
"Apa kamu baik-baik aja?" Tanya Bhina hati-hati takut Shella tersinggung..
"Ya tentu saja, gue bahkan mendukung semuanya.. gue hanya ingin melihat siapa wanita itu.. semoga pilihannya tepat"
"Memangnya kalau tidak tepat gimana??"
"Otak lu pasti mikir yang enggak-enggak,apapun yang terjadi gue tetap anggep mas Gilang kakak gue lah... sama kayak elu"
"Ya udah, ku pikir kamu lagi ga baik-baik aja... Makan siang yuk, aku lapar banget.." rengek Bhina
"Emang kakak gue ga ngasih elu makan sampai lu kelaparan???"
"Aku yang dimakan terus sama kak Satya"
Seketika sebuah bantal melayang ke muka Bhina, Shella tak menyangka bahwa kini sahabatnya masuk dalam kategori mesum setelah menikah dengan kakaknya dan akhirnya mereka tertawa bersama-sama..
Bhina mengajak Shella untuk keluar dari kamar untuk makan bersama, di joglo sudah penuh dengan anggota keluarga termasuk Gilang dan calon tunangannya.. Ya, nanti malam adalah acara pertunangan Gilang dan calonnya.. Bhina menggenggam tangan Shella untuk sekedar menguatkan lalu mengajaknya untuk bergabung bersama keluarga besarnya..
________________
Satya dan Rendra menyelesaikan rapatnya dengan cepat dan segera terbang ke jogja.. Setibanya di Jogja, Satya di jemput oleh pak Di yang tadi juga menjemput Bhina.. Satya sudah tak sabar bertemu dengan istrinya, baru sebentar saja berpisah rasanya seperti bertahun-tahun lamanya..
Mobil yang dibawa pak di sudah memasuki kediaman Adiwilaga, Satya dan rendra di buat terpukau oleh pemandangan di depan matanya..
"Istri lu cucu Sultan sat? Gileeee rumahnya udah kayak 5 RT jadi satu ini mah"
"Gue juga baru tau, ini baru pertama kalinya gue ke sini"
Pemandangan yang sungguh memanjakan mata dan tentu saja tak dapat mereka temui di ibukota yang penuh dan sesak oleh gedung-gedung yang menjulang tinggi..
Setelah mobilnya berhenti, Satya dan Rendra turun dari mobil.. Semua mata tertuju pada mereka, semua tatapan memuja diarahkan pada Satya dan Rendra yang terlihat sangat tampan dan juga bertubuh atletis..
Bhina yang melihat suaminya datang, segera menyambut tangan suaminya lalu menciumnya.. Satya yang memang sudah sangat merindukan istrinya itu pun segera membawanya ke dalam pelukannya dan mencium puncak kepala Bhina..
Sorak-sorai keluarga pun memenuhi ruangan itu tatkala melihat Satya dan Bhina yang tak malu mengungkapkan rasa sayang mereka satu dengan yang lain.. Bhina menarik suaminya dan mengenalkannya pada satu per satu anggota keluarganya.. Setelah acara perkenalan selesai, ada dua mobil yang datang.. Mereka adalah calon tunangan mas Gilang dan juga keluarganya..
__ADS_1
Semua biasa-biasa saja terkecuali Satya, Rendra, Shella dan juga Bhina yang matanya hampir saja keluar saat melihat calon tunangan Gilang..
"Ardelia" ucap Rendra dan Shella bersamaan..
Ardelia juga tak kalah terkejutnya dengan mereka, ia tak pernah menyangka akan bertemu dengan Satya di hari pertunangan mereka.. Seolah tak mau kenal, Satya justru mengeratkan tangannya ke pinggang sang istri.. Ardelia menatap benci akan tindakan Satya yang dinilai hanya ingin membuatnya cemburu..
"Kak Gilang yakin mau tunangan dengan wanita ini??" tanya Shella tanpa basa-basi
"Shell" tegur Bhina
"Memangnya kenapa??" tantang Ardelia
"Dasar wanita ular!!!!" Shella berlari pergi, Bhina yang khawatir langsung saja menyusul Shella..
"Yank" panggil Satya namun tak dihiraukan
"Silakan dilanjutkan acaranya, saya dan Rendra harus menyusul istri dan adik saya.. Mohon maaf untuk kekacauan yang terjadi" kali ini Satya harus meminta maaf atas perbuatan adiknya...
