
Elvano masih menatap manik mata Jasmine dan sedetik pun tak mengalihkan pandangannya...
"Siapa laki-laki tadi? Kenapa kau terlihat sangat dekat dengannya?"
"Radit, teman kuliah"
"Jangan berdekatan dengannya lagi setelah ini"
"Kenapa denganmu?? Dia hanya temanku"
"Tapi dia menatap istriku dengan penuh kekaguman"
"Elvano kau cemburu pada Radit?? Ayolah aku bahkan seperti menjadi pelakor antara dirimu dan juga cinta pertamamu itu" Jasmine mendelik kesal..
"Dia hanya masa laluku"
"Dan Radit hanya temanku"
"Tapi dia menyukaimu Jasmine"
"Sama halnya dengan Rachel kalau begitu..." Jasmine mendorong tubuh Elvano dan hendak meninggalkan Elvano namun dengan segera Elvano menarik pergelangan tangannya..
"Aku belum makan" ucap Elvano..
"Kau bisa membelinya.."
"Aku hanya akan makan makanan yang kau bawa itu"
"Ini tidak enak"
"Aku belum mencobanya"
"Aku hanya melakukan sedikit eksperimen saja.."
Elvano menatap lima jari tangan kiri Jasmine yang terluka "Ada apa dengan tanganmu??"
"Tergores pisau saat mengiris bawang, bukan hal besar yang harus dikhawatirkan..."
"Astaga Jasmine, kau tak perlu melakukan ini semua.. Kita bisa membeli makanan jika ingin makan, aku tak ingin menyusahkanmu"
"Aku hanya merindukan masakan mom Abhi dan aku iseng membuatnya... Ternyata aku tak sepandai mommy" Raut wajah Jasmine berubah menjadi sedih..
Elvano membuka makanan yang dibawa oleh Jasmine dan mengicipinya "ini enak.. aku suka"
"Kau berbohong.. aku tak bisa memasak"
"Duduklah di sini dan cobalah masakanmu sendiri jika tak percaya"
Elvano menarik istrinya agar duduk dan mulai menyuapinya, Jasmine menerima nya dengan ragu-ragu.. Bukan karena di suapin oleh Elvano tapi meragukan rada masakannya sendiri.. Jasmine mengunyah sambil menatap wajah suaminya, air matanya menetes..
"Ini enak, tapi masih lebih enak buatan mommy"
__ADS_1
"Sepertinya kau berbakat memasak hanya saja perlu sedikit belajar.."
"Jadi kau sudah tak marah lagi padaku??????" tanya Jasmine dengan puppy eyesnya..
"Soal yang tadi?? Jangan berdekatan dengan Radit" Elvano kembali sinis..
"Dan kau jangan berdekatan dengan Rachel juga"
"Apa istriku juga cemburu??" Elvano tersenyum menggoda..
"Hmmm.. sudahlah aku lelah ingin pulang dan tidur"
"Kau bisa tidur di sini"
"Jangan bercanda.. aku tak ingin jadi tontonan karyawanmu dengan tidur di sini"
"Dan aku akan mencongkel mata mereka yang berani menjadikan istriku tontonan..."
"Elvano kau berlebihan.."
"Aku tidak berlebihan, aku tidak suka pria lain menatap kagum pada istriku.."
"Wah, Rachel tak hanya menatapmu.. dia bergelayut manja padamu" sengit Jasmine..
Elvano mendorong tubuh Jasmine ke tembok dan mencium bibirnya dengan brutal, ia menggiringnya ke kamar rahasianya dan terus saja melahap bibir merah muda itu..
"Elvano lepaskan.." Jasmine mencoba meloloskan diri namun Elvano justru semakin liar membuat Jasmine menangis.. Menyadari tindakannya yang berlebihan elvano menghentikan aksinya dan menjambak kasar rambutnya..
"Aku istrimu, kita bisa melakukannya tapi ku mohon percaya padaku.. Aku terluka saat kau tak percaya padaku..aku tak ada hubungan dengan Radit"
Elvano memeluk Jasmine "Aku hanya takut Jasmineku meninggalkanku seperti waktu itu"
"Aku tak akan mengulanginya suamiku sayang.." Jasmine mengeratkan pelukannya..
"Tidurlah dan aku akan melanjutkan pekerjaanku..." Elvano menjauhkan tubuhnya dan mencium puncak kepala Jasmine...
"Elvano.."
"Hmm.."
"Apa kau sudah tak menginginkanku??"
"Pertanyaan apa itu Jasmine, aku sangat menginginkanmu namun aku takut jika yang terjadi justru aku malah terobsesi padamu" Elvano berbalik badan dan berjalan menuju pintu..
