Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 74


__ADS_3

"Jasmiiiinee..." Darren berteriak mencari keberadaan Jasmine di rumahnya.. Baru setengah jam yang lalu mereka pergi meninggalkan tempat itu namun kini Jasmine tak ada lagi di sana.. Darren, Mike dan Ellena sangat cemas memikirkan dimana Jasmine berada.. Tak lama berselang mobil Edward memasuki halaman rumah Jasmine..


"Ed.." Ellena berlari menghampiri Edward yang baru saja turun dari mobil bersama dua mobil di belakangnya yang berisikan pasukan khusus..


"Mengapa kau membawa mereka?? Apa sesuatu yang besar terjadi??" Ellena tak bisa mencerna pikirannya sendiri..


"Daddy diculik dan dijadikan tawanan oleh daddy Sonia.. Dan Jasmine sedang berusaha menyelamatkan daddy.."


"Whaaaatttt?????? Kenapa Jasmine melewatkanku untuk hal seperti ini ed???Lalu dimana Angel" Ellena menepuk dahinya seakan tak percaya dengan tindakan Jasmine..


"Jasmine tak ingin kita terlibat.. Dia membawa Angel bersamanya, dia pergi tanpa membawa senjatanya.. Sungguh aku sangat khawatir.."


"Kemana Jasmine pergi?" Darren mulai kacau memikirkan bagaimana keadaan Jasmine dan Angel.. Ia hanya bisa berdoa agar Tuhan melindungi mereka berdua.. Ayolah, Darren tak yakin bisa bernafas jika ada sesuatu yang terjadi pada keduanya...


"Untuk itu aku butuh bantuanmu Ellena, lacak dimana keberadaan Jasmine..."


"Ya aku mengerti.. mari kita bekerja..."


Ellena membuka laptopnya dan mulai melakukan pencarian mobil yang dikendarai oleh Jasmine.. Semua hanya bisa melihat kinerja Ellena untuk menemukan posisi Jasmine..


"Siiaalll.. Jasmine melepas GPS yang terpasang di mobilnya" Ellena kesal atas tindakan Jasmine..


"Oh God, Jasmine apa yang kau lakukan ini" Darren menjambak rambutnya kasar..


Semua tampak sedang berpikir untuk menemukan solusi dimana keberadaan Jasmine saat ini.. Tiba-tiba saja Ellena teringat bahwa di kalung milik Angel terpasang GPS di sana dan ia segera melacak nya..


Ellena menemukan lokasi dimana Angel berada dan mereka semua bersiap dengan senjatanya masing-masing.. Semua menuju lokasi dimana Angel berada, tempat itu adalah sebuah villa milik Elvano.. Tak banyak yang tahu tentang tempat itu, hanya keluarga Elvano saja yang mengetahuinya.. Setibanya di sana mereka langsung mencari Angel, di luar dugaan, Jasmine sudah mempersiapkan penjagaan yang sangat ketat untuk Angel.. Untung saja Edward bersama mereka sehingga mereka bisa masuk tanpa perlawanan..


"Vivi.." panggil Edward pada seorang wanita yang sedang menggendong Angel, dari raut wajahnya terlihat bahwa ia sangat cemas..


"Tuan Muda Edward.. syukurlah kau datang, aku sangat mengkhawatirkan nyonya muda.." Vivi sedikit lega dengan keberadaan Edward..


"Dimana kakakku??"

__ADS_1


"Tuan, tolong selamatkan nyonya.. bagaimana nasib nona Angel jika nyonya muda...."


"Dia akan baik-baik saja.. apa kakak mengatakan dia akan kemana??"


"Nyonya pergi ke gudang tua di perbatasan kota Tuan.."


"Baik aku tahu.. Kau jaga Angel dengan baik dan aku akan membawa kakak pulang.."


"Baik Tuan.."


Mereka bergegas menuju tempat yang ditunjukkan oleh Vivi, dengan segala rasa cemas semoga Jasmine dalam keadaan yang baik-baik saja.. Benar saja, di sana terdapat pengawalan yang sangat ketat sehingga membuat semua harus bekerja keras demi menemukan keberadaan Jasmine..


Mereka bertarung habis-habisan melawan anak buah Sonia yang terlatih, Sonia benar-benar menyiapkan ini semua dengan sangat baik..


.


.


.


