
4 Tahun berlalu, banyak hal yang terjadi termasuk hubungan Shella dan juga Rendra.. Mereka menjadi sepasang kekasih dan akan menikah.. Shella mencoba menghubungi semua desainer ternama namun tak ada satu pun yang cocok.. Hingga sebuah kabar bagus sampai ke telinganya.. Seorang desainer terkenal di dunia yang memiliki branding A-Label pada produknya itu tengah berada di Indonesia.. Seperti apa wajahnya? Dunia tak mengetahuinya karena yang muncul hanya karya-karyanya saja..
Shella mencoba mencari info tentangnya, karena ia ingin sekali memakai baju rancangannya.. Tentu saja hal itu membuat Rendra memijit pangkal hidungnya..
"Yank, yang bener aja mau pakai rancangan dia?? Masa gaun kamu lebih mahal daripada pesta pernikahan kita??"
"ihh yank, jangan bilang kamu ga punya duit.."
"Mampus lu..mau ngomong apaan lu??" Satya terkekeh mendengar keraguan adiknya pada Rendra
"Ya udahlah terserah kamu aja yank.. daripada batal kawin bisa ribet urusannya"
"NIKAH!!!!"
"Halah sama aja tar ujung-ujungnya juga kawin" Rendra dalam mode kesalnya..
"Aku udah pesenin 3 tiket pesawat buat kita" teriak Shella kegirangan..
"Kalian aja, gue ga ikutan" jawab Satya
"Ayolah kak, sekali aja.. refreshing.. yayaya?"
"Iya bro, kali aja lu butuh temen buat nangis.. gue temenin lu nangis sampe kejer.."
"Emang kamu nangisin apa yank???"
"Nangisin dompetku lah yank"
"Ya ampun sama calon istri ga boleh pelit-pelit tau..."
"Tuh kan bro, temenin gue yang merana ini"
"Okay gue ikut" jawab Satya malas..
Hal menarik lainnya adalah Shella memesan tiket untuk hari ini juga, membuat Satya dan Rendra harus menjadwalkan ulang rapat mereka dan mengemudi seperti orang kesurupan agar tak ketinggalan pesawat..
Setibanya di Bali, mereka langsung menuju sebuah resort milik desainer tersebut.. Resort yang sangat indah dengan segala fasilitasnya dan juga pantai pribadinya.. Sesaat Satya sangat terpukau dengan keindahannya, setiap sudutnya terlihat hidup dan sangat menarik..Tak sembarangan orang bisa beruntung menginap di sana karena harganya yang sangat fantastis untuk orang biasa.. Tamu-tamunya berkelas mulai dari artis dalam negeri, para pejabat dan pengusaha, wisatawan luar negeri dan juga artis-artis internasional..
Waktu yang dijadwalkan untuk bertemu dengan sang desainer masih satu jam lagi dan mereka bertiga memilih untuk berjalan-jalan di pantai..
Bruk
Seorang anak laki-laki menabrak Satya hingga terjatuh.. Satya menunduk dan membantu anak tersebut untuk berdiri.. Anak itu berbicara dengan sangat lancar dengan bahasa Asing..Satya seperti melihat pantulan dirinya di wajah anak itu, ia seperti memiliki ikatan dengan anak tersebut..
"Maaf uncle, aku tidak sengaja.." ucapan anak itu membuyarkan lamunan Satya..
"Ohh tak apa, apa yang kau lakukan di sini jagoan??"
"Aku sedang bermain kejar-kejaran dengan adikku uncle"
"Katakan dimana adikmu?? Ia pasti kesusahan mengejarmu"
"Itu" Tunjuk anak kecil itu pada saudarinya, Satya menoleh ke arah anak perempuan yang sama tingginya dengan anak lelaki di hadapannya..
Sekali lagi Satya tertegun melihat wajah anak perempuan yang mirip sekali dengan seseorang hanya saja rambutnya pirang...
"Apa kalian kembar?" Satya mencoba menebak
"Ya uncle, kami kembar.." jawab gadis kecil itu..
"Siapa nama kalian sayang"
"Jasmine"
"Aldin"
"Siapa nama uncle??" tanya Jasmine
"Satya Pradipta"
__ADS_1
"Wah ternyata kita mempunyai nama yang sama uncle" ucap Jasmine kegirangan..
