Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 8


__ADS_3

Hari kedua di London..


Pagi itu Satya tengah menyantap breakfast di restoran hotel yang ia tinggali...Sesosok perempuan yang merupakan adiknya datang untuk bergabung.. Satya memilih untuk menyantap sarapannya dengan tenang walaupun matanya berkeliling mencari dimanakah sang calon mantu idaman maminya itu..


"Temen lu masih molor dek??" Satya bertanya pada adeknya yang menyantap makanannya dengan sangat tenang.. Shella menggeleng dan tetap menyendokkan makanan ke mulutnya..


"Lalu kenapa dia ga sarapan??"


"Bhina udah pergi tadi pagi-pagi banget dijemput sama mas Gilang"


Satya meletakkan sendok dan garpu miliknya, seakan tak terima jika Bhina pergi bersama lelaki lain walaupun itu sepupunya.. Posesif? Satya memang tipe pria posesif namun ia tak mau dianggap jika dirinya cinta pada Bhina.. Lalu maunya apa? Entahlah Satya sendiri menolak tahu tentang perasaannya pada Bhina..


"Kemana dia?"


"Katanya sih cobain baju yang buat fashion show tar malem"


"Kok dia ga ngajakin gue sih?Ga tau diri banget, padahal kalau ga ada gue juga dia ga bisa ikutan acara itu"


"Mmmmm.. aku tadi juga udah tanya sih kak kenapa kok ga ngajakin kakak aja.."


"Terus jawabannya apa?"


"Katanya dia takut ditinggalin kayak tempo hari, ini London kak bukan Jakarta"


Satya sudah bisa menebak jika pakaian minim akhlak lagi yang akan dikenakan oleh Bhina sehingga dia meminta tolong Gilang untuk mengantarnya.. Satya sudah tak berselera untuk makan lagi, ingin rasanya ia menelepon gadis itu dan menanyakan keberadaannya tapi gengsinya terlalu tinggi... kenapa di dalam otaknya hanya berisi Abhinaya.. Bagaimana dengan hatinya? Sepertinya otak dan hatinya belum melakukan sinkronisasi..


"Kak, aku dah selesai.. aku nyusul Bhina dulu ya"

__ADS_1


"Ikuuuuuuttt dek!!!!"


Kakak beradik itu akhirnya pergi menyusul sang model yang sedang fitting baju.. Setibanya di lokasi, sungguh tepat sekali karena fitting Baju yang dilakukan oleh Bhina sudah selesai... Ia mendapati sahabat dan juga calon suaminya sudah menunggu di depan..


"Kalian ke sini juga?" Bhina bergantian melihat kakak beradik yang baru saja datang..


"Hmm.. kak Satya kangen sama kamu..kalau aku sih kangen banget sama mas Gilang..." Shella langsung memeluk lengan kekar Gilang sedangkan Gilang hanya dengan ekspresi datarnya namun juga tak menolak saat di peluk oleh Shella.. Entah sejak kapan Shella mulai mengklaim Gilang adalah miliknya.


Bhina memicingkan matanya dan menaikturunkan alisnya setelah mendengar ucapan Shella bahwa Satya merindukannya.."Tuh kan kangen sama aku.. Sini peluk.." Bhina melebarkan tangannya hendak memeluk Satya namun Satya menghindar dan Bhina menabrak tiang di belakang Satya.. Shella dan Gilang kompak menertawakan Bhina yang berhasil memeluk tiang.. Semua mata memandang Bhina dan tertawa karena tingkahnya..


Melihat semua menertawakannya, Bhina mengerucutkan bibirnya, memeluk tiang itu dan berkata "Kamu tak terlalu buruk untuk dipeluk sayang"


"Hai, boleh aku menggantikan tiang itu?" Sapa seorang pria lokal asal London..


"ehemm, aku hanya bercanda dengan tiang ini.." Bhina mengelus-elus tiang yang dipeluknya..


