
Sehari setelah kepergian Darren, semua media mencetak kembalinya Darren sebagai penerus kerajaan bisnis keluarganya.. Berita itu membuat Jasmine muak karena di foto yang terpajang Darren bersama seorang wanita seumurannya dan mereka terlihat sangat serasi.. Di berita dikatakan bahwa keduanya dijodohkan sejak lahir oleh kedua orang tuanya.. Jasmine membenci itu, ia bahkan menyesal telah memberikan ciuman pertamanya pada Darren.. Mulai hari itu Jasmine selalu menghindar dari Darren, tak ada satupun pesan Darren yang ia balas bahkan panggilan telepon dan video ia abaikan..Sapaan Darren di social media milik jasmine juga sama sekali tak berbalas.. Jasmine benar-benar menutup matanya akan keberadaan Darren, bahkan ia sama sekali tak ingin mengetahui hal sekecil apapun tentang Darren..
Lima tahun berlalu..
Jasmine menghabiskan waktunya untuk bernyanyi, menuruni bakat sang ibu kini Jasmine sukses menjadi artis papan atas di Indonesia, bahkan suaranya yang sangat merdu pun kerap kali mengisi berbagai acara di dunia kecuali Milan, ia selalu menolak tawaran pekerjaan di sana.. Penggemarnya pun banyak dari manca negara.. Ia berhasil meraih kesuksesan di usia muda, sama dengan kembarannya yang juga meraih kesuksesan di usia muda dengan melanjutkan bisnis sang ayah menjadi seorang pengusaha sukses..
Di usianya yang 20tahun ini ia kuliah di jurusan bisnis dan manajemen, siapa lagi yang memaksanya jika bukan daddy nya untuk kuliah di jurusan itu.. Di samping itu Jasmine juga memiliki seorang kekasih bernama Elvano yang usianya sepantaran dengan Darren, ia seorang keturunan Inggris.. Mereka dipertemukan dari sebuah acara yang dibintangi oleh Jasmine, hubungan mereka sudah terjalin sejak Jasmine duduk di bangku SMA.. Mereka melakoni hubungan jarak jauh, ketika libur tiba mereka sering pergi berlibur bersama dan membagikan kebahagiaan mereka melalui akun social media yang mereka miliki.. Hal ini menjadikan setiap orang menjadi iri akan kemesraan mereka berdua terlebih lagi Darren yang selalu mengumpat jika melihat foto keduanya..
Kini tiba waktunya bagi Jasmine untuk magang di salah satu perusahaan, kampusnya memang bekerja sama dengan berbagai perusahaan internasional agar mahasiswanya memiliki kesempatan untuk magang di perusahaan besar dunia.. Jasmine lemas ketika ia mengetahui perusahaan tempat ia magang berada di Milan.. Sekuat hati ia berusaha menghindari Milan namun apa yang terjadi, nasib tak bisa di tolak dan ini sudah keputusan akhir dari kampusnya.. Ia dan sahabatnya Ellena yang dikirim ke Milan..
"Bagaimana ini ell?" rengek Jasmine
"Ya udah mau gimana lagi, mungkin udah saatnya kalian bertemu" ucap ellena santai sambil mengunyah permen karet di mulutnya..
"Terus kalau aku ketemu sama dia gimana?"
"Tinggal bilang Hai aja apa susahnya sih jasmine ku yang tersayang???"
"Aku membencinya"
"Aku tahu, hubungi aku jika kau berniat menghajarnya.. aku dengan senang hati akan membantumu"
Jasmine dan Ellena bersahabat sejak Jasmine, Aldin dan juga Darren memasuki kelas bela diri.. Hingga saat ini mereka sering berlatih bersama kecuali Darren tentunya dan keahlian mereka tak tertandingi.. Terlebih lagi Ellena adalah putri seorang petinggi kepolisian, sehingga mereka dengan leluasa mempelajari ilmu menembak dan bela diri ala ala polisi..
Tak ada yang tahu bahwa ketiganya sering terlibat misi rahasia untuk menyelesaikan sebuah permasalahan dibalik kesuksesan yang mereka raih.. Tak ada yang mengetahui hal ini selain mereka bertiga.. Ellena memang tomboy namun sangat lihai dalam hal meretas, Jasmine feminim jika menyangkut pekerjaannya namun jika urusan berkelahi dan menembak dia yang paling tangguh dan tepat sasaran.. Aldin? Jangan ditanya lagi dia memiliki seluruh kemampuan dan dibekali otak yang cerdas serta insting yang kuat sehingga setiap kasus yang mereka tangani selalu saja berhasil..
