Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 50


__ADS_3

Jasmine berlari di atas pasir pantai tanpa mengenakan alas kaki.. Ia memjamkan matanya dan memutar tubuhnya, menarik nafas panjang untuk menikmati udara malam setelah perjalanan yang mereka tempuh..


"Apa kau suka?" Darren memeluk istrinya dari belakang..


"Aku merindukan resort mommy di Bali rasanya" Jasmine mengulurkan tangan dan mengelus pipi suaminya..


"Bolehkah aku egois dengan melarangmu kembali ke Indonesia?? Aku bisa gila karna merindu" Darren menyandarkan dagunya di bahu sang istri..


"Ikutlah bersamaku.. aku tak yakin bisa menahan rindu akan sentuhanmu"


"Kenapa istriku sekarang nakal?Tapi aku suka" Darren tergelak


"Kau yang mengajarinya"


"Dan kau sangat cepat belajar sayang"


"Darren" rengek Jasmine


"Ya sayang"


"Apa kau tak ingin mencium ku di pinggir pantai?? Ini sangat romantis darren"


CUP


Sepasang suami istri yang tak tahu diri itu akhirnya berciuman dengan sangat hot, hal itu tak luput dari penglihatan yang lainnya.. Mereka hanya bisa mendengkus kesal, karena baik aldin maupun mike sama-sama belum menyandang gelar kekasih bagi dua wanita yang masih saja sok jual mahal... Percayalah saat ini Aldin dan Mike ingin sekali meninju wajah tampan darren yang dengan teganya pamer adegan berciuman yang sangat menggairahkan..


"Ini tidak akan sebentar sayang.. dan kamu harus menyelesaikannya"


"dengan senang hati sayang.."


"DASAR MESUM!!!' ucap Mike dan Aldin kompak


Jasmine dan Darren tak tersinggung sama sekali, bahkan keduanya terlihat bahagia saat melihat yang lainnya menderita.. Apakah ini suatu bentuk penyimpangan? Ck, tentu saja tidak.. Bercandaan jasmine dan Darren memang selalu saja membuat yang lain tutup mulut karena tak bisa membalas dengan menunjukkan yang lebih dari yang mereka lakukan..


Sebelum melemparkan istrinya ke atas ranjang, Darren sudah menyiapkan makan malam spesial untuk mereka semua.. Di sajikan oleh chef andalan di hotel itu..


"Jasmine, makanlah yang banyak.. Sepertinya ada singa kelaparan yang siap memakanmu" sindir Aldin..


"Yaa tentu saja, dia memang tak pernah puas memakanku al" Jasmine menggidikkan bahunya acuh..


"Apa kalian sering melakukannya?" Tanya mike penasaran..


"Ya iyalaaahh, enak tau"


Uhuuukk.. Emily tersedak mendengar jawaban jujur Jasmine..

__ADS_1


"Oh honey, Hati-hati.. Apa kau juga ingin merasakan yang enak seperti yang adikku rasakan??"


Pertanyaan Aldin semakin membuat Emily terbatuk-batuk hingga wajahnya menjadi merah.. Bagaimana bisa Jasmine menjawab dengan sangat polos sedangkan aldin bertanya tanpa dosa.. Sungguh saudara kembar yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran namun minim akhlak...


Aldin menepuk-nepuk punggung Emily dan menyodorkan segelas air putih kepada Emily yang tanpa basa-basi langsung menghabiskan setengah gelas..


"Sayang, berhenti menjawab pertanyaan-pertanyaan konyol mereka" Darren tersenyum hangat sembari menggenggam tangan istrinya..


"Aku hanya menjawab sesuai realita, apa itu salah?"


"Tentu saja tidak, tapi akan menjadi masalah jika mereka juga menjadi berhasrat.. Bukankah kedua lelaki itu terlihat sangat mengenaskan?"


Jasmine tak membalas perkataan suaminya, kini ia menatap nya penuh arti membuat Darren menjadi salah tingkah..


"Apa ada yang salah denganku?" tanya Darren penasaran..


"Kau tampan sekali, aku ingin memiliki putra setampan dirimu"


"Ahh kau berlebihan, justru aku ingin memiliki putri secantik dirimu"


"Ck, hentikan ini.. aku tak tahan mendengar obrolan kalian berdua.. Lebih baik segeralah pergi ke kamar kalian untuk mencetak keponakan yang lucu untukku" Aldin mendengkus kesal..


"Tentu saja" ucap Darren dan Jasmine dengan kompak lalu meninggalkan keempatnya tanpa perasaan.. Bahkan Darren menggendong Jasmine menuju kamar mereka, bukankah itu terlihat sangat berlebihan di mata jomblowan dan jomblowati yang sedang menikmati makan malam yang menunya adalah gombalan antara Darren dan Jasmine..


Darren membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur dan mengikis jarak di antara keduanya, hembusan nafas Darren yang tidak beraturan seakan memberi tanda jika memang ia sangat menginginkan Jasmine..


Ciuman Darren semakin turun ke leher dan bagian paling menonjol yang sangat disukai oleh Darren, kembali ia turun ke inti dan menyesap nya.. Membuat Jasmine harus menggigit bibir bawahnya.. Tak bisa dipungkiri bahwa setiap sentuhan Darren mampu membuat tubuhnya menegang dan mendamba sesuatu yang lebih...


