
Jasmine berhasil masuk rumah Sonia tanpa perlu mengeluarkan tenaga karena semua sudah tergeletak tak bernafas.. Ia berlari mencari keberadaan Aldin dan juga Ellena yang sedang diikat di sudut ruangan, dengan cara mengendap-endap agar tak ketahuan oleh Sonia, Jasmine membuka ikatan keduanya.. Tak terlihat dimana anak buah Sonia, mungkin Sonia sengaja menyuruh mereka pergi agar tak mengganggu aktivitas yang akan ia lakukan..
Sonia tengah sibuk mengaduk sebuah minuman dengan Darren yang berada di hadapannya dan sudah siap untuk memasukkannya ke dalam mulut Darren.. Tiba-tiba Jasmine meraih gelas itu dan meneguknya habis..
"Shiitt!!! Apa yang kau lakukan Jasmine" teriak Darren yang frustasi setelah melihat Jasmine meminum habis ramuan yang dibuat Sonia untuknya.. Jasmine mengusap wajah Darren lalu tersenyum manis kemudian berbalik ke hadapan Sonia dan mencekiknya..
Terdengar suara keributan, para bodyguard Sonia berlari memasuki ruangan untuk menyelamatkan tuannya, Aldine dan Ellena yang baru saja melepaskan Mike pun harus menghadapi para bodyguard, Ellena mengambil kesempatan ini untuk membuka komputer milik Sonia, ia berusaha mencari tahu tentang chip yang ada dalam tubuh Jasmine..
Feelingnya tak pernah salah, semua info mengenai chip itu ada di dalam sana, Ellena mulai bekerja untuk menonaktifkan kinerjab chip itu secara keseluruhan..
Tubuh Jasmine mulai kepanasan, bahkan ia tampak menahan sesuatu hingga ia berkeringat lebih banyak.. Darren yang sudah berhasil melepaskan ikatan ditubuhnya pun segera menarik Jasmine dan menciumnya..
Kejutan.. Jasmine sangat agresif sekali mencium Darren, dari matanya pun ia menginginkan lebih..
"Apa yang kau masukkan ke dalam minumannya brengsek?" Teriak Darren dangan Jasmine yang terus menciumi lehernya..
"Obat perangsang dosis tinggi, sial kenapa dia yang meminumnya.. Harusnya kau dan kita akan menikmati indahnya surga dunia bersama Darren" ucap Sonia dengan tawa yang menggelegar..
"Cih!! Aku tak sudi di sentuh oleh wanita yang menjijikkan sepertimu" pertahanan Darren sedikit runtuh karena tindakan Jasmine namun ia hanya bisa mengeratkan pelukannya.. Tak lama kemudian Satya dan Bhina datang dengan membawa polisi sehingga memudahkan Darren untuk membawa Jasmine pergi.. Ia menggendong Jasmine dan membawanya ke mobil menuju apartemen Darren yang letaknya tak jauh dari lokasi tersebut..
Tak peduli dengan tatapan semua orang yang melihat Jasmine mencium bibirnya secara agresif, Darren segera membawanya masuk ke apartemen mewah miliknya, ia segera berlari ke kamar mandi untuk mengisi bathupnya dengan air dingin dan betapa terkejutnya ia ketika berbalik badan Jasmine sudah menanggalkan semua pakaiannya dan kembali menyerang bibirnya, kini ia bahkan membuka satu per satu kancing baju Darren..
"Sayang" erang Darren sembari menatap manik mata Jasmine yang terlihat sangat mendamba..
"Katakan apa kau ingin melakukannya denganku sekarang?" Darren mencoba meminta izin dari Jasmine karena ia tak ingin nanti Jasmine melimpahkan semua kesalahan padanya dan Jasmine mengangguk "Kau sudah menikahiku bukan?"
