Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 40


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Jasmine bangun dan perlahan melepaskan dirinya dari pelukan Darren dan meninggalkannya mandi.. Ia bersiap sangat pagi sekali dan memaksa Mike yang sedang tidur di sofa ruang tamu untuk mengantarkannya ke suatu tempat bersama dengan Ellena.. Mereka segera meninggalkan apartemen sebelum Darren terbangun dan mengikuti kemana mereka pergi..


"Kalian mau kemana sepagi ini??" tanya Mike yang masih belum bisa membuka matanya karena masih ngantuk..


"Bawa kami menuju ke tempat ini, kau yang paham jalanan di sini Mike" jawab Ellena


"Sepertinya aku dalam masalah besar, jika Darren tau hal ini pasti dia akan memecat ku"


"Hal itu tak akan terjadi jika Jasmine ada di belakangmu" Ellena terkekeh melihat wajah menderita Mike..


"Mari kita selesaikan ini dengan cepat Mike" pinta Jasmine


"Baiklah.. aku juga tak ingin melihatmu menderita seperti semalam" Mike mengendarai mobilnya menuju tempat yang ditunjukkan oleh ellena hingga ia terhenti di sebuah mansion yang mike sendiri mengenal siapa pemiliknya..


"Apa kau mengenal sonia??" tanya mike penasaran..


"Apa ini rumah sonia??" Jasmine menjawab dengan pertanyaan..


"Ya benar, ini rumah sonia"


Jasmine mengangguk dan mengajak Mike segera pergi dari sana sebelum ada orang yang mengetahuinya.. Jasmine terdiam dan tampak sedang memikirkan sesuatu.. Mereka bertiga kembali ke apartement dengan membawa sarapan untuk dimakan bersama..


Jasmine membuka pintu apartement, Aldin dan Darren sudah duduk di sofa ruang tamu menunggu kedatangan mereka bertiga..


"Kalian darimana sepagi ini?" Aldin penasaran


"Membeli sarapan" Jasmine mengangkat beberapa paperbag di tangannya..


"Kenapa kau tak membangunkanku? Biasanya aku bangun lebih dulu darimu.. Kau sudah banyak berubah sekarang" Darren memeluk Jasmine yang sedang menata sarapannya..


"Kau tidur sangat nyenyak, aku hanya tak tega saja membangunkanmu" Jasmine tampil senatural mungkin sehingga membuat Mike harus menahan tawanya..


"Mari semua sarapan" Jasmine mengajak semuanya untuk sarapan bersama..Namun sayang sekali di ruang makan hanya ada 4 kursi, hanya Jasmine yang belum duduk..


"Aku bisa makan di sofa" Jasmine mengambil makanannya..


"Duduklah di sini" Darren menariknya agar duduk ke atas pangkuannya..


"Aku bisa duduk bersama Aldin" Jasmine berusaha berdiri namun Darren memeluknya agar tak bisa kemana-kemana..


"Sudahlah bukannya kau merindukannya.. jangan bohongi perasaanmu lagi" Aldin dalam mode bijak


"Aldin" pekik Jasmine..


"Kau bisa membantingnya jika kau mau" Mike tertawa terbahak-bahak..


"Kakak.." rengek Jasmine


"Ya princess, setelah sekian lama akhirnya kau memanggilku kakak lagi.. aku sangat bahagia hari ini.. katakan apakah aku harus mengirim Mike ke kutub utara agar kau bahagia hem?" Darren menyandarkan dagunya di lengan Jasmine..


"Sudahlah lupakan.. katakan kau makan pakai apa??" tawar Jasmine..


"Apa saja yang kau berikan akan ku makan.."


Jasmine membalikkan badannya dan kini ia berhadapan dengan Darren, perlahan ia menyuapi Darren hingga sarapannya habis..

__ADS_1


Mike berkali-kali mengumpat soal posisi keduanya yang dinilai sangat mesum itu, namun keduanya seakan tuli dan melanjutkan sarapan mereka..


"Habiskan susumu" Jasmine menyodorkan segelas susu setelah selesai menyuapi Darren.. Tindakan Jasmine yang selalu bergerak-gerak tak bisa diam itu memicu sesuatu di bawah sana berdiri dengan tak tahu malunya..


"Jasmine" Darren menahan sesuatu..


"Darren" Jasmine memeluk Darren dan menangis..


"Hei, kenapa? Apa kau pusing lagi?" Darren khawatir karena Jasmine tiba-tiba menangis di bahunya.. Jasmine menggeleng.. Semua orang juga kebingungan dengan tingkah Jasmine..


"Jangan mencintaiku" pinta Jasmine


"Aku mencintaimu"


"Lupakan aku"


"Aku akan menikahimu"


"Jika aku mati"


"Aku tak suka kau mengatakan hal itu Jasmine, bukankah ellena sudah berhasil menonaktifkan sebagian"


"Aku menyerah" Jasmine semakin tersedu-sedu, ia meluapkan segala kesedihannya di tempat yang semestinya.. Darren hanya bisa mengusap rambut jasmine karena ia masih tak percaya jika Jasmine nya menyerah..


Mereka hanya saling pandang satu dengan yang lain karena tak bisa mengartikan kata-kata Jasmine.. Setelah berhasil menenangkan dirinya, Jasmine turun dari pangkuan Darren dan ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya yang basah karena air mata..


.


.


.


"Apakah itu Jasmine?" Sonia.


