Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 54


__ADS_3

"PRAAAANK.." Sebuah gelas lolos dari genggaman tangan Bhina saat dokter keluar dari luar tindakan dan menjelaskan bahwa Jasmine mengalami keguguran dan saat ini pendarahannya belum juga berhenti...


Kaki bhina terasa layu hingga tak kuat menopang tubuhnya jika saja Satya tidak dengan sigap menangkap nya... Semua orang bersedih mendengar ini, tak ada satu pun diantara mereka yang mengetahui bahwa Jasmine sedang mengandung..


"Beberapa hari yang lalu Jasmine menemuiku untuk melakukan pemeriksaan dan hasilnya positif hamil... Dia memintaku merahasiakan ini semua dari kalian karena ia akan memberikan kabar gembira ini sebagai kejutan di hari kelulusan sidang skripsinya..Maafkan aku jika saja aku memberitahu hal ini sebelumnya pada kalian tentu saja hal seperti ini tidak akan terjadi" ucap Albert yang juga teman dekat Satya..


"Bagaimana keadaan putriku??" suara Satya bergetar saat menanyakan hal ini, tak bisa dipungkiri setelah Bhina, Jasmine adalah separuh nyawanya..


"Kritis..Semoga saja Jasmine bisa melewati ini semua.." Albert tertunduk, dan menghapus air matanya karena bagaimanapun juga sejak Jasmine kecil ia sudah turut merawatnya jika sedang sakit... Jasmine dan Aldin sudah seperti anaknya sendiri...


"Apa kita perlu memberitahu Darren soal ini??" celetuk ellena


"Jangan.. Biarkan dia melakukan tugasnya, ia tak akan sanggup jika mengetahui hal ini" larang Aldin..


Semua anggota keluarga berkumpul di ruang rawat Jasmine, Bhina yang tak henti-hentinya menggenggam tangan Jasmine yang terasa dingin sambil menggosoknya dengan terus saja banjir air mata...


"Nak, bangun sayang.. mommy di sini" suara Bhina terdengar seperti rintihan...


"Mom, tenanglah.. Jasmine akan segera sadar dan menyapamu" Aldin berusaha menenangkan mommynya..


"Apa yang akan kita katakan pada Jasmine soal semua ini??" dada Anne terasa sangat sesak, bagai dihantam dengan batu.. Sudah terlintas dalam benaknya bagaimana Jasmine akan histeris jika mengetahui semuanya...

__ADS_1


"Satya juga bingung mi, otak satya tak bisa berpikir dengan jernih bagaimana harus menghadapi Jasmine setelah ini" Satya memijit pelipisnya..


"Lebih baik kalian pulang dan beristirahat.. Aku akan menjaga Jasmine di sini" Aldin mengkhawatirkan kesehatan keluarganya, ia tak ingin semua jadi sakit karena kurang memperhatikan kesehatannya...


"Mommy ingin di sini Al"


"Mom please.. jaga kesehatan mommy... Kembalilah esok hari"


"Benar kata Aldin, sebaiknya kita juga jangan mengabaikan kesehatan kita agar besok kita bisa bergantian dengan Aldin untuk menjaga putri kita" Satya membelai lembut rambut sang istri..


"Tapi Jasmine?? Dia akan bangun kan??" Pertanyaan bhina ini terdengar sangat menyakitkan untuk Satya...


"Dia harus bangun sayang, dia tidak boleh meninggalkan kita.. kita harus minta maaf padanya secara langsung, dia harus memarahi kita dengan mulutnya.." Akhirnya tangis Satya pecah karena tak sanggup membayangkan jika Jasmine memilih untuk menyerah...


Siapa sangka jika hari yang dinantikan Jasmine merupakan hari yang mengukir sejarah kelam dalam hidupnya hingga membuatnya terbaring koma.. Aldin yang memiliki ikatan batin yang kuat dengan Jasmine pun juga merasakan kesedihan yang sangat hebat dalam hatinya... Ia merasakan apa yang Jasmine rasakan.. Hancur.. ia benar-benar hancur saat ini, ia merasa menjadi kakak yang gagal untuk Jasmine... Dia hancur namun tak menunjukkannya pada keluarganya, ia tak ingin membebani keluarganya dengan masalah yang sudah ada...


