Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 62


__ADS_3

Elvano menghentikan mobilnya di sebuah mini market, ia terlalu sibuk mencari Jasmine hingga ia lupa mengisi perutnya.. Ia berniat membeli beberapa makanan dan minuman, dibutuhkan kewarasan ekstra untuk mencari Jasmine.. Ia sudah mengerahkan asisten pribadinya untuk turut mencari Jasmine..


Sebuah pesan masuk dari asisten pribadinya, ia mengirimkan sebuah video yang sedang viral.. Seorang pengamen di pinggir jalan mendapatkan banyak uang setelah bernyanyi bersama seorang wanita yang bersuara sangat merdu.. Tidak jelas wajah wanita itu karena ia menutupnya dengan masker, namun sangat mudah mengenali siapa wanita itu bagi Elvano.. Suara merdu yang selalu ia rindukan kini sudah kembali berdendang...


Setelah selesai berbelanja makanan, ia menuju tempat dimana pengamen itu berada..


"Permisi, Dimanakah wanita yang tadi bernyanyi bersama anda??" Elvano melihat sekeliling namun tak ada Jasmine di sana..


"Apakah nona angel yang kau cari??"


"Angel???" Elvano tampak kebingungan, ia mengeluarkan ponsel dan menunjukkan fotonya bersama Jasmine kepada pengamen tersebut..


"Ahh yaa dia angel... Suaranya sangat merdu sekali, bahkan orang-orang rela memberikan banyak uangnya demi mendengar suaranya.."


"Yaa dia memang memiliki suara yang merdu.. Katakan padaku dimana dia sekarang??"


"Ada hubungan apakah kau dengan nona angel Tuan??"


"Apa itu penting bagimu??"


"Tidak, aku hanya ingin tahu saja.. Tadi ia kelaparan dan memutuskan untuk bernyanyi bersamaku.. Setelah itu kami makan burger bersama di ujung sana.. Ia memberikan semua uang ini padaku.. Bukankah ia sangat baik Tuan.. Oleh sebab itu aku memanggilnya Angel.. Dia seperti seorang malaikat.. Wajahnya amat cantik, suaranya merdu, begitu pula hatinya yang sangat mulia.. Sangat aneh bukan jika orang sepertinya sama kelaparannya denganku.. Anda siapa nona itu??"


"Aku suaminya, dia marah dan pergi meninggalkan rumah.. Sekarang aku sedang kebingungan mencarinya. Tolong beritahu aku kemana istriku??"


"Haaahh???? Jadi nona Angel istri anda.. maafkan saya Tuan.. maafkan saya.. Tapi nona Angel sudah pergi dan ia tak mengatakan kemana tujuannya.. Katanya ia ingin pergi ke taman.. Mungkin ia ada di taman dekat sini Tuan..."


"Baik.. Terima kasih atas informasinya.." Elvano mengeluarkan dompetnya dan memberi uang yang cukup banyak pada pengamen tersebut lalu segera pergi menuju ke taman..


Ia menemukan objek yang ia cari, Jasmine sedang bermain bola bersama seorang anak lelaki di taman itu.. Elvano menjaga jarak di antara mereka agar tak terlihat oleh Jasmine.. Ia melihat interaksi antara Jasmine dan anak lelaki itu, walaupun sifatnya manja dan kekanakan ternyata itu membuat anak kecil menjadi senang jika berada di dekat Jasmine.. Sesekali Elvano tersenyum melihat tingkah konyol Jasmine yang menggemaskan..


"Jasmine.." panggil Elvano dengan lembut.. Seketika Jasmine dan anak lelaki tersebut menoleh bersamaan..

__ADS_1


"Elvano.. sedang apa di sini??"


"Menjemputmu.. mari kita pulang..."


"Tidak el, aku ingin bersenang-senang terlebih dulu.. Lihatlah anak ini sangat lucu, aku bahkan mendadak bisa bermain bola.."


"Yaa tentu saja.. Aku tak keberatan menemanimu bersenang-senang... Maafkan aku" Elvano bersujud di kaki Jasmine.. Percayalah saat ini Jasmine bingung membujuk elvano agar mau berdiri, namun Elvano yang keras kepala itu tak mau berdiri hingga Jasmine mau memaafkannya..


"Aunty, mom selalu bilang jika kita harus memaafkan orang yang sudah meminta maaf.. Kasihan uncle itu harus bersujud dari tadi.. Apa aunty sedang marah pada uncle?? tanya anak lelaki tersebut..


" Ti-tidak mungkin aunty marah kepadanya..."


Jasmine ikut bersujud dan kini keduanya saling berhadapan, Jasmine menjatuhkan dirinya ke dalam pelukan Elvano, keduanya saling berpelukan..


