
Satya, Bhina, Darren, Ellena dan Mike berada di dalam ruang pemeriksaan, mereka menunggu kedatangan Jasmine dan juga Darren untuk memberikan kesaksiannya pada pihak polisi atas kejadian yang melibatkan Sonia..
Dua orang petugas masuk ke ruangan itu untuk memeriksa semuanya, tatapannya terhenti saat melihat Aldin berada di sana.. Ia adalah Emily..
"Selamat siang semua" sapa Emily
"Siang" jawab semuanya
"Apakah kita sudah bisa memulainya?" tanya Emily
"Tunggu, masih kurang Darren dan Jasmine.. mereka sedang dalam perjalanan kemari.. Bisakah kau menunggunya?" Mike..
"Tentu saja, kalau tak ada nama Darren di berkas ini aku pun tak mau repot-repot turun tangan"
"Ku pikir karena kau ingin bertemu denganku nona" goda Aldin dengan senyum menawannya yang membuat setiap wanita rela melakukan segalanya agar bisa menjadi kekasihnya, namun itu tak berlaku untuk Emily..
"Apa kau terlahir dengan stok PD berlebih tuan?"
"Tanyakan saja pada kedua orang tuaku" Aldin memeluk mommynya dari belakang..
"Sepertinya itu tak menurun dari orang tua anda, lihatlah mereka begitu bersahaja" jawaban Emily membuat seisi ruangan tertawa lepas hingga mereka mendengar suara pintu terbuka..
Ceklek
"Aaaaaallllll..." siapa lagi yang bisa berteriak selain Jasmine diantara mereka.. Jasmine berlari memeluk Aldin dan Aldin juga memberi nya ciuman di puncak kepalanya..
__ADS_1
"Apa kau bahagia?" Aldin menangkup wajah kembarannya..
"Tentu saja.. Apa kau baik-baik saja?" Jasmine memeriksa tubuh Aldin, memastikan tak ada luka serius di sana.. Emily melihatnya tidak percaya, bagaimana bisa Aldin dengan berani mengatakan dirinya cantik serta mencium tangannya sedangkan apa yang dilihatnya sekarang? Ia bahkan memeluk wanita cantik dan bahkan menciumnya.. Emily menyesal sempat terbuai dengan pesonanya.. Ia menepis pikirannya yang sudah melayang ke mana-mana..
"Nona Jasmine?? Berhati-hatilah kekasih anda itu tadi mengatakan bahwa aku cantik dan mencium tanganku.. Maafkan aku yang harus mengatakan ini semua, aku tak ingin wanita secantikmu menghabiskan waktu dengan pria seperti itu" nasehat Emily ini membuat Jasmine membulatkan matanya dan melongo..
"Apa yang kau katakan itu benar nona??" Jasmine tak percaya dengan apa yang di dengarnya..Selama ini Aldin memang dipuja oleh banyak wanita namun ia tak pernah memiliki kekasih.. Wanita di hidupnya hanya mommy, dirinya dan juga ellena yang sudah seperti adik bagi Aldin..
"Tentu saja benar, pria sejati harus mengakui semuanya di hadapan semua orang apalagi kedua orang tuanya" Aldin mencium pipi Jasmine yang terus saja melongo namun tiba-tiba Darren mendengkus dan menarik Jasmine ke pelukannya..
"Dia istriku dude" Darren bersikap posesif dan Jasmine bergelayut manja di dada suaminya..
"Dia istrimu Darren??Kapan kalian menikah? Kenapa dia memeluk pria lain dan kau tak marah??" Emily bingung dengan keadaan ini..
"Hai aku Jasmine dan Aldin adalah saudara kembarku" Jasmine memberikan senyum manisnya dan mengulurkan tangannya untuk bisa berjabat dengan emily.. Emily sekuat tenaga menguatkan kakinya yang lemas, ingin rasanya ia hilang ditelan bumi.. Niat hati ingin mempermalukan Aldin namun malah ia sendiri yang mendapat malu..
