Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 83


__ADS_3

Di mansion keluarga Wilson, Jasmine tengah mengaduk-aduk sarapannya tanpa berniat untuk memakannya.. Darren menarik piring istrinya dan mulai menyuapi nya namun Jasmine enggan membuka mulutnya..


"Heii.. ada apa honey??? Kau semalaman tak bisa tidur dan kini kau tak memakan sarapanmu, kau bisa sakit...."


"Sayang... apa yang sedang dilakukan si brengsek itu sekarang??? Bagaimana aku bisa tidur jika aku sendiri tak mengetahui bagaimana keadaannya..." Jasmine menopangkan wajahnya di atas tangannya yang saling bertaut...


"Jadi kau mengkhawatirkan Aldin?? Kita bisa mengunjunginya tapi habiskan dulu sarapanmu"


"Baik boss!!!" Jasmine segera membuka mulutnya untuk menerima suapan dari sang suami tercinta hingga habis tak bersisa..


"Apa hari kau jadi mengajakku makan siang honey??"


Jasmine menepuk dahinya dan berkata "Ohh sayang maafkan aku, hari ini aku ada jadwal meeting dengan David Leonard"


"Hufh, apa dia belum menyerah mengejarmu??? Ingin rasanya ku sobek mulutnya itu saat ia tersenyum pada istriku..."


"Sayang, dia hanya rekan bisnis.. Bukankah sudah ku katakan jika ia memilih A-Label untuk merancang busananya??"


"Berhentilah bekerja, aku bisa membiayai semua keperluanmu!!"


Jasmine menangkup wajah Darren mencoba untuk menjelaskan "Sayang, ayolah dengarkan aku, Daddy Gilang dan Mom Megan sedang di Indonesia untuk membantu perusahaan daddy karena Aldin kau tahu sendiri kondisinya.. Sedangkan A-Label juga perlu dikelola bukan?? Ini perusahaan yang didirikan oleh Mom Abhi... Percayalah aku sama sekali tidak tertarik pada David Leonard... Kaulah pemilikku sejak aku lahir ke dunia ini..."


"Yaa.. kau tak menyukainya tapi dia tergila-gila padamu honey.."


Jasmine tak lagi menjawab, ia mendekatkan wajahnya dan segera menyerang bibir suaminya yang terlalu banyak bicara pagi ini.. Ciuman yang saling menuntut itu harus Jasmine hentikan karena ia kehabisan oksigen..


Namun tangan Darren sengaja menahan tengkuknya "Katakan kau menginginkanku!"


"Aku menginginkanmu..." Jasmine tersenyum menggoda dan percayalah Darren tak melepaskannya.. Ia menggendong istrinya ke kamar lalu melemparkannya ke atas kasur..


"Sayang, aku sudah berdandan.." Jasmine melihat setelan baju kerja yang melekat di tubuhnya...


"Kita bisa melakukan paket kilat jika begitu" Darren mengerling jenaka.. Darren membuka tiga kancing baju istrinya hingga bagian yang paling menonjol itu harus keluar dari persembunyiannya... Tangan Darren memilin puncak berwana merah muda hingga pemiliknya harus mendesah nikmat.. Sementara bibirnya aktif menjelajahi tiap sudut bibir Jasmine..


Tok tok tok


"Daddy....." Angel memanggil Darren dari balik pintu kamar membuat Jasmine melotot karena Darren sama sekali tak menghentikan aktifitasnya malah semakin memberikan sensasi yang membuat Jasmine ingin menjerit untuk segera melakukan penyatuan..


"Yaaa honeeyyy, sebentar daddy sedang membantu mommy mencari dasi daddy..." Jawab Darren ringan..

__ADS_1


"Aku ingin dipeluk dad!!"


"Habiskan sarapanmu dan kau akan mendapatkannya nanti..." Darren membalikkan tubuh istrinya, menarik ke atas rok yang dikenakan oleh Jasmine dan mulai penyatuan sembari berdiri sedangkan Jasmine ia perlu sedikit membungkuk dan menyandarkan wajahnya di tembok.. Darren terus melajukan senjatanya hingga Jasmine merasa terbang melayang


Tak terdengar jawaban dari Angel "Dia pasti marah.. aaahhh.." ucap Jasmine sembari menggigit bibir bawahnya...


"Sebentar lagi honey" Darren memompa lebih cepat hingga akhirnya terjadi pelepasan...Jasmine berbalik badan dan memeluk suaminya yang masih memejamkan matanya karena merasakan dirinya yang tengah terbuai dengan nikmatnya surga dunia..


"Jika kau berdekatan dengan David Leonard, kau tahu apa hukumanmu???"


"Yaa.. aku yang di atas bukan?? Aku tunggu hukumanmu itu Tuan Wilson" bisik Jasmine sembari menggigit kuping suaminya...


"Kau menggodaku!!!" Darren mengeratkan pelukannya..


"Tak ada jatah tambahan Darren Wilson... Putri anda sudah merajuk di luar sana!!" Jasmine mendorong suaminya dan segera berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri...


.


.


.


