
Hari ini Darren sudah bersiap untuk mengunjungi Jasmine dengan ditemani oleh Mike.. Ia akan menerima jika memang Jasmine marah dan membencinya, yang perlu ia lakukan adalah meminta maaf atas semua hal yang terjadi walaupun ia sadar permintaan maaf saja tak pernah cukup untuk menggantikan segala hal yang tak mampu dikembalikan.. Jika kata maaf tak juga ia dapatkan setidaknya ia bisa melihat wanita yang sangat ia cintai itu..
Di depan gedung rumah sakit, Darren menarik nafas panjang.. Mike menepuk bahu sahabatnya untuk memberi dukungan.. Darren menoleh dan mengangguk lalu melangkahkan kakinya untuk masuk.. Mike sudah memastikan dimana ruang rawat Jasmine dari Emily sehingga keduanya langsung menuju ke sana..
Ceklek
"Selamat Pagi.." Sapa Darren..
"Pagi.. Masuk lah*
Lidah Darren terasa kelu, ia tak tahu harus memulai dari mana, sejak tadi yang ia perhatikan hanya ranjang pasien..
"Apa istrimu tahu jika kau datang kemari?? Aku takut jika ia bertidak di luar batas"
Darren hanya menggeleng, sejujurnya ia pergi tanpa sepengetahuan Sonia demi melihat Jasmine.. Darren bersimpuh dan memeluk kaki wanita yang sangat ia cintai..
"Maafkan aku.." ucap Darren dengan penuh penyesalan..
"Bangunlah, jangan meminta maaf lagi, kau tidak salah.. Ini semua sudah takdir.. Kami tetap menyayangimu.."
"Mom.. kenapa mom? Kenapa kalian harus mencintai aku sebesar ini?? Aku tak pantas mendapatkan cinta kalian.."
"Karena kau adalah putra Kami, tak ada alasan bagi kami untuk membenci putra Kami..."
"Terima kasih.. Dimana Jasmine? Aku ingin meminta maaf padanya..."
__ADS_1
Bhina menangis tersedu-sedu dan menyerahkan sepucuk surat yang ditinggalkan oleh Jasmine.. Darren meraihnya lalu membacanya...
Tes! Air mata Darren jatuh "Ini tidak mungkin.. Jasmine ku tak pernah bisa hidup jauh dari kita.. Bagaimana bisa dia memikirkan untuk pergi meninggalkan kita semua.. Kemana dia? Mike.. cari dia.. cari dia.. sampai ke lubang semut pun kau harus mencarinya.. dia harus ditemukan, a-aku harus mendapatkan maaf darinya.. di-dia harus kembali pada keluarganya.. dia tak bisa meninggalkanku seperti ini"
"Dude tenanglah, kita akan mencari Jasmine bersama-sama.." Mike mencoba menenangkan Darren yang mulai kacau lagi..
"Dia dimana? Apa dia sudah memakan sarapannya? Oh tidak, ia pasti lupa jika tak diingatkan.."
"Darren..." Emily ikut menitikkan air matanya..
"Ahh iya, emily.. bukankah kau seorang polisi?? Kau pasti bisa menghubungi rekan-rekanmu untuk mencari Jasmine ku bukan??"
"Itu semua sudah ku lakukan, aku dan Aldin menghubungi rekan-rekan kami untuk melacak Jasmine namun Jasmine tak ditemukan baik di bandara, perbatasan atau dimana pun.. Kami sudah mencoba semua cara Darren... Maafkan aku.."
"Tidak.. ini tidak mungkin.." Darren meremas surat dari Jasmine dan menggenggam erat lalu bangkit berdiri..
"Dad, putrimu tak pernah semarah ini bukan? Ini semua gara-gara kebodohanku"
"Biarkan.. Biarkan Jasmine mencari ketenangan.. Ia butuh self healing dari semua yang telah terjadi.. Mari sejenak kita mencoba memahami maksud dari Jasmine.. Daddy percaya suatu saat dia pasti akan kembali, dia harus kembali ke rumahnya sejauh apapun ia melangkah.. Untuk saat ini, biarkan dia mengobati lukadalam hatinya... Yang bisa kita lakukan hanya bisa menahan rasa rindu ini, sementara ia? Ia harus menahan sakit, penderitaan dan rindu yang tak kalah besarnya pada kita.."
Darren tak mampu menjawab perkataan Satya, apa yang Satya katakan itu benar adanya.. Penderitaan yang dialami Jasmine itu sangatlah besar tapi bagaimana bisa ia tak mendengar kabar dari Jasmine.. Bukankah tujuannya adalah agar bisa melihat Jasmine tetap hidup, ia bisa menjauhkan dirinya dari Jasmine namun setidaknya ia masih bisa mengetahui bagaimana kabarnya.. Namun sekarang? Justru Jasmine memutuskan untuk pergi dari keluarganya...
