
Felicia masih saja berdiri di hadapan Aldin dengan mulut ternganga saat Aldin bilang jika hanya ada satu kamar di apartemennya..
"Jadi hanya ada satu kamar??" tanya Feli untuk memastikan..
"Ya.. lagipula kau istriku, kau yang akan mengurus semua kebutuhanku bukan?" Aldin tersenyum tipis..
"Eemmm... i-iya tuan..apa Tuan ingin beristirahat? Aku akan mengantar anda ke kamar" Feli mencoba mengalihkan pembicaraan namun ternyata justru dari sinilah Aldin mulai mengerjai Feli..
"Ya.. antarkan aku ke kamar.. Tapi sebelum tidur, aku ingin membersihkan badan terlebih dahulu.. Apa kau bisa membantuku?? Hanya kau yang ada di sini.." ujar Aldin...
"A-aku.." Feli tampak bingung..
"Tak masalah jika kau keberatan, aku bisa menelpon Jasmine untuk kemari" Aldin meraih ponselnya dan hendak menelpon Jasmine.. Namun dengan segera dicegah oleh Feli..
"Jangan Tuan.. Baik aku akan membantumu membersihkan badan" Jawab Feli panik jika Jasmine mengetahuinya, ia tak bisa dibayangkan hukuman apa yang akan ia Terima jika hal itu terjadi... Felicia mendorong kursi roda Aldin ke kamar mandi di dalam kamar tidur miliknya... Ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan seolah mencari sedikit kekuatan untuk melakukan hal ini... Feli menyiapkan air hangat untuk Aldin dan membantu Aldin membuka bajunya tanpa melihat wajahnya.. Feli bersusah payah menelan salivanya ketika melihat dada bidang suaminya dan perut kotak-kotaknya itu.. Benar-benar mahakarya Tuhan yang paling indah, ingin sekali rasanya ia menyentuh roti sobek itu namun dengan segera ia menggelengkan kepalanya untuk mengenyahkan pemikiran liarnya itu...
"Apa yang dipikirkan oleh otak mesummu itu nona??" Aldin seakan bisa membaca apa yang ada di dalam pikiran Feli saat ini..
"Ti-tidak Tuan.. Mari aku bantu untuk masuk ke dalam bathup" Feli memapah tubuh Aldin dan mendudukannya di bathup yang sudah berisi air hangat.. Feli menggosok tubuh Aldin hingga bersih dan segera membilasnya, setelahnya ia segera mengambil handuk dan mengeringkan tubuh Aldin... Setelah selesai memasangkan piyama untuk Aldin, Feli membaringkan Aldin di tempat tidurnya..
Feli berbalik badan untuk meninggalkan Aldin namun Aldin menariknya dengan segera "Mau kemana??"
"Aku masih ada laporan yang harus ku buat.. Aku harus menyelesaikannya, lebih baik Tuan tidur terlebih dahulu.."
"Kerjakan di sini saja.."
"Baik Tuan.. aku ambil laptopnya terlebih dahulu" Feli duduk di sofa panjang di kamar Aldin dan mulai mengerjakan tugasnya.. Feli mencurahkan konsentrasinya penuh untuk mengerjakan tugas karena ia tak ingin beasiswanya sia-sia.. Aldin memandangi gadis yang sudah resmi menjadi istrinya itu, ia menatap kagum pada Feli yang sangat cerdas itu hingga tak terasa ia pun tertidur...
Waktu sudah menunjukkan larut malam dan tugas Feli sudah selesai ia kerjakan.. Feli menutup laptopnya dan meregangkan badannya.. Ia membaringkan tubuhnya di sofa empuk itu lalu memejamkan matanya, belum sampai ke alam mimpi ia dikejutkan dengan suara Aldin yang sedang mengigau.. Sepertinya ia mimpi sangat buruk karena ia seperti orang ketakutan dan lihatlah ia sudah banjir dengan keringat sebesar biji jagung.. Feli berlari mendekati Aldin dan menggenggam tangannya lalu membangunkannya...
__ADS_1
"Heii tenanglah.. Itu hanya mimpi..." ujar Feli dengan lembut...
Aldin bangun dengan nafas yang terengah-engah lalu menarik Feli ke dalam pelukannya, Feli mencoba melepaskan diri tapi Aldin malah memeluknya semakin erat..
