Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 47


__ADS_3

Jasmine berlari memeluk suaminya dari belakang, mengeratkan tangannya.. Ia tak ingin memperburuk situasi dengan membuka pembahasan mengenai elvano..


"Sayang" erang Darren..


"Aku tahu.. biarkan seperti ini.. aku tak sanggup menatap wajahmu kali ini"


Darren melepaskan pelukan istrinya dan membalikkan badan, ia menatap istrinya yang bahkan tak berani menatapnya saat ini.. Darren menarik nafas panjang dan mengangkat dagu istrinya "Kenapa kau diam saja saat dia memelukmu?"


"Dia belum mengetahui kebenarannya.. Dalam hal ini dia tak bersalah, aku akan menjelaskan semua kepadanya.."


"Kau milikku Jasmine"


"Ya aku milikmu dan kita sudah menikah bukan?Apa kau masih marah padaku hemm??" Jasmine mengeluarkan jurus puppy eyesnya..


"Aku cemburu Jasmine dan kau harus dihukum untuk ini semua"


Jasmine mengernyitkan dahinya, masih belum paham mengapa Darren tega menghukumnya bukankah sejak kecil ia yang selalu menjadi pahlawan baginya, selalu membela ketika daddy atau mommy menghukumnya karena kesalahannya.. Darren berubah gerutu Jasmine dalam hati..


"Apa kau sedang mengumpat dalam hatimu?" Jasmine menggeleng dengan cepat, Darren segera menarik tubuh istrinya dan mencium bibir yang menjadi candunya.. Jasmine berusaha mengimbangi ciuman suaminya yang sangat menggebu-gebu hingga ia tak sadar sejak kapan dirinya sudah tak mengenakan apapun berkat sentuhannya yang membuat Jasmine terbuai..Darren bergerak cepat rupanya dan menuntunnya duduk di atas tubuhnya..


"Lakukan" perintah Darren


"Maksudnya?" Jasmine yang masih polos itu bingung apa yang harus ia lakukan..


"Ini hukumanmu honey.. Kau yang mengendalikan permainan dan aku akan memaafkanmu" Darren melipat tangannya ke belakang kepala dan melihat apa yang akan dilakukan oleh istrinya..


"Apa ini serius?? Darren aku malu"


"Malu?? Maaf kau harus bekerja keras kali ini.. dua kali"


Baiklah Jasmine mulai mengerti akan hukumannya, di luar dugaan, ia seperti seorang jalang yang tengah melayani dengan profesional.. Sepertinya setelah ini Darren akan menobatkannya menjadi istri idaman karena mampu membuatnya mabuk kepayang.. Usai menjalankan hukumannya, Darren yang memiliki stamina yang kuat pun berganti mengambil alih posisi untuk menuntaskan hasratnya yang tak pernah lelah memakan istrinya.. Berulang kali hingga Jasmine tergolek lemah dan pasrah hingga tertidur di saat Darren masih saja belum puas....


Pagi harinya,


Jasmine merasakan remuk di seluruh tubuhnya, ia bahkan merasakan sakit di bagian intinya.. Ini lebih sakit daripada pertama kali mereka melakukannya.. Darren sungguh buas, ia tak ingin membuatnya cemburu lagi hingga harus bekerja sangat keras semalaman..

__ADS_1


"Aaawww" Jasmine merintih ketika mencoba berjalan ke kamar mandi..


"Sakit? Biar aku gendong ke kamar mandi"


"Ti-tidak.. aku bisa sendiri"


"Kau kesulitan berjalan sayang"


"Kau sudah mengambil jatahmu semalam dan aku tak ingin mengulanginya di kamar mandi.. Ini masih sakit darren"


"Hehe.. aku tak akan melakukannya, aku hanya ingin membantumu.. Tapi jika kau yang menginginkannya maka aku tak akan menolaknya"


"Haiiss" Jasmine memutar bola matanya jengah, Darren segera menggendongnya dan menyiapkan air hangat untuk mandi Jasmine yang pada akhirnya mereka mandi berdua..


"Aku ingin selamanya seperti ini, di sampingmu dan menua bersamamu" Darren mendekap tubuh Jasmine di dalam bathup..


"Aku juga.. Semoga Tuhan mendengarkan doa kita" Jasmine memberikan kecupan hangat di pipi sang suami.. Darren tau diri, ia tak membiarkan istrinya tambah tak bisa berjalan karena ulahnya semalam..Mereka berdua segera menyelesaikan ritual mandinya, mengingat janji mereka untuk bertemu dengan Elvano..


