Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 28


__ADS_3

Hari ini keluarga Satya memutuskan untuk kembali ke Jakarta, Bhina dan keluarganya juga turut mengantarkan kepulangan mereka.. Walaupun sudah berpisah, namun Bhina meyakinkan keluarganya bahwa semua yang terjadi ini adalah takdir Tuhan.. Silaturahmi harus tetap terjaga, sungguh anak yang manis, orang tuanya sudah berhasil mendidiknya dengan sangat baik..


"Kamu ga ikut balik ke Jakarta honey???" Entah sejak kapan Rendra menyebutnya honey namun Bhina tak pernah menolak panggilan yang ditujukan padanya..


Bhina menggelengkan kepalanya dan tersenyum "Ini, buat kakak sama Shella, dibaca pas udah naik ke pesawat"


Rendra mengernyitkan dahinya "ini udah jaman modern dan kamu masih nulis surat??"


"Apa kakak lupa kalau di pesawat tak bisa menyalakan ponsel??"


"Baiklah baiklah, aku kalah kalau sama adekku yang satu ini" Rendra menyentil hidung Bhina..


"Sayang, kenapa tak ikut kami pulang??" Anne mengelus kepala Bhina dengan lembut


"Karena Jakarta bukanlah tempatku untuk kembali pulang"


"Maksudnya?" tanya Shella


"Heeiii, aku tunggu undangan pernikahan darimu dan kita tetap menjadi ipar" Bhina mengalihkan pembicaraan


"Ipar????" Shella bingung dengan pernyataan Bhina..Namun Bhina justru memeluk Rendra "Dia sekarang sudah ku angkat menjadi kakakku, jadi kalau kau menikah dengannya tentu saja kita menjadi saudara ipar bukan???"


Shella tersenyum dan bergabung untuk saling berpelukan, untuk saling menguatkan satu sama lain..


"Sat, setidaknya kamu harus berpamitan pada Bhina dan keluarganya!!!" tegur Hartanto..


"Tidak usah dipaksa jika memang tidak mau pi" jawab Bhina


"Tentu saja" jawab Satya angkuh sambil memeluk Ardelia, percayalah Rendra sudah akan menghajar sahabatnya saat itu juga.. Beruntung ada Bhina yang menahannya..


"Kak Satya, semoga kakak selalu bahagia.." doa Bhina dengan tulus..


Namun Satya berlalu begitu saja, kali ini hati Bhina sudah kuat untuk menerima segala kenyataan yang ada.. Bahkan ia tersenyum melihat kepergian Satya.. Akhirnya mereka berjalan memasuki pesawat, setelah tak terlihat Bhina juga berpamitan kepada keluarganya.. Ia memutuskan untuk pergi dari negara ini untuk melupakan segala sakit hatinya..Awalnya kedua orang tuanya menentang keputusannya namun akhirnya mereka setuju karena Gilang akan selalu menjaganya.. Bhina melangkah pergi bersama Gilang, ia memasuki ruang tunggu yang sekelilingnya dibatasi oleh kaca..


Rendra yang melihat Bhina akan melakukan penerbangan dengan ruang tunggu berbeda hanya bisa mengetuk-ngetuk kaca yang membatasi mereka..

__ADS_1


Bhina mendekat dan menyentuh kaca seolah sedang memegang Rendra, Shella, papi dan maminya.. Air matanya tak terbendung lagi, ia harus meninggalkan semua orang yang ia sayangi..


Kejutan.. Bukan mereka yang meninggalkan Bhina tapi justru Bhina yang meninggalkan mereka.. Kemana?? Hanya Bhina yang mengetahui tujuannya..Gilang menarik tangan Bhina karena penumpang sudah harus segera masuk ke dalam pesawat..


Shella menangis sejadi-jadinya melihat kepergian Bhina, hanya Satya dan Ardelia yang tak terpengaruh dengan kepergian Bhina.. Namun dalam diam, hati Satya sangat sakit melihat wanita itu akan pergi seakan ia tak akan pernah bertemu lagi..


Kini giliran keluarga Satya yang harus naik ke dalam pesawat..Dengan air mata yang masih basah, Shella membuka surat dari Bhina:


Teruntuk Sahabatku Shella dan juga Kakakku Rendra,


Maafkan aku yang harus pergi tanpa membicarakan ini sebelumnya pada kalian..


Aku tahu kalian kecewa bahkan marah dengan keputusan yang aku buat..


