memberitahu Rai dan merahasiakan ini dari Ken, dia ingin mengerjai Ken sekali lagi.


Sore menjelang, Ruby dan Rai sudah bersiap-siap dan mereka hanya bilang akan mengajak Ken untuk makan malam di luar bersama dengan alasan ngidam tentu saja. Dan Ken yang sangat menyayangi Junior dengan senang hati menjadi paman yang selalu menuruti keinginan keponakan kecilnya yang bahkan belum lahir.


Jam 4 tepat mereka bertiga berangkat naik mobil milik Rai, karena Ken melarang siapapun untuk naik Hitana dengan alasan Hinata adalah tipe pencemburu berat, alasan yang tidak masuk akal tentu saja, ya meskipun tentu saja Hinata tidak akan mampu menampung mereka berempat.


Mereka memutuskan akan makan mie kedelai hitam di restoran korea. Mukbang tidak akan sempurna bila tidak dilakukan di restoran korea, ala korea.


Ken yang mengemudi kali ini, dia duduk di kursi depan sendirian sementara Rai dan Ruby duduk bermesraan di kursi penumpang bagian belakang.


" Pak sopir kita akan menjemput seseorang lebih dulu " Perintah Rai menggoda Ken.


" Cih aku bukan sopir, dan lagi pula kenapa kau harus duduk di belakang, biasanya kau akan duduk di depan saat kita pergi bertiga " Protes Ken ketus.


" Sudah kau akan tau nanti, kita akan menjemput seseorang di halte sudirman " Ruby memberitahukan Ken.


" Jalan sudirman ? Jangan bilang kita akan menjemput Kiran ! " Pekik Ken terkejut dan reflek menekan pedal rem di mobilnya. Suara decitan keras terdengar seiring mobil yang berhenti mendadak. Membuat mereka bertiga terdorong maju.


" Hei kau gila, kenapa mengerem mendadak. Bagaimana kalau junior terluka ? " Rai berteriak kesal kepada Ken.


" Kenapa kalian berbuat begini padaku, kalian tidak tau apa yang aku alami dengannya " Balas Ken juga dengan berteriak.


" Tenang saja Ken, aku sudah tau semuanya dari Kiki, sekarang akan aku tunjukkan padamu siapa Kiki yang sebenarnya, dan aku akan menjamin kepercayaan dirimu akan kembali melesat, bahkan bisa lebih dari yang sebelumnya " Ruby menjawab santai.


Dia akan membuat Kiran mengeluarkan sifat aslinya yang sebenarnya tidak jauh berbeda dari Ken, dan itu akan membantu Ken percaya diri kembali.


" Aku membenci kalian " Ken menjawab ketus tapi tak urung tetap mengikuti perintah Ruby untuk menjemput Kiran.

__ADS_1


Mobil yang di kendarainya telah sampai di depan halte, tapi sosok Kiran tidak terlihat disana. Mereka bertiga mencari celingukan dari dalam mobil.


" Mungkin dia tidak datang ? " Ken berbicara asal, kesal karena harus menunggu.


" Tidak mungkin, tunggu saja, aku membuat janji jam 5 dan sekarang jam 5 kurang 10 menit, sabar saja " Ruby mematahkan ucapan Ken.


Dan benar saja, tak berapa lama Kiran datang dengan setengah berlari menghindari gerimis yang turun tiba-tiba. Dengan balutan blus berwarna biru langit juga celana panjang, Kiran terlihat sangat cantik. Ken tanpa sadar membunyikan klakson untuk memanggil Kiran agar segera masuk kedalam mobil sehingga dia tidak perlu berlama-lama berada di bawah gerimis.


Kiran yang paham mempercepat larinya menuju arah mobil berwarna hitam tersebut. Dengan buru-buru membuka pintu depan dan masuk kedalam. Menganggukkan kepala kepada Ken dan juga Rai.


" Maaf membuat kalian menunggu lama " Kiran menjelaskan dengan sungkan.


" Ah tidak kami baru saja sampai, tepat sebelum kau sampai, pas sekali " Ken menyaut cepat, wajahnya yang semula kesal berubah sumringah melihat Kiran yang saat ini ada di sebelahnya, duduk dengan anggun bak peri dari negeri dongeng.


Ruby yang sudah membuka mulutnya akan menjawab jadi terdiam saat Ken menyela nya.


" Cih dasar " Cibir Ruby kepada Ken seperti desisan.


" Sudah ayo berangkat " Ruby segera memerintah Ken, dan dia langsung mengemudikan mobilnya meninggalkan halte.


Suasana hening menyelimuti dalam mobil. Ken berusaha sekuat tenaga mengunci mulut dan perutnya yang lagi-lagi bergejolak saat dekat dengan Kiran, agar tidak lagi melakukan hal-hal yang memalukan.


Sementara Rai sibuk dengan ponselnya mengurus beberapa laporan yang masuk melalui email untuknya.


" Hei boncel kau ingin makan apa ? " Tanya Ruby dari arah belakang.


" Terserah kau saja, aku bahkan sudah mengosongkan perutku untuk mukbang kita kali ini " Kiran tanpa sadar mengoceh menjawab Ruby. Begitulah kalau sudah berada di dekat sahabat, bagaimanapun menutupi atau menjaga image tetap saja sifat asli yang akan keluar, seperti halnya mengendarai sepedah, meskipun bertahun-tahun tidak menaikinya lagi, tapi sekali saja menaikinya kita tidak akan pernah lupa bagaimana cara menjalankannya.


