
Mentari pagi menyambut sepasang suami istri yang baru saja merasakan indahnya surga dunia.. Tak peduli dengan ayam yang sudah lelah berkokok karena menyambut fajar..Bhina masih saja berada di dalam pelukan sang suami, tubuhnya terasa remuk redam sisa pertempuran semalam..Matanya perlahan terbuka menikmati pemandangan di depan matanya dan tersenyum-sendiri..
"Kenapa senyum-senyum?" tanya Satya dengan suara serak khas bangun tidur..
"Lagi bayangin sesuatu"
"Apa? Masih kebayang-bayang yang semalam?Mau lagi?"
"Tuh kan kakak mulai lagi deh..aku lagi bayangin pengen punya anak cowok kayak kakak.. Ga kebayang lucunya"
"Kalau aku sih pengennya anak cewek secantik kamu..btw bisa berhenti panggil aku kakak ga? aku berasa kayak nikahin adek sendiri"
"Terus maunya dipanggil apa?"
"Panggil aku sayang kek, masa si Arya aja kamu panggil ayank lah ini suami sendiri dipanggil kakak.. Aku ga mau ya orang lain ngiranya aku kakak kamu.. Aku maunya mereka tahu kalau aku suami kamu mulai sekarang"
"Ciiiee cemburunya kumat" goda Bhina
"Kamu harus bayar mahal kalau bikin aku cemburu!!!"
"Maksudnya??"
Satya menggendong istrinya ke kamar mandi dan menurunkan tubuh istrinya di bath up berisi air hangat.. Satya menggosok punggung istrinya dengan satu tangannya dan satu tangan yang lain sedang bermain di intinya..
Bhina melenguh merasakan nikmatnya sentuhan suaminya, bahkan ia ingin suaminya segera menyuruh Bona untuk kembali bekerja namun sepertinya tidak untuk kali ini.. Satya membalikkan tubuh istrinya hingga kini ia berada di atasnya..
"Kok gini sih kak posisinya??"
"Salah siapa bikin aku cemburu?? Kamu main di atas aku maafin"
"Whaaatttttt???" protes Bhina yang sudah merasakan tanggung dan akhirnya ia yang bekerja keras kali ini..
"Ahhh" Bhina lebih dulu mencapai puncaknya yang kemudian disusul oleh Satya dan akhirnya Bhina menjatuhkan dirinya diatas tubuh suaminya yang berhasil mengerjainya..
__ADS_1
"Sayang, aku lapar" rengek Bhina
Satya tersenyum dengan panggilan yang ditujukan padanya baru saja.. Bahagia adalah kata yang tepat untuk menggambarkan perasaannya kali ini, yang ia inginkan sekarang adalah menua bersama wanita yang kini ada dalam dekapannya..
"Sarapan yuk yank.." ajak Satya untuk segera menyudahi acara berendam mereka dan lagi-lagi ia menggendong istrinya ke kamar lalu mengambilkan pakaian untuknya.. Satya memperlakukan istrinya layaknya seorang ratu.. Bahkan ia yang memakaikan baju untuk Bhina..
Mereka turun ke ruang makan namun sudah tak ada seorang pun di rumah.. Menurut para pelayan yang bekerja di sana Hartanto dan Anne akan mendatangi undangan pernikahan anak dari salah satu rekan mereka di Bandung.. Shella yang tak memiliki opsi lain pun memilih untuk pergi bersama kedua orang tuanya. Dalam hati Satya bersorak kegirangan karena bisa sepuasnya berduaan dengan Bhina.. Hari ini Satya menyuruh seluruh pelayan di rumahnya untuk bersenang-senang di Dufan dengan segala akomodasi yang ia tanggung.. Percayalah ini adalah bagian dari rencana Satya..
"Yank, mau sarapan apa?" tawar Bhina
"Kamu" goda Satya
"Bukannya tadi udah.." Bhina sudah siap dengan sepiring nasi goreng di tangannya..Satya menarik Bhina duduk di pangkuannya dan memeluk perut istrinya serta menciumi leher belakang istrinya..
