Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 65


__ADS_3

Elvano menatap seorang wanita yang sangat cantik dengan balutan gaun berwarna putih.. Tak ada perayaan megah hanya dihadiri oleh keluarga Elvano saja.. Pernikahan yang tidak terduga, mendadak tanpa perencanaan itu disambut dengan kebahagiaan oleh keluarga Rodrigo.. Sejak pertama kali bertemu Jasmine, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk jatuh hati..


Setelah mengucapkan ikrar janji suci, Elvano dan Jasmine kini sudah sah menjadi pasangan suami dan istri. Para tetua pun mempersilahkan Elvano untuk mencium Jasmine.. Elvano tampak ragu untuk melakukannya, ia tak ingin Jasmine marah.. Sejenak ia terdiam sembari menatap wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu..


"Apa kau tak ingin menciumku?"


"Apa boleh?"


Jasmine tersenyum dan mengangguk, percayalah saat ini Elvano sangat gugup terlebih ini kali pertama ia berciuman dengan Jasmine... Elvano menarik pinggang istrinya dan melingkarkan tangannya di sana.. Ia mencium Jasmine dengan sangat mesra hingga semua yang menyaksikan bertepuk tangan..


"Aku mencintaimu" Ucap Elvano setelah melepaskan pagutannya..


"Terima kasih sayang 💕"


Mendengar Jasmine memanggilnya dengan sebutan sayang membuat jantung Elvano berdebar menggila.. "Panggil aku dengan sebutan itu setiap hari.. aku menyukainya" bisik Elvano yang membuat Jasmine menjadi tersipu malu..


"Selamat datang di keluarga Rodrigo sayang" ucap Tuan Rodrigo sembari menarik Jasmine ke dalam pelukannya..


"Jangan lama-lama memeluk istriku dad"


"Kau selalu memeluk istriku son dan sekarang aku sudah memiliki anak perempuan yang bisa ku peluk juga.. Bukankah begitu Jasmine Rodrigo?"


"Tentu saja dad"


"Aku senang memiliki kakak ipar sepertimu" Edward bergantian memeluk Jasmine..

__ADS_1


"Ck, jangan memeluknya lebih dari 5 detik!" Elvano menarik tubuh istrinya dan merangkulnya posesif..


"Sebaiknya kalian segera pergi berbulan madu" imbuh nyonya Rodrigo..


"Kami belum ada rencana mom, ini semua serba mendadak" ucap Jasmine..


"Ku akui kakakku kali ini gerak cepat, sepertinya dia khawatir jika aku yang lebih dulu menikahimu"


"Bisa jadi.." Jasmine mengerling jenaka dan disambut tawa oleh semuanya..


"Honey.." Erang Elvano yang menjadi objek pembahasan


"Bercanda sayang" Jasmine bergelayut manja di dada suaminya..


Elvano dan Jasmine kembali ke apartemen milik Elvano, mereka memutuskan untuk tinggal di sana dan sesekali akan menginap di rumah orang tua Elvano.. Hal ini dilakukan Elvano agar bisa berdua dan lebih banyak waktu dengan Jasmine.. Di sepanjang perjalanan, sebuah pemikiran mengganggu pikiran Elvano hingga dirinya terdiam tanpa kata.. Jasmine menggenggam tangan suaminya dan berkata "Apa kau baik-baik saja??"


"Darren??? Hehehe.. Biarkan dia hidup dengan keputusan yang telah ia ambil dan begitupun juga aku... Kau suamiku dan kita akan selalu bersama, tak ada alasan bagiku untuk meninggalkanmu jika kau mencintaiku.."


"Apa kau juga mencintaiku?"


Jasmine terdiam dan menarik nafas panjang "Suamiku, hari ini aku sudah menyerahkan seluruh hidupku dalam pernikahan ini.. Aku menyayangimu dan aku ingin bisa jatuh cinta padamu setiap hari setelah ini.. Maafkan aku Elvano jika jawabanku mengecewakan.. Lupakan semua tentang Darren dan mari hidup bahagia"


"Aku tak memintamu untuk melupakannya, aku hanya ingin dicintai olehmu Jasmine walaupun sangat kecil... Maafkan aku yang egois ini.."


