
Pagi yang sangat indah bagi dua sejoli yang telah menghabiskan malam panjang yang begitu nikmat...Aldin terbangun lebih dulu dan melihat Feli berada di dalam dekapannya membuat paginya lebih indah... Ia tak tahu mengapa ia menjadikan wanita itu sebagai istrinya awalnya namun ternyata hatinya yang menginginkannya... Sempat ia tak percaya yang namanya cinta setelah kepergian Emily tapi adanya Feli mengubah semua paradigmanya...
Aldin benar-benar memandangi wajah Feli yang masih tertidur pulas dan bergumam "Dia memang benar-benar cantik..." Tak cukup hingga di situ, Aldin menggesekkan hidungnya dan hidung Feli hingga membuat Feli menggeliat.. Feli perlahan membuka matanya yang sangat berat, tubuhnya remuk akibat ulah Aldin semalam... Ketika matanya terbuka sempurna ia melihat Aldin tengah memandanginya dengan senyum di wajahnya...
"Tuan..." Feli salah tingkah dengan penampilannya saat bangun tidur, ia belum menggosok giginya lalu bagaimana dengan kotoran di pelupuk matanya.. Apakah ada aliran sungai Mahakam di pipinya... Feli mencemaskan wujudnya saat ini..
"Panggil aku Aldin saja..." ucap Aldin dengan suara seraknya khas orang bangun tidur...
Feli menundukkan wajahnya, ia sangat malu saat ini namun Aldin meraih dagu Feli dengan telunjuknya membuat Feli menatapnya "Kenapa???" bisik Aldin dengan sangat lembut...
"Aku maluuu...." Feli sudah ingin menangis rasanya sedangkan Aldin tergelak..
"Kau malu setelah apa yang kita lakukan semalam.. Aku bahkan sudah melihat semuanya..."
"Aldiiinnn..." Feli merengek manja..
Aldin tertawa dan menggendong Feli dengan tubuh polosnya ke kamar mandi... "Kita mau kemana??" Feli panik..
"Mandiii!!"
"A-aku bisa mandi sendiri!"
"Tidak untuk kali ini.." Seringai iblis terbit di wajah Aldin, ia harus mewujudkan fantasinya untuk bercinta di kamar mandi..
Selesai dengan terwujudnya fantasinya, Aldin dan Feli bersiap untuk mengunjungi Jasmine hari ini.. Aldin ingin memberikan Jasmine kejutan karena kesembuhannya serta meminta maaf karena membuatnya marah kemarin... Sejak itu Jasmine tak pernah menghubunginya walau hanya untuk menanyakan kabarnya.. Biasanya adiknya yang cerewet itu selalu bertanya setiap menit...
"Aldin.. apa Jasmine marah pada kita??" Feli ikut khawatir dengan hal itu..
"Dia menyayangiku Feli, dia tak akan bisa marah padaku..."
Feli mengangguk dan pergi bersama Aldin ke Mansion milik Darren.. Setibanya di sana, Angel bersorak kegirangan karena melihat Aldin datang...
"Daddy... kau datang??? Kau bisa berjalan dad?????"
"Angel... kesayangan daddy.... Daddy sangat merindukanmu... Lihatlah daddy sudah bisa berjalan, daddy bisa menggendongmu sekarang babygirl..." Aldin mengangkat Angel ke dalam pelukannya, harus diakui bahwa Aldin sangat merindukan Angel.. Biasanya gadis cilik itu yang menghiburnya saat dirinya merasa sendiri...
__ADS_1
"Daddy kau datang bersama siapa??" Angel melihat Feli yang berdiri dan tersenyum ramah padanya..
"Hai aku Feli..." Sapa Feli dengan ramah..
"Dia adalah istri dari daddy Aldin sayang... Dia juga mommy mu..,Sapalah mommy Feli..." Jasmine menuruni anak tangga dari lantai 2 rumahnya sedangkan Angel turun dari gendongan Aldin dan beralih ke Feli...
"Mommy Feli....." Sapa Angel dengan sangat menggemaskan membuat Feli tak tahan untuk menggendongnya..
"Hai Angel... Kau sangat cantik sekali...." puji Feli
"Terima kasih mom, aku memang cantik sejak lahir..." Semua orang tertawa mendengar penuturan gadis kecil itu...
"Kau sudah bisa berjalan Al???" Mata Jasmine berkaca-kaca menyaksikan Aldin bisa berdiri dengan sempurna.. Aldin mengangguk dan membawa adiknya ke dalam pelukannya..
"Aku merindukanmu.. kenapa kau tak menghubungiku???"
"Aku sibuk, berhubung kau sudah sembuh URUSLAH perusahaan.. Aku lelah berdebat dengan Darren karena sifat cemburuannya itu..." Jasmine mengadu keluh kesahnya punya suami protektif dan pencemburu...
"Sesuai perintah nyonya..." Aldin mengerling jenaka...
"Dek, kamu kok pucat sih???" Sebenarnya Aldin sudah memperhatikan hal ini sejak tadi tapi ia menahannya..