"Yank, aku lapar mau makan dulu"
"Makan aja dan suapin aku juga"
"Tapi tangan kamu bikin aku ga konsen yank"
Menolak? Tentu saja menikmatinya.. Satya selalu bisa membuat Bhina melayang.. Bhina meletakkan sendok garpu yang ia pegang lalu membuka seluruh bajunya..
"Ka-kamu mau ngapain?" Satya pura-pura kaget
"Ya ngapain lagi???Bukannya jari-jari kakak udah basah??"
"Bisa-bisanya kamu ngajakin aku main di sini yank?? Ini ruang makan lho" dengan usilnya Satya menggoda istrinya..
"Buka!!" Dengan tertawa geli Satya juga membuka bajunya atas perintah sang istri, sungguh tak disangka bahwa istrinya termasuk dalam kategori mesum.. Bahkan kini ia sudah tak malu lagi untuk memulainya lebih dulu.. Bhina naik ke atas pangkuan suaminya dan mulai beraksi hingga ia merasakan puncak kenikmatan dan ia hanya bisa pasrah ketika Satya membaringkan tubuhnya di meja makan dan menungganginya.. Untung saja segala perabotan di rumah Satya merupakan perabotan pilihan yang dijamin kualitasnya sehingga mampu menopang tubuh kedua pasangan suami istri yang tak tahu tempat itu..
Setelah selesai dengan sarapan panas, mereka tertawa terbahak-bahak.. Bisa-bisanya mereka melakukannya di tempat itu..Itu semua tak akan pernah terjadi jika semua penghuni berada di rumah yang cocok disebut sebagai istana itu..
"Yank.."
__ADS_1
"Hmm.."
"Jalan-jalan yuk"
"Kemana??"
"itu yank aku pengen ke snow world, pengen ngerasain salju-salju gitu"
"Idiiih noraknya istriku ini.."
"Ayolah yank, kamu tahu sendiri kan ayah sama ibu ga pernah ngizinin aku ke luar negeri.. palingan juga ke Jogja doang itu aja dengan alasan kita harus mencintai budaya sendiri" keluh Bhina..
"Ya udah sana ganti baju"
"Serius??"
"Tak ada kesempatan kedua"
Bhina langsung berlari ke kamar dan mengganti pakaiannya dalam tempo sesingkat-singkatnya.. Dalam waktu 5 menit ia sudah berdiri di hadapan Satya.. Keduanya pergi ke Snow World yang kebetulan lokasinya berada di sebrang hotel milik Satya..
Bhina sangat antusias saat pertama kali datang, mereka harus menyewa baju hangat karena suhu di dalam sangatlah dingin.. Begitu masuk, Bhina sudah bisa merasakan betapa dinginnya ruangan itu.. Namun rasa dingin itu terkalahkan dengan salju buatan, seperti anak kecil Bhina bermain salju di sana.. Bahkan Bhina dan Satya saling melempar satu sama lain dan tertawa bersama-sama. Tak lupa mereka mengabadikan foto bersama, ini foto pertama mereka setelah menikah.. Tubuh Bhina menggigil hebat, bahkan hidungnya sangat merah, ia bersin-bersin terus sehingga membuat Satya khawatir..
"Sayang udahan yuk, kamu kedinginan sampai pucat begitu" Satya memeluk istrinya namun detik berikutnya Bhina pingsan.. Satya yang panik langsung membawa Bhina keluar lalu menuju hotel di seberangnya..
Ia membawa Bhina ke kamar yang biasanya ia tempati jika sedang menginap di sana, dengan segera Satya menyelimuti tubuh istrinya dan menggosok tubuh istrinya dengan minyak untuk menghangatkannya..
Tak lama kemudian Bhina terbangun dan masih menggigil.. Ia memeluk suaminya dengan sangat erat karena masih merasakan kedinginan..
"Kamu bikin aku panik yank, kamu ga kuat di udara dingin?"
Bhina mengangguk "Pantas aja ayah sama ibu ga ngijinin kamu lihat salju jadi ini alasannya.."
"Iya, maafin aku sayang tapi aku pengen banget ngerasain salju.. ternyata sangat menyenangkan.. terima kasih sayang.. i love you"
__ADS_1
"i love you more honey.."