
"Mommy..."
"Darren putraku.. kemarilah sayang.." Bhina merentangkan kedua tangannya, ia selalu memeluk anak-anaknya jika bertemu..
"Apa mommy baik-baik saja??"
"Ya.. seperti yang kau lihat.. Siapakah yang menghubungimu?? Kau sampai jauh-jauh datang kemari"
Darren menggenggam tangan mommynya dan menciumi punggung tangannya.. "Mommyku sakit dan aku harus memastikan keadaannya.."
"Mommy baik-baik saja nak..."
"Mengapa ruangan ini dipenuhi dengan aroma Jasmine.." Darren menghirup dalam-dalam bau parfum yang biasa digunakan oleh Jasmine..
Satya, Bhina dan Aldin hanya terlibat saling pandang.. Darren sangat mengenal semua sisi tentang Jasmine namun tak ada satupun yang menjawab pertanyaan Darren..
"Kau pasti sangat merindukannya.." Ucap satya..
"Sangat dad.. Dia sangat berharga untukku.." Darren berjalan ke jendela dan melihat ke bawah, ia menemukan sesosok orang yang sangat ia rindukan sedang masuk ke dalam sebuah mobil..
"Katakan apa yang kulihat ini tidak salah.. Apa Jasmine baru saja mengunjungimu mom????"
"Sayang.." panggil Bhina dengan lembut..
"Mommy??" Darren dan Bhina beradu tatap..
"Ya.. dia baru saja pergi dari sini" pertahanan Bhina runtuh saat melihat mata Darren yang tampak sangat memohon jawaban dari Bhina..
"Oh God..." Darren berlari keluar ruangan untuk mengejar Jasmine, Mike yang melihat ini juga segera menyusul Darren.. Darren sudah sampai parkiran namun mobil yang membawa Jasmine sudah melesat, ia segera menuju mobilnya untuk mengejar mobil Jasmine...
"Heii dude, siapa yang kau kejar??" tanya Mike penasaran..
"Jasmine.. dia ada di sini.. Aku harus bertemu dengannya..."
"Astaga princess.. aku ikut denganmu.."
Keduanya naik ke mobil dan mulai mengejar mobil Jasmine.. Mereka tertinggal cukup jauh namun Darren memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga tampak mobil yang tadi ditumpangi oleh Jasmine.. Darren mencoba untuk menyamakan posisi.. Kali ini mobilnya tepat berada di sebelah kiri mobil Jasmine.. Jasmine yang duduk di sebelah Elvano pun menoleh ke jendela bersamaan dengan Darren yang juga sedang menatap Jasmine.. Keduanya terlibat saling pandang dengan segala rasa rindu..
"Apa kau ingin berhenti?? Temuilah dia" tawar Elvano..
"Tidak.. jangan berhenti.. Pergi dari sini secepat mungkin dan jangan sampai mereka berhasil mengikuti kita" ucap Jasmine dengan tatapan masih tertuju pada Darren..
__ADS_1
Darren membuka kaca jendela mobilnya dan berteriak "Jasmine, berhenti ku mohon.."
Jasmine membuka kaca jendelanya dan mengulurkan tangannya, keduanya saling bergandengan.. Tak ada satu kata yang keluar dari mulut Jasmine..
"Jasmine kembalilah.. aku salah.. aku minta maaf.." Darren memohon dengan sangat..
Namun Jasmine melepaskan genggaman tangannya membuat Darren menurunkan laju mobilnya karena sibuk memandangi tangannya yang baru saja di genggam oleh Jasmine.. Mobil Jasmine melaju dengan kencang hingga tak terlihat lagi, saat hal itu terjadi Darren baru menyadari kebodohannya.. Ia terus melajukan mobilnya namun sama sekali tak membuahkan hasil..
"Shiiit!!!! Kenapa aku bodoh sekali.. Aku kehilangannya..." Darren menangis putus asa..
"Kita harus menemukan mereka.. Apapun yang terjadi mereka harus kembali, mereka meninggalkan kita tanpa perasaan.." ucap Mike dengan air mata yang tertahan..
"Maksudnya?" tanya Darren yang tidak bisa mengartikan kata mereka..
"Ellena.. Dia ikut dengan Jasmine.. Bagaimana bisa dia pergi sesuka hati dengan membawa hatiku seperti ini.."
"Ellena??" tanya Darren penasaran..
"Ya dia duduk di bangku belakang.. Jahat sekali dia, padahal aku kemari ingin melamarnya.... Dan dia pergi meninggalkanku tanpa berpamitan ataupun pelukan selamat tinggal..."
Mike dan Darren terdiam, mereka larut dalam pemikiran mereka masing-masing tentang wanitanya... Jadi yang ditemui oleh Jasmine adalah sahabatnya Ellena.. Ellena memaksa untuk ikut kemanapun Jasmine pergi, ia berniat untuk menjaga Jasmine.. Ia tak ingin Jasmine disakiti lagi seperti sebelumnya.. Apalagi Jasmine sedang mengandung, ia bisa melindungi Jasmine... Dengan izin kedua orang tuanya, Ellena mengikuti Jasmine kemanapun Jasmine pergi.. Tentu saja Jasmine merasa bahagia karena ia tak akan lagi kesepian jika sedang tidak bersama dengan suaminya..
