
Feli menatap heran pada tiga orang yang baru saja berteriak karena terkejut.. Mengapa mereka kaget, bukankan yang ia katakan itu benar.. Jasmine tergelak menatap ekspresi kebingungan dari Feli..
"Feli sepertinya kau salah paham... Perkenalkan Aku Jasmine Wilson istri dari pria menyebalkan itu" Jasmine menunjukkan Darren dengan dagunya....
"Apaaaa???" Feli gantian berteriak karena tak percaya bahwa selama ini ia mengira bahwa Jasmine adalah istri dari Aldin sehingga ia selalu menyalahkan dirinya sendiri karena menjadi orang ketiga diantaranya yang membuatnya sangat menyesal..
"Oh maafkan aku, aku pikir kau dan Tuan Aldin adalah suami dan istri.." jawab Feli polos...
"Dia adalah kembaranku..." Jawab Aldin seadanya yang membuat Feli bergantian menatap Aldin dan Jasmine..
"Ohh pantas saja kalian sangat mirip.. ku kira kalian adalah definisi dari jodoh memang mirip" Feli menggaruk tengkuknya yang tidak gatal...
"Dia istriku nona dan hanyalah milikku.." ujar Darren sembari merapatkan tubuhnya pada istrinya..Jasmine merotasikan kedua matanya membuat semua orang tertawa..
Jujur untuk saat ini Feli sangat rindu kehangatan keluarga Aldin yang tak pernah ia dapatkan.. Bagaimana tidak, Ayahnya sendiri tega menjual dirinya pada pria-pria hidung belang.. Beruntung saat itu Aldin menyelamatkannya dengan tebusan yang sangat mahal.. Walaupun sekarang ia menjadi istri Aldin namun menurutnya Aldin menikahinya bukan karna cinta melainkan kasihan dan tentu saja ia harus membalas semua kebaikan Aldin.. Namun egoiskah dia jika ia menginginkan keluarga sehangat keluarga Aldin.. Tak terasa air mata terjatuh dari mata indahnya.. Hal ini menarik perhatian Jasmine..
"Hei, ada apa denganmu??" tanya Jasmine dengan hati-hati..
"Aku iri dengan kehangatan keluarga kalian..." jawab Feli sembari menghapus air mata yang semakin deras mengalir itu... Tanpa aba-aba Jasmine memeluk gadis itu hingga membuat Feli semakin menangis tersedu-sedu.. Selama ini ia membutuhkan bahu untuk sekedar bersandar dan Jasmine justru merentangkan tangannya untuk memeluknya, membiarkannya menangis untuk menumpahkan segala kesedihannya...
"Kau bisa menganggapku saudaramu mulai saat ini.." Jasmine mengusap lembut punggung Feli...
"Aku sangat bahagia bisa menjadi saudaramu Jasmine..."
"Jadi kau dokter yang merawat Aldin??" Akhirnya rasa penasaran Darren tak terbendung lagi..
"Perkenalkan dia istriku..."
Jasmine dan Darren kompak menoleh pada Aldin dengan tatapan tidak percaya seolah menuntut penjelasan dari perkataannya barusan.. Aldin memutar bola matanya jengah..
"Apa kalian tak mendengarnya?? Felicia adalah istriku..." Aldin mengulangi perkataannya hingga membuat sepasang suami istri itu berteriak "Apaaaa????" Hingga membuat Aldin menutup kuping dengan kedua tangannya karena volume suara sepasang suami istri yang sangat nyaring...
"Maaf.. aku tak akan memberitahu hal ini pada siapapun... aku sadar jika aku tak layak berada di keluarga terpandang seperti kalian" ucap Feli dengan kepala tertunduk..
"Hey, bukan itu maksud kami... Kami tak pernah ada masalah denganmu Feli... Tapi kami bermasalah dengan Aldin... Jangan sampai ia mempermainkan yang namanya pernikahan karena pernikahan itu sakral dan ia seperti tak menganggapku karna tak mengundangku dalam pernikahan kalian.. Apakah kau setuju jika tindakan Aldin itu salah??" Jasmine mencoba menerangkan dengan hati-hati agar tidak terjadi kesalahpahaman..
"Ya.. untuk itu maafkanlah kami..." ucap Feli dengan tulus...
__ADS_1
"Astagaa, kau gadis yang sangat baik Feli, kau tak perlu meminta maaf atas kesalahan yang bukan kau perbuat.. Ini salah suamimu.. Namun apapun alasannya jangan menjadikan pernikahan sebuah permainan okay?? Akhirnya aku punya saudara perempuan juga...." Jasmine kembali memeluk Feli...
"Terima kasih Jasmine karna kau sudah menerimaku bahkan menjadikanku saudara.. Aku tak pernah sebahagia ini..."
Jasmine hanya mengangguk dan tersenyum lembut.. Darren dan Aldin sama-sama tersenyum melihat kedua wanita yang baru saja menjadi saudara itu..
"Selamat datang di keluarga pradipta jika begitu...Keluarga terbaik dan ternyaman yang pernah ada...." ucap Darren pada Feli...
"Terima kasih kakak"
Jasmine menjauhkan dirinya dan berpamitan kepada Feli untuk pulang namun mengacuhkan kembarannya...
