Cinta Big Bos ( Buku Ken )

Cinta Big Bos ( Buku Ken )
Masa Lalu ( End )


__ADS_3

Ganung yang tau arah tujuan hidupnya mulai mengatur rencana, dia tidak akan bisa merebut Klan Loyard dengan mudah, dia butuh lebih banyak uang dan lebih banyak kepercayaan. Maka dari itu dia mulai berpikir untuk bekerja sambilan, apapun itu asalkan menghasilkan uang.


Suatu hari, saat Regis lebih memilih bekerja di rumah, Ganung mendapatkan libur. Kesempatan ini tidak dia sia-siakan, dia datang ke club malam, berharap bertemu para pengusaha-pengusaha kaya yang juga membutuhkan jasa pengawalan. Dia akan mensabotase pekerjaan Regis, dia berniat memperkerjakan para bodyguard menggunakan nama Klan namun hasil dari pendapatannya akan masuk ke kantong pribadinya. Atau dengan kata lain, dia ingin melakukan korupsi.


Ganung duduk di meja yang ada disudut ruangan, mengamati setiap tamu yang hadir untuk di jadikan targetnya.


" Hai " Linda yang mengenali Ganung menyapanya dan duduk di sebelahnya, membawakannya segelas minuman.


Ganung menoleh ke arah Linda dan kemudian membuang muka dengan malas, dia kesal jika harus mengingat kejadian bersamanya.


" Kau serius sekali ? Ingin berdansa ? " Tawar Linda seraya memainkan jari lentiknya di punggung Ganung, dengan suara yang di buat semenggoda mungkin dan kerlingan mata genit, berharap Ganung bisa jatuh ke pelukannya sekali lagi.


" Aku tidak ingin berurusan denganmu, jadi pergilah " Sinis Ganung ketus.


Mendapat penolakan, Linda bukannya menyerah malah semakin menginginkan Ganung. Dia menatap laki-laki yang sedang serius memikirkan sesuatu tersebut, wajahnya sangat tampan dan terlihat awet muda meskipun mungkin usianya sudah melebihi kepala 4, begitulah penilaian yang di berikan oleh pikiran Linda.


Dia menyentuh lengan kekar milik Ganung, sangat keras berotot, membuat Linda terkesiap olehnya. Otot yang begitu kuat menandakan dia orang yang senang berolah raga, pikiran Linda kembali memutar memori semalamnya bersama Ganung. Saat dimana dia menyentuh dada bidangnya dan perutnya yang rata berotot, lengannya yang kekar yang merengkuhnya malam itu, semua ingatan sensual itu membuat debaran aneh di hati Linda. Dia mengingingkan laki-laki ini lebih daripada para lelaki hidung belang yang membayarnya. Dia menginginkan laki-laki ini dalam pandangan yang berbeda.


" Hei tampan, aku belum tau siapa namamu, bolehkah aku mengenalmu ? Kurasa kita sudah lebih dari sekedar berkenalan, tapi sangat tidak nyaman tidak bisa mendesiskan namamu saat kita melalui malam yang indah itu. Dan kau malah memanggilku dengan nama orang lain " Linda terkekeh mengingat kejadian itu, seperti berhubungan badan dengan tanpa di landasi cinta adalah hal biasa baginya.


" Pergilah, aku sedang sibuk " Usir Ganung malas, matanya tetap saja awas mengawasi setiap tamu yang berpotensi memiliki kekayaan dan memiliki banyak masalah yang harus di selesaikan lewat jalur kekerasan.


" Apa kau sibuk menunggu istri mu itu ? " Tanya Linda masih saja menggoda Ganung, acuh dengan sikap Ganung yang mengabaikannya.


" Pergilah selagi aku masih bicara baik-baik, ku beritahu kau, aku bukan laki-laki baik yang bersikap sopan terhadap wanita " Ganung memperingatkan Linda yang bebal karena terus saja memaksakan keberuntungannya.


" Hahaha... kau lucu sekali, baru kali ini aku mendengar laki-laki yang mengakuinya dirinya bukan laki-laki baik-baik, tapi tenang saja, aku sudah biasa berhadapan dengan laki-laki buruk seperti mu, karena apa ? Karena semua laki-laki sama saja, sama-sama buruk " Ucap Linda berbisik lirih penuh nada sensual di telinga Ganung.


Ganung yang merasa jengah dengan Linda, pergi keluar club, dia memutuskan akan menunggu di luar saja.


Linda yang baru kali ini mendapat penolakan semakin tertarik dengan Ganung, belum pernah ada laki-laki yang menolaknya saat dia sudah mengeluarkan godaannya.