Jasmine menangkup wajah suaminya dan memberikan kecupan di seluruh wajahnya dan berakhir di bibir yang sudah sah untuk ia jamah.. "semoga apa yang ku lakukan lebih dari kata i love you yang kau inginkan itu Tuan Muda Elvano"

__ADS_1


Elvano menyambut kecupan Jasmine yang berakhir dengan ciuman panas keduanya, percayalah jika ini sebuah film maka adegan dalam film fifty shade sudah terjadi...


.


.


.


Di sisi lain, keluarga pradipta masih sibuk dalam pencarian keberadaan Jasmine.. Darren yang juga membayar detektif untuk mencari keberadaan Jasmine pun sama sekali tak membuahkan hasil.. Ia meremas sebuah gelas di tangannya hingga pecah dan menancap di tangannya... Ia mati rasa hingga tak bisa merasakan perih di tangannya karena luka hatinya lebih perih.. Ingin sekali ia memutar waktu di hari kelulusan Jasmine, jika saja saat itu ia mau sedikit saja mendengarkan Jasmine setidaknya Jasmine tidak kehilangan anak mereka yang tidak bersalah..


"Kenapa kau menyiksa dirimu dewi wanita itu huh??" ejek Sonia


Darren mendorong tubuh sonia dan mencengkram dengan kuat rahangnya "Demi wanita itu kau bilang hah??? Dia wanita yang ku cintai asal kau tahu dan karena mu aku kehilangan semuanya!! Dia harus menderita dan yang lebih utama kau menghabisi anakku!! Terbuat dari apa hatimu Sonia??????"


"Hahahaha... aku berhasil membuatnya terpuruk dan tentu saja aku tak membutuhkanmu lagi.. Kita tak perlu lagi berpura-pura menjadi pasangan suami istri.. Aku tak mau menghabiskan waktuku dengan orang yang sibuk menangisi wanita lain.. Selamat tinggal Darren, aku sudah tak membutuhkanmu lagi" Sonia pergi meninggalkan Darren dengan rasa puas...


Praaaaaangggg.. Darren membanting segala sesuatu di dekatnya, lihatlah ia sangat terpuruk karena telah membuat wanita yang dicintainya menderita.. Ia hanya dijadikan alat untuk balas dendam..


"Kau di mana Jasmine?? Kembali sayang..." Darren memeluk foto masa kecilnya bersama Jasmine, ia menangis.. Ini kehilangan terburuk baginya... Setiap saat ia dilanda rasa rindu dan bersalah bersamaan... Ini sungguh menyiksa..


Sejak saat itu Darren menjadi pribadi yang pendiam dan dingin, ia seperti kehilangan arah hidupnya.. Beberapa orang terdekatnya mencoba untuk menguatkannya namun percuma saja.. Sumber kekuatannya lebih memilih pergi menjauh...


Lain hal dengan Aldin yang memutuskan untuk fokus mencari adiknya, ia tak ingin berurusan masalah percintaan sebelum bisa menemukan adiknya.. Bahkan Emily yang beberapa kali mencoba untuk mendekatinya pun tak di tanggapi dengan serius.. Aldin memutuskan untuk berteman dengan Emily, walaupun sangat kecewa tapi Emily tetap bisa menerima itu...


Kepergian Jasmine mengubah segalanya termasuk kesehatan Bhina.. Bhina jadi sering jatuh sakit karena memikirkan putrinya.. Setiap hari ia memandang pintu rumahnya berharap putrinya pulang dengan segala kecerewetannya.. Bhina selalu menangis jika sedang memasak, ia memikirkan apakah Jasmine sudah memakan makanannya belum hari ini.. Jasmine tak pernah hidup jauh darinya, Bhina selalu saja mengkhawatirkan bagaimana Jasmine akan menjalani hidupnya di luar sana..

__ADS_1


Walaupun terlihat tegar, Satya juga menyimpan kesedihan yang mendalam.. Ia merindukan tingkah manja putrinya yang biasa merengek jika Aldin menggodanya.. Ia merindukan suara merdu Jasmine ketika sedang ada acara kumpul keluarga.. Tak ada kecupan selamat pagi darinya, tak ada kejutan yang biasa jasmine lakukan saat hari ulang tahunnya... Saat sendiri, air matanya kerap kali membasahi pipinya namun di depan istrinya ia terlihat sangat tegar untuk menguatkan Bhina..


__ADS_2