Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 89


__ADS_3

Feli berjalan di lorong rumah sakit dengan tatapan kosong, ia berusaha menanggalkan semua permasalahannya namun tetap saja tidak bisa.. Ini semua terasa menyesakkan...


"Mengapa dunia ini tidak adil kepadaku Tuhan?? Katakan apa salahku sebenarnya?? Apa aku tak berhak untuk bahagia??" batin Feli..


Lamunannya buyar saat ia sampai di depan kamar Emily, ia menarik nafas panjang untuk menenangkan dirinya.. Tangannya sebenarnya tak kuat saat akan membuka handle pintu, namun ia menguatkan dirinya sendiri kemudian masuk dengan senyum terbaiknya...


"Selamat pagi kakak..." sapa Feli dengan lembut..


"Selamat pagi Feli.." balas Emily dengan senyum yang tak pernah Feli lihat sebelumnya.. Emily terlihat sangat bahagia..


"Sepertinya kakak sedang bahagia..." Feli terus memperhatikan wajah Emily yang pucat tapi cantik..


"iya benar, dokter mengatakan jika aku sudah mendapat pendonor sumsum yang cocok untukku... akhirnya aku mendapatkannya Feli... Aku bisa sembuh..." Emily menggenggam erat tangan Feli serta mengekspresikan betapa bahagianya ia saat ini sedangkan Feli menitikkan air matanya..


"Feli?? Kenapa kau menangis?? Apa ada suatu hal buruk yang terjadi padamu?? Emily mengkhawatirkan Feli yang tidak seperti biasanya..


"Hal baik yang sedang terjadi kakak... Aku sangat bahagia, kakak mendapat pendonor.. Kakak bisa sembuh... Aku sungguh bahagia untukmu kak..." Feli menangis di pelukan Emily dan Emily juga membalas pelukannya seperti seorang kakak yang sedang menenangkan adiknya..


"Aku tak sabar ingin pergi berjalan-jalan menghabiskan waktu denganmu Feli.. Kau sudah seperti adikku sendiri..."

__ADS_1


"Hmm.. tentu saja.. Untuk itu kakak harus sembuh.. Tapi maafkan aku kak untuk seminggu ini aku tak bisa menemani kakak.. Aku ada kegiatan di rumah sakit lain, aku tak bisa menemani operasi transplantasimu...." raut wajah sedih Feli tak bisa disembunyikan lagi..


"Ohh, tidak apa.. Kau harus segera menyelesaikan urusanmu itu lalu temui aku.. Berjanjilah..." Emily mencubit gemas pipi Feli..


"Aku berjanji... kakak kau belum menyentuh makananmu.. Aku akan menyuapimu..." Feli dengan telaten menyuapi makanan untuk Emily hingga habis tak bersisa.. Semenjak sakit nafsu makan Emily berkurang drastis, beruntung ada Feli yang membuat nafsu makannya naik karena Feli memperlakukannya dengan sangat baik.. Selesai menyuapi dan memberikan obat, Feli membantu Emily untuk berbaring serta melabuhkan sebuah kecupan hangat di puncak kepala Emily..


"Aku menyayangimu kakak..."


"Aku juga menyayangimu Feli... Terima kasih sudah mau menjadi adikku..."


Feli berpamitan pada Emily untuk pulang lalu ia segera menuju ruang dokter yang menangani Emily...


.


.


.


"Kenapa aku tak bisa berpikir saat ini????" Teriak Aldin frustasi..

__ADS_1


Dalam otaknya terngiang-ngiang bagaimana pertemuan pertamanya dengan Feli di club, menikahi gadis itu dan bagaimana mereka menghabiskan malam panas mereka.. Harus Aldin akui jika ia tak pernah mengungkapkan kata cinta pada Feli seperti dulu ia mengungkapkannya secara gamblang pada Emily namun bukankah cinta itu bisa dirasakan walaupun tanpa diungkapkan.. Aldin takut terjebak di hubungan yang salah untuk kedua kalinya, Emily pernah mengecewakannya dengan pergi tanpa berpamitan.. Mengubur segala kepercayaan Aldin tentang cinta walaupun pada akhirnya Aldin mengetahui alasan Emily meninggalkannya... Tapi hanya Feli yang ada saat dirinya terpuruk dan membuatnya bisa bangkit seperti sekarang ini.. Bukankah hal yang jahat jika ia menyakiti hati Feli...