"Al.. semua akan baik-baik saja.. Jika sesuatu terjadi padaku, percayalah aku bahagia karena sudah menikah dengan Darren" kalimat yang bertujuan untuk menenangkan ini justru membuat semua nya bersedih..
"Kau pusat kehidupanku, jika sesuatu terjadi padamu.. Aku tak akan bisa hidup dengan baik setelahnya" ucap Darren sendu..
"Aku lelah sepanjang hari dalam hidupku memikirkan ini Darren.. Bagaimana jika kita pergi berbulan madu saja? Bukankah kau ingin membuat perutku buncit?? Biarkan Mike memegang kendali perusahaanmu sementara waktu"
"Aaaaaa Jasmine!!!!" teriak Ellena yang heboh mendengar kalimat Jasmine..
"Apa kau juga ingin membuat perut buncit sepertiku ell? Menikahlah dengan Mike" jawab Jasmine dengan santai, kembali tawa menggelegar di ruangan itu..
__ADS_1
Aldin menoyor kepala kembarannya itu dan berkata "Kalau kau hamil gimana nasib kuliahmu ha?"
"Aaaww.. Aldiiin!!!! Tentu saja Darren akan membantuku dan aku rasa aku tak perlu capek-capek bekerja nantinya karena aku menikah dengan horaaang kayaaaa... Bukan begitu suamiku"
"Tentu saja istriku.."
"Cih! Bucin.." Aldin berdecak kesal..
"Aku akan dengan senang hati menertawakanmu jika kau besok juga termasuk dalam kategori bucin saat sudah menemukan orang yang tepat.." ejek Jasmine..
"Realistis tanpa perlu drama berlebih adalah gayaku Jasmine Pradipta" ucap Aldin dengan segala kesombongan yang dimilikinya..
Tingkah saudara kembar itu sudah kembali seperti semula saat Darren masih diantara keduanya yang tidak akur tapi saling menyayangi.. Bersyukur karena Darren telah menikahi Jasmine sehingga membuat Aldin sedikit merasa lega karena saudara kembarnya sudah memiliki tempat untuk berbagi suka dan duka walaupun Aldin sendiri tak keberatan jika Jasmine melakukan hal yang sama kepadanya..Namun sekali lagi ia tegaskan bahwa posisinya dan Darren berbeda..
"Emily, apakah kau mau bergabung makan malam dengan kami nanti? Merayakan pernikahanku dengan istriku yang tercinta ini" Darren sudah lama tak berjumpa dengan teman masa kecilnya itu dan yang dia inginkan adalah berbagi kebahagiaan..
"Apa ini sebuah undangan??Aku tak percaya ini, kau menikah tanpa memberitahuku Darren dan aku benci tak bisa menjadi saksi pernikahan kalian"
"Percayalah aku juga tak ingin menikahinya di ranjang rumah sakit em, kami menunggu kehadiranmu nanti malam, mike akan menjemputmu"
"Bagaimana jika aku yang menjemputnya dude??" tawar Aldin dengan sebuah rencana di otaknya..
"Cih! Mike jangan lupa untuk menjemputku nanti malam" Emily mendelik ke arah Aldin dan berpamitan kepada semua orang untuk melanjutkan pekerjaannya..
"Kau menyukainya al??" tanya Jasmine tanpa basa-basi..
__ADS_1
"Aku hanya menggodanya adikku jangan berlebihan, uruslah suamimu itu saja dan biarkan aku menikmati hidupku" Aldin merapikan tatanan rambutnya yang tidak berantakan sama sekali...
Aldin bersiul dan berjalan keluar diikuti oleh semua keluarganya, entah mengapa hatinya sangat bahagia.. Ia tak sabar menunggu makan malam untuk merayakan pernikahan Jasmine dan Aldin nanti malam.. Dan ya, sepertinya ia akan ke salon untuk merapikan tatanan rambutnya yang sudah sedikit kepanjangan demi penampilan maksimal yang selalu ia jaga di hadapan banyak orang terutama para wanita..