Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 10


__ADS_3

Hari ini Satya dan juga duo sableng harus kembali ke Jakarta.. Satya tak bisa berlama-lama di London karena ada pekerjaan mendadak yang membutuhkan kehadirannya.. Gilang juga turut mengantar mereka hingga ke bandara..


Beberapa jam kemudian mereka tiba di Jakarta dengan selamat.. Para wartawan dan pemburu berita sudah mendapatkan info jika Bhina tiba di Jakarta malam itu juga sehingga mereka menunggu Bhina untuk menanyakan mengenai gosip yang beredar saat ini..


Tak satu informasi mengenai hubungan Bhina dan Satya yang dapat mereka gali karena Rendra dengan gesit mampu menghadang para wartawan untuk tidak mengganggu Bhina dengan pertanyaan mereka..Bhina, Satya dan juga Shella bergegas menuju mobil yang disediakan oleh Rendra... Rendra membawa mobilnya membelah jalanan ibu kota menuju kediaman orang tua Satya.. Sesampainya di rumah Satya, kedua orang tua Satya sudah berdiri di teras rumah.. Begitu Satya turun dari mobil, maminya langsung menjewer kuping Satya hingga Satya mengaduh kesakitan..


"Mam, apa-apaan sih?? Sakit mam"


"Dasar anak nakal!!!!"


"Maksudnya apaan sih mam? Satya ga ngerti"


"Rendra!!!! Jelaskan pada bossmu yang sableng ini..."


"Baik Bu.."


"Jadi ini soal virtual meeting waktu itu pak.."


Bhina menutup mulutnya dengan kedua tangannya mengingat kejadian itu.. "Mam, itu tak seperti yang kalian pikirkan.. aku dan kak satya-"


.


"Sudah sayang ini bukan salahmu, ini salah calon suami kamu yang udah ngebet kawin"


"Haaaa????" Bhina membulatkan matanya mendengar ucapan calon mertuanya..


"mami dan orang tua Bhina sudah setuju bahwa pernikahannya akan dilaksanakan lusa"


"APAAAAA???" Calon suami istri itu menjerit bersamaan..

__ADS_1


"Mam, bulan depan saja sudah terlalu cepat.. ini apa? lusa kata mami? Mami jangan bercanda ah.."


"Yang bilang mami bercanda juga siapa.."


"Ya udah tapi ada syaratnya.. aku maunya acaranya tertutup, jangan sampai ada yang tahu soal ini dan hanya dihadiri oleh keluarga dekat saja.."


"Syarat macam apa itu anak sableng? Kasihan Bhina, harta mami ga akan habis kalau cuma buat ngadain royal wedding buat kalian"


Perdebatan mereka semakin panas, Bhina berusaha menengahinya "Mam, yang dikatakan kak Satya itu benar.. Bhina ga pengen acara yang mewah, cukup sederhana aja yang penting sakral"


"Tapi sayang.. mami pengen dunia tahu kalau kamu itu menantu mami.. mami sayang kamu kayak anak mami sendiri"


"Apa kalau aku tak menjadi menantu mami, mami tak mau menganggap aku seperti anak mami sendiri?"


Semua orang memandang Bhina dengan tatapan yang sulit diartikan.. Seperti ada nada kesedihan dalam kalimat yang diucapkan Bhina..


"Sayang.." Bibir Anne bergetar saat mengucapkannya..


Air mata Anne menetes saat Bhina mengucapkannya karena yang dikatakan Bhina sangat benar.. Bhina sudah seperti putrinya sendiri sehingga dengan sekuat tenaga ia berusaha menjodohkan Bhina dengan Satya agar Bhina semakin dekat dengan kehidupannya..


_________&&&__________


Hari pernikahan tiba,


Pagi itu Bhina mengenakan gaun rancangan Tante Marie yang sangat indah, wajahnya dipoles bak bidadari.. Bhina sangat cantik hari itu ditambah dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya..Ia sangat bahagia untuk pernikahannya walaupun dulu ia sempat menolaknya.. Rasa gugup tak mampu ia sembunyikan, ini pengalaman pertama bagi Bhina..