Aldin larut dalam pemikirannya hingga ia lelah dan tertidur...


.


.


.


Feli sedang berbaring di ruang rawatnya, setelah menjalani segala pemeriksaan dan dinyatakan lolos sebagai pendonor bagi Emily.. Dokter memberi obat perangsang sel punca pada Feli sebelum akhirnya diambil dan diberikan kepada Emily..


Feli menjalani setiap prosesnya sendirian tanpa mengeluh sedikitpun.. Ya, tak ada yang tahu jika Feli lah yang mendonorkan sum-sum tulangnya untuk Emily.. Feli mengambil keputusan besar ini sendiri, ia memantapkan hatinya untuk melakukan ini semua..


Awalnya Feli menaruh curiga pada nama belakang Emily di berkas rekam medisnya.. Mereka memiliki nama belakang yang sama, wajah mereka pun hampir mirip..


Emilia Derick dan Felicia Derick


Mereka memiliki nama belakang yang sama, aunty yang merawat Feli sejak kecil sebelum ia meninggal pernah bercerita jika dirinya memiliki seorang kakak perempuan dari istri sah ayahnya... Itu artinya apa? Ibunya adalah wanita simpanan ayahnya... Di hari naas itu terjadi, ayah dan ibunya sedang dalam perjalanan pulang dari rumah sakit setelah melahirkan Feli...Tapi tiba-tiba Ibu dari Emily datang dan meluapkan segala emosinya, Ibu dari Felicia tentu saja tak ingin terjadi keributan di tempat umum dan mengajak semua untuk berbicara di rumahnya... Feli kecil digendong oleh auntynya, mereka berkendara dengan mobil.. Namun di tengah perjalanan ibu dan ayah Emily kembali bertengkar, karena tak memperhatikan jalanan akhirnya mobil oleng dan menghantam pembatas jalan... Semua dinyatakan meninggal kecuali Feli dan auntynya... Sejak hari itu, Emily dan Feli sama-sama menjadi yatim piatu.. Bedanya adalah Emily masih bisa hidup dengan harta peninggalan orangtuanya sedangkan Feli harus hidup dari belas kasihan suami dari auntynya yang kemarin tega menjualnya pada pria hidung belang...

__ADS_1


Mengingat cerita aunty dan berbekal nama belakang yang sama, Feli memberanikan diri untuk melakukan tes DNA dan hasilnya mereka benar-benar sedarah... Emily tak memiliki siapapun saat ini, sedangkan ia membutuhkan pendonor yang sama dengannya.. Hanya ini yang bisa Feli lakukan untuk satu-satunya kakak yang ia miliki saat ini... Feli merasa seorang diri saat ini, suami yang harusnya bisa menjadi tempatnya bersandar pun juga tega membohonginya... Hal itu ia ketahui dari petugas keuangan di rumah sakit, Emily mengatakan jika pengobatan Feli ditanggung oleh asuransi tapi faktanya Aldin lah yang membiayai semuanya... Tak heran jika Emily mendapatkan fasilitas pengobatan yang terbaik... Ya Aldin mengetahui jika Emilly mengidap kanker darah namun ia tak pernah muncul di hadapan Emily... Itulah alasan kenapa Aldin memilih tinggal di Milan daripada kembali ke Indonesia bersama orang tuanya... Bukan karena kakinya yang saat itu tak bisa berjalan tapi karena ia ingin memastikan bahwa Emily dalam kondisi yang baik-baik saja...


"Pada akhirnya aku yang akan terbuang..." rintih Feli lalu ia memejamkan matanya...


__ADS_2