"Aku akan menghukummu Jasmine jika kau kembali, aku akan mencarimu dan mengurungmu.. Aku harus mendapatkanmu.." Ucap Darren dengan kepala tertunduk..
Aldin juga sangat sedih namun ia hanya diam saja, tak sepatah kata keluar dari mulutnya hanya air mata yang tertahan di pelupuk matanya yang bisa mewakili perasaannya.. Ia dan Jasmine memiliki ikatan batin yang sangat kuat, saat ini ia merasakan kesedihan yang sangat mendalam sama seperti yang Jasmine rasakan.. Hatinya sakit walaupun ia tak mengalami hal yang dialami oleh Jasmine.. Bagaimana keadaanmu adikku? Kenapa kau pergi tanpa memelukku terlebih dulu? Aku pasti akan sangat merindukanmu.. Bukankah sejak kecil kita tak bisa dipisahkan? Aku pasti sakit jika kau pergi sedikit lama walau hanya untuk mengunjungi eyang di Jogja... Apa kau tak ingat itu? Bagaimana jika aku sakit?? Apa kau tak peduli padaku?? Aku rindu teriakanmu, siapa lagi yang akan ku goda setelah ini.. Jangan terlalu lama pergi dariku.. Sial, belum ada sehari aku sudah merindu.. Karena Aldin tak pernah sempurna jika tak ada Jasmine..
__ADS_1
.
.
.
Di sisi lain,
Elvano dan Jasmine sudah berada di dalam pesawat, mereka berhasil mengelabuhi polisi saat di bandara berkat Elvano yang memiliki bebas akses di seluruh bandara di dunia ini.. Hal ini mengingat siapakah posisi Elvano yang merupakan putra Jendral Besar di Inggris..
"Kau yakin??"
Jasmine mengalihkan pandangannya dari jendela pesawat kepada Elvano dan merebahkan kepalanya di bahu Elvano "Jika kau tak keberatan.. maaf aku merepotkanmu.."
"Aku sama sekali tak keberatan dan juga tidak merasa direpotkan.. Tidurlah, aku akan menjagamu.." Elvano menggenggam tangan Jasmine..
Sejak saat Jasmine terbangun dari tidurnya, ia memohon kepada Elvano untuk membawa nya pergi jauh.. Semua ini ia lakukan untuk kebaikan bersama.. Agar tak ada lagi dendam bagi Sonia, sehingga ia bisa menemukan kebahagiaan bersama dengan Darren.. Sedangkan ia memilih menjauh untuk mengobati segala rasa sakit dan penderitaannya walaupun ini untuk pertama kalinya pergi jauh meninggalkan keluarganya dalam waktu yang tak dapat ditentukan.. Sejak saat itu pula Jasmine berjanji bahwa tidak akan ada lagi air mata, ia berjanji akan hidup bahagia setelah ini..
Lagi dan lagi takdir macam apa ini.. Bukankah Elvano sudah berjanji untuk pergi menjauh saat Jasmine selamat dari koma? Namun ia mengingkari janjinya sendiri.. Kini ia bahkan bersama wanita itu, ia bahagia bisa di samping Jasmine walaupun kini ia tak berani berharap lebih.. Baginya bisa di samping Jasmine itu sudah cukup..
Setelah ini ia berjanji akan menjadi sahabat yang baik bagi Jasmine.. Mendengarkan semua keluh kesahnya dan sebisa mungkin menjadi pengganti bagi keluarganya agar ia tak merasa kesepian lagi.. Elvano Rodrigo dikenal sebagai pengusaha yang sukses, bahkan dirinya dan Darren selalu berebut posisi sebagai pengusaha sukses nomor satu dunia.. Namun setelah hari ini, ia akan menjalankan pekerjaannya dari rumah... Ia ingin selalu menemani Jasmine, ide yang sangat bucin bukan... Tak apa karena ini hanya sebuah cerita belaka.. Hehehe 😅
.
.
__ADS_1
.
Hai.. Hai.. untuk semua para pembaca budiman.. Terima kasih sudah membaca novel karya saya sejauh ini... Semoga kalian selalu sehat dan dilimpahkan banyak rezeki... Maaf karena sedikit kesibukan jadi jarang update... Sementara author akan bertapa untuk memilih Elvano atau Darren yang akan mendampingi Jasmine... Selamat malam semua dan tetap jaga kesehatannya ya...Love you all 😘😘😘