Cinta Big Bos ( Buku Ken )

Cinta Big Bos ( Buku Ken )
Kuch Kuch Hota Hai


__ADS_3

Setelah makan malam itu baik Kiran maupun Ken semakin terasa jauh. Kiran seperti menjaga jarak dengan Ken, dan Ken sendiri salah tingkah ingin mulai mendekati Kiran tanpa membuatnya ingat dengan masa lalunya yang buruk.


Kiran semakin tak bersuara meskipun berada satu ruangan dengan Ken. Sedangkan Ken sangat sibuk dengan urusan sekolah dan pembangunan ruangan Kiran yang sudah hampir selesai. Dan masalah baru muncul, hampir setiap hari selalu saja ada kunjungan dari siswa laki-laki yang berbuat ulah, entah sengaja atau tidak, mereka akan datang silih berganti ke ruangannya untuk melakukan sesi konseling dengan Kiran.


Mereka datang dengan berbagai alasan, putus cinta, cita-cita, bahkan alasan tidak masuk akal lainnya seperti susah tidur dan tidak nafsu makan, hanya demi ingin melakukan curhat bersama Kiran.


Dan Kiran dengan sabar mendengarkan setiap curhatan para siswa meskipun itu aneh-aneh, membuat Ken selalu menghela nafas kasar karena kesal saat siswa-siswa itu mengantri berjejer di luar ruangannya.


Ken sedang merebahkan dirinya di atas kasur, di hari minggu yang cerah ceria, pikirannya menerawang jauh kepada Kiran.


" Aku harus bagaimana sekarang ? " Ken bergumam lirih, pikirannya buntu memikirkan cara untuk lebih dekat kepada Kiran.


Ponsel di sampingnya berbunyi, Ken mengambilnya dengan malas. Spongebob. Ken benar-benar menamainya seperti itu di ponselnya.


Dia melemparkan lagi ponselnya, Tina mengganggunya di saat yang tidak tepat. Tapi bukan Tina namanya jika menyerah begitu saja, ponsel di samping Ken terus berbunyi. Ken sangat kesal, suasana hatinya yang buruk, seakan seperti sebuah tumpukan jerami kering, dan Tina seperti sebuah nyala korek api yang bisa membakarnya dalam sekejap. Hanya kiasan sebenarnya, karena Ken sedang mencari-cari alasan untuk meluapkan kekesalannya beberapa hari ini akibat semakin jauhnya jarak di antara dia dan Kiran.


Suara ponsel di sampingnya terus saja berbunyi, Ken yang menutup telinganya dengan bantal semakin kesal.


" Aish dasar spongebob itu " Ken memaki dan menyaut ponselnya dengan cepat, mengangkatnya dan langsung mengeluarkan semburan maut kepada penelepon tidak tau diri itu.


" Kau terus saja mengganggu ku, tidak siang, tidak malam, tidak hari kerja, tidak hari libur, sebenarnya apa mau mu, hah ? " Ken mengeluarkan semua isi hatinya dengan kesal.


" Maaf tuan mengganggu mu, kalau begitu selamat pagi " Kiran menjawab terbata-bata, terkejut tidak menyangka teleponnya di sambut dengan makian dari atasannya.


" Kiran ? " Ken terlonjak kaget, dia langsung terduduk.


" Tunggu tunggu " Ken memanggilnya buru-buru, tidak menyangka jika sekarang yang meneleponnya adalah Kiran.


" Ya ? " Kiran menjawab ragu-ragu, dia akan memutuskan sambungnya tapi tertahan oleh panggilan Ken.


" Maaf ku kira kau orang lain " Ken meralat cepat, dia tidak ingin Kiran salah paham hingga membuatnya semakin jauh dari Kiran.


" Maaf mengganggu waktu libur mu, sebenarnya aku ingin bertemu dengan mu, ada yang perlu aku bicarakan berdua dengan mu, pertemuan terakhir kita... " Kiran tidak dapat melanjutkannya karena mengingat kejadian tak terduga saat makan malam bersama, kehadiran Lucas membuatnya melupakan tujuannya untuk bertemu Ken.


" Tentu saja, aku ada waktu kosong. Aku akan menjemputmu " Ken langsung menyetujui permintaan Kiran tanpa berpikir dua kali, dia tidak akan melepaskan kesempatan emas yang datang tiba-tiba seperti ini.


" Aku akan berada di sana jam 9 tepat " Ken menjawab yakin.


" Baiklah tuan terima kasih " Kiran menjawab sopan dan kemudian menutup teleponnya.


Ken langsung berjingkrak girang membayangkan akan berkencan dengan Kiran di hari minggu yang cerah seperti ini.

