Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 69


__ADS_3

Setelah perdebatan mengenai adik untuk Aldin dan Jasmine, Bhina tiba-tiba menangis sehingga membuat semua orang panik..


"Mom.. katakan apa ada yang sakit??" Jasmine menggenggam tangan mommynya..


"Tidak ada, mommy tidak sakit... Mommy sangat bahagia bisa berkumpul dengan kalian semua.. Tapi mommy tidak boleh egois, mommy harus mengalah demi bisa berkumpul seperti ini.."


Tes.. Air mata Satya juga tumpah mendengar ucapan sang istri.. Sebelumnya memang mereka tak pernah berpisah, bahkan saat Jasmine harus ke Milan karena tugas kampus pun mereka sekeluarga kompak untuk menemaninya, mendukungnya dalam segala hal.. Untuk pertama kalinya mereka terpisah dari Jasmine dan tak bebas untuk mengunjunginya, bahkan mereka tak tahu tempat Jasmine tinggal..


"Ya.. rumah menjadi sepi tanpa teriakanmu adikku.." imbuh Aldin..


"Kalian adalah alasanku untuk melakukan ini semua.. Bersabarlah sebentar dan aku janji aku akan kembali.. Kita akan bersama-sama lagi.."


Mereka semua berpelukan kecuali Elvano yang juga merasa sedih akan hal ini..


"Apa tak ada pelukan untukku mom??" goda Elvano untuk mencairkan suasana namun tiba-tiba Jasmine mendelik..


"Aku sebenarnya ragu, Jangan-jangan kau tak mencintaiku tapi mommy.." ucap Jasmine lalu memunggungi suaminya.. Elvano mendekat dan memeluk istrinya dari belakang lalu menyandarkan dagunya di bahu sang istri..


"Hehe.. Sayang.. aku mencintaimu.. aku hanya bercanda agar kalian tidak terus menerus bersedih.."


"Lepaskan!! Jangan dekati aku maupun menyentuhku terlebih dulu..." sinis Jasmine..


"Sayang... bukankah mom Abhi juga mommy ku... Kenapa kau begitu cemburu akhir-akhir ini.. Padahal aku hanya berbicara pada bayi dalam kandunganmu dan juga ibumu"


"Sudahlah aku tak ingin mendengar apapun.." Jasmine mengibaskan tangannya


Jasmine menarik tangan Aldin dan mendorong tubuhnya hingga terduduk di sofa kemudian meletakkan kepalanya di pangkuan Aldin..


"Hehe.. maaf dude, malam ini dia milikku" ejek Aldin..


"Sayang.. sudah ya marahnya?? Kau bisa tidur di pangkuanku.. Jangan merepotkan Aldin.." bujuk Elvano..


Jasmine mendongak "Apa aku merepotkanmu kakak??"


"Tentu saja tidak.. aku merindukanmu, tak masalah bagiku jika harus seperti ini" ucap Aldin sembari menahan ketawa melihat Elvano yang tampak frustasi karena istrinya merajuk..

__ADS_1


"Sudahlah dude, Terima saja nasibmu.." ucap Aldin sembari menaikturunkan alisnya...


"Baiklah jika kau tak mau.. Maafkan aku.. Tidurlah" Elvano mengusap pipi chubby istrinya dan mengecup keningnya kemudian ia berpamitan untuk keluar mencari udara segar..


Setelah kepergian Elvano, Jasmine tak benar-benar bisa tidur.. Berkali-kali ia mencoba tidur namun tetap saja tak berhasil.. Ia sudah terbiasa tidur dengan dipeluk oleh Elvano, salahkan dirinya yang selalu mencari gara-gara karena tingkat kecemburuannya yang di luar batas sejak kehamilannya..


Jasmine duduk dan memeriksa mommy dan daddynya yang sudah tertidur, ia berjalan ke jendela lalu sedikit mengintip untuk memastikan apakah elvano berada di luar atau tidak..


"Apa kau merindukannya?? Kau bisa meneleponnya.." ucap Aldin namun Jasmine menggeleng saja.. Ia mendekat lalu memeluk Aldin "Al.. kakak.."


"Darren?? Ada apa heemm??"


"Tidak ada.." Jasmine semakin mengeratkan pelukannya..