"Oh ya?? Memangnya siapa nama lengkap kalian?"
"aku Jasmine Pradipta dan ini kakakku Aldin Pradipta"
Bagai disambar petir, ini kebetulan atau bagaimana.. Selain wajah yang mirip, nama pun juga mirip..
"Jasmine, Aldin" teriak seorang wanita yang membuat Satya menoleh dengan cepat..
"Ohh uncle, waktu bermain kami sudah habis.. Mom akan memarahi kami" ucap Aldin
"Apa dia itu mommy kalian??"
"Yaaa, dia adalah mommy Meghan" terang Jasmine..
"Ohh, kembalilah.. Jangan menyusahkan mommy kalian anak baik" Satya mengacak rambut kedua anak itu sebelum mereka berlari kepada mommy-nya...
Bertemu dengan kedua anak tadi bagai mendapatkan atmosfer baru dalam hidupnya yang sudah 4tahun ini hampa walaupun hanya sesaat.. Satya berjalan mundur dan memejamkan matanya, ia mengangkat tangannya dan menghirup dalam-dalam oksigen di sekitarnya.. Namun lagi dan lagi ia tak sengaja menabrak seseorang..
Satya terkejut melihat wanita yang ditabraknya terjatuh, ia mengulurkan tangannya dan membantu wanita itu untuk berdiri... Betapa terkejutnya Satya saat melihat wajahnya, wajah yang selama ini ia rindukan.. Wajah yang membuatnya hampir kehilangan akal karena mencarinya..Bhina, wanita yang selama ini ia cari ada dihadapannya..
Bhina tak kalah terkejutnya melihat Satya berdiri di hadapannya, namun detik berikutnya senyum mengembang di wajahnya "Maaf aku terburu-buru, senang bertemu denganmu" Bhina segera berlari ketika ia mengetahui akan kedatangan tamu...
"Tu-tunggu" ucap Satya yang terlambat karena Bhina sudah jauh..Satya menjambak rambutnya kasar, sungguh ia tak percaya ini... Bagaimana bisa ia bertemu kembali dengan Bhina..
"Gue ga bakal lepasin lu kali ini" lirih Satya..
"Kak, yuk ketemu owner-nya A-LABEL.." Ajak Shella yang membuyarkan lamunan Satya, Satya hanya mengekor pada dua orang dihadapannya.. Hingga mereka tiba di sebuah ruang kerja dan menunggu sang desainer datang..
"Selamat Sore" ucap seorang wanita dengan balutan dres bermotif bunga berwarna peach menyapa ketiga tamunya...Ketiganya kompak membulatkan mata tak percaya dengan apa yang dilihatnya..
Plaaaakkkkk.. Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus wanita yang baru saja dengan ramah menyapanya..
"Sorry" ucap wanita itu dengan puppy eyesnya yang sangat menggemaskan..
Shella menangis dan memeluk wanita itu, betapa ia merindukannya selama ini..
"Aku hanya merintis Bisnisku" ucap Bhina
"Apa kau berhasil dengan bisnismu??"
"Tentu saja, karena kau akhirnya menemukanku dari bisnis yang ku bangun... Katakan apa yang bisa ku bantu"
"Kekasihku ini ingin mengenakan gaun rancanganmu honey"
"Ohh kau melukaiku, bolehkah aku merebutmu lalu aku saja yang menikah denganmu" Bhina sengaja menggoda dua orang kekasih itu mengabaikan Satya yang sudah menahan amarahnya.. Mengapa ia tak menyapanya? Apa Bhina benar-benar membenci dirinya..Ingin rasanya ia menarik wanita itu ke dalam pelukannya..
"Sebenernya aku takut kau jatuh miskin karena membeli gaun rancanganku ini kakak"
"Wah, 4 tahun tak bertemu ternyata tingkat kesombonganmu semakin akut ya"
"Tentu saja, aku terus melatihnya sebelum bertemu denganmu.. dan satu lagi, aku akan memberikannya dengan cuma-cuma sebagai hadiah pernikahan untuk kalian... Katakan padaku gaun seperti apa yang kau inginkan.."