Jawaban Jasmine bagai angin segar di saat cuaca sedang terik, tanpa pikir panjang Darren membawanya ke tempat tidurnya.. Mereka berciuman lebih hot dari yang sebelumnya pernah mereka lakukan, kini tubuh Darren berada di atas tubuh Jasmine "ini akan sedikit menyakitimu sebentar saja sayang"
__ADS_1
"Please" lirih Jasmine
Darren melakukannya dengan penuh cinta dan kelembutan, Terima kasih pada Sonia yang membuat mereka memiliki momen seperti ini.. Jasmine mencengkram erat punggung Darren dan tanpa sadar ia menitikkan air mata.. Darren menyapu habis air mata istrinya dengan bibirnya..
"Apa terasa sakit?" tanya Darren dan Jasmine hanya tersenyum, setelah mencapai puncaknya Darren menjatuhkan dirinya diatas tubuh Jasmine..
"Terima kasih Jasmine, kau sangat indah.."
Tak ada jawaban namun Jasmine memeluknya erat sambil sesenggukan, Darren segera bangun dan menatapnya "Apa kau menyesal telah melakukannya denganku?
Jasmine menggeleng "Katakan apa aku sedang bermimpi Darren? Tolong jangan bangunkan aku dari mimpi yang indah ini.. Aku mencintaimu Darren"
"Aku lebih mencintaimu Jasmine, mulai saat ini kau adalah milikku seutuhnya dan aku sangat bahagia sekali"
Darren membawa Jasmine ke dalam pelukannya dan membiarkan wanitanya menangis bahagia.. "Darren kau jahat!!" Tiba-tiba saja Jasmine memukul dada bidang suaminya..
"Usiaku masih 20tahun Darren dan akun masih kuliah.. Bagaimana jika aku mengandung?"
"Kau akan terlihat sexy dengan perut buncitmu itu sayang"
"Bukankah aku sudah jadi istrimu? Kau harus bertanggungjawab atas segala hal tentangku termasuk skripsi ku"
"Hahahaha.. tenang saja, aku akan membantumu jika kau bersikap agresif seperti tadi.. Aku menyukainya" Darren berbisik di telinga Jasmine..
"Darren!!" Jasmine menutup wajahnya karena malu..
.
__ADS_1
.
.
Di sisi lain,
Aldin yang tengah membawa Sonia ke kantor polisi pun tak sengaja menabrak seorang polisi cantik yang baru saja pulang menyelesaikan tugasnya sebagai abdi negara..
"Cantik" gumam Aldin yang masih bisa di dengar oleh gadis itu..
"Apa kau bilang?" gadis itu mengatakannya dengan tatapan mematikan..
"Wow.. aku suka tantangan dan kau tampak sedang menantangku nona"
"Cih! Aku tak suka pria lemah"
"Bagaimana kau bisa bilang aku pria lemah sedangkan kau belum pernah merasakannya?"
"Dasar mesum!!" gadis itu menghadiahi Aldin dengan satu bogeman namun dengan cepat Aldin mampu menangkap tangannya dan membawa tangan gadis itu ke bibirnya lalu menciumnya.. Sesaat gadis itu terpana dengan apa yang dilakukan oleh Aldin hingga ia benar-benar memandang wajah Aldin yang tampan sempurna..
"Lepaskan brengsek!" gadis itu menarik tangannya dan pergi meninggalkan Aldin yang mematung di tempatnya sambil memandang punggung wanita yang berjalan menjauh hingga tak terlihat lagi..
Ellena menoyor kepala Aldin yang masih saja terpaku dengan pesona gadis itu "Akan ku adukan kau pada Jasmine"
"Lakukanlah.. aku senang mulai saat ini aku akan kembali berdebat dengan adik manisku itu" lalu berjalan menuju ruang pemeriksaan
"Apa dia jatuh cinta pada Emily??" tanya Mike pada Ellena yang membuat Aldin menghentikan langkahnya..
__ADS_1
"Emily?? Jadi namanya Emily.." Aldin tersenyum dan kembali berjalan masuk ruang pemeriksaan, di sana Satya dan Bhina sudah menunggu kedatangan mereka..