
"Daddy" Jasmine berteriak dan berlari ke pelukan daddynya saat Satya dan Bhina mendatangi kamar mereka..
"Hallo honey.. Bagaimana kabarmu hari ini?"
"Tak pernah sebaik ini..Aku masih tak percaya aku punya Daddy setampan dirimu.. Lihatlah Aldin mewarisi pesonamu dad"
"Tentu saja kami sangat tampan" Aldin bergaya di depan cermin sembari merapikan rambutnya..
"Oh My God.. Bagaimana bisa aku melupakannya... Kalian memang tampan, tapi Darren lebih tampan dari kalian"
"Darren??" Satya mengernyit bertanya tentang sosok Darren.. Apakah ia pria yang akan ditemui oleh Bhina..
"Jasmine!!! Dia lebih tua darimu jangan panggil dia dengan langsung menyebut namanya.." tegur Bhina..Jasmine langsung menyembunyikan wajahnya di bahu daddynya..
"Jangan keterlaluan seperti itu, lihatlah putriku jadi ketakutan.. Siapa Darren hingga karenanya kau tega memarahi putriku??"
Bhina hanya menggidikkan bahunya, ia tak sempat menjawab karena Aldin segera melompat ke dalam gendongan Bhina "Lihatlah mom, putrimu menguasai Daddy.."
"Cukup anak-anak, mari kita sarapan.. Mommy kalian bisa berubah menjadi monster jika sedang kelaparan" Satya mengerling jenaka..
Mereka berempat menuju restaurant di resort milik Bhina, di sana Shella, Rendra, Gilang dan Meghan sedang asyik berbincang-bincang ditambah dengan dua orang yang tak asing lagi bagi Bhina yaitu mami dan papi..
"Mami, papi..Bhina seneng mami sama papi ke sini juga" Bhina memeluk keduanya dengan kerinduan..
"Ohh apakah keduanya ini cucuku?" Anne memandang bergantian antara Aldin dan juga Jasmine
"Tentu saja, Satya pintar kan bikinin mami sama papi cucu kembar" Satya menyombongkan dirinya berbeda dengan kedua anaknya yang diam saja karena mereka tidak terlalu lancar menggunakan bahasa Indonesia..
"Sayang sini ikut Oma sama opa" Anne merentangkan tangannya namun twins langsung menoleh ke arah mommynya..
"Mam, maaf aku yang salah karena tak mengajari mereka bahasa Indonesia dengan baik... Mereka terbiasa berbicara dengan bahasa Inggris"
"Oh pintarnya cucu Oma, kamu memang keturunan penjajah makanya tidak lancar berbahasa Indonesia" Anne berbicara dalam bahasa Inggris yang membuat Satya menggeram karena kata penjajah yang ditujukan untuknya..
"Apa kami harus memanggilmu eyang juga??" tanya Jasmine yang digendong oleh Hartanto, Jasmine teringat oleh Devi dan Rahardian yang ia sebut eyang..
"Panggil kami Oma dan opa" Jawab Anne yang tak henti-hentinya menciumi Aldin yang mirip sekali dengan masa kecil Satya...
__ADS_1
Akhirnya mereka duduk bersama, Anne dan Hartanto sibuk menyuapi cucu mereka.. Memiliki cucu adalah pengalaman pertama bagi mereka sehingga mereka rela membatalkan seluruh agendanya untuk terbang ke pulau Dewata setelah mendapat kabar dari Shella dan juga Rendra..
"Ren, sementara lu handle urusan kantor dulu ya.."
"Emang lu mau kemana?"
"Nemenin Bhina ke Milan, gue takut dia kabur lagi..mana gue punya anak yang lucu-lucu gini.. khawatir gue dia nikah sama bule sono" ucap Satya sambil meririk Bhina namun Bhina hanya merotasikan matanya...
"Jadi kamu udah dilamar dia honey??" dan Bhina mengangguk sebagai jawaban..
"Berhenti panggil Bhina Honey brengsek" Satya mendengkus kesal..