"Honey.." panggil Elvano
"Jangan membohongi perasaanmu.."
"Aku mencintaimu dan aku tak berbohong... i love you my husband"
"i love you too honey" Elvano mencium kening istrinya..
Mencintai Elvano dan pergi meninggalkan Darren adalah keputusan besar bagi Jasmine.. Setelah hari itu, Jasmine tak pernah muncul lagi di hadapan Darren..
.
.
.
Dengan langkah gontai, Darren kembali masuk ke ruang rawat Bhina.. Kesedihan tak bisa ia sembunyikan dari wajahnya..
"Darren sayang.. " panggil Bhina dengan lembut membuat air mata yang sejak tadi tertahan akhirnya lolos juga.. Darren memeluk mommynya dan menangis..
__ADS_1
"Apa aku ini tak layak dimaafkan mom??? Kenapa Jasmine pergi meninggalkanku??"
"Jasmine menyayangimu nak.."
"Tapi dia tak memberiku kesempatan.. Mommy tahu?? Tadi ia menggenggam tanganku dan betapa bahagianya diriku mom.. Ku pikir kita akan kembali bersama tapi kemudian ia melepaskan tanganku... Ini sungguh menyakitkan.."
"Kita harus merelakan dia pergi.. Bukan tanpa alasan, dia berjanji suatu hari nanti jika chipnya sudah keluar ia akan kembali... Dia akan kembali Darren.."
"Kenapa dia tak mengajakku?? Aku bisa menemaninya.. Aku bahkan akan meninggalkan semua hal hanya untuknya"
"Darren.. kau adalah kelemahan Jasmine dan itu yang selalu di manfaatkan oleh Sonia"
Tak ada jawaban lagi dari Darren, pernyataan mommynya benar bahwa selama ini Sonia selalu memanfaatkan Darren untuk menyiksa Jasmine.. Ia akan memberikan Jasmine waktu dengan tidak mencarinya lagi.. Suatu hari nanti, ketika ia bertemu dengan satu-satunya wanita yang tak bisa membuatnya berpaling itu ia tak akan pernah melepaskannya kembali.. Saat ini Darren tak tahu jika Jasmine sudah menikah dan tengah mengandung anak Elvano.. Tak ada satupun yang memberitahunya, tentu saja Darren akan menggila jika mengetahui hal ini..
.
.
.
Di Pesawat,
Ellena tengah terlelap di bangkunya yang sangat nyaman .. Elvano menggunakan jet pribadinya untuk membawa istrinya agar lebih mengutamakan kenyamanan Jasmine yang sedang hamil..
Jasmine berjalan ke ruang pribadi Elvano dan mendapati suaminya sedang melihat gumpalan-gumpalan awan di luar jendela.. Dengan santainya Jasmine duduk di pangkuan suaminya..
"Honey.. kenapa tidak istirahat heeemm??"
"Aku ingin diperhatikan oleh suamiku.."
Elvano tersenyum geli dengan pernyataan istrinya "Apa ini karena anak kita honey??" Elvano mengelus perut Jasmine serta menciumi punggungnya..
"Tentu saja, ia ingin ditengok oleh daddynya.."
"Honey.. ini di pesawat" Jawaban Elvano ini berbanding terbalik dengan tangannya yang sudah aktif di bagian inti Jasmine hingga membuat Jasmine harus sedikit membuka kakinya dan tentu saja membuatnya menggigit bibir bawahnya..
"Tapi anakmu sendiri yang menginginkannya.." ucap Jasmine sembari menikmati sensasinya..
"Apa istriku tak menginginkannya??" bisik Elvano di telinga istrinya dengan suaranya yang sexy..
"Kau menantangku Elvano Rodrigo??" Jasmine membalikkan badannya dan membuka kancing baju Elvano..
__ADS_1
"Waahh.. Jasmine Rodrigo menggodaku" Elvano memperhatikan Jasmine yang sedang membuka kancing bajunya.. Tanpa pikir panjang, Jasmine naik ke atas pangkuan Elvano dan memegang kendali permainan yang membuat Elvano berkali-kali harus mengerang karena dimabuk oleh istrinya.. Tak disangka bahwa mereka benar-benar melakukannya di pesawat.. Elvano membiarkan Jasmine yang memegang kendali agar ia tak kebablasan jika ia yang memegang kendali.. Tentu saja ia bermain dengan semangat jika ia yang memegang kendali.. Namun ia tidak ingin egois, ia tak ingin membahayakan janin dalam rahim istrinya..
"Aaahhh" ucap keduanya bersamaan ketika sudah mencapai *******.. Keduanya tertawa setelah menyadari kegilaannya telah melakukannya di pesawat.. Jasmine memang moodbooster untuk Elvano, dia selalu punya cara untuk membuat Elvano bahagia.. Setelah menikah mereka memang sering mencoba berbagai gaya dan posisi.. Sungguh istri idaman yang selalu membuat Elvano mabuk kepayang.. Belum lagi jika cemburuan Jasmine kumat, mereka berdua bisa menghabiskan waktu berhari-hari di kamar untuk bercinta..