Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 32


__ADS_3

Hari ini penumpang tujuan Milan sudah berada di dalam jet pribadi milik Hartanto.. Anne dan Hartanto tampak menikmati waktu bermain bersama twins, Megan dan Mas Gilang tengah beristirahat di kursinya..


Berbeda dengan Satya yang sejak tadi merengek menuntut penjelasan pada Bhina tentang pria yang akan ditemuinya..


"Yank, jangan bikin aku mati berdiri dong.. kamu mau bawa aku ke sana buat lihat pernikahan kalian?? Ayolah yank, kamu masih bisa berubah pikiran"


Bhina terkekeh melihat suaminya seperti cacing kepanasan karena penasaran "Sudahlah lebih baik kakak istirahat aja nyiapin buat nanti di Milan"


"Sumpah ga punya hati kamu yank, ga tau apa orang lagi panik"


"Udahlah dad.. yang penting kan aku cintanya cuma sama daddynya anak-anak"


Hati Satya menghangat saat Bhina memanggilnya Daddy..."Kamu cintanya sama aku tapi nikahnya sama dia.. sama juga bohong"


"Ya udah, kayaknya aku pikir-pikir jalan terbaik poliandri"


"Hiiiiisssss suka sembarangan kalau ngomong"


"Lah yang menggiring opini siapa coba? Udah ahh ngantuk mau tidur" Seperti biasa Bhina bersandar di bahu Satya dan dalam hitungan detik sudah terlelap..


Tak terasa perjalanan mereka telah tiba di tujuan, jantung Satya semakin berdetak tak karuan.. Ia menggenggam erat tangan Bhina dan matanya berkeliling mencari sosok pria yang mungkin akan tiba-tiba muncul dan mengambil Bhina dari sisinya.. Bhina yang paham betul dengan wajah tegang Satya pun hanya membawa punggung tangan Satya ke pipinya kemudian mengecupnya dengan sangat lembut.."i love you"


"i love you more" Satya meraih tengkuk Bhina dan mencium Bhina..


"Mom" panggil seseorang yang membuat Bhina harus melepaskan ciumannya..


"Hai kesayangan mommy" Bhina merentangkan tangannya memeluk seorang anak laki-laki berusia 9tahun yang sangat tampan dengan mata berwarna biru itu.. Satya terdiam di tempatnya melihat interaksi keduanya yang terlihat sangat dekat.. Apakah ia putra dari pria yang akan ditemui Bhina.. Kenapa ia memanggil Bhina dengan sebutan mommy.. Oh my God, ketakutan Satya semakin besar kali ini..Sudah sedekat itukah hubungan Bhina dengan anak itu..


"Kakaaaakkkk" teriak Jasmine yang masih berada di gendongan Hartanto..


"Jasmine, Aldin" anak sembilan tahun itu memeluk satu per satu twins dengan penuh kerinduan..


"Mengapa kalian lama sekali, aku sangat kesepian di sini apalagi tanpa kicauan Jasmine"


"Salahkan dirimu yang terlalu genius itu sehingga harus mengikuti olimpiade di Jepang..apa kau mendapat teman baru di sana??"


"Tentu saja..aku jadi punya banyak teman dari berbagai negara"


"Laki-laki atau perempuan"


"Perempuan"


"Cantik??" Wajah Jasmine sudah mulai cemberut..


"Tak ada yang secantik dirimu princess Jasmine" Bocah itu menyentil hidung Jasmine dan mencium pipinya..

__ADS_1


Hati Satya semakin kacau lagi melihat keakraban bocah 9tahun itu dengan kedua anaknya.. Lihatlah sepertinya mereka sangat saling menyayangi..


"Darren, lihatlah kami punya seorang Daddy yang sangat tampan bukan" Aldin menoleh ke arah Satya..


"Dad-daddy?" Darren terbata-bata mengucapkannya, ketakutannya menjadi nyata.. Sungguh ia merasa sangat takut, tubuhnya bergetar dan keringatnya sudah sebesar biji jagung..


Bhina mendekat dan memeluk Darren "Jangan takut sayang.. Mommy tak akan pernah meninggalkanmu.. Bukankah mommy sudah berjanji padamu" Darren mengangguk dengan patuh..


"Kak Satya kenalkan ini Darren putraku"


"Hai Jagoan.." Satya tersenyum hangat


"Apa kau mencintai mommy??"