Elvano sudah menunggu di restauran dengan tenang hingga yang ditunggu datang untuk bergabung walaupun sedikit aneh menurutnya.. Perasaannya sedikit tak enak melihat kekasihnya datang bersama Darren kakaknya, masalah seperti apa yang akan Jasmine katakan...


"Selamat pagi sayang" Elvano meraih tangan Jasmine dan mencium punggung tangannya, Darren tak menunjukkan reaksinya entah dalam hatinya, ia memilih untuk menarik kursi di sebelah istrinya, menunggu istrinya menyampaikan kabar pernikahannya..


"Jadi apa yang ingin kau katakan sayang?" ucap Elvano tanpa ada basa-basi..


"Aku sudah menikah"


Deg


Tangan Elvano yang sedang mengaduk kopi dihadapannya terhenti saat mendengar tiga kata yang di ucapkan Jasmine..


"Jangan bercanda Jasmine, ini bukan hari ulang tahunku" Masih dengan nada tenang dan mendayu namun begitu mengiris hati..


"Aku mengatakan yang sebenarnya Elvano.. Maafkan aku" Sebulir air mata jatuh membasahi pipi Jasmine, bukan karena ia sangat mencintai Elvano tapi karena rasa bersalahnya yang sangat besar.. Bagaimana bisa ia mengabaikan pria yang sangat mencintainya, mendukungnya selama 3 tahun terakhir ini..


"Apa dengan dia kau menikah?" Tatapan Elvano beralih kepada Darren yang duduk di sebelah Jasmine dan Jasmine mengangguk..

__ADS_1


"Kenapa Jasmine? Kenapa kau tak memintaku saja? Aku bahkan berulangkali memintamu untuk menikah denganku.. Apa aku tak berarti bagimu hemm? Sejak pertama kali kita bertemu, aku menjadikanmu duniaku.."


Jasmine menceritakan semua kepada Elvano, dari awal hingga ia bisa menikah dengan Darren.. "Maafkan aku" di akhir ceritanya sekali lagi Jasmine meminta maaf..


"Selamat untuk pernikahan kalian" Tanpa perlawanan Elvano mengucapkan ini walaupun terdengar sangat menyakitkan, ya Jasmine tahu jika Elvano sangat terluka dalam hal ini..


"Boleh aku meminta dua hal darimu dude?" tatapan Elvano beralih kepada Darren..


"Katakan"


"Jaga Jasmine dengan baik-baik jika sedikit saja kau melukainya aku tak segan-segan mengambilnya kembali"


"Tentu saja, aku sangat mencintainya sejak pertama kali ia datang ke dunia ini..Kau tak perlu mengkhawatirkan hal itu, aku akan membahagiakan Jasmine"


"Dan yang terakhir, izinkan aku memeluknya untuk yang terakhir kali"


"Tidak bisa!!" Jawab Darren dengan ketus..


"Kau sudah mengambil duniaku dude, kau merampas paksa pusat hidupku.. Hanya sebuah pelukan untuk permintaan maafmu apakah itu terlalu berat?"


"Aku tak suka orang lain mengusik milikku"


"Dan kau lebih dulu mengusik milikku"


Mereka berbicara dengan ketenangan mereka masing-masing, namun setiap kalimatnya seperti sebuah peperangan.. Tak menghiraukan Darren, Elvano menarik tangan Jasmine dan memeluknya dengan hangat, merasakan aroma tubuh wanita yang ia cintai "aku sangat mencintaimu Jasmine" Elvano mengatakannya dengan tubuh yang bergetar, menahan setiap emosinya yang ia tahan dan Jasmine bisa merasakan itu.. Jasmine mengangkat tangannya dan membalas pelukan Elvano "Terima kasih untuk cintamu Elvano"


Elvano mengurai pelukannya, sekali lagi ia menatap wajah Jasmine dan menangkup wajahnya lalu berbalik badan meninggalkan sepasang pengantin baru yang masih terpaku menatap kepergiannya.. Darren segera berdiri dan memeluk istrinya "Apa kau sedih?"


"Aku bahagia bisa menikah denganmu Darren tapi sekaligus aku merasa jahat karena sudah menyakitinya.. Katakan apa aku egois?"


"Hentikan pemikiranmu tentangnya, kau selalu saja berhasil membuatku cemburu.."


"Aku tak mau dihukum lagi kali ini, aku sudah membayarnya lunas tadi malam" rengek Jasmine yang disambut tawa renyah dari suaminya..


"Sungguh istri yang pengertian" goda Darren

__ADS_1


"Cih!!!" Jasmine mendecih kesal dengan tatapan mendamba Darren yang tak tahu diri itu..


__ADS_2