"Dia aja ga masalah kok jadi elu yang sewot, lagian gue udah diangkat jadi kakaknya dia.. Baik-baik lu sama gue"
"Sayang sekali kak Rendra mau nikah sama Shella, kalau enggak dari dulu aku nikah sama kakak aja ya"
"Sayang" erang Satya membuat semua orang tertawa terbahak-bahak, mereka tahu bahwa Bhina hanya sekedar menggoda Satya..
Anne dan Hartanto tak henti-hentinya memuji Bhina yang bisa sukses dan menghadiahi mereka twins yang sangat menggemaskan..
"Kalau begitu ikutlah dengan kami mam" tawar Bhina yang langsung dipertimbangkan oleh Anne.. Tentu saja mereka tak menolak karena waktu bersama cucunya lebih berharga..
"Baiklah kami akan ikut, besok kita pakai jet pribadi saja" ucap Hartanto
"Opa punya jet?" Aldin heran mendengar bahwa opanya memiliki jet pribadi..
"Tentu saja, opa mau membawa cucu opa jalan-jalan pakai jet pribadi milik opa"
"Horeeee" teriak twins
"Apa uang opa dan Daddy sangat banyak??" Jasmine sangat penasaran
"Kenapa kau bertanya seperti itu sayang?"
"Karena mulai hari ini aku tidak akan meminta boneka Barbie lagi kepada mommy.. apa opa tahu? Mommy selalu saja marah jika aku membeli boneka Barbie"
"Jasmine, segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik nak" tegur Bhina
__ADS_1
"Ah jangan di dengarkan opa, bahkan ia memiliki ratusan koleksi Barbie.. Jadi mommy pasti akan marah jika ia membeli boneka Barbie lagi" celoteh Aldin yang memang pemikirannya jauh lebih dewasa daripada Jasmine..
"Aldin, kenapa kau tak mencintaiku seperti Darren saja"
"Karena aku bukan Darren" jawab Aldin santai sembari sesekali merapikan rambutnya yang tidak berantakan.. Ia sungguh sangat peduli dengan penampilannya terutama rambutnya harus terlihat keren..
"oh ya anak-anak apa kalian sudah bersekolah?"
"ya opa" jawab twins kompak
"Aku masih bersekolah di TK dan Aldin sudah masuk kelas 2 SD" Jawaban Jasmine membuat semua orang melongo tak percaya..
"Bagaimana bisa?" tanya Daddy nya yang juga tak percaya..
"Yaa mommy bilang jika otak Aldin mengalami perkembangan yang lebih cepat dari usia kami jadi dia lebih pintar daripada aku... Di saat aku masih belajar membaca bahkan ia sudah juara olimpiade matematika.. Aku merasa iri padanya" Jasmine mengatakan dengan nada terluka..
"Hei, aku memang lebih pintar tapi kamu jauh lebih menyenangkan dan juga suaramu sangat bagus.. Kau bahkan lebih terkenal daripada aku" Aldin membesarkan hati Jasmine..
"Ohh Aldin, aku sangat menyayangimu"
"Aku juga, berhentilah merendahkan dirimu karena kamu berharga"
"Memang pesona kita luar biasa guys" twins kompak menyerukan semboyan mereka membuat semua orang tertawa tak percaya..
Mereka menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan ke kebun binatang, kemana pun negara yang dituju twins selalu meminta untuk mendatangi kebun binatang karena mereka sangat menyayangi binatang bahkan Jasmine memiliki seekor kucing yang sangat lucu di Milan...
"Terima kasih sudah melahirkan anak-anak yang lucu untukku dan mendidik mereka dengan baik" puji Satya
"Terima kasih juga sudah dengan setia menunggu kami" Bhina tersenyum manis
Mereka berdua berpelukan dan berciuman..
"Ohh Daaaaddd!!!!" pekik Jasmine tatkala melihat daddynya mencium mommynya..
"Mereka saling mencintai adikku"
"Ohh orang dewasa memang sangat rumit Aldin"
__ADS_1