" Aku harus mendapatkannya " Linda menggumamkan sumpahnya, dia kembali ke tengah lantai dansa untuk berjoget bersama para lelaki hidung belang yang sudah tergila-gila padanya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sedikit demi sedikit Ganung mulai berhasil meyakinkan para pegawai baru untuk bekerja sama bersamanya, tawaran mendapat tambahan pemasukan keuangan tentu membuat para pegawai baru itu terlena, tidak peduli pekerjaan apa yang akan mereka jalani.


Para klien yang menghubungi Ganung adalah orang-orang dengan bisnis bermasalah, tuan tanah yang membeli tanah orang lain dengan harga murah dan jika orang-orang menolak untuk menjualnya, maka anak buah Ganung tidak akan segan-segan untuk menghajar mereka atau malah membakar rumah mereka. Atau para lintah darat yang memberikan pinjaman uang dengan bunga tidak masuk akal kepada seseorang yang sedang kesulitan yang membuatnya semakin terperosok lebih dalam lagi dalam jerat hutang.


Semua hal yang berbau kecurangan di lakukan Ganung agar bisa mendapatkan uang sebanyak mungkin. Dia ingin mendirikan usaha sebanyak mungkin seperti Klan Loyard, dan saat usahanya sudah semakin berkembang, dia akan dengan mudah merekrut semua anggota Klan Loyard agar berpaling padanya, apa artinya Klan Loyard tanpa anak buah, dengan begitu klan Loyard akan hancur dengan sendirinya dan dia menjadi pemimpin Klan baru yang lebih besar.


Bayangan indah Kiran yang berlari ke pelukannya karena membutuhkan perlindungan membuatnya semakin terobsesi segera merebut Klan Loyard. Hal itu juga semakin membuatnya gelap mata dalam mencari uang.


Regis yang mulai mencium ada sesuatu yang tidak beres segera menyelidikinya, dia mendapatkan kenyataan bahwa Ganung bergerak sendiri di bawah nama Loyard, Regis yang marah menemuinya untuk menanyakan alasannya berbuat kecurangan.

__ADS_1


" Aku tidak peduli apa alasanmu berbuat seperti itu, tapi ku peringatkan padamu, jangan bergerak atas nama Klan, kalau kau memang ingin mendirikan Klan mu sendiri, pergilah, karena dengan begitu membuatku lebih mudah untuk menghancurkannya " Ancam Regis di suatu hari saat mereka tengah duduk di ruangan Regis.


Ganung yang merasa belum memiliki cukup kekuatan untuk melawan Regis memilih mengalah dan memainkan taktik kotor.


" Aku butuh lebih banyak uang karena aku menyukai seorang wanita " Jawab Ganung beralasan.


" Wanita ? " Tanya Regis tak percaya, dalam informasi yang diberikan anak buahnya, tak ada satupun nama wanita yang berkaitan dengannya.


" Ya dia Linda, seorang wanita tuna susila yang biasanya datang ke club malam. Dia bilang dia ingin menikahi pria kaya agar bisa berhenti dari pekerjaannya saat ini " Jawab Ganung berbohong, dia memang sudah menyiapkan rencana ini sebagai rencana cadangan apabila di tengah jalan rencananya mengalami kendala.


Regis menghela napas mendengar penuturan Ganung, dibutakan oleh rasa kemanusiaan yang tinggi membuat Regis lemah jika berhadapan dengan seseorang "buangan" dalam masyarakat. Impiannya menjadikan orang-orang "buangan" juga bisa memiliki hidup yang layak dan martabat membuatnya percaya begitu saja kebohongan yang di ucapkan oleh mulut berbisa Ganung.


" Baiklah kalau begitu, hentikan aksimu yang kotor itu, aku akan menjadikan mu salah satu pimpinan di anak cabang perusahaan, dengan begitu wanita itu bisa berhenti bekerja sebagai wanita malam, tapi ingat, jangan pernah berbohong padaku lagi, karena aku tidak pernah memberikanmu kesempatan yang sama 2 kali " Ancam Regis tegas.


Ganung pun tidak punya pilihan lain selain menikahi Linda sebagai tameng untuk kebohongannya. Linda yang telah jatuh cinta kepada Ganung tentu dengan senang hati menerima pinangan Ganung. Mereka menikah hanya di hadiri oleh Regis sebagai pembuktian bahwanya dia tidak berbohong.


Linda yang di mabuk asmara menuruti semua perintah Ganung untuk berhenti menjadi wanita tuna susila, hanya karena tidak ingin kebohongannya terbongkar, namun hal itu di tanggapi berbeda oleh Linda, dia menganggap Ganung benar-benar akan menjadi pelabuhan terakhir di hidupnya, yang mampu membuatnya memiliki hidup selayaknya wanita normal lainnya.