Jasmine hanya menghindar ketika wanita itu menyerang, dia adalah wanita yang kuat namun dia tidak punya teknik bela diri.. Jasmine hanya membaca gerak-geriknya dan dengan satu kali lompatan Jasmine berhasil mematahkan leher wanita itu.. Wanita itu ambruk dan meraung kesakitan membuat Sonia marah besar karena ia tak bisa mengalahkan Jasmine dengan tubuh yang jauh lebih kecil darinya..


"Aku menang.. bebaskan Daddy" ucap Jasmine sembari menatap ayah mertuanya yang sedang diikat di ujung ruangan..


Namun tiba-tiba saja


BRAK


Pintu ruangan terbuka dan Darren muncul dari sana membuat Jasmine terhenyak "Apa yang kau lakukan di sini??"


"Menjemputmu.." Jawab Darren sembari melayangkan tatapan benci pada Sonia..


"Oh Sayang., aku tidak menyangka jika kita akan berjumpa kembali.. Apa kau merindukanku??" Ucap Sonia dengan genit pada Darren..

__ADS_1


"Hentikan ini semua Sonia!!!"


"Waaahh,, kau sudah tidak menurut lagi padaku rupanya.. Aku benci itu!!! Tadinya aku akan melepaskan Tuan Rodrigo namun kedatanganmu membuatku untuk membatalkan keinginanku.."


"Sonia!!!" Teriak Jasmine..


"Jangan berteriak padaku wanita murahan!!!"


"Tutup mulutmu Sonia!!! Dia bukan wanita murahan!!!" bentak Darren..


"Kau masih saja menyebutnya wanita terhormat setelah ia merebut Elvano dariku kemudian menikah denganmu lalu kembali pada Elvano lagi dan menikah.. Sekarang katakan apakah kalian berdua akan kembali rujuk??? Dia adalah wanita murahan!!"


"Tutup mulutmu Sonia!! Aku beruntung putraku bisa menikah dengan Jasmine dan bukan denganmu" Tuan Rodrigo juga turut membela Jasmine..


"Dad.." air mata Jasmine terjatuh melihat Daddy nya yang terlihat menahan air matanya..


"Kau putriku yang berharga.. Elvano tak pernah salah memilihmu nak... Jangan salahkan dirimu.. Bangkitlah dan buat perhitungan dengan wanita ular itu.."


Jasmine hanya bisa mengangguk dan menyeka air mata di wajahnya.. Waktu seakan berhenti ketika Sonia mengeluarkan pistol dan menarik pelatuk lalu mengarahkannya pada Jasmine.. Sepersekian detik Sonia melepaskan tembakan kepada Jasmine namun dengan cepat Darren memeluk Jasmine dengan sangat erat membuat Jasmine membatu teringat kejadian yang sama seperti saat Elvano juga melindunginya waktu itu..


"Ka-kak" suara Jasmine bergetar hebat, tangannya memeluk tubuh Darren yang hampir saja roboh..


"Princess.. aku pernah melakukan kesalahan padamu saat itu dan biarkan hari ini aku menebus nya..Maafkan aku Jasmine" Darah berkucuran dari punggung Darren yang terkena luka tembak..


"Kakak apa ini???Kenapa kau tak membiarkanku saja???Kakak kau bodoh sekali!!! Kenapa kau harus datang kemari haa?? Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk pulang.." Jasmine menangis tersedu-sedu..


"Heeii jangan menangis.. Aku pantas mendapatkannya.."


Sonia benci dengan drama yang ada di hadapannya, sekali lagi ia menarik pelatuknya dan mengarahkannya kepada Jasmine.. Jasmine tak memperdulikan hal itu, ia hanya fokus kepada Darren...


Dooooorrrr


Suara tembakan itu membuat Jasmine dan juga Darren saling berpelukan, Jasmine sudah tahu jika tembakan itu mengenainya maka ia tak akan selamat.. Ia tak melawan sama sekali bahkan terlihat tak peduli.. Namun setelah suara tembakan itu terdengar Jasmine tak merasakan ada peluru yang menembus tubuh nya.. Bahkan ia melihat Sonia yang justru terkapar karena luka tembak tepat di dadanya...

__ADS_1


"Itu untuk kakakku Elvano" ucap Edward yang berhasil menembak mati Sonia.. Edward segera melepaskan ikatan di tubuh daddy nya.. Ellena dan juga Mike membantu Jasmine untuk membawa Darren ke rumah sakit..


Mike dan Ellena duduk di bangku depan sedangkan Jasmine duduk di belakang bersama Darren.. Jasmine masih saja memeluk tubuh Darren dengan erat..


__ADS_2