Di sisi lain,


Di waktu yang sama dengan saat Jasmine terjatuh dari tangga gedung kampusnya, Darren merasakan sesuatu hal akan direnggut dengan paksa darinya... Ia yang membawa mobil saat itu tak memperdulikan Mike dan Emily yang ada di dalam.. Ia membawa mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, ia merasa dirinya sangat jahat dengan menyakiti Jasmine dengan cara seperi itu...


Hingga di sebuah jalanan yang sepi, mobil sport yang dikendarai Darren beradu dengan mobil sport yang lainnya.. Kecelakaan tak bisa dihindari, kedua mobil saling bertabrakan.. Beruntung semua selamat dari kecelakaan ini karena fitur mobilnya yang canggih dengan tingkat keamanan yang tinggi bagi para penumpang..

__ADS_1


Kedua pengendara mobil keluar untuk meyakinkan bahwa semua baik-baik saja..


"Darren"


"Elvano"


Ucap keduanya bersamaan..


"Bagaimana keadaanmu? Apa kau terluka? Maafkan aku.. " ucap Darren dengan tulus....


"Aku baik-baik saja, tak masalah hanya luka kecil" Elvano menengok ke arah mobil Darren.. Seakan tahu apa yang dipikirannya Darren menjawab "Aku tak bersama Jasmine, tak mungkin aku mengemudi seperti tadi jika bersamanya"


Elvano mengangguk dan berpamitan untuk melanjutkan perjalanan, takdir macam apa ini batinnya.. Ia sudah menghindar dari segala sesuatu hal yang menyangkut Jasmine namun justru ia di pertemukan dengan Darren...


Kepala Elvano terasa sedikit pusing setelah kecelakaan tadi, mungkin karena kepalanya terbentur bagian kemudi... Ia memutuskan pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan...


Elvano menjalani seluruh pemeriksaan dan untung saja hasilnya baik.. Ketika ia akan pulang, tak sengaja ia melihat mommy Jasmine menangis histeris di depan ruang tindakan.. Kakinya ingin beranjak pergi, namun tidak dengan hatinya.. Elvano berharap jika semua akan baik-baik saja.. Lagipula tadi ia bertemu dengan Darren, jika ada suatu hal terjadi pada keluarga Pradipta mungkin Darren juga akan berada di sana.. Lalu kenapa mom Bhina menangis histeris seperti itu? Baru ia sadari jika hanya Jasmine yang tidak ikut berkumpul..


Rasa ingin tahu Elvano sangat tinggi, ia bertanya pada perawat tentang siapakah pasien yang membuat keluarga pradipta itu menangis histeris.. Betapa hancur hati Elvano saat tahu jika yang ada di dalam ruang tindakan adalah Jasmine.. Satu-satunya wanita yang ia cintai, satu-satunya wanita yang membuatnya harus mengalah demi kebahagiaannya.. Dan apa yang terjadi? Jasmine mengalami henti jantung di masa kritisnya.. Ingin sekali rasanya ia memeluk Jasmine saat ini, namun Elvano hanya bisa tersenyum tipis membayangkan siapa dirinya dan apa posisinya..


Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa Darren tak ada di sini jika istrinya sedang berjuang melawan hidup dan mati... Mana mungkin seorang suami tak mengetahui keadaan istrinya.. Elvano tetap menjaga jarak dan mengawasi dari jauh.. Ia sama sekali tidak mendekat demi menjaga perasaan Darren sebagai seorang suami.. Dia ikut cemas menunggu tindakan yang dilakukan pada Jasmine, apakah ia bisa selamat ataukah tidak.. Ini mengerikan, sungguh mengerikan melihat orang yang dicintai sedang berjuang yang entah jalan mana yang akan ia pilih.. Elvano terus berdoa bagi keselamatan Jasmine, walaupun mereka tak bisa bersama tapi ia ingin tetap melihat Jasmine tetap bernafas..

__ADS_1


"Bernafaslah Jasmine agar aku bisa tetap hidup walau tak bersamamu.. Setelah kau selamat, aku berjanji untuk pergi menjauh kembali" lirih Elvano..


__ADS_2