"Jasmine" panggil Aldin dengan muka memelas..
"Hmmm..." jawab Jasmine tanpa melihat wajah kembarannya...
"Kau marah huh?? Bukankah tadi kau sedang marah pada suamimu itu.."
"Kurasa dia lebih baik darimu... Dia melakukan itu karna dia cemburu, itu artinya dia sangat mencintaiku... Sedangkan kau, sepertinya sudah tak menganggapku lagi... Kau menyebalkan Al!!! Aku pergi..." Jasmine menarik tangan suaminya dan segera pergi dari sana..
"Jasmine maaf.. "
Sepeninggal Jasmine dan Darren, Feli bingung harus memulai obrolan dari mana.. Ia melihat Aldin sangat kesal karna Jasmine marah padanya dan Feli tak berani menyuarakan suaranya jika sudah begini...
"Tuan, aku akan berangkat ke rumah sakit... Bagaimana denganmu?"
"Aku di rumah saja, pergilah dan pulanglah dengan segera..."
Blush.... Feli merona saat mendengar kepulangannya dinantikan oleh Aldin.. Ia mengangguk dan tersenyum sebagai jawaban karena percayalah kakinya lemas saat ini.. "Apa aku jatuh cinta pada Tuan baik hati ini???" batin Feli...
.
.
.
Di rumah sakit, Feli langsung menuju salah satu ruang rawat pasiennya yang sangat dekat dengannya.. Ia membawa sebuket bunga mawar putih yang sangat cantik dan meletakkannya di vas bunga..
__ADS_1
"Selamat siang kakak.. apa kau sudah meminum obatmu?? Maaf aku baru datang karena ada sedikit urusan..." Feli mengucapkan ini semua dengan senyum yang merekah di wajahnya...
"Kau tampak bahagia.. Ceritakan padaku hal apa yang membuatmu bahagia hemm???"
"Hufh, sebenarnya ada penderitaan dibalik kebahagiaan.. Selalu saja begini hidupku bukan?? Tapi tak ada satu hal yang ingin ku tutupi darimu.. Karna kau sudah seperti kakakku sendiri... Persiapkan diri kakak untuk mendengarkan ceritaku... Jangan terkejut ku mohon"
"Baiklah.. baiklah.. jangan membuatku penasaran!!" gumam wanita itu..
"Kemarin aku tak sempat mengunjungimu karna kemarin adalah hari pernikahanku.."
"Apaaaa???"
"Kakak jangan menyela, dengarkan aku dulu..."
"Baiklah.. Lanjut.."
"Kemarin malam, ayahku menyeretku ke club mewah tempat pria-pria hidung belang kaya raya berkumpul dan ia berniat menjualku.... Beruntung aku bertemu dengan Tuan Baik Hati yang menyelamatkanku saat itu, jika tidak, mungkin tubuh indahku ini sudah di santap oleh para sugar daddy.. Tuan baik hati membayar mahal semuanya dan bahkan ia dipukuli oleh pria yang tadinya hendak melecehkan ku"
"Memangnya dia tak bisa berkelahi??"
"Dia sedikit ada masalah pada kakinya sehingga ia hanya bisa duduk di kursi roda.."
"Jadi kau menikah dengan pria cacat???"
"Aduh kakak bukan begitu konsepnya... Dia tidak cacat, dengan rutin terapi ia akan sembuh... Jangan meragukan profesi dokter ku untuk hal ini.. Singkat cerita, pagi hari setelah malam terburuk untukku itu aku bertemu dengannya yang ada jadwal terapi dengan dokter Alex.. Aku sangat terkejut saat melihatnya, jujur aku bingung harus bagaimana mengganti semua uangnya... Dia pasti menikahiku karna alasan kasihan, tapi apapun itu alasannya aku harus bisa jadi orang yang tahu caranya berterima kasih bukan?? Aku akan merawatnya hingga sembuh dan aku rela menukar kebahagiaanku untuknya jika memang ia menginginkannya..."
"Terbuat dari apa hatimu itu?? Kau sangat baik hati.."
"Dan Tuhan sudah mempertemukanku dengan Tuan baik hati..."
"Kenalkan aku padanya..."
"Tentu saja, aku pasti akan mengenalkannya pada kakak saat kakak sudah menceritakan bagaimana kisah cinta kakak padaku.."
"Tak ada yang bisa diceritakan Feli.."
"Hmm.. tapi setiap hari kau selalu mengingatnya dengan menikmati secangkir kesukaannya.." gerutu Feli..
__ADS_1
Wanita itu tergelak mendengar kalimat Feli yang memang pintar menterjemahkan segala sesuatu dengan otak pintarnya itu... Wanita itu tak memiliki siapa-siapa setahun ini, ia hanya akan bahagia jika Feli datang dan berbagi cerita dengannya.. Feli adalah dokter yang merawatnya namun kedekatan mereka sudah seperti kakak beradik.. Setiap hari Feli selalu datang memastikan bagaimana kondisinya sembari menceritakan semua hal pada wanita itu membuat wanita itu tak lagi kesepian karna harus berbaring di rumah sakit... Keceriaan Feli seolah menular dalam hidupnya...