__ADS_1


Dia segera bersiap-siap, mengenakan pakaian yang membuatnya terlihat tampan. Kali ini dia tidak akan melakukan kesalahan lagi, dia harus membuat Kiran terkesan dan jatuh hati padanya.


Dengan bersiul-siul riang dia keluar dari kamarnya, melewati lorong dan akan menuju rumah utama. Dia akan menyapa kakak dan juga kakak iparnya terlebih dahulu di meja makan.


" Pagi hari yang ceria dan kalian hanya di rumah saja ? Mengenaskan " Sapanya kepada Rai dan Ruby yang sedang sarapan di meja makan. Sedangkan Regis berolahraga pagi di luar dengan seorang teman lama yang baru-baru ini bertemu dengannya.


Usia yang tidak lagi muda dan akan segera pensiun saat Junior lahir, membuat Regis perlu sedikit penyesuaian untuk hidupnya, dan juga dia sedang mengawasi pembangunan taman bermain di sebelah rumah mereka yang di bangun secara khusus untuk Junior saat dia lahir nanti.


Rai dan Ruby memandang Ken dengan tatapan aneh, beberapa hari ini dia terlihat lesu tak bertenaga seperti zombie, dan sekarang dia terlihat bersemu-semu merah seperti apel beracun di dalam dongeng putih salju dan nenek sihir, berwarna merah segar.


" Mengenaskan ? " Ulang Ruby tidak paham dengan arah pembicaraan Ken.


" Ya pasangan suami istri seperti kalian " Ken mengangguk dengan pandangan mengejek sombong.


" Lihatlah aku, di hari minggu yang cerah ceria seperti ini aku akan pergi berkencan " Pamer Ken dengan bangga.


" Tina ? " Tanya Rai dengan seringai mengejek. Dia bukannya tidak tau dengan perkembangan hubungannya dengan Kiran yang semakin menjauh pasca makan malamnya hancur oleh kehadiran Lucas yang membongkar kehidupan masa lalu Kiran.


" Kau !! Sudah ku bilang aku tidak akan bersama spongebob itu " Saut Ken ketus kepada Rai yang sedang memakan sarapannya.


" Lalu siapa lagi yang mau dengan mu ? " Tanya Ruby dengan wajah polos tanpa dosa.


" Apa ?! " Ken kesal mendengar pernyataan Ruby. Mereka berdua memang pasangan yang ditakdirkan untuk membuat hidup Ken rusuh.


" Aku adalah Ken J Loyard, tentu saja para gadis berderet untuk mengantri jadi kekasih ku " Ken menjelaskan lambat-lambat penuh percaya diri.


" Kecuali Kiran " Sambung Rai cepat dengan tawa terbahak-bahak.


" Aish kau ini merusak suasana indah ku di pagi ini " Ken kesal dan segera berdiri akan pergi meninggalkan mereka yang tertawa terbahak-bahak.


" Kau tidak sarapan ? " Tanya Ruby setengah berteriak karena Ken sudah agak menjauh.


" Tidak, aku tidak ingin buang angin karena perutku penuh, lebih baik kelaparan daripada harus buang angin di depan Kiran " Ken menjawab santai sambil berlalu pergi dengan melambaikan tangan bergaya sok keren.


Hari ini Ken tidak akan membawa Hinata untuk berkencan, dia tidak ingin Hinata cemburu pada Kiran dan mogok seperti waktu itu. Dia memutuskan akan membawa Sarada saat ini. Dia melajukan mobilnya keluar gerbang dengan riang menuju tempat tinggal Kiran.


" Halo ? Aku sudah ada didepan gedung mu " Ken menghubungi Kiran setelah sampai di depan tempat kost nya.


" Apa ? Tapi bukankah... " Tanya Kiran heran, bukankah mereka janjian bertemu jam 9 nanti, dan sekarang baru jam 7.


" Aku tadi kebetulan sedang berolah raga pagi luar rumah, dan saat kau menelepon aku langsung saja menuju kemari " Ken berbohong agar dia tidak terlihat terlalu bersemangat terhadap Kiran, salah-salah Kiran akan takut terhadap sikap agresifnya dan malah kabur menjauh.

__ADS_1


" Ah begitu, baiklah aku akan turun untuk menemui mu tuan " Kiran mengangguk-angguk maklum dan segera menutup teleponnya. Menyambar jaket di lemarinya dan memakai masker untuk menutupi wajahnya.


Kiran setengah berlari menuruni tangga gedung kostnya. Sesampainya di bawah dia mencari mobil Ken tapi tak ada. Ken yang melihat Kiran sedang celingukan mencari mobilnya tersenyum sendiri, tapi kemudian dia mengernyitkan kening karena melihat Kiran mengenakan masker.