Hari hari pun berlalu, kehidupan pernikahan indah yang di impikan oleh Linda hanya bertahan beberapa bulan saja, Ganung selalu pergi ke club setiap malam, apalagi alasannya kalau bukan untuk mengawasi Kiran.


Linda yang menaruh curiga selalu mengikuti Ganung, dan dia akhirnya tau bahwa Ganung hanya memperalat dirinya untuk kepentingannya sendiri. Pertengkaran demi pertengkaran pun selalu mewarnai kisah rumah tangga mereka.


Hingga suatu malam, Linda yang sudah tidak tahan lagi menyeret Ganung pulang dari club malam. Dia terbakar cemburu setiap kali melihat Ganung selalu mengawasi Kiran di balkon dari balik tumpukan kardus, menunggu Kiran pulang dan memastikannya selamat sampai rumah, barulah setelah itu dia akan pulang kerumah.


" Langkahi dulu mayatku kalau kau ingin menceraikan ku " Teriak Linda seperti orang yang kehilangan kewarasannya.


Linda meraih pisau dapur yang ada di konter dapur tempat mereka bertengkar, mengacungkannya ke arah perutnya sendiri untuk mengancam Ganung, tidak ingin masalah semakin melebar Ganung pun mencegahnya, namun malah berakhir dengan luka sayatan memanjang di pipinya. Wajah tampannya mengeluarkan darah segar yang cukup banyak. Seperti mimpi buruk yang di kutuk menjadi the beast, Ganung pun tidak peduli lagi pada Linda dan menceraikannya saat itu juga.


" Kalau kau benar-benar meninggalkanku, aku akan bunuh diri, aku mencintaimu, tidak bisakah kau sedikit saja melihat ku ? Apa bagusnya anak itu ? Kau tidak sadar perbedaan usiamu dengannya yang terpaut jauh ? Dia hanya menganggapmu orang yang menjijikkan " Celoteh Linda berusaha memprovokasi Ganung.


" Cukup hentikan ! " Teriak Ganung terbakar kemarahan.


" Aku tidak peduli perbedaan usia, di luar sana banyak seseorang yang menikah dengan perbedaan usia terpaut jauh, 20 tahun, 25 tahun ? Mereka bisa bahagia, lantas kenapa aku tidak ? " Maki Ganung kesal.


" Itu karena dia keponakanmu sendiri, kau tidak malu ! Dasar laki-laki bejat tidak bermoral " Teriak Linda yang kesal karena Ganung tetap saja pada pendiriannya ingin mendapatkan Kiran.


" Dia bukan keponakan ku, dia tidak ada hubungan darah sama sekali denganku, jadi aku akan pergi sekarang, persetan dengan semua ancaman mu, kau tidak akan berani menusukkan pisau itu ke tubuhmu " Sinis Ganung dan kemudian pergi meninggalkan Linda begitu saja.


Linda yang semakin hancur, menumpahkan emosinya dengan membanting dan menghancurkan apapun yang bisa di jangkaunya.


" Baiklah akan ku buktikan kalau aku mampu melakukan apa yang kau ragukan " Dibakar rasa putus asa dan di campakkan, Linda tanpa pikir panjang menusuk perutnya sendiri dengan pisau dapur yang kini tergeletak di sebelahnya.


Cintanya membuatnya buta. Dan saat itulah Dylan turun ke lantai bawah dan menemukan tubuh ibunya bersimbah darah meregang nyawa.


Kejadian mengerikan itu menghebohkan media massa, semua berita menyorot kepada Ganung sebagai tersangka utama. Ganung yang tidak memiliki dukungan sama sekali pergi menemui kakaknya untuk meyakinkannya. Adelia yang percaya bahwa Ganung tidak melakukan hal itu, menerimanya kembali, namun tanpa sepengetahuan Kiran.

__ADS_1


Polisi melakukan penyidikan mendalam, namun tanda-tanda pembunuhan memang tidak di temukan, dan sidik jari Ganung sama sekali tidak terdeteksi, itulah mengapa pengadilan memutuskannya tidak bersalah dan membebaskannya.


Kiran yang terkejut mendengar kabar ibunya menerima kembali orang yang menjadi mimpi buruknya itu, bertengkar sangat hebat untuk pertama kalinya dengan Adelia ibunya.


Di tengah kekalutan hatinya, dia pergi menemui kekasih barunya yang baru dia kenal beberapa minggu, berharap akan mendapatkan dukungan di tengah rasa terpuruknya.


