
Dua jam berlalu namun Jasmine masih belum bisa tidur, di luar kamarnya sudah sunyi tak terdengar suara dan ia memutuskan untuk keluar kamar.. Jasmine memperhatikan sekeliling dan tatapannya berhenti pada sesosok pria yang tidur di sofa dengan kaki yang menjuntai..
"Dasar keras kepala.." Jasmine mengambil kan bantal dan juga selimut, perlahan Jasmine mengangkat kepala pria itu dan menyelipkan bantal untuk menjadi alas kepalanya.. Terakhir Jasmine menyelimutinya namun kakinya tersandung dan dengan tepat tubuhnya jatuh diatas tubuh Darren.. Darren terbangun dan spontan mendekap Jasmine yang kini posisinya ada di atasnya, keduanya saling bertatapan..
"Kau tidak bisa tidur?" tanya Darren..
"Aku hanya haus.." Jasmine segera berdiri karena posisinya membuatnya menjadi salah tingkah..
Darren juga bangun dan segera ke dapur mengambilkan Jasmine segelas air putih lalu memberikannya kepada Jasmine.. Jasmine meneguknya dengan cepat guna mengurangi rasa gugup dalam dirinya..
"Tidur lah.. aku akan menjagamu" Darren mencium puncak kepala Jasmine lalu mengantarnya hingga ke kamarnya..
"Tidurlah di sini, sofa itu kekecilan untukmu.."
Mendengar kalimat Jasmine barusan membuat Darren ingin berjoget kegirangan namun sekuat hati ia tahan.. Darren tidur di ranjang yang sama dengan Jasmine dan juga Angel.. Saking bahagianya ketika Jasmine sudah terlelap ia tak bisa tidur dan terus saja memandangi Jasmine dan Angel bergantian..
"Indah.." gumamnya hingga akhirnya tanpa sadar ia juga ikut terlelap..
.
.
.
Pagi hari..
"Daddy.." ucap Angel sembari memainkan hidung mancung milik Darren..
"Good morning sweetheart.. Kau bangun terlalu pagi atau daddy yang tidur terlalu nyenyak heemm??" Darren menghadiahi Angel dengan ciuman di seluruh wajah mungilnya sehingga membuat Angel tertawa terbahak-bahak karena geli..
"Mommy mu pasti sedang memasak untukmu.. bagaimana jika daddy yang akan memandikan mu?? Mari kita bersenang-senang sweetheart"
Angel hanya mengangguk mendengar ajakan mandi yang ia sukai.. Darren memandikan Angel dengan penuh canda tawa terlebih Angel sangat suka bermain air.. Mommy nya sering kali kesal jika Angel tak mau menyudahi acara berendam nya..
"Okay.. putri daddy sudah wangi.. mari kita pilih baju yang cantik untukmu.."
Darren menggendong Angel ke kamar dan mengambilkan baju berwarna pink dengan gambar unicorn lalu mengenakannya pada tubuh Angel..
__ADS_1
"Waahh.. kau sangat mempesona.. Daddy tak bisa tak jatuh hati padamu.. Mari kita temui mommy dan berikan dia ciuman selamat pagi.." Darren kembali menggendong Angel dan membawanya kepada mommynya..Darren berkeliling rumah mencari keberadaan Jasmine namun ia tak menemukannya, ia hanya melihat Ellena dan Mike yang sedang asyik bergurau sembari menikmati sarapan mereka di pinggir danau..
"Selamat pagii kesayangan aunty.." Ellena mencoba untuk mengambilalih Angel namun ditepis oleh Darren..
"Kakak aku pengen menggendongnya.." rengek Ellena..
"Dia putriku.." Darren mencium puncak kepala Angel..
"Ck! apa kau ingin menjadi daddy nya dude??" tanya Mike..
"Apapun yang terjadi dia adalah putriku.. Angel sendiri yang sudah memilihku untuk menjadi daddy nya..."
"Cih!! Tingkat kepercayaan dirimu tinggi sekali kakak.." ejek Ellena..
"Dimana Jasmine?? Aku tak melihatnya??"
"Dia ziarah ke makam Elvano pagi-pagi sekali.."
"Ohh..." Jawab Darren singkat namun hatinya menyimpan sejuta pertanyaan..