"Hai, aku suaminya.." Satya dengan penuh kepercayaan diri mengatakannya..Sedangkan Bhina hanya mendelik kesal..


Cih! Apa tadi dia bilang? Suami? Kayaknya dia takut kalah saing deh sama aku...


Shella dan Gilang berpamitan untuk berkeliling kota dan Bhina merengek untuk bisa ikut namun Satya menahannya karena hari ini mereka ada jadwal foto prewedding seperti yang dikatakan Satya pada kedua orang tua Bhina.. Mau tak mau Bhina menurut demi acara yang ia idam-idamkan..


Satya dan Bhina menuju lokasi prewedding, semua sudah di set dengan apik.. Bhina dipoles dengan riasan yang simpel namun terlihat cantik, mereka menggunakan baju senada berwarna hitam yang memancarkan kesan glamor.. Ini kali pertama bagi Satya melakukan sesi foto bersama seorang wanita, untuk Bhina tentu saja ini adalah hal yang biasa ia lakoni walaupun hanya sebatas kerja..


Begitu banyak pose sudah diarahkan, mereka tampak seperti pasangan yang sangat serasi.. Senyum selalu mengembang di wajah keduanya.. "Kakak ganteng banget kalau senyum" ucap Bhina polos..


Mendadak Satya menjadi salah tingkah karena ucapan wanita dihadapannya sehingga ia harus membuang mukanya ke lain arah untuk menutupi rona merah wajahnya.. Namun sang pengarah gaya menginstruksikan agar mereka berpose ciuman agar kesan romantis muncul.. Satya berbisik "Gue yakin elu ga bakal berani?"

__ADS_1


Seperti mendapat sebuah tantangan, Bhina melingkarkan tangannya di leher Satya dan merapatkan tubuh mereka, dengan sedikit berjinjit dan mata terpejam, bhina mencium Satya dengan lembut.. Ini bukan kali pertama mereka berciuman namun selalu ada rasa yang mendebarkan untuk keduanya saat hal itu terjadi..


"Good Job" Pujian dan tepuk tangan dari para kru mengakhiri sesi foto prewedding mereka..


"Bhi, kalau job elu sebagai model dan artis terus ada adegan ciuman kayak tadi apa elu lakuin juga?"


"Diih pake tanya lagi.. ya iyalah kak selama aku terima kontrak itu yaa aku tetap profesional dong"


"Jadi udah berapa banyak laki-laki yang elu cium?"


Plaaaakkkkk.. Sebuah tamparan mendarat di pipi Satya..


Mata Bhina memerah bahkan hanya dengan sekali kedipan saja air matanya sudah jatuh..Dadanya terasa sangat sesak hingga nafasnya ikut tak beraturan.. Hatinya sangat sakit saat mendengar kata-kata Satya yang sepertinya meremehkan dirinya..


Tamparan itu merupakan sebuah jawaban dari Bhina sehingga ia tak perlu lagi menjawab dengan kata-kata.. Ia berlari dan pergi meninggalkan Satya yang mematung di tempatnya.. Menyadari Bhina pergi, Satya berusaha mengejar Bhina..


"Bhiiiii tunggu.."


"Bhi...."


"Bhi dengerin gue dulu.."


"Bhiiiii.."


Seolah tuli, Bhina masuk ke dalam taksi dan meninggalkan Satya..Ia tak tahu arah dan tujuannya, ia hanya menyuruh sopir taksi itu untuk berkeliling kota dan jangan berhenti hingga Bhina yang menyuruhnya untuk berhenti..


Apa aku seburuk itu dimatanya? Apa profesiku ini profesi yang menjijikkan baginya?

__ADS_1


Sementara itu Satya terus menghubungi Bhina namun ponsel Bhina tidak aktif.. Ratusan pesan permintaan maaf dikirim Satya namun tak ada satupun yang dibalas oleh Bhina.. Hati Satya kacau saat ini karena tak tahu dimana keberadaan Bhina...


__ADS_2