Dengan sekali hentakan, Jasmine berhasil ditaklukan dan ******* lolos dari bibirnya.. Entah bagaimana keindahan yang tak terlukiskan ketika mereka sedang merasakan indahnya gelora bercinta.. Darren tak mau kehilangan kesempatan karena sebentar lagi ia akan berpisah sementara waktu dengan Jasmine yang harus menyelesaikan tugas akhirnya... Darren menggempurnya habis-habisan.. Entah jamu apa yang diminumnya hingga ia memiliki stamina yang sangat kuat bahkan selalu meminta jatah tambahan hingga Jasmine pasrah ketika sudah kesekian kalinya Darren menungganginya..


Remuk redam? Itu sudah pasti walaupun Jasmine gemar oleh raga namun ini oleh raga ternikmat sekaligur paling melelahkan.. Lebih mudah baginya menumbangkan musuh daripada menumbangkan suaminya di atas ranjang..


"Terima kasih Sayang, i love you" ucap Darren ketika mengakhiri permainan mereka..


"Aku ingin Darren junior bersemayam di sini" Jasmine mengelus perutnya yang masih rata..


"Aku juga berharap yang sama dan kita bisa hidup bahagia selamanya"


"Amin.. Selamat malam suamiku"


"Selamat malam istriku" Darren menghadiahi Jasmine dengan satu kecupan hangat di keningnya.. Keduanya tidur sambil berpelukan..


Di sisi lain,


Emily menghilang setelah makan malam, karena bingung akhirnya Mike memutuskan untuk menemani Ellena di kamar.. Cih, menemani? Sepertinya itu hanya alasan saja.. Jika pun ada yang berani mengganggu wanita itu bahkan wanita itu sanggup untuk melindungi dirinya sendiri..

__ADS_1


Aldin berkeliling mencari keberadaan Emily namun ternyata Emily sedang berada di bar dan menikmati segelas minuman beralkohol..


"Apa kau terbiasa meminum minuman seperti ini?" Suara aldin membuat Emily terhenyak..


"Terkadang" Jawab Emily sambil terus meneguk minumannya..


"Apa kau sedang ada masalah?"


"Hidupku penuh dengan masalah jika kau tahu, dan kau salah satu masalahku"


"Ck, apa kau jatuh cinta padaku?"


Pertanyaan Aldin tepat mengenai sasaran namun segera di sanggah oleh Emily "Kau terlalu percaya diri anak muda" Emily tersenyum kecut..


"Aku akan menemanimu untuk minum" Aldin memesan minuman yang sama dengan Emily, namun baru satu gelas Emily menghabiskan minumannya ia langsung tak sadarkan diri dan Aldin segera membawa Emily ke kamar..


Aldin menggendong nya hingga ke kamar dan merebahkan tubuh Emily di kasur lalu menarik selimut untuk Emily.. Ia berbalik badan hendak meninggalkan Emily namun tiba-tiba saja Emily menarik tangannya..


"Aku jatuh cinta padamu"


Pernyataan Emily membuat mata Aldin membola, melihat sikap Emily akhirnya Aldin dapat menyimpulkan jika Emily sedang mabuk.. Dan terbesit ide alam benak aldin untuk sekedar bertanya-tanya karena jawaban orang mabuk adalah jawaban terjujur dari dalam hatinya..


"Apa kau yakin jatuh cinta padaku?" Aldin tersenyum tipis..


"Yaa tentu saja, kau membuatku tak bisa tidur setiap malam al.. aku tak bisa berhenti memikirkanmu"


Aldin berbalik badan dan tertawa pelan mendengar jawaban Emily, susah payah ia menahan tawanya dan betapa terkejutnya ia ketika berbalik sudah menemukan Emily menanggalkan semua pakaiannya membuat hasrat lelaki dalam tubuh Aldin menjadi bergelora..


"A-apa yang kau lakukan?" Aldin sangat gugup, ini pertama kalinya ia melihat tubuh polos seorang wanita dalam hidupnya namun Emily justru menyerang bibir Aldin dengan sangat liar.. Aldin yang masih bengong itu pun menyambut ciuman Emily yang dirasa sangat menggoda imannya.. Bahkan tangannya sudah melingkar di pinggang emily, ia segera mengembalikan kesadaran dirinya.. Ini bahaya..


Aldin menjauhkan dirinya dari Emily namun tiba-tiba Emily meraung, ia merasa ditolak oleh Aldin.. "Em, kita tak bisa melakukannya, kau sedang mabuk.. Saat kau sadar nanti kau pasti akan menendangku jika kau melihatku di ranjang yang sama denganmu"


"Aku ingin... " lirih Emily


"Apa kau yakin ingin melakukannya denganku??"


"Ya" Emily kembali menyerang bibir Aldin dan duduk di pangkuannya, percayalah ini sangat menyiksa bagi Aldin.. Jika saja Emily melakukannya dengan sadar tentu saja ia tak akan segan untuk melakukannya.. Tapi apa yang terjadi kini? Emily bagai singa liar..


Aldin menyambut ciuman Emily, semakin lama ciuman mereka semakin panas hingga Aldin sendiri seperti sudah tak bisa menahan hasratnya.. Sekali lagi ia ingin memastikan pada Emily "Apa kau yakin em??"


Emily mengangguk dan menjatuhkan dirinya ke pelukan Aldin..


"Em.. Emily???"


Tak ada jawaban namun terdengar dengkuran halus dari bibir yang baru saja menggodanya itu..

__ADS_1


"Hufh, dan akhirnya aku harus berakhir bersama sabun" Aldin membaringkan tubuh Emily kemudian ke kamar mandi, ia membutuhkan air dingin saat ini...


__ADS_2