
"Lepaskan tanganmu brengsek!!" Emily mendorong tubuh Aldin agar menjauh darinya..
"Ck, aku hanya takut kau akan sangat merindukanku setelah ini..marilah kita menjadi seperti pasangan kekasih hari ini" Aldin mengerling jenaka..
Emily mengerutkan dahinya "Maksudnya? Kau mau pergi?"
"Ya aku akan kembali ke negaraku, kau bisa ikut jika kau mau menjadi nyonya Aldin" Aldin tetap saja Aldin, ia bahkan menggoda wanita itu dengan tahu diri..
"Cih!! Harusnya kau pergi lebih cepat.. Kau menghabiskan waktuku saja dengan melayani bocah ingusan sepertimu.. Pulang dan selesaikan sekolahmu dengan baik"
Aldin tertawa terbahak-bahak dengan pernyataan Emily barusan.. Apa katanya? Bocah ingusan dan selesaikan sekolah? Ia bahkan sudah menyelesaikan pendidikannya dengan nilai yang nyaris sempurna, bahkan saat Emily mengatakan dia adalah seorang bocah ingusan, Aldin sudah memimpin semua perusahaan milik Daddynya.. Namun Aldin tak ingin memberi tahu kenyataannya, karena ia sangat menikmati perannya yang sedang jatuh cinta layaknya cinta seusianya..
"Ternyata kau memang gila" Emily menatap heran pada Aldin yang tertawa atas ucapan terakhirnya, memang dimana letak kelucuannya hingga ia tertawa seperti itu.. Emily rasa Aldin memang benar-benar gila dan sialnya dia jatuh cinta pada pria yang ia sebut gila itu..
Aldin segera mengajak Emily menuju sebuah tempat, Emily sangat familiar dengan tempat itu.. Dimana lagi jika bukan di gedung kantor milik Darren..
"Untuk apa kita kemari??" tanya Emily penasaran..
"Turunlah, aku merindukan adikku dan aku akan berbaik hati mengajaknya dan juga Darren bersama kita agar kau tak bisa menolak setiap ajakanku kali ini"
"Cih!! Kau seperti sedang mencari Sekutu"
"Itulah yang sedang ku lakukan untuk meruntuhkan pertahananmu"
Emily dan Aldin turun dari mobil dan langsung menuju ruangan Darren, ketika masuk ruangan Darren spontan Aldin mengumpat karena melihat adiknya yang duduk di pangkuan Darren.. Hal yang wajar karena mereka suami istri namun menjadi tak wajar jika Emily melihatnya.. Ck, Emily? Oh itu hanya alasan saja karena sebenarnya Aldin juga menginginkan hal yang sama dengan apa yang dilihatnya..
"Apa kau tak sanggup menyewa kamar hotel untuk bermesraan hingga kalian melakukannya di kantor haa??" Ejek Aldin
"Suamiku bahkan pemilik hotelnya jika kau lupa" Jasmine memutar bola matanya " Oh ada Emily juga rupanya, Hai em aku senang kau datang berkunjung" Jasmine berdiri dan menyambut Emily dengan sebuah pelukan
"Aku yang merindukanmu tapi kau malah memeluknya" protes Aldin namun dengan segera Jasmine menghambur ke dalam pelukan Aldin..
"Aku juga merindukanmu Al.." Jasmine mengeratkan pelukannya..
__ADS_1
"Ku pikir setelah kau menikah, aku akan bahagia dan terbebas darimu.. Tapi nyatanya kau menyakitiku, tak ada lagi pelukan untukku.." Aldin memeluk Jasmine dengan penuh kasih sayang dan hal itu membuat Emily merasa tambah jatuh cinta pada Aldin yang sangat menyayangi adiknya..
*Kau berlebihan dude.." Darren tertawa renyah..
"Lihatlah suami keparatmu itu, bisa-bisanya dia bilang aku berlebihan setelah mengambilmu dariku"
"Jangan mengumpatnya Al, dia suamiku dan aku bisa marah padamu... Maafkan aku, aku akan memelukmu setiap hari seperti dulu"
"Aku mendapatkan adikku lagi" Aldin mengurai pelukannya dan mencium puncak kepala Jasmine..
"Sayang kemarilah, jangan terlalu lama memeluknya.. Kasihan Emily terabaikan" sindir Darren
Uhuk
Emily yang tak bisa mengalihkan pandangannya dari saudara kembar itu langsung terbatuk mendengar kalimat Darren.. Bodohnya dia yang mengabaikan keberadaan Darren yang melihat tatapannya pada Aldin..
"a-aku aku hanya kagum pada hubungan persaudaraan mereka" Emily mencoba memberikan sebuah alasan..