Shella mulai menjelaskan keinginannya pada Bhina, Bhina mencoba memahami apa yang diinginkan sahabatnya.. Ia mengambil kacamatanya dan mulai membuat sketsa..
'Kenapa dia terlihat sangat cantik dengan kacamatanya itu.. Lihatlah tubuhnya semakin indah, buah dada yang dulu hanya seperti tutup gelas itu kenapa sekarang bisa sebesar buah apel.. dan ya bokongnya sangat berisi' otak Satya berfantasi...
"Selesai.. apa seperti ini??" Bhina menunjukkan sketsanya
"Yuhuuuu, kamu emang paling ngerti aku bhi"
Ceklek
Tiba-tiba dua orang anak kecil masuk ke ruang kerja mommynya dan menghambur ke dalam pelukannya..
"Oh Mommy, aku sangat merindukanmu" rengek Jasmine..
"Mommy aku lapar" keluh Aldin
__ADS_1
"Baiklah, setelah ini kita makan bersama.. ucapkan salam pada aunty dan uncle sayang"
"Apa mereka ini anakmu???" Shella dan Rendra tampak terkejut..
"Tentu saja, apa kalian meragukannya??"
"Apa kau sudah menikah?? Kenapa anakmu mirip kak Satya waktu kecil sih?? Apa suamimu juga mirip kak Satya??" Dengan polosnya Shella menanyakan hal itu namun Bhina hanya menggidikkan bahunya acuh..
"Hai uncle" Twins berlari ke arah Satya, tanpa pikir panjang Satya memangku kedua bocah kembar itu..
"Katakan apakah kalian akan mengajak uncle makan bersama dengan kalian??"
"Tentu saja kami ingin, tapi mom.." Aldin menatap mommynya
"Yaa tentu saja" Bhina menjawabnya datar..
Akhirnya mereka makan malam berempat di tepi pantai..Bhina sibuk mengambilkan makanan untuk kedua anaknya dan ia melihat piring Satya masih kosong..
"Mau aku ambilkan?" Bhina tersenyum manis dan wajah Satya berbinar seketika..Bhina mengambilkan makanan dan menaruhnya di piring Satya..
"Makanlah"
"Terima kasih"
"Mom, apa seperti ini rasanya makan malam jika kami memiliki seorang Daddy"
"Apa kalian tidak mempunyai Daddy??" tanya Satya penuh selidik
"Kami punya Daddy Gilang, tapi ia milik mommy meghan... Sedangkan mommy Abhi..." Aldin menggantung kata-katanya..
"Cepat habiskan makan malam kalian dan segera tidur anak-anak" Bhina memotong pembicaraan mereka sebelum mereka berbicara panjang lebar..
"Apa benar mereka anak-anakku?"
"Jadi uncle sungguh Daddy kami??" Ucap Jasmin dan Aldin kompak..
"Ya, mereka anak kandungmu"
"Mommy.. benarkah itu?? Kami punya Daddy??"
Bhina hanya mengangguk dan sebulir air mata jatuh ke pipinya menyaksikan betapa bahagianya anak-anaknya bisa bertemu dengan Daddy nya..
"Daddy" ucap twins kompak
"Katakan lagi nak, katakan.." ucap Satya
"Daddy, Daddy, Daddy"
Satya membawa mereka dalam pelukannya "Terima kasih Tuhan, anugerahmu sungguh luar biasa" Satya menangis haru..
"Sebaiknya kalian segera tidur, ini sudah malam"
"Tapi mom" protes twins
"Turuti mommy kalian sayang" ucap Satya..
"Aku ingin tidur dipeluk Daddy" rengek Jasmine..
"Dan aku ingin dipeluk mommy saja" Aldin turun dan memeluk mommynya..
Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk terlelap, Bhina dan Satya membawa mereka ke kamar untuk bisa merebahkan di kasur.. Setelah selesai, Bhina menyelimuti keduanya serta menciumnya satu per satu..
"Aku mencintaimu" Satya mendekap wanita itu dan wanita itu juga membalas pelukannya..
"Bagaimana dengan pernikahan kakak?" tanya Bhina
"Apa kau masih menganggapku lupa ingatan di saat aku bilang bahwa aku mencintaimu??"
"Aku sangat terluka"
__ADS_1
"Maafkan aku"