
" Aku rasa aku sudah memperingatkan mu agar tidak mengulanginya, tapi tetap saja kau melakukan hal itu " Ucap Regis tanpa basa-basi saat berhadapan dengan Ganung.
Sesuai dengan rencana, Regis bertemu dengannya untuk memberikan peringatan agar berhenti melakukan kejahatan.
" Kau salah paham, anak-anak itu hanya memfitnah ku, aku sama sekali tidak terlibat dengan apapun yang mereka lakukan " Sanggah Ganung santai, dia sudah memprediksi bahwa Regis memintanya bertemu untuk membicarakan hal ini.
" Kau pasti sudah tau, Ken dan Kiran akan menikah dalam waktu kurang dari 1 bulan lagi, dan aku tidak ingin ada pergolakan apapun yang akan membuat mereka dalam bahaya " Jawab Regis tegas.
Apa ? Mereka akan menikah ? Tidak akan ku biarkan ? Aku tidak akan membiarkan Kiran ku menikah dengan orang lain, hanya aku yang boleh memilikinya, hanya aku.
Ganung menggepalkan tangannya menahan emosi dari balik meja, namun ekspresinya tetap tersenyum santai.
" Kau yakin akan menyetujui mereka ? Kau pasti sudah menyelidiki latar belakang Kiran bukan ? Aku rasa dia bukan gadis yang tepat untuk Ken " Ganung berusaha memprovokasi Regis agar membatalkan pernikahan Kiran dan Ken.
" Justru karena aku sangat tau latar belakang Kiran makanya sekarang kau ada di hadapanku. Aku kemari bukan hanya untuk memberimu peringatan, tapi sekaligus memberikanmu kesempatan kedua. Menyerahlah, maka kau akan hidup tenang di penjara " Ucap Regis tegas.
" Menyerah ? Kau tau aku tidak pernah membunuh wanita itu, dan aku juga tidak pernah menjual Kiran, bagaimana mungkin aku menjual keponakan tersayang ku, bukan begitu ? " Ganung menjawab santai.
" Jangan pernah menyebut nama Kiran dengan mulut kotormu itu, alasan kenapa kau masih bisa bernapas sampai saat ini adalah aku menghargai Kiran, aku menjaga perasaan ibunya, bagaimana bila adik kesayangannya mati mengenaskan, itu akan semakin memperburuk hubungan Kiran dengan ibunya, karena Kiran memiliki mertua yang membunuh pamannya sendiri " Regis tetap saja tidak mengendurkan kewaspadaannya terhadap Ganung, mereka saling adu tatapan mata.
" Kau terlalu serius kawan, santai lah sedikit, aku sudah menganggap Ken seperti anak ku sendiri, jadi aku juga ingin yang terbaik untukknya " Kilah Ganung berbohong, dia bahkan menampilkan senyum polosnya untuk mengelabui Regis.
" Aku menemui mu sekarang untuk memberikanmu kesempatan menyerahkan diri, atau aku yang akan bergerak dengan tanganku sendiri " Ancam Regis dingin.
" Baiklah, aku akan menyerahkan diriku jika itu memang membuatmu percaya bahwa aku tidak bersalah " Ganung menyerah, dia tau Regis tidak akan main-main saat ini.
__ADS_1
" Beri aku waktu untuk menemui kakak ku, aku akan berpamitan padanya, aku tidak ingin dia sedih, jadi aku hanya akan bilang kalau aku akan pergi keluar negeri " Ganung meminta persyaratan.
" Baiklah aku tunggu penyerahan dirimu dalam 24 jam setelah ini, jika dalam waktu 24 jam kau belum menyerahkan diri, maka aku akan melepaskan para pemburu itu, kau tau bukan mereka tidak akan berhenti sampai buruan mereka tertangkap ? " Lanjut Regis.
Para pemburu adalah satuan pasukan khusus yang di latih sendiri oleh Regis untuk menangkap penjahat kelas kakap yang biasanya susah sekali di tangkap.
Setelah menyampaikan maksudnya Regis segera beranjak pergi meninggalkan Ganung yang sudah gemetaran menahan amarah.
" Haaaa !!! " Dia berteriak kesal dan memporak-porandakan semua piring yang ada di atas meja makan restoran tempat mereka mengadakan pertemuan.
" Kiran ku, cuma aku yang boleh memilikinya, cuma aku yang boleh menikah dengannya, lebih baik dia mati daripada harus menikah dengan orang lain " Geram Ganung kesal. Pikirannya menerawang jauh ke masa lalu, masa saat hidupnya mulai berubah.