"Maafkan aku yang sudah bersikap tidak adil padamu.. Elvano, maukah kau menungguku?? Aku butuh waktu untuk bisa menyembuhkan ini semua"


"Aku tak peduli, di sampingmu saja aku sudah cukup bahagia walaupun aku bukan siapa-siapa bagimu.. Setelah ini aku berjanji untuk tidak menuntut apapun atas perasaanku ini"


"Apa kau lapar?? Mari kita makan, aku juga belum makan apapun.." Elvano bangkit berdiri..


"Hmmm dasar cacing tidak tahu diri!!! Kau membuatku malu saja!!" gerutu Jasmine...


"Hahaha kenapa kau lucu sekali hemmm?? Mari kita makan" Elvano menarik tangan Jasmine dan segera berjalan ke mobil miliknya.. Ia melajukan mobilnya menembus jalanan kota ke sebuah bangunan yang menjulang tinggi..


"Apa di sini ada tempat makan??" Jasmine menatap heran gedung apartemen elite di hadapannya..


"Menurut saja gadis nakal..." Elvano menyentil hidung Jasmine lalu membukakan seatbelt untuknya, Elvano kemudian turun dan memutari mobilnya lalu membukakan pintu untuk Jasmine... Jasmine tersipu malu atas perlakuan Elvano..


"Kau berlebihan Tuan Muda Elvano. . Bisa-bisa aku jatuh hati padamu.."


"Aku akan melakukannya sampai kau menjadi nyonya muda Elvano Rodrigo.." Melihat Jasmine yang diam saja, Elvano berkata "Lupakan.. aku hanya bercanda"

__ADS_1


"Hmm.. padahal aku sedang berpikir jika aku akan menjadi wanita yang beruntung jika menikah denganmu... haaaah.. lupakan aku hanya berkhayal.. Mari kita makan, aku sangat lapar..."


Kini gantian Elvano yang tertegun karena perkataan Jasmine barusan, ia tak percaya dengan apa yang ia dengar hingga sebuah tangan mungil menggenggam tangannya..


"Bolehkah aku menggandengmu tuan muda??" Jasmine mengerling jenaka, disambut senyum menawan dari Elvano... Mereka berdua berjalan beriringan, walaupun tak jelas kemana Elvano akan mengajaknya, Jasmine tetap berjalan di sampingnya... Elvano tak bisa menghentikan tatapannya dari kedua tangan yang saling bertaut... Sungguh ia sangat bahagia, untuk kali pertama Jasmine menggandeng tangannya terlebih dahulu.. Ia mengangkat tangan jasmine dan mencium punggung tangannya...


"Terima kasih Jasmine"


"Hmm... aku lebih senang jika kau berterima kasih dengan makanan enak di hadapanku tuan.. aku sangat lapar kali ini"


Ketika sampai di depan sebuah pintu, Elvano mengetikkan password untuk membuka kuncinya dan saat pintu itu terbuka Jasmine hanya menatap seisi ruangan yang tampak mewah dan rapi namun terkesan dingin dan monoton..


"Apa kau tinggal di sini?"


"Ya.. aku lebih sering menghabiskan waktu di sini.. Duduklah, aku akan menyiapkan makanan untukmu.."


"Haaaahhh... Kau yang akan memasaknya sendiri??Apa kau bisa memasak tuan muda??"


"Bisa.. kenapa kau sekarang jadi bawel sekali.." Elvano mengeluarkan bahan makanan dari lemari pendingin dan memotongnya, ia mulai memasak untuk mereka berdua.. Jasmine sejak tadi mengganggu aktivitas memasak Elvano dengan segudang pertanyaan dan dengan santainya duduk di meja dapur... Melihat Elvano yang berpeluh membuat Jasmine mengambil tissue dan mengusapnya "Seharusnya kau tidak perlu melakukan ini, kita bisa membelinya di luar bukan"


Jarak antara keduanya sangat dekat hingga membuat Elvano mematung karena tindakan Jasmine.. Entah kebaikan apa yang sudah ia lakukan hingga hari ini Tuhan memberinya tiga keajaiban... Yang pertama ia bisa menemukan Jasmine.. yang kedua jasmine menggandeng tangannya dan yang ketiga Jasmine mengusap keringatnya...


"Jasmine.. hentikan aku sedang memasak.. Nanti masakanku bisa gosong"


"Baiklah.." Jasmine turun dari meja dapur, sebagai tamu yang selayaknya tamu Jasmine mencoba merapikan meja makan yang akan mereka gunakan untuk makan... Tak butuh waktu lama dan Jasmine sudah menyelesaikannya., ia memandangi punggung Elvano yang sedang memasak lalu mendekat dan memeluknya..


"Jasmine?? Apa kau baik-baik saja??"


"Ya, biarkan seperti ini sebentar saja.. Aku sangat merindukan pelukan aldin..."


Elvano ingin bersorak kegirangan dalam hati saat ini, ia ingin waktu terhenti di sini..

__ADS_1


__ADS_2