
Setahun berlalu.. Hubungan Jasmine dan Darren kian hari kian panas.. Mereka tak bisa melewati seharipun tanpa kegiatan berpeluh bersama saat sedang bersama... Darren memboyong keluarga kecilnya ke Milan..
Seperti saat ini Jasmine sedang menggeliat saat Darren tengah menghisap intinya.. Jasmine melenguh merasakan kenikmatan yang ditambah dengan gerakan tangan Darren di gua miliknya.. Keduanya tengah dirundung hasrat dan keinginan yang membucah..
Jasmine yang semakin dibakar hasrat itu pun segera membalikkan posisinya untuk memegang kendali.. Bahkan ia dengan nakalnya memasukkan junior Darren dan melajukannya dengan gerakan-gerakan erotis yang memabukkan Darren... Benar-benar wanita idaman di atas ranjang, Darren tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya saat tubuh istrinya bergetar dan bersamaan dengan kepala juniornya merasakan adanya cairan hangat...
"Aaauuuwww... Ahhhh..." Jasmine merasakan pelepasannya membuat Darren semakin dibakar hasrat dan kini ia membalikkan posisi Jasmine, Jasmine ada di bawah kendalinya... Saat Darren mulai beraksi, saat itulah ponselnya berdering... Darren tetap saja bergerak hingga pinggangnya dan pinggang Jasmine saling beradu membuat Jasmine semakin meremas kepala Darren...
"Dar-ren.. " lirih Jasmine
"Ya sayang..."
"Katakan jika kita akan melakukannya lagi... aauuuww...."
"Kau menyukainya honey???"
Jasmine mengangguk sambil menggigit bibir bawahnya....
Semakin diabaikan, ponsel Darren dan Jasmine bergantian berdering.. Keduanya masih mengabaikan siapa yang sudah berani mengganggu kegiatan wajib jasmine dan Darren itu..
Darren dan Jasmine sama-sama memeriksa ponsel masing-masing.. Puluhan telepon masuk yang ternyata dari Mike..
"Apa kau melupakan sesuatu sayang?? Hingga mike menghubungi kita tengah malam begini??"
"Aku rasa untuk urusan pekerjaan Mike tak akan segencar ini... Sebentar aku akan menghubunginya..." Jasmine hanya mengangguk dan menunggu kabar dari suaminya...
"Hallo Mike..."
"Kemana saja kau???? berulang kali aku menghubungimu namun tak ada satu pun yang kau jawab.."
"Kau menganggu acara bercintaku dude.. Jika ini bukan mengenai hal penting maka aku tak segan-segan untuk membunuhmu besok di kantor..."
"Dasar mesum!! Aldin pergi ke bar..."
__ADS_1
"Biarkan saja... mungkin dia jenuh dan butuh hiburan..."
"Aldin dalam masalah besar... Dia berkelahi, aku mengetahuinya dari manajer club yang menghubungiku..."
"ooohhh Shiiitt..." Darren membanting ponselnya dan memakai pakaiannya dengan terburu-buru..
"Heii... katakan kenapa??" Jasmine bingung dengan suaminya yang tiba-tiba mengumpat dan terburu-buru..
"Kau tunggulah di sini.. Aldin sedang dalam masalah, aku akan menjemputnya..."
"Aldin dalam masalah?? Ohh tidak.. aku harus ikut!!!" Jasmine segera melompat dan memakai bajunya dengan cepat...
"Katakan Aldin sedang bermasalah dengan siapa???"
"Aku juga tak tahu honey.. yang pasti aku tak akan mengampuni orang tersebut karena sudah merusak acara bercinta kita"
Jasmine merotasikan kedua matanya, keduanya berlari ke mobil dan segera menuju ke salah satu club mewah di Milan yang juga merupakan milik Darren.. Darren memacu mobilnya dengan cepat agar bisa lekas sampai..
"Tolong hentikan ini Tuan aku mohon..." teriak seorang gadis yang mencoba melindungi Aldin.. Percayalah wajah tampan Aldin kini terlihat menyeramkan dengan bekas pukulan dan juga darah yang membasahi..