Namun bukannya dukungan yang dia dapatkan, melainkan luka karena di khianati yang dia terima. Laki-laki itu mengajaknya makan malam ke esokan harinya dan menunjukkan maksud ingin melamarnya di tempat romantis di restoran hotel berbintang. Kiran yang terlalu bahagia dengan mudah mengiyakan tawaran makan malam itu. Ganung yang tentu saja tidak membiarkan Kiran pergi seorang diri, mengikuti Kiran tanpa sepengatahuannya.


Firasatnya benar, bisa laki-laki itu berniat buruk padanya, dia akan menjual Kiran pada lelaki hidung belang yang telah menunggunya di hotel tersebut.


Ganung lebih dulu merangsek masuk kedalam kamar hotel tempat Kiran akan di jebak, dia menghajar lelaki paruh baya itu hingga babak belur dan membuangnya begitu saja ke luar kamar, tanpa di duga Kiran masuk dan mendapati Ganung di dalam sana, pikiran buruknya kembali muncul. Dia mengira Ganung bersama kekasih barunya berniat menjualnya. Dia lari keluar kamar dengan ketakutan. Ganung yang melihat itu mengejarnya, namun Kiran lebih dulu telah bertemu dengan kekasihnya dan bertengkar hebat. Laki-laki itu menampar Kiran tanpa belas kasihan.


Secara kebetulan Ken yang sedang kesal setelah bertengkar dengan Rai lewat dan menyaksikan kejadian itu, mendapatkan alasan untuk melampiaskan kekesalannya, dia menghajar kekasih Kiran dan membawa Kiran pergi dari sana.


Dan itulah yang membuat trauma Kiran terhadap laki-laki terlebih lagi dari kalangan Klan Loyard. Baginya laki-laki adalah simbol kesialan untuknya.


🍁🍁🍁🍁🍁


Beberapa saat sebelum Ken bertemu Kiran, dia sedang ada di depan kamar hotel tempat Rai ingin bertemu dengannya. Namun itu hanyalah jebakan Rai untuk berkencan dengan seorang gadis pilihan ayahnya, untuk menggantikan posisinya segera menikah.


" Yang di suruh menikah itu kau, kenapa kau malah mengumpankan ku seperti ini ? " Teriak Ken kesal kepada Rai di saluran ponsel miliknya.


" Aku baru mau menikah saat menemukan wanita seperti ibu, jadi kau menikahlah saja duluan " Saut Rai santai.


" Aku belum mau menikah, aku masih ingin bersenang-senang dengan game ku, banyak yang harus ku tamatkan, kalau aku menikah sekarang, dia pasti akan menuntut waktuku untuk terus memperhatikannya, aku tidak mau " Balas Ken kesal.


" Sudahlah menikah saja, cepat atau lambat kau juga akan menikah " Jawab Rai acuh.


" Kenapa tidak kau saja yang menikah ? Aku rasa kepala mu itu harus terbentur dulu baru kau akan berhenti mencari ibu dan menikah " Cibir Ken sinis.


" Kalau itu memang terjadi, besok lusa aku akan menikah " Balas Rai sombong.


" Dasar kau, baiklah aku mau menikah kalau aku menemukan wanita yang mampu menahan bau kentutku, kau puas ?! " Omel Ken kesal dan menutup sambungan teleponnya. Ken yang asal bicara itu tidak pernah belajar dari pepatah bahwa ucapan adalah doa, dia berpikir tidak mungkin dia akan buang angin di depan seorang wanita, yang artinya dia tidak akan menikah.


Sedangkan Rai yang kesal dengan jawaban Ken membanting ponselnya ke lantai diruangannya yang ada di club malam.


" Wanita yang mampu menahan kentutmu, itu sama saja artinya kau tidak akan menikah, dasar anak ini " Omel Rai kesal, dia sudah sangat di desak Regis untuk menikah, namun dia mengusulkan kepada ayahnya agar Ken saja yang menikah lebih dulu, baru dia akan menikah.


" Harusnya kepalamu itu yang terbentur " Omelnya lagi seraya mondar mandir kesal.


Sekertaris Yuri yang menungguinya hendak mengambil ponsel yang terjatuh di dekat kakinya, namun gerakannya kalah cepat dengan Rai yang sudah menginjaknya.


Kretak !! Mendengar suara layar ponsel yang retak Rai terkejut dan terhuyung mundur, sial baginya dia menabrak kaki meja dan membuatnya kehilangan keseimbangan, dia mendarat sempurna di tembok yang ada di belakangnya dengan kepala benjol.


" Sepertinya anda harus menikah besok lusa tuan " Jawab sekertaris Yuri seraya tersenyum simpul.

__ADS_1


__ADS_2