Setelah sarapan pagi, Feli sedang mengajari Aldin untuk menguatkan kakinya saat berdiri.. Dan hebatnya, Aldin sudah mampu berdiri 5 detik tanpa bantuan...


"Permulaan yang cukup bagus Tuan, aku yakin sebentar lagi Tuan akan segera berjalan kembali..Mari kita mencobanya lagi..."


Feli membantu Aldin untuk berdiri dan setelah Aldin dalam posisi berdiri yang sempurna ia perlahan melepaskan tangannya lalu mulai berhitung..


Satu


Dua


Tiga


"Astaga Aldin.." ucap seorang wanita yang baru saja masuk apartemennya membuat Aldin kehilangan keseimbangan tubuhnya dan ambruk ke dalam pelukan Feli.. Feli segera menoleh untuk melihat siapakah yang bisa dengan leluasa masuk apartemen Aldin.. Betapa terkejutnya Feli saat melihat sosok Jasmine..


"Matilah aku... Tamat sudah riwayat ku... Apa yang harus aku lakukan saat istri pertama melihat suaminya seatap dengan wanita lain.. Oh Tuhan selamatkan aku..." batin Feli menjerit..


Feli berusaha mengembalikan tubuh Aldin ke atas kursi rodanya, Jasmine pun dengan sigap membantunya..

__ADS_1


"Nona Jasmine.. maafkan aku... emmm, aku..."


"Maaf untuk apa Nona Felicia Derick?? Ku harap aku tak salah menyebut namamu..."


Feli semakin panik saat Jasmine mengetahui nama lengkapnya...Apa saja yang sudah Jasmine ketahui tentang dirinya membuat Feli semakin takut, Feli memang merasa bosan hidup karena masalah yang membelitnya namun ia berdoa agar Jasmine tak mengirimnya ke surga saat ini juga.. Ia masih berjuang untuk suatu hal yang hanya ia sendiri yang bisa memperjuangkannya...


"Apa kau baik-baik saja Feli?? Kau tampak pucat.." ucap Jasmine dengan lembut..


"Akhh.. tidak nona, saya baik-baik saja..." Feli berusaha mengusap keringat di dahinya...


"Ohh iya, panggil aku Jasmine saja.. tak perlu terlalu formal... Aku berterima kasih karena kau mau merawat Aldin dan melakukan terapi untuknya... Sungguh aku sangat terkejut melihatnya bisa berdiri hari ini" Jasmine mengucapkannya sembari memeluk Aldin dari belakang..


"Itu sudah tugasku nona.. Ehh maksudku Jasmine.. maaf aku belum terbiasa memanggil namamu..." jawab Feli canggung..


"Apa tak ada ciuman untukku?" ucap Aldin menyela obrolan dua wanita di hadapannya..


"Oh maafkan aku.. Aku sangat merindukanmu..."


Cup... Jasmine mencium pipi kembarannya lalu memeluknya.. Sementara Feli membatu ditempatnya menyaksikan kehangatan keduanya namun kedatangan seorang pria yang sangat tampan membuyarkan lamunannya..


"Katakan kau ada masalah apa Jasmine* ucap Aldin pada Jasmine yang masih berada di pelukannya sembari menatap Darren dengan tatapan mengejek...


"Katakan padanya aku tak mau bicara dengannya Al..." cicit Jasmine..


"Kau sudah mendengarnya bukan? Lebih baik kau tinggalkan apartemenku ini"


"Aku hanya akan pergi dengannya...." Jawab Darren enteng...


"Ada apalagi heemmm???" tanya Aldin dengan lembut pada adiknya... Jasmine segera meregangkan pelukannya lalu berkata "Ia sudah membakar semua baju yang khusus di pesan oleh David Leonard.... Katakan apakah aku salah jika aku marah padanya.. Dia sangat menyebalkan!!!"


"Wah kau dalam masalah besar dude..." Aldin tergelak mendengar penjelasan Jasmine...


"Kau tahu kan si brengsek itu selalu mendekati Jasmine.. Dia tersenyum pada Jasmine saja rasanya aku ingin merobek mulutnya.. Dan kau tahu dude?? Hari ini dengan lancangnya ia memandangi wajah Jasmine saat Jasmine mencoba memakaikan dasi untuknya.. Rasanya ingin ku congkel mata pria itu..."


"Sebagai pria kau keterlaluan Darren!!! Bukankah begitu Feli???"


Feli semakin bingung dengan obrolan ketiganya.. Otaknya mencerna apakah Aldin membiarkan istrinya begitu saja saat istrinya bersama pria lain... "Emmm... aku bingung kenapa Tuan Darren marah-marah padahal kan yang seharusnya marah adalah Tuan Aldin sebagai suami nona Jasmine..Tapi Tuan Jasmine malah tertawa seolah tak terjadi hal serius pada istrinya..."


"Apaaaaaa????" Teriak Aldin, Jasmine dan Darren bersamaan mendengarkan jawaban polos dari Feli yang mengira Jasmine dan Aldin adalah pasangan suami istri..

__ADS_1


__ADS_2