"Minggir kau ******!!! Jangan mentang-mentang pria cacat itu membayarmu lebih mahal maka kau berpihak padanya.. ****** tetap saja ******!!!" teriak salah satu pria itu...
"Tutup mulutmu itu brengsek!!!" Aldin berkata dengan sisa tenaga yang ada.. Hal itu mampu memancing amarah ketiga pria yang tadi menghajarnya... Mereka hendak menghajar Aldin kembali, untung Jasmine dan Darren datang di saat yang tepat.. Jasmine yang masuk terlebih dulu segera berkelahi dengan ketiganya, dua orang berhasil ia tumbangkan namun yang seorang lagi mendekap lehernya..
"Waahh kau sangat cantik dan pemberani nona... Ku rasa jika malam ini kau menemaniku maka aku akan memberikan sebanyak apapun yang kau mau..."
"Lepaskan!! Beraninya kau menyentuh wanita Wilson..." Darren geram melihat istrinya di dekap oleh pria lain..
"Apa???" Lelaki tersebut panik mendenga.r nama Wilson.. Pengusaha nomor satu yang kedudukannya tak bisa diremehkan... Ia segera melepaskan Jasmine.. Darren tak segan-segan mematahkan tangan pria tersebut karena telah lancang menyentuh istrinya..
"ohh my God.... Aldin.." teriak Jasmine saat mengetahui kondisi kembarannya.. Ia segera mendorong kursi roda Aldin untuk keluar dari club itu.. Sembari menunggu Darren yang sedang meluapkan amarahnya, Jasmine membersihkan wajah Aldin.. Aldin meringis kesakitan saat Jasmine mengobati lukanya.
"Apa kita perlu melakukan pemeriksaan??" tanya Jasmine sembari mengoleskan salep..
__ADS_1
"Tidak perlu, dalam beberapa hari juga akan sembuh.. Tidak seperti kakiku..."
Jasmine menghentikan jemarinya dan menatap mata Aldin, walaupun tak mengeluarkan air mata tapi tetap saja matanya mengisyaratkan kesedihan...
"Kau akan sembuh... Hanya perlu terapi saja... Maukah kau melakukan terapi lagi Al??"
"Tak ada kemajuan.. apa gunanya terapi..." jawab Aldin lesu...
Jasmine menghembuskan nafasnya kasar, ia mengusap kepala Aldin dengan penuh kasih sayang.. Saat ini Aldin tinggal di Milan bersama dengan Jasmine dan Darren, sedangkan kedua orangtuanya harus kembali ke Indonesia untuk mengurus bisnisnya.. Aldin belum siap kembali ke perusahaan.. Ia masih malu dengan kondisinya saat ini, sehingga Jasmine harus menggantikan posisi mommynya untuk menenangkan dan menjaga Aldin yang terkadang suka meluapkan emosinya secara berlebihan semenjak ia duduk di kursi roda..
"Peluk aku Jasmine..." pinta Aldin..
Jasmine tersenyum dan segera memeluk jiplakan dirinya itu...
"Apa aku boleh bergabung??" tanya Darren yang berjalan menghampiri saudara kembar yang sedang saling menguatkan itu..
"Aku tak suka dipeluk oleh sesama pria..." jawab Aldin sekenanya yang membuat Darren tergelak...
"Pelukannya sangat hangat bukan?? Aku sangat menyukainya..."
"Apa kau sedang cemburu??" tanya Aldin malas...
"Yaaa.. aku juga ingin dipeluk olehmu Al" Darren sekuat tenaga menahan tawanya..
"Ciihhh.. Menjijikan.. Aku sarankan ganti saja suamimu itu adikku... Aku takut sekarang dia pemakan sesama jenis juga..."
"Stop!! Hentikan semua perdebatan ini dua lelaki kesayanganku... Atau aku akan benar-benar pergi dari kalian..." Jasmine membungkam mulut suami dan kembarannya dengan kedua tangannya..
"Jasmine"
"Honey"
Dua pria yang tadi sedang ribut pun lalu memeluk Jasmine bersamaan karena marahnya Jasmine akan membuat hidup keduanya tidak tenang...
__ADS_1