Bhina dituntun oleh ibunya menuruni anak tangga di kediaman Satya.. Semua orang memandang takjub akan ciptaan Tuhan yang sangat cantik itu.. Bahkan mata Satya tak bisa berpaling.. Bhina duduk di samping Satya dan acara ijab qobul pun dimulai, dengan sekali tarikan nafas Satya mampu mengucapkannya dengan lancar... Kini mereka berdua telah sah menjadi suami istri.. Bhina mencium tangan Satya dan Satya mencium puncak kepala Bhina.. Ini hanya sekedar peran yang mereka lakoni ataukah dorongan dari hati untuk melakukannya? Entahlah, hanya mereka berdua yang tahu..


Kedua pengantin itu selalu tersenyum saat sesi pemotretan berdua maupun bersama keluarga mereka.. Percayalah, foto Bhina dan Satya dicetak dengan ukuran yang sangat besar oleh maminya dan digantungkan di salah satu sudut ruangan di rumah itu..

__ADS_1


Kini pengantin baru itu sudah berada di kamar Satya.. Bhina duduk di tepi ranjang milik Satya menunggu Satya keluar dari kamar mandi..


"Elu ga mandi?" Tanya Satya sembari mengusap rambutnya yang masih basah dengan handuk..


"Boleh bantu aku buka gaun ini? dari tadi aku telepon Shella tapi ga diangkat" Bhina masih saja berusaha menelepon sahabat yang kini menjadi adik iparnya itu..


Satya mendekat dan membantu Bhina membuka resleting gaun itu, tampak punggung Bhina yang putih dan mulus membuat Satya dengan susah payah menelan salivanya.. Bhina berdiri dan berjalan ke kamar mandi hendak membersihkan dirinya "Terima kasih untuk bantuannya" lalu berlalu dari hadapan Satya..


Selesai mandi, Bhina terlihat seksi dengan piyama yang ia kenakan ditambah dengan rambutnya yang masih basah, percayalah otak Satya sudah melayang kemana-mana saat ini..


"Apa aku boleh tidur di sini?" Bhina menunjuk bantal di sebelah Satya


"Hmm"


Bhina merebahkan dirinya lalu memejamkan matanya, mudah sekali baginya untuk tidur sedangkan Satya merasa kesal dengan kebiasaan Bhina yang selalu saja tidur dengan cepat... Ingin protes namun tak bisa karena pernikahan mereka hanya sebatas perjanjian.. Tapi membiarkan wanita itu seranjang dengannya membuat jiwanya meronta.. Ia tak bisa menampik kecantikan dan kemolekan istrinya.. Semua jelas terukir dalam diri Bhina.. Satya tak bisa tidur karena selalu saja memperhatikan wajah istrinya itu, hingga akhirnya ia merapatkan tubuhnya dengan tubuh Bhina lalu memeluknya, menghirup aroma tubuh Bhina yang sangat menenangkan akhirnya Satya dapat tertidur dengan pulas..


Pagi hari Bhina merasa ada sesuatu yang menindih perutnya, ia mengerjapkan matanya dan melihat lengan kekar suaminya ada di atas perutnya.. Bhina mengelus wajah suaminya dan mencium pipinya "selamat pagi suamiku"


"Apa kau sedang mengagumi ketampananku" ucap Satya sembari menarik Bhina kembali dalam pelukannya...


"Bangunlah ini sudah pagi, apa kau tidak pergi ke kantor?"


"Tidak.. hari ini kita pindah ke apartemen ku"


"Jadi kita ga tinggal di sini??"


"Elu mau kita ketahuan nantinya haa??"


"Baiklah aku akan mengemas semua barang-barang kita"

__ADS_1


Bhina mengemas pakaian mereka ke dalam koper lalu mandi, setelah itu tak lupa ia menyiapkan air hangat untuk suaminya.. Ini hari pertama bagi mereka sebagai suami istri dan Satya sudah dibikin takjub oleh perlakuan Bhina yang dengan sigap menyiapkan segala keperluannya..


Setelah selesai, mereka berdua turun bergabung dengan keluarga lainnya untuk sarapan bersama.. Bhina mengambilkan sepiring nasi goreng dan segelas jus untuk suaminya, pemandangan yang sangat disukai Anne.. Kini putranya sudah ada yang mengurus...


__ADS_2