Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 75


__ADS_3

"Kakak bertahanlah sebentar lagi kita sampai rumah sakit.." Jasmine sungguh-sungguh panik melihat kondisi Darren yang semakin lemah karena kehilangan banyak darah.. Namun Darren tersenyum mengingat dia sedang tidur di pangkuan Jasmine..


"Ini sangat nyaman... Aku menyukainya.. Jika aku mati, aku merasa bahagia karena mati di pangkuanmu..."


"Berhenti mengucapkan hal bodoh.. Kau harus hidup!!"


"Jasmine.. aku mencintaimu..Apa kau juga mencintaiku??"


"Jangan berpikir macam-macam.. keselamatanmu lebih penting.."


"Jawablah agar aku tenang..aku tak tahu sampai mana aku bisa menahan rasa sakitku ini.."


"Kakak.." Jasmine menggigit bibirnya bingung mau menjawab apa..


Darren tersenyum dan memejamkan matanya, ia menikmati keadaanya saat ini.. Sakit namun bahagia, rasanya ia ingin waktu terhenti di sini saja saat dia bisa lebih dekat dengan Jasmine..Sedangkan Jasmine terus saja memaksa Mike untuk melajukan mobilnya lebih cepat.. Hingga Darren sama sekali tak mengeluarkan sepatah kata lagi dan itu membuat Jasmine semakin cemas...


"Kakak bangunlah.. Jangan membuatku hampir mati seperti ini" air mata Jasmine jatuh tak tertahan lagi melihat Darren yang sudah tidak sadarkan diri dengan wajah yang sangat pucat..


"Jasmine tenanglah, sebentar lagi kita sampai.." Ellena mencoba menenangkan sahabatnya yang panik..


Setibanya di rumah sakit, tim medis segera membawa Darren ke ruang operasi untuk mengeluarkan pelurunya.. Mereka semua hanya bisa menunggu dengan cemas apalagi Jasmine, berkali-kali ia hanya mondar-mandir di depan pintu ruang operasi tanpa mengucapkan sepatah kata hingga dokter keluar dari ruang operasi dan menyatakan bahwa Darren selamat.. Dengan mata berkaca-kaca, Jasmine terlihat bahagia mendengar kabar bahwa tak lama lagi Darren akan segera siuman..


Jasmine masih setia menunggu Darren siuman hingga ia tertidur di sofa.. Malam berganti pagi, sinar matahari masuk melalui jendela kamar rawat Darren.. Jasmine yang terasa silau mulai menggeliat dan perlahan membuka matanya.. Ia harus menggosok matanya berkali-kali saat seorang pria tengah memandangnya dengan tatapan penuh cinta..


"Kakak kenapa tak membangunkanku??" Jasmine mendekat ke sebelah Darren yang tersenyum sangat manis..


"Sudah lama aku tak melihatmu tidur...Kau semakin cantik saja.."


"Mmmm.." Jasmine membuang muka ke segala arah mendengar pujian Darren..


"Mukamu memerah.. apa Jasmine sedang malu??"

__ADS_1


"Ti-tidaak.. itu tidak benar.." Jasmine buru-buru membantah perkataan Darren.. Jasmine terlihat canggung dan berharap segera terlepas dari keadaan ini..


Doanya terkabul, Tiba-tiba saja Ellena dan Mike datang dengan membawa Angel..


"Dad" ucap Angel sumringah


"Hai Sweetheart, daddy sangat sangat merindukanmu.." Darren sangat bersemangat melihat Angel yang baru saja datang..


Jasmine segera mengambil alih Angel dan memeluknya, ia bahkan menitikkan air mata seolah ada penyesalan besar, seperti itulah yang ditangkap oleh Darren..


"Sudahlah Jasmine, semua sudah berakhir.. Kau bisa hidup dengan tenang bersama Angel.. Kini tak ada satupun yang bisa mencelakai kalian.." Ellena mengusap punggung Jasmine..


"Dia sudah kehilangan daddy nya karena aku.. Apakah esok ia akan membenciku??" Jasmine menatap Ellena dengan tatapan yang sangat rapuh..


"Itu tak akan pernah terjadi, dia pasti akan mengerti nanti.. Percayalah padaku.." Ellena memeluk Jasmine untuk menenangkan hatinya yang tiba-tiba saja kacau..


Darren dan Mike hanya terlibat saling pandang mendengar percakapan dua wanita di hadapannya.. Ingin bertanya namun tak punya hak, jika tidak bertanya tentu saja hati mereka penuh dengan rasa penasaran.. Mike yang memang tak bisa menahannya pun akhirnya bertanya "Ada apa dengan daddy Angel??"