Ken membunyikan klakson agar Kiran mengetahui keberadaannya. Kiran yang paham segera berlari menuju mobil Ken. Dia membuka pintu dan terkejut melihat penampilan Ken yang sangat berbeda.


" Kau berolah raga dengan pakaian seperti itu ? " Tanya Kiran heran, karena menurut informasi yang di berikan Ken tadi seperti itu, dan sekarang yang terlihat di depannya adalah seseorang dengan pakaian heboh layaknya bintang idol dari negeri ginseng.


" Ah itu aku mampir dulu untuk membeli baju, kau tau pusat perbelanjaan di kota ini milik keluarga ku, jadi aku bisa dengan mudah membeli baju yang aku suka " Pamer Ken sombong, berusaha sekuat tenaga membuat Kiran tertarik dengannya.


" Oh begitu, aku sempat terkejut, ku kira kau sengaja berdandan demi menemui ku " Ucap Kiran malu-malu, dia sadar Ken telah berbohong. Karena belum ada pusat perbelanjaan yang buka pada pukul 7 pagi. Tapi dia diam saja membiarkannya, dia tidak ingin membuat Ken malu.


" Ah tentu saja tidak, aku memang sudah seperti ini, terbiasa berpakaian keren dan terlihat tampan " Ken lagi-lagi menyombongkan diri.


Kiran hanya bisa mengangguk-angguk mendengar penjelasan Ken, dia bukannya tidak tau siapa yang menjadi atasannya saat ini. Dan suasana hening kembali karena Kiran kehabisan jawaban untuk pernyataan dari Ken. Dan Ken sendiri belum pernah dia mati kutu menghadapi seorang gadis, bibirnya kelu tidak bisa bicara dengan baik, dia bahkan sampai harus memutar otak agar bisa menemukan topik yang seru.


Kruuk kruuuk kruuk !!! Terdengar suara perut Ken yang kelaparan memecah keheningan diantara mereka berdua. Ini karena dia belum sarapan dan harus berpikir keras untuk menemukan topik menarik.


Kiran yang terkejut dengan suara keras dari perut Ken sampai terlonjak kaget. Dia menoleh ke arah Ken perlahan, terlihat wajah Ken yang merona merah.


" Aku belum makan " Ken berucap malu-malu.


" Baiklah aku juga belum sarapan, kita bisa makan bersama. Aku tau ada restoran yang cukup enak di dekat sini " Kiran menunjuk dengan antusias. Dia sudah mulai terbiasa dekat dengan Ken, apalagi dia juga adik ipar dari Ruby, jadi Kiran merasa bisa mempercayainya.


" Ok baiklah "


Ken melajukan kendaraannya menuju restoran yang di maksud Kiran dengan arahannya.


Ternyata itu adalah restoran bubur ayam, pantas saja pagi sekali restoran itu sudah buka. Ken menepikan mobilnya, berhenti di depan restoran tersebut.


" Kau suka bubur ayam ? Karena aku sangat suka sekali " Ucap Kiran antusias.


" Tentu saja " Ken juga menjawab antusias, dia ingin terlihat berkesan dan memiliki selera yang sama di depan Kiran.


Mereka berdua turun dan berjalan bersama menuju restoran, tempat itu adalah tempat berkumpulnya pedagang kaki lima penjual makanan di pagi hari. Saat mereka lewat terdengar berbagai macam musik yang di putar oleh para pedangan. Namun karena Kiran terlalu bersemangat dia tidak memperhatikan jalan di depannya dan terpeleset oleh genangan air sisa hujan semalam.


Ken dengan reflek yang cepat segera menangkap punggung Kiran. Seiring itu juga musik pedagang makanan berganti lagu baru, seakan memberikan mereka soundtrack untuk adegan mereka saat ini. Dan tanpa sadar Ken pikiran Ken ikut larut dalam musik yang terdengar di telinganya saat ini.


" Ketumbar kemiri jahe ? " Ucap Ken tanpa sadar. Kata-kata itu adalah leluconnya dengan Rai saat mereka masih kecil dimana mereka berusaha menirukan film Bollywood yang mereka tonton bersama Lorie. Dan sekarang kata-kata itu meluncur begitu saja dengan mulusnya dari mulut Ken.


" Apa ? " Kiran mengernyitkan kening, bertanya heran di pelukan Ken.

__ADS_1


Kenapa soundtrack nya harus lagu ini !!!


Maki Ken dalam hati saat menyadari kekonyolannya saat ini. Lagi dan lagi dia tidak pernah bisa menyelamatkan harga dirinya di depan Kiran.


__ADS_2