Shella dan Bhina pergi dengan menggunakan mobil, Satya yang panik juga menyusul mereka dengan mobil kedua orang tuanya.. Shella menancapkan gasnya, percayalah Bhina sudah ketakutan setengah mati dengan kecepatan mobilnya..
Seolah tuli, Shella justru semakin menaikkan kecepatannya... Satya dan Rendra yang mengejar mereka pun juga turut panik oleh ulah yang dibuat oleh Shella..
"Shiiitt!!!!!" umpat Satya karena gagal menghentikan mobil yang dibawa adiknya..
"Shell awaaaasss" teriak Bhina tatkala melihat sebuah mobil dari arah berlawanan..
Duuuuaaarr.. suara tabrakan tak bisa terhindarkan..
Bhina mendapati dirinya masih baik-baik saja walaupun kakinya bergetar hebat, ia menoleh ke arah Shella yang juga baik-baik saja dengan nafas yang terengah-engah.. Ia melihat mobil yang dikendarai suaminya yang remuk.. Betapa hancurnya hati Bhina saat itu, dengan sekuat tenaga ia berlari ke mobil suaminya untuk memastikan bahwa semuanya baik-baik saja...
Ia mendapati suaminya dan Rendra dalam keadaan tidak sadarkan diri.. Bhina meraung memeluk tubuh suaminya.. Beberapa saat kemudian, ambulance datang dan segera membawa mereka ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan..
Shella yang merasa bersalah atas tindakannya itu pun meracau tidak jelas..
"A-aaku a-ku yang menyebabkan ini semua.. dasar bodoh, tolol" Berulang kali Shella menampar pipinya..
__ADS_1
Bhina mendekat dan memeluk Shella " ini semua takdir Shell, jangan salahkan dirimu"
Akhirnya Shella menangis tersedu-sedu di pelukan Bhina hingga tanpa sadari seluruh anggota keluarga sudah berdatangan.. Dokter yang memeriksa Satya dan Rendra pun keluar dari ruang observasi..
"Bagaimana keadaan putra saya dok??" tanya Hartanto
"Tidak ada luka yang serius, sebentar lagi mungkin mereka akan sadar"
Akhirnya semua bisa bernafas lega lalu memasuki ruang rawat Satya.. Dan benar saja, setelah beberapa saat Satya terbangun.. Betapa bahagianya ia kala itu, ia langsung saja memeluk suaminya...
Satya terkejut dengan tindakan Bhina, spontan ia menjauhkan tubuh Bhina.. Bhina merasa heran dengan tindakan suaminya.. "Elu ngapain peluk-peluk gue"
Bak di sambar petir Bhina seperti kehilangan separuh nyawanya saat Satya mengucapkannya..
"Aku kan istri kamu"
"Ga mungkin, jangan asal bicara.. gue udah punya pacar.. Kemarilah sayang" ucap Satya pada Ardelia..
"Ta-tapi kita sudah menikah" ucap Bhina terbata-bata
Ardelia mendekat dan memeluk Satya di hadapan semua orang, tentu saja hal ini memancing amarah Gilang..
"Apa-apaan sih??"
"Maafkan aku lang, sepertinya kita batalkan saja pertunangan kita.. Karena aku akan menikah dengan Satya" ucap Ardelia tanpa rasa bersalah sedikitpun..
"Dasar wanita ular!!!!" Shella mengumpat Ardelia..
Kaki Bhina bergetar hebat, hingga tak mampu menopang tubuhnya... Ia meluruh ke lantai dan dengan sigap Gilang menangkapnya..
"Bhi, semua akan baik-baik saja..". ucap Gilang menenangkan..
"Tapi aku rasa semua tak akan baik-baik saja" tangis Bhina pecah di pelukan Gilang..
Tak sabar dengan apa yang terjadi, Anne memerintah dokter untuk memeriksa kondisi putranya.. Setelah selesai, dokter menyatakan bahwa Satya mengalami amnesia.. Ia melupakan sebagian memorinya dan buruknya itu mengenai istrinya..
__ADS_1
Lidah bhina kelu, ia bahkan tak mampu berkata-kata lagi.. Segala macam upaya telah ia lakukan untuk mengembalikan ingatan suaminya.. Namun usahanya sia-sia hingga akhirnya ia memilih untuk pergi dari tempat itu karena muak melihat kemesraan suaminya dan Ardelia..