"Dulu saat aku masih sangat rapuh, Elvano datang dan menawarkan kebahagiaan kepadaku.. Kami menikah dengan sangat sederhana dan tanpa terencana, namun Elvano mencintaiku dengan cara yang tidak sederhana... Ia memberikan seluruh hidupnya untukku... Elvano dan keluarganya berusaha untuk mencari cara untuk mengeluarkan chip dari dalam tubuhku.. Namun saat itu aku tengah mengandung Angel, aku harus menunggu Angel lahir baru bisa mengeluarkan chip itu.. Kelahiran Angel adalah kebahagiaan bagi Elvano, setelah itu proses pengeluaran chip sedang dilakukan.. Saat itu aku hanya bisa terbaring hingga proses ekstraksi selesai.. Namun apa boleh buat, Sonia mencium kabar ini lebih cepat... Ia menyerang persembunyian kami dengan membawa banyak pasukan... Semua bertarung kecuali aku yang seperti orang bodoh tak bisa melakukan satu hal yang bisa menyelamatkan Elvano.. Sonia bisa menemukan keberadaanku, saat itu dia sudah menarik pelatuknya dan mengarahkannya tepat di dadaku namun tiba-tiba saja Elvano memelukku.. Dia terkena tembakan dari Sonia, betapa hancurnya aku saat itu, melihat Elvano harus menghembuskan nafas terakhirnya di pelukanku.. Itu sangat menyakitkan.. Sangat sangat menyakitkan... Aku tak bisa menjelaskan hal ini pada anakku sendiri kelak, mungkin saja ia akan membenciku nanti saat tahu alasan kematian daddy nya hanya karena melindungiku.. Aku tak tahu apakah Angel akan memaafkanku atau tidak nantinya dan aku akan selalu menangis jika mengingat hal itu..." Jasmine menangis tersedu-sedu sambil mendekap erat putrinya..


"Dia tak akan membencimu.. Dia sangat mencintaimu.." Sepasang tangan yang kokoh melingkar di perut Jasmine.. Siapa lagi jika bukan Darren yang tak pernah bisa melihat Jasmine sedih apalagi sampai menangis walaupun kenyataannya dulu ia pernah membuat jasmine sedih, menangis dan bahkan ingin mati saja...


"Apakah itu benar kakak??" Jasmine memandang Darren dengan air mata yang masih menggenang di mata indahnya..


"Tentu saja.. percaya padaku.." Darren memeluk erat Jasmine dan Angel dan membiarkan Jasmine menumpahkan kesedihannya..


"Benar apa yang dikatakan Darren..." Suara yang sangat teduh dan sudah lama tak terdengar itu tiba-tiba muncul di hadapan Jasmine..


"Mom.. Dad... Aldin... Oh my God,, aku tak percaya kalian ada di sini..." Jasmine berlari dan memeluk Satya terlebih dahulu, betapa ia sangat merindukan pelukan daddynya...


"Daddy merindukanmu..."

__ADS_1


"Aku juga sangat merindukanmu daddy... Lihatlah aku sudah memiliki seorang putri.." Jasmine mencium pipi gembul Angel lalu mengenalkan Angel pada Satya, Bhina dan Aldin..


"Dad.." Angel menunjuk pada Aldin dan Aldin pun segera menggendong Angel..


"Wah.. apa aku sudah tampak seperti sugar daddy honey sehingga kau memanggilku daddy heem??" Aldin mengerling jenaka..


"Plaaaakkk" Jasmine memukul lengan kembarannya..


"Kau tak pantas jadi sugar daddy, bahkan sampai sekarang pun kau belum punya pasangan.. Aku ragu jika tak akan ada wanita yang mau denganmu..." Jasmine merotasikan matanya..


"Kau salah darling... Aku adalah pria yang banyak dicari oleh para kaum hawa..."


"Tutup mulutmu!! Kau membuatku mual Al..."


"Kenapa dia memanggilku daddy??" Aldin serius bertanya pada Jasmine..


"Yaa dia memang memanggil semua laki-laki dewasa dengan panggilan daddy..." jawab Jasmine singkat..


"Berikan Angel pada mommy..." Bhina mengambil alih Angel dan mengajaknya untuk mendekat pada Darren..


"Bagaimana keadaanmu??" mata Bhina berkaca-kaca saat melihat perban yang membalut punggung Darren..


"Aku rela mendapatkan sebanyak apapun tembakan di tubuhku jika dengan cara itu aku bisa melihat putrimu.. Dia selalu membuatku tak bisa jauh-jauh darinya..." Darren memeluk Bhina dan juga Angel..


"Wah kau masih mencintai adikku dude..." Aldin mencoba meledek Darren..


"Sampai kapanpun aku sangat mencintainya...."


"Apa kau akan menikahinya?"


"Tentu saja jika dia mau menerimaku..." Darren tersenyum seolah-olah dia sedang mengejek dirinya sendiri, ia paham betul akan posisinya yang tak mungkin lagi bagi Jasmine untuk menikah dengannya.. Jasmine pasti membencinya sejak hari itu, harus ia akui memang dulu dia sangat jahat pada Jasmine.. Sekarang yang terpenting bagi Darren adalah bisa bertemu dengan Jasmine.. Itu saja sudah cukup baginya..

__ADS_1


__ADS_2