"Tolong biarkan seperti ini dulu aku mohon..." pinta Aldin..
Feli diam saja tak menjawab, tangannya malah terulur untuk membalas pelukan Aldin untuk beberapa saat.. Setelah nafas Aldin mulai beraturan, Feli menjauhkan tubuhnya dan memandang lekat netra Aldin "Apa kau mimpi buruk Tuan??"
Aldin hanya mengangguk dan meminta Feli tidur di sisinya, Feli pun menuruti permintaan Aldin untuk tidur seranjang dengannya namun Aldin tak juga bisa tidur lagi.. Ia tampak gelisah, Feli menggenggam tangannya dan meletakkan kepala Aldin di dadanya...
"Tenanglah, semua akan baik-baik saja.." Feli membelai lembut rambut Aldin hingga Aldin merasa nyaman dan tertidur di dada empuk milik Feli dan Feli pun turut memejamkan matanya..
.
.
.
Feli baru saja tersadar jika kini ia sudah menikah "Ohh Tuan, maafkan aku... Aku kaget karena ada pria yang tidur memelukku.."
"Bukannya kau sendiri yang semalam memelukku terlebih dulu hah!"
"Maaf Tuan aku belum terbiasa.. Maafkan aku, mari ku bantu untuk membersihkan badan..." Dengan segera Feli memapah Aldin ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya walaupun muka Aldin masih masam karna ulahnya tadi...
Selesai mandi, Feli membawa Aldin ke ruang makan untuk sarapan.. Ia mengambil sereal dan susu untuk sarapan..
"Tuan, maaf aku tidak bisa memasak.. apakah Tuan ingin sarapan yang lainnya? Aku bisa keluar untuk membelikannya..."
"Tidak usah! Ini saja"
__ADS_1
Hening.. Keduanya tak lagi berbicara, Feli takut membuat Aldin marah.. Aldin berdehem untuk memulai obrolan..
"Apa kegiatanmu hari ini Feli?"
"Seperti biasa, aku harus praktek di rumah sakit dan juga mengumpulkan tugasku Tuan.. Bagaimana denganmu?? Maaf aku harus meninggalkanmu Tuan.."
"Ternyata kau sangat bawel seperti Jasmine.." Aldin tergelak..
"Apa Tuan tidak suka pada wanita yang bawel sehingga Tuan harus selingkuh dari nona Jasmine yang menurutku sangat sempurna itu??? Tapi jika itu alasan Tuan, maka Tuan salah alamat karena aku adalah manusia terbawel yang belum Tuan tahu..."
Aldin yang sedang meminum susunya pun tersedak mendengar pendapat Feli mengenai Jasmine..
"Apa aku dan Jasmine terlihat serasi menurutmu??"
"Tentu saja!! Wajah kalian mirip mungkin itulah definisi jodoh itu mirip... Kalian sangat serasi dan jangan lupa putri kalian sangat lucu..."
"Kau memang jelmaan Jasmine.." Aldin merotasikan bola matanya...
"Jadi kau menikahiku karena aku mirip dengan nona Jasmine??? Oh Tuaan bertobatlah sebelum nona Jasmine mengetahui hubungan kita..."
"Lalu kenapa jika dia mengetahuinya??? Kau tak perlu menyembunyikan hal ini jika kau mau... "
"Apa Tuan bilang?? Bagaimana jika nona Jasmine mengetahuinya??? Aku tak bisa membayangkan jika ia menyiram wajah cantikku dengan air keras karena mengetahui hal ini"
"Ck! Dia tak serendah itu Feli, tapi ku akui dia jago beladiri dan menembak jika kau ingin mencobanya..."
"Apaaaaahhhhh????" Feli menjerit mendengar perkataan Aldin barusan..
"Feliii.. aku tidak tuli!*
__ADS_1
"Maaf.. maaf aku sangat terkejut.. Bagaimana bisa aku menghadapi nona Jasmine setelah ini..." Feli duduk bersandar di kursi seolah ia kehilangan kekuatan untuk berdiri...
Aldin sekuat tenaga menahan tawanya dengan ekspresi Feli yang tampak takut dan pasrah bersamaan.. Ia terlihat sangat menggemaskan di mata Aldin..