Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 92


__ADS_3

Tim medis sedang mempersiapkan keperluan operasi pencangkokan sumsum tulang yang akan dilakukan oleh Feli.. Aldin masih dengan setia menggenggam tangan istrinya dan menemaninya walaupun istrinya masih saja irit berbicara padanya..


"Aku akan menunggumu di sini dan ku pastikan saat kau membuka matamu hanya ada aku..." ucap Aldin dengan suara seraknya..


"Semoga Tuhan masih berbaik hati untuk mengizinkanku menikmati wajahmu lagi..." jawab Feli dengan mata yang semakin berat karena obat biusnya sudah mulai bekerja...


"Aku mencintaimu Feli..." ucap Aldin bertepatan dengan Feli yang sudah benar-benar tak sadarkan diri...


Feli di dorong masuk ke dalam ruang operasi bersama dengan Emily.. Aldin memandang keduanya yang memang tampak sangat mirip...


"Maaf tapi hatiku lebih memilihnya..." ujar Aldin..


Beberapa jam Aldin hanya mondar-mandir menunggu operasi selesai, ia semakin gusar menanti bagaimana operasinya apakah berjalan dengan lancar atau ada kendala.. Ingin rasanya ia menendang pintu ruang operasi itu untuk memastikan keadaan istrinya... Akhirnya waktu yang dinanti tiba, Aldin melihat istrinya di dorong keluar dari ruang operasi dengan wajah yang tak kalah pucat dari Emily...


"Dokter apa operasinya berjalan dengan lancar?" Aldin menghadang dokter yang menangani pencangkokan sumsum tulang..


"Selamat pak operasinya berhasil, semoga di kemudian hari keadaan nona Emily bisa berangsur baik dan tak ada komplikasi..."


"Bagaimana dengan Feli??"


"Dia baik-baik saja Tuan, dia gadis yang kuat.. Sebentar lagi ia akan segera pulih..."


"Baik dok.. Terima kasih untuk penjelasannya..." senyum mengembang di wajah Aldin..


Aldin berjalan menuju kamar rawat Feli dan menunggu hingga istrinya siuman.. Berulang kali ia harus menahan kantuk karena menjaga Feli namun karna terlalu lelah, Aldin juga turut tidur di sofa..


Tak lama berselang, Feli mulai tersadar dan memandang lekat suaminya... Ia segera mengambil secarik kertas dan menulis surat untuk Emily... Setelah selesai ia menaruhnya di bawah bantal bersama tumpukan kertas yang lain bertepatan dengan Aldin yang juga sudha terjaga dari tidurnya...


"Kau sudah bangun?? Apa kau butuh sesuatu?? Maaf aku ketiduran..." ucap Aldin dengan suara serak khas bangun tidur..


"Tidak.. Kau pasti lelah.. Tidur lah... Aku baik-baik saja..." Feli tersenyum manis..

__ADS_1


"Aku tak ingin tidur lagi, tadi dokter berkata kau sudah boleh memakan makananmu.. Aku akan menyuapimu..."


"Benarkah??" Wajah Feli sangat bahagia saat mengucapkannya...


"Kau bahagia karna boleh makan atau karna aku menyuapimu???" goda Aldin, kini ia kembali ke mode tengilnya..


"Keduanya..." jawab Feli kegirangan dan Aldin menghadiahinya dengan ciuman bertubi-tubi pada istrinya yang terlihat menggemaskan itu...


Feli menerima setiap suapan dari Aldin hingga piringnga bersih dari makanan, ia berjanji untuk tidak akan melupakan hari yang sangat manis ini..


"Feli.."


"Hmm.."


"Tadi Jasmine meneleponku sambil menangis.."


"Kenapa?? Apa dia disakiti lagi oleh aunty yang kemarin???"


Aldin menoleh cepat mendengar pertanyaan Feli, ia tak tahu jika Jasmine disakiti oleh aunty Darren...


"Entahlah, aku juga tak tahu tapi aunty itu mengatakan hal buruk yang membuat aku sendiri marah walau aku tidak di posisi Jasmine.. Dia mengatakan jika Jasmine tak bisa memberikan kakak keturunan...."


"Astaga.. Benarkah itu??? Untung saja adikku hamil, jika tidak aku akan mencari orang itu dan menghukumnya karena telah menyakiti adikku..."


"Jasmine hamil??? Benarkah????" ucap Feli dengan sangat antusias yang dijawab anggukan oleh Aldin..


"Dan aku harap kau juga akan hamil setelah ini..."


"Uhuuuk... uhuuuukk... uhuuuukk" Feli terbatuk-batuk mendengar pernyataan Aldin barusan...


"Apa kau sudah tidak sabar Feli??? Jika begitu kita sama, sebentar lagi mommy dan daddy akan datang ke Milan.. Aku akan mengenalkanmu pada mereka dan setelah itu aku memikirkan bagaimana caranya untuk memproduksi anak sebanyak-banyaknya denganmu... Aku tak ingin kalah dari Darren dan juga Jasmine..."

__ADS_1


Feli hanya menjawab lewat senyuman di wajahnya, karena ia tahu bahwa itu tak mungkin terjadi...


.


.


.


Di ruang rawat Jasmine,


Darren tengah tidur di samping istrinya sembari mengusap perut Jasmine.. Tak ada yang lebih membahagiakan daripada ini... Sepertinya ia harus mengerjakan pekerjaannya dari rumah agar bisa menemani Jasmine setiap hari... Bahkan di hari pertama Jasmine dinyatakan hamil, Ellena dan Mike harus bersusah payah membuatkan rujak untuk Jasmine yang tak mungkin dibeli di Milan..


Beruntung sekarang ada ponsel canggih yang bisa menuntun kita melakukan banyak hal termasuk mencari resep rujak yang diinginkan oleh Jasmine...


"Buseeett daahhh, lu ngidam gini-gini amat sih..." gerutu Ellena sembari menghaluskan bumbu rujak sedangkan Mike sedang bersusah payah mengupas buah-buahan..


"Laaahhh.. namanya juga ngidam... BEBAS!! Kasian kan anak gue cakep-cakep blasteran bule tapi ngileran...Kalian ga kasihan apa??" jawab Jasmine sambil bersedekap memperhatikan sepasang kekasih yang sedang bekerja sama membuat rujak...


"KAGAK!!!!!" jawab Ellena dan Mike kompak...


"Sayaaaanggg..." Rengek Jasmine...


"Heeeemm" jawab Darren singkat dengan wajah yang serius bekerja di depan laptopnya, membuat Ellena dan juga Mike tertawa kegirangan.. Jasmine mengerucutkan bibirnya dan kembali rebahan lalu menarik selimut hingga menutup kepalanya. ... Menyadari istrinya yang sedang marah, Darren menutup laptopnya dan naik ke ranjang Jasmine lalu memeluknya...


"Apa yang kau rasakan honey??"


"Kau tak memperhatikanku lagi...."


"Maaf.. ada pekerjaan penting yang harus ku tangani honey... Apa dulu saat mengandung Angel kau juga seperti ini??"


Jasmine menggeleng lemah dan berkata "Dulu saat hamil Angel tidak seperti ini, aku masih bisa beraktifitas.... Untuk kehamilan kali ini rasanya sangat berat..."

__ADS_1


"Besok kita lakukan pemeriksaan ke dokter kandungan honey... Aku tak ingin terjadi sesuatu pada istri dan juga anakku..."


Jasmine mengangguk dan membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.. Tempat ternyaman baginya hingga melupakan rujak yang sedang dibuat dengan susah payah oleh Ellena dan juga Mike...


__ADS_2