" Aku ngidam makan mie kedelai hitam " Ruby menjawab antusias.


" Benarkah ? Kita sangat sehati, aku juga sedang ingin makan itu " Kiran juga menjawab dengan antusias. Dia seperti lupa bahwa di dalam mobil juga ada Ken dan Rai.


" Aku akan makan 3 porsi " Ruby menyaut cepat.


" Hei kau bercanda, kau bilang itu mukbang ? Ayo kita makan masing-masing 5 porsi " Kiran memberikan ide gila. Ken dan Rai langsung menoleh ke arah mereka berdua saat mendengar kata 5 porsi.


Kiran yang menyadari tatapan mata heran kedua lelaki tersebut segera menundukkan kepalanya dan meminta maaf telah berisik di dalam mobil.


" Sudah abaikan saja mereka berdua " Ruby menenangkan Kiran yang sekarang terlihat takut-takut.


Mereka sampai di restoran korea tempat dulu Kiran biasa mentraktik Ruby. Kehidupan Ruby yang dulu tentu saja tidak akan mampu untuk membuang-buang uang hanya demi makanan kekinian.


Berbeda dengan Ruby, Kiran tergolong anak dari keluarga mampu, meskipun ibunya seorang janda, namun ayahnya meninggalkan warisan yang bisa di bilang cukup untuk menghidupi mereka berdua, apalagi ayahnya dulu punya sebuah usaha toko kelontong yang lumayan besar.


Mereka berempat keluar dari mobil dan masuk kedalam sana. Ruby dan Kiran langsung menuju kursi favorite mereka di sebelah ujung.


Ken yang melihat Kiran berbeda dari biasanya semakin berdebar. Dia yakin menyukainya tapi tidak cukup yakin apakah ini memang cinta atau hanya rasa suka biasa.


Kiran dan Ruby yang memesankan menu makan malam untuk mereka semua, dan para lelaki hanya mengikuti saja.

__ADS_1


" Ah aku ingin ketoilet dulu, akhir-akhir ini semakin sering buang air kecil " Ruby menyela diantara pembicaraan mereka sembari menunggu hidangan siap.


Perutnya yang semakin terlihat membuncit kecil membuat Kiran tersenyum.


" Hati-hati sayang " Ucap Rai dengan mesra dan mencium kening Ruby.


Ruby segera pergi meninggalkan mereka dan Kiran kembali bersikap defensif, menundukkan kepalanya takut memandang Rai.


" Bersikaplah biasa saja, kami semua juga temanmu bukan " Rai berbicara kaku kepada Kiran. Selama ini dia hanya bersikap biasa kepada Ruby, tapi tidak kepada wanita lain, dia akan bersikap kaku dan kata-kata yang keluar dari mulutnya seperti sebuah perintah yang dingin dan kejam.


" Iya tuan " Jawab Kiran lirih.


Ken hanya memandangi Kiran yang duduk di depannya. Dia ingin memastikan apakah debarannya ini cinta hanya atau suka sesaat. Dia larut dalam lamunannya dan fokus pada wajah Kiran saat ini.


Ruby yang keluar dari toilet wanita, menabrak seorang laki-laki yang juga akan menuju toilet yang ada disebelah toilet wanita.


" Maaf saya tidak sengaja " Ruby menundukkan kepalanya meminta maaf.


" Ruby ? " Pekik lelaki itu terkejut melihat Ruby.


" Lucas " Ruby juga terkejut melihat Lucas yang berdiri di depannya saat ini.


" Kau bersama siapa ? " Tanyanya kemudian.


" Aku bersama Ken dan Rai juga Kiran, kami akan makan malam " Jawab Ruby antusias. Dia sangat senang melihat Lucas yang sepertinya semakin membaik, bagaimana pun Ruby berhutang nyawa padanya.


" Kiran ? " Ulang Lucas mengernyitkan alisnya.


" Kenapa ? " Tanya Ruby heran yang melihat sikap Lucas saat dia menyebutkan nama Kiran.


" Tidak hanya seperti.. Ah sudahlah, apa kau sudah selesai ? " Tanya Lucas mengalihkan pembicaraan.


" Ya aku akan kembali ke mereka " Ruby menganggukkan kepalanya samar.


" Kalau begitu pergilah, aku akan menyapa kalian nanti saat aku sudah selesai dari sana " Lucas menunjuk toilet laki-laki dengan wajahnya.


" Ok aku akan memberitahu mereka " Ruby berpamitan kepada Lucas dan meninggalkannya.


Saat dia sampai di meja makan, Ruby lupa memberitahu semuanya dan segera larut obrolannya dengan Kiran.


" Boleh aku bergabung ? " Suara laki-laki dari arah belakang Ruby dan Kiran mengejutkan mereka semua.


Mereka semua menoleh ke pemilik suara, tapi baik Ruby, Ken ataupun Rai tidak terkejut dengan kehadiran Lucas. Berbeda halnya dengan Kiran, dia memekik dan segera menutup mulutnya. Dengan buru-buru segera pamit pergi ke toilet.


Sudah ku duga itu dia. Lucas.


Ada apa dengannya ? Ken.


Apa dia mengenal Lucas ? Ruby.

__ADS_1


Aku lapar kenapa makanannya lama sekali. Rai.


__ADS_2