Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 42


__ADS_3

Darren berlari di lorong rumah sakit menuju ruang rawat Jasmine, dadanya bergemuruh hebat, ia tak sanggup jika sesuatu terjadi pada Jasmine..


"Al.. " lirih Darren yang mampu membuat Aldin dan Ellena menoleh bersamaan.. Yang mereka takutkan benar-benar terjadi, Darren mengetahui jika Jasmine dalam kondisi yang tidak baik-baik saja..


"Darren.. maafkan kami tapi Jasmine sendiri yang memohon agar tak melibatkanmu" Aldin mencoba menenangkan Darren..


"Kenapa dia pucat sekali? Dan mengapa banyak terpasang alat di tubuhnya? Apa dia sedang marah padaku karena kejadian semalam? Dia harus bangun, harusnya aku yang marah padanya bukannya dia" Percayalah kondisi Darren sungguh terlihat memprihatinkan saat mengucapkan ini semua, mungkin ini yang menjadi alasan Jasmine agar tak melibatkan dirinya..


"Masuk dan temuilah dia, dokter mengatakan jika Jasmine sangat lemah saat ini.. Mommy dan daddy juga sedang dalam perjalanan kemari"


Darren meluruh ke lantai, ia tak sanggup melihat Jasmine terbaring seperti itu, berulang kali ia memukul lantai rumah sakit dan beruntung ada Mike yang dengan sigap menahannya..


"Temuilah dia dude" nasihat Mike


Darren menghapus air matanya, merapikan bajunya yang berantakan dan masuk ke ruang rawat Jasmine.. Sekuat tenaga ia menguatkan hatinya yang pilu..


"Hai princess, apa kau belum bangun? aku datang kemari untuk menemuimu.. Bangunlah, kau sudah membuatku marah semalam, aku ingin kau bangun dan meminta maaflah padaku" Darren mengusap rambut Jasmine dan mencium keningnya, air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya pun terjatuh di pipi Jasmine.. Darren terus saja menggenggam tangan mungil yang terasa dingin dalam genggamannya, ia bahkan naik ke atas ranjang pasien dan memeluknya..


Satya dan Bhina yang sudah tiba pun tak bisa menahan air matanya melihat Darren dan Jasmine yang sangat menderita.. Mereka semua masuk ke dalam ruang rawat Jasmine..


"Apa semuanya sudah selesai ellena??" Satya ingin tahu bagaimana nasib putrinya..


"Om, maafin ellena.. ellena sudah berhasil menonaktifkan chipnya yang membuat kepala Jasmine pusing namun ellena belum berhasil menembus komponen yang mampu membuat tubuh Jasmine meledak"


"Astaga, jadi dia masih harus menderita lagi?" Mike ikut menimpali..


"Dengan berat hati ku katakan iya" ellena menundukkan kepalanya..


"Brengsek!! Kenapa orang itu tidak meminta kita untuk bertarung saja" Aldin naik darah.

__ADS_1


"Apa rencana kalian setelah ini?" tanya Darren yang masih tidur di samping Jasmine..


"Kita harus menunggu Jasmine sehat terlebih dulu kak, ia sangat lemah" cicit Ellena..


"Apa ini semua ulah Sonia?" pertanyaan Mike secara tiba-tiba ini membuat Darren beranjak dari sisi Jasmine..


"Apa maksudmu?Apa kau tahu sesuatu?" Darren mendekati Mike dan berdiri di hadapannya..


"Kemarin Jasmine dan Ellena memintaku mengantarkan ke sebuah tempat dan ternyata itu adalah rumah Sonia"


"Ellena apa itu benar?" cecar Darren


Ellena hanya tertunduk dan mengangguk pasrah jika Darren akan memarahinya karena merahasiakan hal ini..


"Tak mungkin kau tak tahu sesuatu!! Yang terbaring di sana adalah sahabatmu bukan?? Kau mengetahui semuanya namun kau tak mau mengatakannya.. Ini tak adil buat Jasmine..."


"Ma-maaf.." bulir-bulir air mata mulai membasahi pipi chubby Ellena "Jasmine yang memintaku untuk merahasiakan ini semua, Jasmine dan sonia sama-sama berkarir di dunia entertainment dan saat itu mereka sama-sama mengisi acara yang turut menghadirkan Elvano, Sonia sangat menyukai elvano namun sebaliknya elvano justru tergila-gila pada Jasmine.. Saat itu kami masih SMA, ada orang yang menculik Jasmine dan menyuntikkan chip itu.. Ia sungguh mencari tahu tentang Jasmine.. Kau tahu kenapa Jasmine menjauhimu? Itu karena Sonia selalu mengancam akan menyelipkan racun pada makananmu agar kau mati...Melihat Jasmine terpuruk adalah tujuannya, ia tak ingin Jasmine bahagia dengan memanfaatkan posisinya sebagai tunanganmu.."


