Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 71


__ADS_3

Dua tahun kemudian..


Darren dan Mike tiba di London untuk keperluan bisnis.. Mereka berdua seperti selalu bersama sejak para wanitanya memutuskan untuk pergi dari hidup mereka.. Karena waktu meeting masih lama, sepertinya mereka membutuhkan secangkir kopi.. Mereka menuju sebuah kedai kopi yang sangat terkenal di kota itu..


Begitu tiba di kedai kopi, keduanya penasaran dengan kerumunan orang yang terlihat sangat panik melihat seorang bayi berumur kurang lebih satu tahun itu tengah di gendong oleh salah satu dari kedua wanita yang saling berseteru.. Tak jelas apa yang mereka perdebatkan namun tiba-tiba wanita yang menggendong bayi itu melemparkan anak tidak berdosa itu ke bawah..


"Angellll" teriak seorang wanita yang diyakini itu adalah ibu dari anak perempuan yang baru saja di lempar itu.. Melihat hal itu, Darren dan Mike segera berlari untuk menangkap anak perempuan tadi dan Darren berhasil menangkapnya.. Melihat anak perempuannya sudah aman, sang ibu berlari mengejar wanita yang sudah berani melemparnya.. Tanpa pikir panjang, ibu dari anak itu mengeluarkan pistolnya dan membidik sasarannya tepat di jantungnya..


Suara tembakan itu membuat semua orang berlari berhamburan karena takut terkecuali Darren dan Mike.. Ibu dari sang anak yang digendong Darren berlari ke tempat putrinya untuk memastikan apakah putrinya baik-baik saja..


"Dad-dy" celoteh angel..


"Oh God.. dia memanggilku daddy.. Lihatlah anak ini cantik sekali.. Dia seperti seorang malaikat.." ini adalah kali pertama Darren tersenyum setelah kepergian Jasmine.. Ia merasa sangat bahagia di panggil daddy oleh anak perempuan yang baru saja ia selamatkan.. Bahkan anak itu sama sekali tidak menangis ketakutan..


"Mungkin kau mirip dengan daddynya" Mike tertawa geli..


"Terima kasih sudah menyelamatkan angela.." suara itu sangat familiar di telinga Darren dan membuat Darren langsung menoleh.. Kedua netra mereka saling beradu, awalnya wanita itu terkejut melihat pria yang dilihatnya namun detik berikutnya ia tersenyum manis..


"Dia putriku.." Jasmine mengambil alih putrinya dari gendongan Darren sedangkan Darren hanya terdiam melihat interaksi di antara keduanya..


"Jasmine.. aku tak percaya ini.. Ini sungguh-sungguh dirimu???" Mike membawa jasmine ke dalam pelukannya..


"ya Mike, senang bertemu denganmu lagi.."


"Jasmine.. apa kau dan angel baik-baik saja??" tanya seorang wanita dengan nafas yang terengah-engah..


"Seperti yang kau lihat Ellenaku tersayang..."


"E-llena???" ucap Mike tak percaya.. Mike langsung memeluk Ellena dengan sangat erat, melampiaskan kerinduan yang selama ini terpendam.. Keduanya memutuskan untuk pergi ke taman dan membicarakan segala hal yang ingin mereka ceritakan meninggalkan Jasmine, Angel dan juga Darren yang sama sekali belum saling berbicara..


"Apa kakak sedang ada perjalanan bisnis??" Jasmine mencoba memecahkan keheningan..


"Ahh.. Iya.. aku ada pertemuan bisnis dua jam lagi.." Darren tampak kikuk..


"Semoga lancar.."


"Hanya itu saja??"


"Ya.. aku tak bisa membantumu dalam urusan bisnis.. Jadi aku hanya bisa mendoakan.."


"Tak ada pelukan untukku?? Ahh maaf aku sudah lancang.. suamimu pasti akan marah jika mengetahuinya.. Lupakan.."


Jasmine tersenyum dan memeluk Darren dengan angel berada di gendongannya.. Darren membalas pelukan Jasmine, betapa bahagianya ia kali ini karena bisa bertemu dengan Jasmine lagi.. Jasmine mengurai pelukannya namun angel malah meminta gendong pada Darren dan selalu saja memanggilnya daddy..


"Oh sayang.. katakan apa aku mirip dengan daddy mu heemmm" tanya Darren sembari mengangkat tinggi angel ke udara hingga membuat anak itu tertawa terpingkal-pingkal..


"Daddy, i love you.." celoteh angel..

__ADS_1


"Hmmm.. ini hari pertama kita bertemu dan kau mengatakan jika kau mencintaiku anak gadis?? Ku rasa kau salah, aku lah yang sudah jatuh hati padamu pertama kali... Kau cantik sekali" Darren terus saja memuji Angel..


Hal itu membuat Jasmine menitikkan air matanya namun dengan segera mengusapnya..


"Kakak, maaf aku ingin segera pulang.. bolehkah aku membawa angel sekarang??"


"Aku yang akan mengantarkan kalian.."


"Tidak usah, aku pulang bersama ellena saja.."


"Apa kau tega meninggalkanku sendiri?? Si Mike keparat itu pergi bersama ellena dengan membawa mobilku.. Izinkan aku mengantarmu dan biar Mike yang nanti menjemputku.."