"Sentuh aku.." Jasmine sudah tidak peduli dengan harga dirinya saat mengatakan ini.. Ia tertunduk dan sudah siap mendengar jawaban suaminya..
Elvano terkejut dengan perkataan istrinya "Honey???"
Jasmine masih saja menunduk tak berani menatap suaminya..
"Apa boleh??" Elvano mencoba memastikannya sekali lagi.. Jasmine hanya mengangguk malu-malu.. Elvano menangkup wajah istrinya dan mencium bibirnya dengan lembut.. Ciumannya disambut oleh Jasmine dan semakin lama semakin menggairahkan.. Perlahan Elvano membuka satu per satu kancing bajunya dan dengan satu tarikan saja dress yang dikenakan Jasmine sudah menggunung di lantai..
__ADS_1
Kini tak ada yang ditutupi lagi diantara keduanya, Elvano melanjutkan aksinya dengan menikmati bagian paling menonjol itu kemudian turun ke bagian inti.. Ia menyesapnya hingga membuat Jasmine menggeliat.. Setelah merasa Jasmine sudah siap, Elvano memasuki bagian inti Jasmine.. Keduanya berpeluh dan untuk pertama kalinya di ruang kerja Elvano menggema suara-suara erotis keduanya...
Ini adalah hal yang membahagiakan bagi Elvano, karena ia sudah memiliki Jasmine seutuhhya.. Tak ada kata satu dua dan tiga namun berulang kali mereka melakukannya hingga keduanya kelelahan hingga tertidur sambil berpelukan..
.
.
.
Tiga bulan kemudian..
Pada suatu malam yang kelam,
"Jasmine... Jasmine.."
"Sayang.. tenanglah.. aku di sini... Bangun sayang..."
"Jasmine..... "
BRAK
"Dad, apa yang terjadi pada mommy???" Aldin khawatir dengan kondisi kesehatan mommynya
"Mommy mu selalu memanggil nama Jasmine.." Satya menatap langit-langit di kamarnya, ia tak sanggup melihat Bhina yang semakin terpuruk karena masih juga belum bertemu dengan Jasmine..
Aldin mendekati ranjang dan menggenggam tangan mommynya "Mom, Jasmine pasti baik-baik saja... Aku bisa merasakannya.. Jasmine kita pasti akan segera kembali... Jasmine pasti sedih jika melihat mommy seperti ini" Aldin tak kuasa menahan air matanya.. Namun Bhina tiba-tiba saja merasakan sesak nafas yang sangat luar biasa.. Satya dan Aldin panik dan segera membawa Bhina ke rumah sakit...
Di waktu yang bersamaan pula Jasmine terbangun dari mimpi buruknya "Mommyyyyyyyyyy....." dengan nafas yang terengah-engah..
Elvano yang sedang membaca laporan perusahaan di ruang kerjanya segera berlari ke kamar karena mendengar teriakan istrinya..
"Honey.."
Jasmine memeluk suaminya dengan erat "Aku merasa sesuatu yang buruk terjadi pada mommy.."
"Tenanglah honey, aku akan menyuruh anak buahku yang ada di Indonesia untuk memastikan hal itu... Bagaimana jika kita datang mengunjungi mommy?? Ku rasa mereka harus tahu jika di rahimmu sedang bertumbuh Rodrigo junior..."
Jasmine terdiam, ia masih ragu-ragu.. Elvano mengambil ponselnya dan menyuruh anak buahnya untuk mencari informasi mengenai keluarga pradipta...
Satu jam kemudian, ponsel Elvano berdering.. Ia mendapatkan informasi jika Bhina sedang di rawat di rumah sakit... Mendengar hal itu Jasmine menjadi sangat sedih.. Elvano segera menjadwalkan keberangkatan mereka ke Indonesia dengan jet pribadi miliknya.. Jasmine bahkan tidak bisa tidur dengan nyenyak memikirkan hal itu...
"Honey, ingatlah anak kita... Aku tahu kau sedang bersedih tapi anak kita juga membutuhkanmu.."
"Astaga... Maafkan mommy sayang.. " Jasmine mengelus perutnya yang sedikit buncit itu.. Elvano mendekat dan mencium perut istrinya "Bertumbuhlah dengan baik sayang... Daddy ingin sekali segera berjumpa denganmu"
"Kau membuatku cemburu.." Jasmine mengerucutkan bibirnya
"Honey.. dia anak kita..."
"Tapi kau terlihat lebih mencintainya..."
__ADS_1
"Ohh sayang.. sepertinya penyakit cemburu mommy mu sedang kumat.." Elvano tergelak melihat tingkah istrinya..