"Dia sangat mencintaimu"


"Aku tahu itu tapi semua sudah berakhir.. Berjanjilah untuk tidak menceritakan semua tentang aku padanya.. Anggap saja aku tak pernah muncul.. Please?"


"Sampai kapan?"


"Sampai aku siap.."


Jasmine mengambil ponselnya dan menghubungi Elvano namun tak ada jawaban sama sekali.. Berulang kali ia harus memukul dada Aldin untuk meluapkan segala kekesalannya..


Bugh


"Aaawww.. sakit dek.. Makanya jangan sok jual mahal, kangen juga kan lu sama dia.. Belagu sih jadi bocah.." sindir Aldin..


"Aldiiiiiiiiiinn.. diam saja.. Jangan menyebalkan seperti elvano..."


"Hmmm kurasa elvano memang benar, kau berubah...kau aneh Jasmine"


Jasmine menjauhkan tubuhnya dari Aldin dengan bibir yang mengerucut.. Ia juga merasakan perubahan dalam dirinya namun ia juga tak suka jika ada orang lain membicarakan soal perubahan dirinya.. Tak lama setelah itu, pintu terbuka.. Elvano masuk dengan tatapan seperti ada seribu pertanyaan yang akan ia tanyakan namun ia enggan untuk menanyakannya.. Ia takut salah lagi dan membuat Jasmine semakin marah.. Ia lebih memilih duduk di sofa di dekat pintu namun tindakannya kali ini justru membuat Jasmine semakin melipat wajahnya...


"Elvano.."

__ADS_1


"Ya sayang.."


Tak ada jawaban lagi dari Jasmine..


"Istriku lapar??" tanya Elvano karena sejak hamil Jasmine selalu terbangun tengah malam dan meminta makan.. Ia tak bisa tidur sebelum perutnya diisi..


Jasmine hanya mengangguk, Elvano berusaha menahan tawanya melihat ekspresi Jasmine.. Benar dia menjadi mudah marah tapi hanya sebentar saja, ia tak tahan jika harus berjauhan dari Elvano..


"Aku membeli beberapa makanan dan buah-buahan.. Ini sudah larut malam tak banyak pilihan.. Katakan kau mau makan yang mana?"


"Bakso.. itu bakso.. aku mau bakso.." ucap Jasmine sumringah..


Elvano segera mengambilkan bakso untuk Jasmine, namun hanya dua kali suapan saja Jasmine menyerahkan kembali ke Elvano..


"Kenapa? Apa ini tidak enak??" tanya Elvano penasaran..


"Aku ngantuk.." rengek Jasmine..


"Tidurlah jika begitu... Aldin masih pada posisinya.."


"Aku merindukanmu.. peluuukkkk..."


"Ciihhh!!! Tadi sok jual mahal, sekarang keganjenan minta peluk-peluk.. Untung ponakan gue ada di dalem sono, kalau kagak udah gue ajak berantem lu.." Aldin sewot dengan sikap Jasmine yang sok manis manja..


"Kayak denger suara-suara gaib deh..." celoteh Jasmine yang kemudian menarik suaminya ke sofa untuk tidur.. Jasmine tidur di pangkuan suaminya dan dengan lembut Elvano membelai rambut panjang Jasmine hingga terlelap..


Di sisi lain,


Darren sedang dalam perjalanan dari Milan saat mendengar mommy nya jatuh sakit hingga di rawat di rumah sakit.. Ia membatalkan semua agendanya untuk bisa bertemu dengan mommy nya.. Harus dia akui jika mommy nya penawar rasa rindu nya pada Jasmine, mereka memiliki wajah yang sama hanya berbeda warna rambut saja.. Darren berharap tak terjadi sesuatu yang serius pada mommynya... Ia ditemani oleh Mike yang juga merupakan asistennya..


Pagi menjelang bersamaan dengan pesawat yang ditumpangi Darren juga sudah mendarat di Indonesia, Darren dan Mike segera menuju ke rumah sakit untuk bertemu dengan Bhina..


Ceklek


"Ja.... Jasmine......"

__ADS_1


"Hai.. aku merindukanmu..."


Jasmine berjalan mendekat dan memeluknya, keduanya sama-sama menangis setelah perpisahan mereka...


__ADS_2