"Maafkan aku em, ku kembalikan Aldin padamu" Jasmine mengusap lengan Emily dan kembali duduk di pangkuan suaminya dengan tidak tahu diri..
"I-iya kami tak ada hubungan apa-apa.."
Jasmine dan Aldin saling berpandangan dan secara bersamaan mereka menganggukkan kepalanya mendengar jawaban Emily..
"Oh kakakku yang malang... Baru kali ini aku mendengar kau ditolak oleh seorang wanita.. Biasanya kau yang menolak mereka, apa harga dirimu kini hancur? Dan untukmu Emily, aku senang kau menolaknya.. Ia pasti semakin mengejarmu setelah ini., ku rasa Aldin benar-benar jatuh cinta padamu.. Saran ku lebih baik kau terus menolaknya" Darren tak bisa mengendalikan dirinya saat mendengar nasihat istrinya, ia bahkan tertawa lepas..
"Berhenti mengejekku, aku ke sini ingin mengajak kalian double date.. Apa kalian ada waktu??"
"Tentu sajaaaa" Jasmine kegirangan mendapat tawaran kencan bersama itu, mengingat Darren tak pernah mengajaknya berkencan tapi bercinta..
"Sayang, tapi aku ada pe.."
"Kalau begitu kita pergi bertiga saja Al, dia sibuk.. Aku akan mengajak ellena bergabung.. Apa kalian keberatan??"
__ADS_1
"Tidak" Jawab Aldin dan Emily kompak dan Jasmine tersenyum lebar lalu menggandeng keduanya di kanan dan kirinya..
"Sayang" panggil Darren
"Aku tak akan mengganggu pekerjaanmu suamiku dan tolong jangan mengganggu acaraku juga.. Aku peringatkan bahwa aku tak akan menyalakan ponselku jadi berhenti menghubungiku"
Kini giliran Aldin dan Emily yang menertawakan nasib buruk Darren yang menderita karena istrinya yang cantik itu sedang marah padanya.. Darren hanya bisa menatap kepergian ketiganya dan segera mengubungi Mike agar segera ke ruangannya.. Tak butuh waktu lama untuk mike sampai di ruangannya..
"Ada hal penting apa dude?"
"Siapkan semua materi meeting untuk minggu depan dan selesaikan sekarang dengan cepat.. Tak ada bantahan, mari bekerja Mike"
"Sebentar lagi waktunya pulang dude, apa kau tak ingin mengajak istri cantikmu berakhir pekan?"
"Dia sudah pergi berkencan bersama Aldin dan juga pujaanmu.. Semakin cepat kita menyelesaikan pekerjaan maka kau juga akan semakin cepat bertemu dengan pujaanmu"
"Shiiitt.. Kenapa mereka tak mengajakku sehingga aku harus menyelesaikan tugas ini di saat aku ingin berkencan dengannya"
Darren dan Mike berdiskusi tentang materi meeting mereka, mereka bersama-sama menggali dan menganalisa berkas laporan yang di hadapan mereka hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam.. Akhirnya semua terselesaikan dan Darren sudah sangat merindukan istrinya itu..
"Hubungi ellena dan tanyakan posisinya" pinta Darren yang segera dilakukan dengan senang hati oleh Mike.. Setelah mendapatkan lokasinya, Darren dan Mike pergi menyusul mereka.. Gila sungguh gila, Darren sungguh merindu, ia tak sabar ingin bertemu dengan wanitanya dan menciumnya...
Di sisi lain,
Twins, ellena dan juga Emily sedang bersenang-senang di sebuah taman hiburan, mereka sudah menaiki seluruh wahana yang ada di sana.. Hati Jasmine sangat sedih karena ia juga merindukan suaminya yang tidak romantis sama sekali.. Aldin dan Emily pergi membelikan minuman untuk mereka semua, kini hanya tinggal Jasmine dan Ellena yang berbincang-bincang sambil melihat indahnya bintang-bintang malam..
"Cantik sekali" gumam Jasmine
"Sepertimu" suara yang begitu ia kenal terdengar sangat dekat.. Jasmine berdiri dan menemukan suaminya juga berada di sana bersama Mike..
"Kau ada di sini??"
"Aku merindukanmu sayang, mari kita berkencan"
__ADS_1
"Aku sudah mencoba semua wahana di sini.." Jasmine bersungut-sungut..
"Bagaimana jika kita menginap di resortku yang ada di pinggir pantai?" Darren selalu saja bisa menutup semua dengan kekayaannya, semua orang bersorak gembira.. Kapan lagi punya kesempatan menginap gratis di resort mewah milik Darren...