__ADS_1
Mereka menjalani kehidupan seperti itu setelah Jasmine diculik saat dirinya SMA, dia disuntikkan sebuah chip oleh seseorang yang hingga kini belum diketahui siapakah pelakunya.. Ellena berusaha melacak dan mencari tahu mengenai chip yang dimasukkan ke dalam tubuh sahabatnya.. Fakta yang mengejutkan adalah, chip itu berada di bawah kendali seseorang dan sewaktu-waktu bisa meledak dan tubuh Jasmine bisa hancur berkeping-keping.. Jasmine selalu menguatkan Ellena dan Aldin jika mungkin hari itu akan terjadi.. Namun Aldin yang tak dapat menerima hal ini karena bagaimanapun juga Jasmine adalah separuh hidupnya.. Sakit yang dirasakan Jasmine juga dirasakan oleh Aldin, mungkin karena ikatan batin mereka sangat kuat..
Sewaktu-waktu jika pemilik chip itu sedang tampak bermain-main dengan chip yang tertanam di tubuh Jasmine, Jasmine merasakan kepalanya sangat pusing hingga ia kesakitan dan pingsan.. Tak ada yang tahu soal ini kecuali keluarga Jasmine dan juga Ellena.. Mereka saling bahu membahu mencari siapa dalang dibalik ini semua..
.
.
.
Hari ini Jasmine, Ellena, Aldin ditemani oleh Satya dan bhina menuju ke Milan.. Satya dan Bhina ikut mengantarkan mereka karena mereka sangat rindu pada Darren.. Sudah lima tahun mereka tak berjumpa, mereka hanya saling menyapa lewat panggilan video saja selama ini mengingat kesibukan Darren yang harus mengurus banyak perusahaan..
Setibanya di bandara, ellena menggoda Jasmine "Lihatlah Darren sangat tampan sekarang kau pasti terkejut jika melihatnya"
Jasmine tetap tertunduk dan memainkan ponselnya, ia sama sekali tak tertarik melihat objek yang dikatakan sahabat laknatnya barusan..
"Jasmine"
Jasmine menoleh ke arah sumber suara dan melihat Elvano juga berada di tempat ini..
"Elvano" pekik Jasmine dan kemudian memeluk pria itu.. Sebuah tatapan dengan penuh kekecewaan dan amarah terlihat jelas di mata Darren.. Bagaimana bisa gadis manis yang selama ini selalu bergantung padanya sama sekali tak menoleh ke arahnya.. Pertemuan pertama setelah lima tahun berpisah yang sangat menyakitkan untuk Darren..
"Kau pasti cemburu dude" ejek Aldin yang berbisik kepada Darren
"Sialan, apa mereka berpacaran?" mata Darren tak bisa berhenti menatap gadis yang ia klaim menjadi miliknya itu memeluk laki-laki lain.. Apa Jasmine melupakan kata-katanya..
__ADS_1
"Ya bisa kau lihat sendiri"
"Dia hanya akan menjadi istriku"
"Wah, ternyata kau terlalu percaya diri dude.. dia sangat terluka.. obati dulu lukanya"
"Seharusnya aku membawanya 5tahun yang lalu"
"Ya seharusnya begitu, salahkan aku yang tak bisa menjaganya dengan baik" tersirat kesedihan yang mendalam dari kalimat Aldin yang dapat ditangkap dengan baik oleh Darren..
"Apa maksudmu? Apa ada sesuatu hal yang terjadi padanya? Apakah aku melewatkan sesuatu yang kalian sembunyikan?"
"Tak ada" Aldin tersenyum kecut..
Setelah berpelukan, Elvano tampak berpamitan pada Jasmine untuk melanjutkan perjalanannya.. Ia mencium puncak kepala Jasmine dan berpamitan pada Satya dan juga Bhina..
"Mau kemana kekasih tampanmu itu?" tanya Ellena yang memang tak punya filter di mulutnya..
"Dia harus terbang ke Paris karena ada sesuatu masalah di sana" jawab Jasmine enteng..
"Bagaimana jika kita langsung ke rumah dad?"
"Ide bagus, aku juga sudah merindukan Gilang dan juga Meghan.. Pastikan mereka ada untuk menyambut kedatangan kami"
"Tentu saja" Darren mengerling jenaka..
__ADS_1
Darren duduk di depan dengan sopir, Satya dan Bhina duduk di tengah sedangkan Jasmine, Aldin dan juga Ellena duduk di bangku paling belakang.. Darren tak bisa berhenti menatap wajah Jasmine yang kini telah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, ia menyesal telah melewatkan banyak hal tentang Jasmine.. Ketika Jasmine tak sengaja menyadari jika Darren menatapnya, ia justru mengalihkan pandangannya dan memeluk Aldin yang duduk di tengah..
"Apa kau baik-baik saja?" Aldin khawatir jika adiknya akan merasakan sakit kepala yang hebat lagi.. Jasmine mengangguk.. Ellena menggenggam tangan jasmine yang berkeringat "Tenangkan dirimu".. Jasmine tersenyum ke arah sahabatnya.. "Terima kasih"