Tak lama setelah itu Jasmine datang dengan mobil sport mewah miliknya lalu segera mendatangi putrinya..
"Jasmine.. mari kita sarapan bersama.." tawar Mike untuk sekedar basa-basi..
"Aku tidak lapar.. sebaiknya kalian sarapan saja dan segera bersiap.. Aku sudah membelikan tiket untuk kalian bertiga.." Jasmine mengambil amplop dari dalam tasnya dan meletakkan itu di meja..
"Apa maksud dari semua ini?? Kau mengusir kami??" Darren tidak Terima dengan perlakuan Jasmine
"Ya tentu saja, ini rumahku dan aku berhak menentukan dengan siapa aku harus tinggal.."
"Dan kau juga mengusirku??" air mata Ellena terjatuh
Jasmine mendekat ke Ellena lalu mengusap bahunya "Terima kasih kau sudah selalu ada untukku selama ini, kau berhak untuk bahagia Ellena... Pulang dan menikahlah.. Mau sampai kapan kau akan mengikutiku terus hemm??"
"Tapi aku ingin..."
"Tak ada bantahan Ellena.. Aku bisa menjaga diriku dan Angel dengan baik.. Kau tak perlu khawatir..."
__ADS_1
"Jasmine, aku ingin bersama Angel putriku..aku bisa mengerti jika kau tak bisa menerimaku walaupun sejuta kata cinta ku ucapkan... Tapi aku mohon, biarkan aku di dekat Angel" Darren mengiba, dia baru saja menemukan kebahagiaannya dengan disebut daddy oleh Angel..
"Berhenti menganggap Angel sebagai putrimu kakak.. Jangan berlebihan, Angel juga memanggil Edward dengan sebutan daddy"
Semua terdiam dengan jawaban Jasmine, apalagi yang dapat mereka lakukan jika Jasmine sendiri tak ingin ditemani lagi.. Jasmine memberikan waktu untuk mereka bisa mengemasi barang-barang mereka dan segera pergi..
Setelah itu, Darren berpamitan pada Angel terlebih dahulu..
"Sweetheart, maafkan daddy harus pulang lebih cepat.. Jika ada kesempatan, sungguh daddy ingin menghabiskan waktu bersamamu... Daddy menyayangimu.." sebuah kecupan hangat mendarat di dahi mungil Angel.. Jasmine segera membuang mukanya dan menahan air matanya agar tidak terjatuh..
"Jasmine, apa kau benar-benar tak ingin aku tinggal??" Ellena menangis tersedu-sedu, Jasmine mendekat dan memeluknya..
"Ellena.. aku menyanyangimu.. Kau harus berjanji untuk mengirimkan undangan pernikahanmu padaku walau aku tak tahu apakah aku memiliki kesempatan untuk menghadirinya atau tidak... Doa terbaik untukmu ellena.. Semoga kau bahagia.." Keduanya menangis bersama-sama..
Tak ingin berlama-lama, Jasmine mengurai pelukannya "Mike, kau harus mencintai dan menjaga sahabatku.. Berjanjilah" pinta Jasmine..
"Baik.. Aku berjanji.. Apa kau tak ingin ikut bersama kami??"
"Tidak.. Rumahku di sini.."
"Baiklah kami bertiga pamit undur diri" Ketiganya berjalan memasuki mobil dan menuju bandara, setelah tak terlihat lagi tangis Jasmine pecah namun ini keputusan yang terbaik untuk semuanya..
.
.
.
Di tengah perjalanan ponsel Ellena berdering membuyarkan lamunan Ellena yang masih sedih, tertera nama Edward di sana.. Ellena segera menjawabnya "Hallo ed.."
"Dimana kau? Apa kau bersama Jasmine dan Angel??" Tanya Edward sangat panik..
"Tidak, tadi dia membelikan kami tiket untuk pulang.. Apa yang terjadi Edward???" Ellena mulai panik
Edward menjelaskan peristiwa yang sebenarnya membuat Ellena terkejut..
"Oh tidaakk!!! Kak Darren putar arah Jasmine dan Angel dalam bahaya.."
__ADS_1
Ciiiiitt.. suara ban yang beradu dengan aspal ketika Darren mendengar kabar tak baik tentang Jasmine dan Angel.. Darren memacu mobilnya sekencang mungkin agar bisa sampai rumah Jasmine dengan cepat..