Sebuah gelas jatuh dari genggaman tangan Bhina saat mengetahui pengorbanan putrinya terhadap Darren.. Jasmine sungguh mencintai Darren dengan segenap hatinya, baginya melihat Darren hidup akan lebih baik baginya..


"Mom, tenanglah.." Aldin berusaha menenangkan mommynya..


"Darren" suara Bhina tercekat saat memanggil putranya.. Darren berlutut dan memeluk kaki mommy nya.. Dengan berlinang air mata Darren meminta maaf "Maaf mom, ini semua salahku.. Tolong restui hubungan kami, aku berjanji akan membahagiakan putrimu dan menjadikannya ratu"


"Bagaimana bisa kau meminta restu saat nyawanya berada di tangan Sonia?" Mike berdecak kesal..


"Justru karena aku tak tahu sebanyak apa waktuku bisa melihat nya maka aku ingin menikahinya"


Bhina mengusap rambut Darren dan membawanya berdiri "Mommy merestuimu"

__ADS_1


"Daddy juga merestui" Satya menimpali


"Tolong jaga dia dude aku sebagai saudara kembarnya juga merestui" Aldin dengan gaya coolnya..


Betapa bahagianya Darren saat itu, ia meraih cincin yang sudah ia persiapkan sejak lama untuk melamar Jasmine, dengan segera Mike mempersiapkan acara ikrar janji suci Darren dan Jasmine yang masih enggan membuka matanya.. Tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk menjadi suami istri yang sah..


Setelah acara yang hanya disaksikan keluarga itu saja selesai, sebuah pesan masuk ke ponsel Jasmine dan pelakunya adalah Sonia.. Sebuah pesan yang berisi tentang ancaman nyawa Jasmine... Darren dan Aldin mengumpat dengan segala sumpah serapahnya, mereka menyusun rencana untuk menemui Sonia..


Akhirnya Darren, Aldin, Ellena dan juga Mike pergi untuk menemui Sonia.. Sekarang hanya tinggal Satya dan Bhina yang menemani Jasmine dalam tidur yang sudah diakhirinya..


"Mom Dad" suara Jasmine terdengar lemah..


"Ohh Sayang akhirnya kau bangun juga" Satya dan Bhina berlari mendekati bed putrinya..


"Apa aku membuat kalian khawatir? Dimana kakakku dan juga ellena??" Jasmine mengedarkan pandangannya mencari keberadaan dua makhluk itu namun Satya dan Bhina tak sanggup menjawabnya..


"Apa kalian menyembunyikan suatu hal dariku? Dan ini cincin siapa yang melingkar di jari manisku?"


"Sayang, dengarkan mommy.. Darren sudah menikahimu dihadapan kami semua jadi mulai sekarang kalian sudah menjadi suami istri"


"Apaa? bagaimana bisa begitu?? Aku masih terlalu muda untuk menikah mom" Jasmine mendelik kesal..


"Dia mencintaimu.." ucap Bhina dengan tatapan teduh..


"Lalu kemana mereka semua? Dia bahkan meninggalkanku setelah menikahi ku? Suami macam apa itu..."


Satya dan Bhina hanya terlibat saling pandang satu sama lain dan tak ingin memberitahu putrinya dimanakan yang lain berada.. Bhina mengambil semangkok bubur dan menyuapkanya pada putrinya.. Jasmine yang manis selalu saja menuruti mommy nya.. namun moment ini terhenti karena sebuah video singkat yang dikirimkan ke ponselnya..


Jasmine melihatnya tak percaya, ia melepas selang infus nya dan bangun dari tempat tidurnya.. "Dasar bodoh" Jasmine mengumpat atas tindakan saudara kembar dan yang lainnya tak memperdulikan Satya dan Bhina yang berusaha menghalanginya..

__ADS_1


Tak peduli seberapa keras mommy nya berteriak dan seberapa kuat tangan daddy nya yang terbentang, Jasmine tetap saja pergi ke lokasi yang dikirimkan kepadanya..


__ADS_2