
Waktu makan malam sudah tiba dan Bhina menolak untuk makan bersama di ruang makan. Satya terus saja membujuk istrinya yang masih ngambek akibat ulahnya tadi siang. Anne yang merasakan ada kejanggalan langsung saja menyusul Bhina ke kamar, takut jika terjadi sesuatu pada menantunya..
"Sayang, kamu kenapa tidak mau makan?Apa ada yang sakit??"
"Ga tau tuh mam, diajakin dari tadi malah manyun mulu, godain aku minta dicium"
Bhina mendelik kesal ke arah suaminya.."ini mam" Bhina menunjukkan lehernya yang merah-merah dan disambut gelak tawa oleh Satya.. Anne menggeleng-gelengkan kepalanya melihat ulah anaknya "Dasar kumpeni!!" celetuk Anne..
"Sudah tak apa, kan cuma ada keluarga kita aja" Anne berusaha membujuk menantunya dan usahanya berhasil, Bhina ikut turun ke ruang makan..
Mereka bertiga turun ke ruang makan, sesampainya di sana Bhina sedikit terkejut dengan keberadaan Rendra yang tengah membicarakan bisnis perusahaan dengan Hartanto. Menyadari gerak-gerik istrinya yang tidak nyaman Satya segera merangkul pundak istrinya..
"Ngapain lu di sini?" sinis Satya
"PDKT lah sama camer" canda Rendra yang tak mampu membuat Shella terpancing sedikitpun..
"Najis!! Ga Sudi gue punya ipar elu"
Rendra merotasikan matanya dan beralih ke Bhina yang juga menjadi pendiam sama seperti Shella..Rendra mempertajam penglihatannya dan mencoba menahan tawanya "Habis ketemu vampir lu bhi?"
Seketika wajah Bhina memerah karena malu berbeda dengan suaminya yang tidak terpengaruh dengan perkataan sahabat laknatnya..
"Vampir tampan" jawab Satya
"Ganas bener ya vampirnya, kayaknya lagi haus-hausnya tuh vampir"
"Laper-lapernya bego"
"Gue saranin tar malem lu tidur sama Shella aja bhi daripada dimakan sama vampir lavaaaar"
"Iya bhi, gue butuh temen curhat kayaknya" ucap Shella tak bersemangat..
"Ga Bisa!! Bhina harus istirahat" Satya tak ingin kehilangan kesempatan lagi kali ini..
"Dasar kumpeni!!!" celoteh Anne yang disambut gelak tawa semua orang kecuali Bhina dan Shella
__ADS_1
"Kok bisa kumpeni sih mam?" tanya Hartanto heran
"Anak situ kan turunan penjajah, tega-teganya menjajah istri yang baru saja sembuh..." Padahal Anne sendiri yang keturunan Belanda dan bukan Hartanto.. Hartanto hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya atas ucapan istri tercintanya..
Acara makan malam berlangsung dengan cepat bagi Bhina karena ia tak ingin berlama-lama di sana.. Mengingat Rendra yang selalu saja mengejeknya.. Bhina berpamitan untuk kembali ke kamar yang diekori oleh suaminya..
"Mau kemana lu? Ga nemenin adek ipar dulu??"
"Ogah!! Mending juga nemenin bobok bini gue"
Satya masuk ke kamar dan segera menyusul istrinya ke atas ranjang "Sayang" panggil Satya dengan lembut namun diacuhkan oleh Bhina..
"Masih marah??"
"Malu tau kak.. bisa-bisanya kakak malah dengan PDnya tanpa rasa bersalah cengar-cengir di depan mereka"
"Ya terus aku harus gimana? Pura-pura ga tau juga? Mereka juga paham kali itu merah karena apa..Terus kenapa juga harus merasa bersalah?? Kan kamu istriku tercinta nomor satu"
"Maksudnya gimana tuh nomor satu?? ada yang nomor dua, tiga sampai delapan gitu maksudnya??" Bhina memicingkan matanya serta melipat kedua tangannya di depan dada menuntut penjelasan dari suaminya..
"Manisnya ya Allah, lama-lama kena diabetes deh aku kalau begini caranya"
"Emang apa yang manis?" tanya Bhina penasaran
"Bibirnya.. tambah senyumannya.."