Ganung di masa lalu adalah remaja nakal yang suka membuat onar, dia bahkan di usir oleh kedua orang tuanya karena kerap membuat masalah. Dia memiliki seorang kakak perempuan yang sangat menyayanginya, Adelia yang juga kelak menjadi ibu tiri Kiran, tanpa sepengetahuan orang tuanya Adelia sering memberikan Ganung uang untuk biaya hidup, namun sifat pemberontak dan keras kepala Ganung tidak berubah sama sekali, dia semakin menjadi-jadi seiring bertambahnya usia, saat dia sudah menjadi semakin dewasa, dia bertemu dengan Regis dan menjadi teman baik. Namun keadaan berubah, Regis memilih menikah dan hidup bahagia bersama Lorie, menata masa depannya untuk menjadi lebih baik, tapi Ganung masih memilih hidup di jalanan yang tanpa peraturan, hingga suatu hari Adelia menghubunginya, memintanya hidup bersama setelah orang tua mereka meninggal. Namun dia menolak dengan tegas, dia tidak ingin orang lain mengatur dan mengekangnya.
Dia menawarkan diri menjadi ibu untuk sang bayi yang kemudian di beri nama Kiran. Adelia memang seorang bidan, namun dia terlahir dengan kelainan genetik yang membuatnya tidak bisa memiliki keturunan. Sebuah keberuntungan pikirnya, dia bisa menjadi ibu dari seorang bayi mungil yang cantik.
Ayah Kiran yang merasa terpuruk setelah kematian istrinya perlahan-lahan bangkit karena dukungan dari Adelia, tepat saat Kiran berumur 3 bulan Adelia di persunting oleh ayah Kiran, mereka menikah dan memiliki keluarga yang bahagia. Adelia sangat menyayangi Kiran seperti anak kandungnya sendiri.
Tahun-tahun berlalu, Kiran bertumbuh menjadi gadis cantik periang dan sangat menawan. Itulah pertama kalinya Ganung bertemu Kiran yang duduk di bangku kelas satu sekolah menengah pertama. Ganung yang merasa lelah hidup di jalanan memutuskan untuk kembali pada kakaknya, satu-satunya keluarga yang dia miliki.
Entah kenapa saat itu Ganung melihat Kiran bukan selayaknya paman terhadap keponakan tapi lebih kepada seorang laki-laki kepada seorang wanita.
Ganung yang jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap Kiran sedikit demi sedikit merubah penampilannya dan perilakunya. Dia bekerja di toko milik ayah Kiran, dan saat waktunya pulang sekolah tiba, Ganung akan dengan senang hati menawarkan diri menjemput Kiran. Berada di bawah pengawasan paman yang baik membuat keselamatan dan keamanan Kiran terjamin. Ganung memastikan anak laki-laki tidak akan mendekati Kiran. Waktu berlalu, Kiran semakin beranjak remaja. Masa-masa SMA terlewat begitu saja, Kiran remaja sudah mengalami masa puber.
Ganung yang berperan sebagai paman yang sangat baik selalu menemani Kiran kemana pun, hingga suatu hari Kiran mulai menjaga jarak dengannya, dia mulai bisa berpergian sendiri tanpa perlu pengawalan dari Ganung, berkumpul bersama teman-teman wanitanya.
__ADS_1
Ganung yang merasa kehilangan diam-diam mengikuti Kiran kemanapun Kiran pergi, hingga suatu hari Kiran bertemu dengan seorang laki-laki untuk melakukan kencan buta.
Itu lah hari dimana hidup Ganung berubah, merasa di khianati oleh Kiran, Ganung menghajar laki-laki tersebut.
" Kenapa paman ikut campur urusanku ? " Teriak Kiran marah, dia menahan temannya yang sudah ambruk ke tanah.
" Kau itu tidak tau apa-apa, semua laki-laki itu brengsek Kiran " Balas Ganung tak kalah sengit.
" Aku sudah besar paman, aku sudah dewasa, aku berhak menentukan hidupku sendiri " Teriak protes Kiran menggema di sebuah cafe tempatnya berkencan.
Ganung yang masih di liputi emosi menarik Kiran pergi dari kerumunan orang-orang yang menatap mereka.
" Lepaskan aku " Kiran menyentakkan tangannya dari genggaman Ganung.
" Kiran aku tidak pernah menganggapmu keponakan mu, aku menyukai mu dari dulu, dari semenjak kau masih kecil " Ganung menyatakan perasaannya. Namun bukannya jawaban ya yang di dapatkan Ganung, melainkan tatapan jijik dari Kiran.
Kiran mundur menjauh, menjaga jaraknya. Menatap Ganung menyelidik dari atas sampai bawah. Bibirnya mencebik menghina.
" Paman kau sudah gila, kau seorang pedofil " Ekspresi Kiran membuat hati Ganung hancur berkeping-keping, gadis yang di jaganya dengan sepenuh hati mencampakkannya begitu saja, menolaknya mentah-mentah tanpa mempertimbangkan perasaannya sedikitpun.
Kiran berlalu pergi meninggalkan Ganung yang sedang kacau, pikirannya kalut di liputi emosi. Dia memutuskan pergi ke club malam, dan disanalah dia bertemu dengan ibu Dylan, seorang wanita malam.
Kalau aku tidak bisa mendapatkan Kiran, maka siapapun tidak boleh mendapatkannya.
Ganung yang sakit hati, meminum terlalu banyak alkohol hingga membuatnya mabuk.
__ADS_1