"Ya tentu saja, aku sangat mencintainya"


"Apa kau akan membawa mommy, Aldin dan juga Jasmine pergi? Aku mohon jangan lakukan itu, aku tak bisa hidup tanpa mereka.."


Satya bingung dan menatap Bhina dan Bhina mengusap kepala Darren..


"Darren, panggil ia Daddy seperti kau memanggil mommy" ucap Aldin


"Apa boleh seperti itu?" Darren menatap mata Satya


Satya mengangguk dan merentangkan tangannya "Kemarilah dan panggil aku Daddy, jagoan"


"Daddy"


"Ya nak, katakan lagi aku ingin mendengarnya"


"Daddy..Daddy.." Darren menangis tersedu-sedu dalam pelukan Satya..


"Sudah cukup, mommy cemburu kau memeluk Daddymu terlalu lama" Bhina mengacak-acak rambut Darren..


"Apa kau ingin ku peluk juga?" goda Satya dan Bhina hanya merotasikan matanya..


"Apa mommy boleh menikah dengan Daddy??" Bhina meminta izin kepada Darren dan Darren mengangguk..


"Ya aku sudah besar dan aku harus berlatih mandiri mulai saat ini"


"Mana bisa seperti itu, sampai kapanpun kita akan selalu bersama..Jadi kami datang kemari untuk menjemputmu Darren, aku tak ingin putriku merengek sepanjang malam karena merindukanmu"


"Apa boleh dad?" Tanya Darren..


"Tentu saja, kau putraku dan kau harus ikut kami pulang ke Indonesia karena jika tidak pilot keluargaku tak akan bisa cuti karena harus mengantarkan Jasmine menemuimu"

__ADS_1


"Daaadddd" pekik Jasmine


"Kau berisik Jasmine!!" Aldin menutup kedua telinganya..


"Kakaaaakkkk" rengek Jasmine..


"Al, berhentilah menggodanya" ucap Darren dengan lembut..Merasa dibela, Jasmine menjulurkan lidahnya dan menjulingkan matanya tepat di depan wajah Al..


"Apa kau juga tak ingin memanggil kami Oma dan opa??" Anne memandang Darren yang sangat menyayangi kedua cucunya..


"Aku lupa semalam aku bermimpi apa sehingga aku bisa mendapatkan kebahagiaan sebesar ini.. Aku tak percaya aku mendapatkan Daddy, Oma dan Oppa... Terima kasih"


"Kemarilah dan peluklah kami juga" Hartanto memeluknya dengan penuh kasih sayang..


Satya menarik Bhina ke dalam pelukannya dan mencium puncak kepalanya "Mommy, aku minta yang keempat kalau begitu"


"Jangan macam-macam Satya Pradipta!!!"


"Hahaha.. Satya tertawa terbahak-bahak melihat kemarahan Bhina"


"Kenapa Daddy tertawa??" Jasmine sungguh dibuat penasaran..


"Daddy hanya menginginkan adik untuk kalian tapi mommy kalian menolaknya anak-anak.. Katakan apakah kalian ingin memiliki adik??"


"Tentu saja" Jawab ketiganya kompak..


"Jangan coba-coba meracuni pikiran mereka yang masih suci itu DAD-DY" Bhina melotot..


"Daddy berikan kami adik laki-laki saja.. aku tak ingin Darren lebih menyayangi adikku jika ia seorang perempuan"


"Perempuan lebih lucu dad" goda Aldin


"Hentikan perdebatan konyol ini anak-anak, mommy sudah lapar.. Mari kita makan"


"Horeeee" twins tampak bersemangat sedangkan Darren tak menunjukkan sifat kekanak-kanakan seperti kedua adiknya..


Akhirnya Bhina mengajak mereka ke sebuah restauran untuk menjawab rasa lapar karena melakukan penerbangan berjam-jam..


Mereka semua tengah asyik menikmati santapan di hadapan mereka..


"Princess, habiskan makananmu.." Darren mengacak-acak rambut Jasmine


"Kakak, aku sedang tak ingin makan"


"Kau bisa sakit jika begitu.. kemarilah biarkan aku menyuapimu.. katakan aaa"

__ADS_1


Seperti sebuah sihir, Jasmine memang sangat menuruti setiap kata-kata Darren dan menghabiskan apa yang diberikan oleh Darren..


__ADS_2