"Ya dia Jasmine" jawab Darren


Sonia berjalan ke arah Jasmine dan menyapanya "Hai Jasmine, senang berjumpa denganmu"


Jasmine mendongakkan kepalanya dan tersenyum manis "Hai Sonia, lama tak jumpa.."


"Apa kau tidak marah padaku? Mengapa reaksimu begitu santai?"


"Untuk apa aku marah padamu sonia? Apa kau berharap aku akan marah padamu?"


"Aku tak akan melepaskanmu jalang" bisik Sonia di telinga Jasmine


"Dan aku akan membunuhmu iblis terkutuk" jawab Jasmine berbisik..


Darren melihat interaksi keduanya yang terlihat seperti sudah mengenal sebelumnya namun ia hanya menyimpannya dalam hati..


"Sayang, aku ingin berkencan denganmu" ucap Sonia kepada Darren..


"Aku akan mengajak Jasmine" syarat dari Darren ini membuat Sonia dan juga Jasmine merotasikan kedua bola matanya..


Ketiganya akhirnya menuju sebuah pusat perbelanjaan, Jasmine berjalan di belakang keduanya dan tentu saja hal ini membuat Sonia tertawa penuh kemenangan yang tidak bertahan lama..

__ADS_1


"Honey" Suara yang tak asing bagi Jasmine..


"Elvano" pekik Jasmine..


Mereka berdua berpelukan di hadapan Darren dan juga Sonia, keduanya merasa kesal dengan kemesraan Jasmine dan Elvano..


"Apa yang kau lakukan di sini honey?"


"Menemani mereka berkencan" Jasmine melirik pada Darren dan Sonia..


"Kalau begitu mari kita berkencan" Elvano menyentil hidung Jasmine


"Benarkah??" Jasmine bersorak kegirangan..


"Tentu saja" Elvano menggandeng tangan Jasmine dan berjalan melewati Darren dan juga Sonia yang masih terpaku.. Kini gantian Darren dan juga Sonia yang berjalan di belakang Elvano dan juga Jasmine..


Jasmine sungguh pandai membuat orang di dekatnya menjadi bahagia, terbukti dengan hanya berjalan-jalan berkeliling tanpa membeli satu barang pun mereka berdua sangat bahagia dan tak pernah kehabisan bahan untuk bergurau.. Jasmine membeli ice cream dan berbagi dengan Elvano, sungguh pasangan yang manis..


Kini ke empat manusia itu sedang duduk di restauran menunggu hidangan yang mereka pesan..


"Apa kau sudah jatuh miskin? Ku lihat kalian hanya berjalan-jalan tanpa membeli sesuatu kecuali ice cream.. seperti anak muda saja" sindir Sonia..


"Apa kau lupa jika kekasihku memang masih muda? Dia bahkan bisa mendapat segala yang ia mau namun sama sekali ia tak mau memintanya" jawab Elvano santai sembari mengeratkan pelukannya pada Jasmine..


Sonia meremas gaunnya saat mendengar jawaban Elvano yang sangat mencintai Jasmine.. Darren harus menahan emosi ketika tangan Elvano memeluk Jasmine.. Hingga makanan sudah tersaji di hadapan mereka pun, Jasmine mengambilkan makanan untuk Elvano sesekali mereka bertukar makanan.. Berbeda dengan Darren yang tak bersemangat untuk makan sama sekali.. Selesai makan, Elvano berpamitan untuk kembali pulang ke negaranya.. Akhir-akhir ini ia memang sering mengunjungi Milan untuk mengurus kantor cabangnya yang baru..Berkali-kali ia menciumi pipi Jasmine sebelum benar-benar mengakhiri kencan mereka..


"Hubungi aku jika magangmu sudah selesai honey, aku ingin mengenalkanmu pada kedua orang tuaku"


"Itu terlalu cepat sayang"


"Kita sudah berpacaran sejak kau masih SMA honey, aku ingin lekas menjadikanku milikku seutuhnya"


"Aku belum bisa memasak untukmu" rengek Jasmine


"Aku tak butuh itu, aku butuh istri.. Jaga diri baik-baik.. aku mencintaimu"


"Siap bos" Jasmine memberikan hormat pada Elvano..


Setelah Elvano pergi, mereka bertiga juga memutuskan untuk pulang.. Jasmine berniat pulang dengan taksi namun dihalangi oleh Darren.. Darren mengantarkan Sonia untuk pulang terlebih dahulu..


"Apa kau tak bisa mengakhiri hubunganmu dengannya?" Darren mencengkeram kuat kemudinya saat mengatakan hal itu..


"Aku tak punya alasan untuk mengakhirinya.. "


"Apakah dengan aku mencintaimu itu tak cukup?"


"Bukankah sudah ku katakan untuk berhenti mencintaiku"


"Kenapa dia boleh mencintaimu dan aku tak boleh Jasmine?? Katakan apa kurangku, aku akan memperbaikinya.. Tapi tolong berhenti untuk berhubungan dengannya.."


"Karena aku sangat mencintaimu Darren" Jasmine tertunduk lesu..


"Kalau begitu mari kita menikah"


"Dia sudah siap meledakkan tubuhku Darren, pada akhirnya aku tak bisa memilihmu ataupun Elvano.. pilihanku hanya pergi meninggalkan dunia ini"

__ADS_1


Darren menangkup wajah Jasmine "kita akan menemukan jalan keluarnya"


__ADS_2