"Kakaaaakkkk" Bhina menggigit pundak suaminya..
"Aawww, sabaran dikit Napa sih? Belum juga dimulai, kamu loh ya yang godain aku duluan"
Bhina menghambur ke pelukan suaminya dan menghirup aroma tubuh suaminya "kakak wangi banget"
"Kamu suka?"
"Bangeeeett"
__ADS_1
Entah sejak kapan tangan Satya sudah masuk ke dalam baju istrinya dan mengusap lembut punggung istrinya.. Satya melahap bibir merah Bhina dengan lembut, Bhina membalasnya.. Akhirnya ciuman mereka semakin panas bahkan menginginkan lebih dari sekedar itu.. Tangan lihai Satya pun telah berhasil melepaskan baju sang istri, sungguh ini kerinduan yang harus segera dibalaskan malam ini hingga tuntas.. Satya sungguh menikmati setiap inci tubuh istrinya sedangkan Bhina mempersembahkan dirinya untuk suaminya agar bisa menjadi seorang istri yang seutuhnya..
Ini untuk pertama kalinya bagi Bhina, wajar bila saja ia merasa tegang dan sedikit takut akan rasa sakit yang membayanginya..
"Takut?"
Bhina mengangguk, ingin menolak namun sampai sini sudah terasa sangat nikmat, ingin meneruskan namun takut akan rasa sakitnya..Satya membuka celananya hingga senjatanya terlihat jelas berbeda dengan Bhina yang menutup mulutnya dengan kedua tangannya "i-itu kayak Bona"
"Bona?? Bona siapa?? Apa maksudnya?? Apa ini bukan kali pertama bagimu melihatnya?? Kau melihat punya siapa??" Percayalah hati Satya remuk saat mendengarnya..
"Bona yang dimajalah anak-anak itu" cicit Bhina..
Satya tertawa dengan cocoklogi yang dilakukan oleh istrinya "Bacaan kamu harus diganti besok, cari bacaan tentang cara memanjakan Bona dengan baik"
"Hiiiiisssss..tinggal dibelai-belai aja belalainya" Bhina tak menyadari bahwa jawabannya kali ini membawanya terjerumus lebih dalam lagi..
"Wah nakal ya sekarang, coba sekarang kamu belai-belai Bona milikmu, di sayang-sayang juga boleh..." seringai licik terbit di wajah Satya..
Sebanyak apapun Bhina merengek tak mampu membuat suaminya iba, ia justru memberikan arahan yang justru menguntungkan bagi dirinya..Akhirnya mau tak mau Bhina menuruti setiap arahan dari sang suami yang kali ini menjadi mentor dalam hal menaklukkan Bona..
"Anak pintar" puji Satya
Pasti ada maunya nih..
"Saatnya Bona yang bekerja" ucap Satya kembali
tuh kan bener ada maunya
"Rileks aja, jangan fokus sama rasa sakit karena sakitnya hanya sebentar, setelah itu tergantikan dengan rasa nikmat"
Bhina hanya mengangguk pasrah ketika Bona sudah benar-benar melakukan tugasnya..Bhina mencengkeram lengan kekar Satya, air matanya pun tak tertahankan lagi karena rasa sakit yang ia rasakan.. Satya mencium bibir istrinya untuk mengalihkan rasa sakitnya namun detik berikutnya istrinya nampak sudah bisa menikmati karena desahan berhasil lolos dari bibir istrinya.. Akhirnya suara-suara erotis menggema di kamar Satya untuk pertama kalinya.. Mereka menghabiskan malam dengan kegiatan berpeluh bersama, bahkan Satya tak membiarkan istrinya untuk sekedar beristirahat.. Ia sungguh menuntaskan rindunya selama ini...Entah apa yang akan terjadi besok semoga saja Bhina masih bisa berjalan..
Keduanya tertidur sangat pulas saat sudah menyelesaikan ibadahnya seolah sedang mengisi energi untuk pertempuran selanjutnya yang sudah direncanakan oleh pemilik Bona itu..
Kira-kira apa yang sedang ia rencanakan??? Mungkin hanya Bona dan tuannya yang tahu.. 😁😁😁
__ADS_1