"Baiklah.. mobilku ada di sana dan ini kuncinya"


Darren menerima kunci mobil dari Jasmine dan menggendong angel ke mobil Jasmine dengan sebelah tangan yang menggandeng tangan Jasmine.. Jasmine menurut saja dan berjalan mengikuti di belakang namun matanya tak henti-hentinya memandang tangannya yang di genggam oleh Darren..


Darren membuka pintu untuk Jasmine lalu memberikan Angel kepadanya.. ia memutari mobil dan duduk di bangku pengemudi.. Darren menjalankan mobilnya sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Jasmine..


Mereka menuju suatu tempat yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan, hingga tiba di sebuah rumah dengan halaman yang sangat luas dan berada di pinggir danau.. Rumah itu terlihat asri dengan taman yang tertata sangat indah..


"Apa kau dan suamimu tinggal di sini??" tanya Darren..


Jasmine terdiam sesaat dan menjawab pertanyaan Darren "Ya.."


Darren menangkap ekspresi sedih dari raut wajah Jasmine dan ia tak tahu hal apa yang membuat Jasmine menjadi sangat sedih.. Jasmine telah banyak berubah, ia dulu selalu menceritakan segala sesuatu pada Darren tapi kini ia terkesan membatasi diri..


"Dia pasti kelelahan, mari masuk.. Aku akan membuatkan kopi untukmu.." Jasmine tersenyum manis..


"Sungguh?? Dengan senang hati jika begitu.. " Darren membantu Jasmine melepaskan seatbeltnya dan membukakan pintu.. Tak hanya sampai di situ, ia bahkan mengambil alih Angel dari gendongan Jasmine.. Mereka berjalan memasuki rumah, rumah tersebut tampak sepi karena tak ada pelayan yang tinggal di sana.. Sepertinya Jasmine menginginkan privasinya lebih terjaga..


"Dimana aku bisa menidurkan Angel?" tanya Darren..


"Kamar di belakang ruang tamu ini adalah kamarku dan Angel.."


"Baiklah aku akan menidurkan malaikat kecilku terlebih dahulu" Darren membawa Angel ke kamar dan membaringkan anak itu di box nya kemudian menyelimuti nya dan mencium keningnya.. Ia memperhatikan sekeliling kamar Jasmine dan menghembuskan nafasnya kasar.. Ia selalu saja memikirkan jika saja ia yang tinggal di sana bersama Jasmine.. Namun ia segera mengenyahkan pemikirannya lalu menemui Jasmine kembali yang sudah siap dengan dua cokelat panas di atas meja..


"Cokelat???"


"Ya.. aku lupa jika aku tidak memiliki kopi jadi aku membuat kamu cokelat panas.. Apa kau tidak menyukainya??"


"Suka.. aku menyukai semua yang berhubungan denganmu.." Ucap Darren tanpa disadari..


"Bagaimana kabarmu kakak? Kau tampak lebih kurus.."


"Tak pernah sebaik ini.. Yaa aku terlalu banyak memikirkan pekerjaan sampai lupa makan.."


"Apa kau sudah makan??"

__ADS_1


"Belum.. pesawat ku baru saja landing.. Tadinya aku berniat mencari sarapan dan ternyata aku menemukanmu"


"Tunggu sebentar.."


Jasmine pergi ke dapur dan menyiapkan pasta untuk Darren.. Segera ia mengantarkannya kepada Darren yang sejak tadi memperhatikannya memasak..


"Ini untukmu.. makanlah.."


Tanpa pikir panjang Darren segera melahapnya seperti orang yang sangat kelaparan..


"Pelan-pelan kakak.. Kau bisa tersedak.." Jasmine memperingatkan..


"Sejak kapan kau bisa memasak?? Ini sungguh enak sekali.." Dalam sekejap Darren sudah menyapu bersih makanan di piringnya..


"Aku pengangguran daripada bosan aku belajar memasak..."


"Aku ingin mencoba masakanmu jika begitu.."


"Tak ada.. ini hanya sebagai ucapan Terima kasihku karena kau telah menyelamatkan putriku.."


"Dimana suamimu??"


"Emm.. di-dia belum pulang.. " Jasmine menggigit bibirnya..


Darren hanya mengangguk dan menatap Jasmine penuh arti.. Setelah itu Mike dan Ellena datang sembari saling bergandengan tangan.. Darren dan Jasmine kompak melihat kedua tangan yang saling bertaut itu..


"Apa kalian akan segera menikah??" Jasmine menggoda Ellena dan juga Mike..


"Aku.." Ellena tersenyum malu-malu


"Ellena, menikahlah dan hiduplah bahagia.. kau berhak untuk itu.."


"Tapi aku ingin..."


"Aku dan angel bisa menjaga diri dengan baik...Kau tak perlu mengkhawatirkan kami.."


"Aku tak paham dengan kata-katamu barusan Jasmine.. Bukankah kau memiliki suami?? Apa dia tak bisa melindungimu??" tanya Darren penasaran..


"Dia melindungiku dan juga putrinya.. Ku harap kau tak meragukannya" Jasmine tampak menahan air matanya..


"Ahh.. maaf bukan maksudku meragukan suamimu.. Aku hanya sedikit khawatir.."


"Aku baik-baik saja.. pergilah karena sebentar lagi bukankah kau dan Mike ada meeting..."


"Baiklah.. kami akan pergi.. Terima kasih untuk sarapannya..."


Jasmine hanya mengangguk dan mengantarkan keduanya sampai ke depan pintu hingga mobil Darren tak terlihat lagi..

__ADS_1


__ADS_2