Tapi aku mohon, pahami aku kali ini saja..


Aku tak sanggup melihat kebahagian kak Satya bersama wanita lain..


Rasanya seperti dibunuh berkali-kali tapi tetap saja aku tidak mati..


Aku akan memulai hidupku yang baru tanpa ada bayang-bayang kak Satya..


Tapi jika ia sama sekali tak mengingatku, aku akan selalu berdoa agar ia selalu bahagia..


Ucapkan rasa terima kasihku pada kak Satya yang telah memberiku alasan untuk tetap bisa tersenyum dan melanjutkan hidupku..


Aku harap suatu hari nanti bisa bertemu dengan kalian kembali..


With Love,


Abhinaya Phinastika


Shella meremas dadanya, sakit sekali rasanya ia harus berpisah dengan Bhina yang setiap hari selalu bersamanya sejak kecil.. Rendra berusaha menenangkan Shella dengan pelukannya.. Sejak saat itu mereka mulai dekat..


Setibanya di Jakarta mereka langsung menuju rumah kedua orang tua Satya.. Seperti sebuah memori yang diputar ulang, ingatan Satya berputar tatkala ia mengucapkan janji suci bersama Bhina di ruang keluarga yang baru saja ia masuki.. Bahkan foto pernikahannya masih terpajang dengan sangat jelas di depan matanya...Ingatannya tentang Bhina terngiang-ngiang di kepalanya hingga ia merasakan sakit kepala yang hebat hingga ia pingsan..

__ADS_1


Semua orang khawatir, Rendra segera menghubungi dokter keluarga untuk memeriksa kondisi Satya... Tak selang berapa lama Satya terbangun dengan menyerukan nama Bhina..


"Bhinaaaaa" nafasnya terengah-engah


"Sayang" Ardelia memeluk Satya namun Satya mendorongnya..


"Ngapain lu di sini??" ucapan Satya membuat semua orang membulatkan matanya, entah takdir macam apa ini.. Mereka yakin setelah ini Satya akan menggila jika tahu apa yang telah terjadi..


"Kenapa semua orang diam saja?? Dimana istriku?? Dimana Bhina?? Apa dia baik-baik saja?? Apa dia selamat dari kecelakaan itu??"


Satya menatap adik semata wayangnya untuk mendapatkan jawaban, Shella mendorong tubuh Ardelia agar menjauh dari Satya..


"Kakak" Shella menangis


"Kenapa?? Katakan kenapa?? Mana istriku dek??"


"Tapi kalian sudah bercerai"


"Dek, kalau ngomong jangan ngaco ahh.. cerai gimana???"


Shella menceritakan semuanya dari awal hingga Satya mendapatkan ingatannya kembali.. Seperti dugaan mereka, Satya menggila.. Ia tak bisa menerima kenyataan bahwa dirinya sudah bercerai dengan Bhina... Bahkan ketika ia membaca surat dari Bhina, ia tak tahan dan membanting semua benda-benda yang ada di sekitarnya..


Ia menyuruh Rendra untuk memeriksa tujuan penerbangan Bhina, Satya harus mengejar Bhina dan membawanya kembali pulang...


"Kenapa gue harus hidup kalau gue kehilangan Bhina? Kenapa gue ga mati aja??"


"Bro, gue bakal bantuin lu..Ini janji gue" ucap Rendra menenangkan sahabatnya...


Sejak saat itu, Satya menjadi pribadi yang dingin dan jarang berbicara.. Ia menyibukkan dirinya bekerja agar pikirannya teralihkan namun jika malam menjelang.. Ia tersiksa akan rasa rindu yang begitu menyesakkan dada..


Ia sungguh tak tahu kemana perginya Bhina, Bhina benar-benar menghilang bagai ditelan bumi... Nomor ponselnya pun ia ganti, seluruh anggota keluarganya tutup mulut akan keberadaan Bhina..


Tak terasa keadaan ini berlangsung selama 4 tahun.. Ia tak mau membuka hatinya untuk wanita lain.. Satu hal yang ia yakini bahwa Bhina akan kembali..


Tunggu??

__ADS_1


Apakah Bhina juga menunggunya?? Bagaimana jika ia sudah menikah dan memiliki keluarga???


ooouuhhh... Satya sangat frustasi memikirkannya.. Ia hanya bisa berdoa agar Tuhan tak mendekatkannya dengan lelaki manapun hingga Satya mendapatkannya kembali..


__ADS_2