
Aldin berlari sekuat tenaga mencari keberadaan Feli di bandara.. Jika saja Feli bertemu dengan orang tuanya dua jam yang lalu sudah dapat dipastikan pesawat yang ditumpangi Feli juga sudah lepas landas... Bandara terlihat lebih sepi karena tak ada penerbangan lagi hari ini, menyisakan seorang wanita yang sedang menangis di bangku tunggu sembari memeluk tiketnya... Aldin mendekat dan memeluknya, wanita itu mendongak dan melihat Aldin yang juga sedang menangis..
"Kenapa kau menangis? Lelaki tak boleh menangis..."
"Aku menangis karena aku bahagia masih bisa mendapatkanmu di sini.. Aku takut Feli, aku sangat takut jika kau pergi meninggalkanku... Aku tak ingin menjadi seperti daddy dan juga Darren yang menggila karena ditinggal oleh wanitanya.. Ku mohon jangan tinggalkan aku.." Aldin memohon dengan mengiba..
"Aku sudah melayangkan gugatan cerai padamu..."
"Aku tak menandatanganinya, aku menyobeknya.. Aku tak ingin berpisah darimu..."
"Kenapa Al???" tanya Feli rapuh, hidupnya sudah penuh dengan belas kasihan dan kali ini ia tak ingin mendapatkan belas kasihan dari Aldin..
"Karena aku jatuh cinta padamu.. Aku mencintaimu..."
"Kau bohong bukan?? Kau mencintai Emily..." Feli tertawa sumbang...
"Hanya kau Feli, hanya kau.... Perasaanku pada Emily sudah lama mati dan di hatiku hanya ada dirimu..."
"Sungguh??" Aldin menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.. Feli kembali menangis tersedu-sedu, tak disangka bahwa cintanya juga bersambut... Dia menuruti Aldin untuk kembali ke rumah sakit..
Sepanjang perjalanan keduanya saling menggenggam dan tak melepaskannya sedetik pun.. Bahkan berulang kali Aldin mencium punggung tangan Feli, ia memperlakukannya dengan sangat manis...
Namun sebuah kekhawatiran menyelimuti Feli saat ini, bagaimana dengan Emily... Ia tak tega menghancurkan hati wanita itu...
"Apa yang sedang kau pikirkan??" tanya Aldin penasaran..
"Emily.."
__ADS_1
Aldin menarik nafas panjang lalu menjawab "Kita akan berbicara padanya, aku yakin dia pasti akan mengerti.."
"Tapi dia mencintaimu.." lirih Feli..
"Dan aku lebih mencintaimu Feli... Hatiku yang menginginkanmu..."
Feli tak lagi menjawab, berdebat dengan Aldin memang tak akan pernah ada habisnya... Setibanya di rumah sakit, Aldin membawa Feli ke ruang rawat Jasmine, tampaknya sedang ada kabar gembira karena semua orang terlihat bahagia..
"Feliiii...." teriak Jasmine..
"Pelan-pelan sayang, kau bisa mengagetkan anak-ankku di dalam sana" ucap Darren yang terlihat lebih posesif...
"Anak-anak??" Aldin mengernyitkan dahinya..
"Jasmine hamil kembar sayang.. Dan Darren sudah mengalahkan daddymu.." jawab Bhina sembari melirik ke arah satya yang sejak tadi menjadi korban dari aksi saling mengejek...
"Karna daddy hanya bisa mencetak 2 sedangkan aku 3..." Jawab Darren dengan bangga. membuat Satya semakin mencibik kesal..
"Oh my God... Triplets??? Selamat untukmu Jasmine..." ucap Feli dengan tulus..
"Dan kapan kita akan menyusul mereka sayang???" tanya Aldin yang membuat mata Feli membola tak percaya.. Ia mengatakan hal ini di hadapan seluruh anggota keluarganya...
"Hai Feli... Kita berjumpa lagi..." sapa Bhina dengan ramah..
"Hai aunty..senang bertemu de...."
"Ck! Dia mommy ku sayang... " sela Aldin
__ADS_1
"Astaga.. maaf aku tidak tahu sebelumnya...." Feli mendadak gugup namun Bhina mendekatinya lalu memeluknya..
"Panggil mommy saja.. Bukankah kau menantuku??"
Feli mengangguk dalam pelukan Bhina, betapa bahagianya dia bisa merasakan dipeluk oleh seorang ibu.. Wajar saja ia sudah yatim piatu sejak dilahirkan..
"Pelukanmu sangat hangat mom..." puji Feli
"Benarkah??? Jika begitu ikutlah pulang bersamaku agar aku bisa memelukmu setiap hari..."
"Apa kau tak ingin memeluk daddy???" ucap Satya yang langsung mendapat tatapan tajam dari Aldin..
"Ohh.. suamimu posesif sekali..." sindir Satya..
"Biarkan saja dan aku akan tetap memelukmu dad..." Feli beralih ke pelukan Satya dan merasakan bagaimana kehangatan pelukan seorang ayah...
.
.
.
Akhirnya semua mendapatkan kebahagiaannya masing-masing.. Berawal dari hubungan Satya dan Bhina yang awalnya menolak perjodohan mereka hingga sebuah kecelakaan yang membuat Satya kehilangan ingatannya.. Dari situlah ia menyakiti Bhina, namun ternyata Tuhan masih saja mengikat mereka dengan keberadaan Aldin dan juga Jasmine... Sejak mereka kembali bersama tak ada lagi kesedihan yang harus dilewati sendiri... Mereka melewatinya bersama..
Kisah Jasmine dan juga Darren yang penuh dengan liku-liku pun akhirnya bisa bersama walaupun keduanya sempat menyerah dengan menjalani hidup mereka masing-masing.. Walaupun Darren pernah melakukan kesalahan yang membuat ia kehilangan anaknya tapi hari ini Tuhan menggantikannya dengan tiga malaikat kecil untuknya..
Terakhir untuk Aldin yang sudah tak percaya apa itu cinta setelah ia mengalami kelumpuhan dengan kedatangan Feli mampu merubah perasaannya.. Bahkan di saat terpuruknya pun Feli mau menemaninya hingga kini ia bisa berjalan.. Ia tak ingin kisahnya sama dengan Satya dan Darren yang ditinggal pergi oleh wanitanya.. Ia tak ingin merasakan sakitnya ditinggalkan, beruntung ia masih mendapatkan Feli dan berhasil membujuknya untuk hidup menua bersama sebagai keluarga yang bahagia...
__ADS_1
-END-