"Oh.. aku kelelahan mengurus perusahaaan dan sekarang aku senang karna kau sudah sembuh..." Jasmine tersenyum getir lalu mengusap wajahnya... Aldin mengangguk namun merasakan ada sesuatu hal yang tak beres dari adiknya...
"Feli, apa kau akan ke rumah sakit???" tanya Jasmine pada Feli yang tengah bermain dengan Angel..
"Ya setelah ini aku harus ke rumah sakit..."
"Aku ikut denganmu ya.... Aku ingin melakukan pemeriksaan..."
"Baiklah Jasmine... "
Mereka mengakhiri obrolan dan menuju rumah sakit, Aldin hanya mengantarkan keduanya hingga lobby.. Rencananya ia akan ke perusahaan untuk mengurus pekerjaan...
"Nanti aku akan menjemputmu.." ucap Aldin pada Feli..
__ADS_1
"Baiklah aku akan menunggumu..." jawab Feli malu-malu..
"Cih!! Kayak anak SMA aja sih...asli pengen muntah gue liet elu sok manis gitu Al... Jangan percaya sama sikap manisnya Fel.. Tayiiiii...." Jasmine mencibik kesal lalu turun lebih dulu dari mobil...
Jasmine dan Feli berjalan berdampingan menuju ruangan dokter Magdalena.. Jasmine sudah membuat janji untuk melakukan pemeriksaan namun langkahnya di hentikan oleh seorang wanita tua...
"Lagi-lagi kita bertemu nyonya Wilson.." sapa wanita tua itu..
"Salam aunty.. Senang bertemu denganmu kembali..." Jasmine masih dalam mode ramahnya..
"Jadi kau sudah memikirkan kata-kataku dengan baik???" ucap wanita itu dengan keangkuhannya...
Jasmine tampak lemas saat wanita itu menanyakan hal itu membuat Feli mengerutkan dahinya karena permasalahan Jasmine sepertinya sangat rumit...
"Bukankah kita sudah membahasnya aunty..." Jasmine masih bisa menguasai dirinya sendiri...
"Kau perempuan yang tidak berguna karena tak bisa melahirkan keturunan bagi keluarga Wilson.."
DEG
Feli terkejut mendengar penghinaan wanita itu, bahkan kini ia mengerti apa yang Jasmine rasakan.. "Maaf nyonya, saya bukan bermaksud untuk mencampuri tapi tolong perhatikan kata-kata anda! Bukankah anda adalah seorang wanita..." sarkas Feli
"Lancang sekali kau!!!" wanita itu hendak melayangkan tamparan ke pipi mulus Feli namun Jasmine pasang badan hingga dirinyalah yang terkena tamparan itu...
"Maafkan kami aunty..." Jasmine menundukkan kepalanya hormat dan wanita tua itu pergi meninggalkan Feli dan Jasmine...
"Jasmine.. apa kau baik-baik saja??" Feli sangat mengkhawatirkan Jasmine yang masih saja tertunduk, ia menangkup wajah Jasmine dan menghapus air matanya... Rasa sesak di dadanya sudah tak terbendung lagi hingga ia menangis sesenggukan... Jasmine meluruh ke lantai lalu tak sadarkan diri, Feli berteriak minta tolong...
Dokter magdalena melakukan pemeriksaan terhadap Jasmine dan menyimpulkan jika hemoglobin Jasmine sangat rendah... Feli memahami semua penjelasan dokter magda, sepeninggal dokter magda Feli duduk di sebelah ranjang Jasmine dan menunggunya hingga tersadar... Sebenarnya Jasmine sudah sadar namun ia enggan membuka matanya... Air matanya sudah siap meluncur jika saja ia membuka matanya...
Feli menggenggam tangan Jasmine dan berkata "Kita memang belum lama saling mengenal tapi Aldin sudah bercerita banyak tentangmu... Dari semua cerita yang ku dengar kau adalah wanita yang kuat..."
Benar saja, perkataan Feli barusan meruntuhkan pertahanannya.. Jasmine tak tahan lagi untuk tidak menangis "Katakan apa salahku Feli?? Apa kalau aku tak bisa melahirkan keturunan untuk Darren aku ini tidak berharga?? Aku ingin memiliki anak dari Darren, kami sudah berusaha tapi Tuhan belum memberikannya... Lalu aku harus bagaimana?? Apakah aku harus merelakan Darren untuk menikah dengan wanita lain Feli???? Hatiku sangat sakit...."
Feli membelai rambut Jasmine berharap ia bisa sedikit tenang "Kau tidak salah Jasmine, di luar sana banyak pasangan yang bahagia walaupun mereka tak memiliki anak... Jangan terlalu memikirkan kata-kata orang karena bahagia itu kita yang menciptakannya...Berdamailah dengan dirimu sendiri Jasmine..."
__ADS_1
Jasmine mengangguk dan memeluk Feli karena yang ia butuhkan hanyalah sebuah pelukan hangat...