
Siang itu Rendra masih saja betah di ruang kerja Satya menunggu jamuan makan malam dari nyonya besar sembari menikmati hidangan yang disediakan oleh istri bosnya yang sedang menderita bucin akut..
Di sisi lain,
Satya membuka pintu kamar dan melihat istrinya tengah asyik bermain-main dengan gadgetnya..
"Suami pulang ga diperhatiin malah lihatin hp terus.. Kamu ga pengen peluk aku?" Satya berjalan mendekat ke ranjang..
"Stoooppp!!!" Teriak Bhina
"Sayang.. kamu kenapa??" panik mendengar istrinya berteriak
"Ka-kamu kak Satya atau bukan?"
"Iya ini aku Satya suami kamu.. kamu lupa?"
"Bu-bukan.. aku ga mimpi kan kakak panggil aku sayang??? aku kira genderuwo yang lagi berubah wujud jadi kakak.. kan ga biasa-biasanya kakak panggil aku sayang"
"Astaga jadi dari tadi sikap kamu dingin ke aku karena kamu ngeraguin aku manusia apa bukan?? ya elah, mana ada genderuwo seganteng suami kamu ini" Satya menertawakan alasan Bhina yang menyebutnya genderuwo...
"Ya kali aja.." Bhina kembali menatap layar ponselnya, di susul oleh Satya yang juga ingin tahu apa yang sedang dilihat istrinya..
"Lihat apa sih?" Suara Satya terdengar sangat dekat di telinga Bhina namun belum juga memperhatikan layar ponsel istrinya.. Tak ada jawaban karena istrinya masih saja menscroll layar ponselnya, Satya sedikit melirik dan matanya membulat seketika..
"Kamu masih stalking IGnya dia? Kamu masih suka sama dia?" Satya memberondong istrinya dengan pertanyaan yang menunjukkan bahwa dirinya sedang terbakar api cemburu..
"Sssttt kakak apaan sih.. jangan ganggu, aku lagi serius.."
"Jadi dia lebih penting daripada suami kamu sendiri??"
"Untuk saat ini tentu saja iya.."
"what?? sungguh tak bisa dipercaya" Satya merampas ponsel Bhina dan membantingnya..
Bhina menatap ponselnya yang sudah hancur menjadi beberapa bagian, air matanya menetes membasahi pipi mulusnya, mencoba untuk memungut ponselnya dan berusaha menyalakannya namun tak berhasil.. Ia semakin menangis tersedu-sedu, berbeda dengan Satya yang marah atas respon Bhina.. Wanita itu berdiri, menatap lekat manik mata yang masih dipenuhi amarah..
"Satya Pradipta!! Tak perlu menunggu 60hari lagi, hari ini akan ku tanda tangani gugatan cerai yang sudah kau siapkan sejak awal pernikahan kita"
"Jadi kamu lebih memilih Arya haa?? Kamu ga takut karir kamu hancur karena berita perselingkuhanmu dengannya?"
__ADS_1
"AKU GA PEDULI!!! Itu kan hal yang kamu mau?? aku selingkuh dan kita berpisah.. aku nyerah.. aku mau kita berpisah secepatnya!!"
Bhina berlari mengambil tas miliknya dan pergi meninggalkan apartemen sedangkan Satya hanya bisa membatu, tak percaya bahwa hari ini adalah hari terburuknya.. Hari dimana ia ingin menjadikan Bhina miliknya seutuhnya namun malah sebaliknya ia akan kehilangan Bhina.. Ada sepasang mata yang memperhatikan pertengkaran keduanya namun tak berani untuk mencampurinya..
"Tenangin diri lu, mungkin Bhina punya alasan tersendiri.. Lu liet kan tadi dia nangis dan marah banget..Kalau orang ketahuan selingkuh kan harusnya takut"
"Gue kalah bro.." Lirih Satya
Satya segera berlari menyusul istrinya dan ingin membawanya pulang namun istrinya tak mengendarai mobil miliknya.. "Gadis cerdas" gumam Satya..
"Maksud lu?"
"Dia ga pengen gue tahu keberadaannya makanya dia ga bawa mobil sendiri dan pintarnya gue udah banting ponselnya jadi gue bener-bener ga tau dia kemana sekarang" Satya menjambak rambutnya kasar..
"Kita coba cari dulu, gue temenin.."
Dua lelaki itu segera masuk ke mobil Satya dan melajukan mobilnya menuju pihak manajemen yang menaungi Bhina namun manajer Bhina mengatakan bahwa sejak menikah Bhina belum pernah datang ke sana.. Tak patah semangat, Satya menelepon ibu mertuanya .
"Hallo Bu.."
^^^Hallo nak Satya.. Tumben telepon ibu, ada apa?^^^
Ibu paham kalian kan pengantin baru.. lagi semangat-semangatnya...Kalau sempat kapan-kapan nginep di sini ya
"Iya Bu, nanti akhir pekan kami akan berkunjung.. ya sudah Bu, saya pamit dulu masih ada pekerjaan"
Okay menantu tampan ibu, maafkan anak ibu ya kalau banyak nuntut jadi kamu harus kerja keras
"Iya Bu itu sudah kewajiban saya sebagai seorang suami"
Pembicaraan antara mertua dan menantu berakhir dan dapat disimpulkan jika Bhina tak ada di rumah orang tuanya.. Satya menjadi sangat khawatir, seharian mereka sudah mengelilingi ibukota namun Bhina belum juga ditemukan.. Hingga jam menunjukkan waktunya menghadiri undangan makan malam dari maminya, entah apa yang akan ia katakan pada keluarganya jika Bhina tak datang..
.
.
.
Beberapa saat kemudian, Satya dan Rendra sudah tiba di hotel tempat dinner diadakan.. Wajah Satya sudah lesu akibat tak menemukan keberadaan istrinya.. Satya dan Rendra duduk di bangku masing-masing, apa yang dikhawatirkan Satya benar-benar terjadi.. Sang mami yang lebih sayang pada anak mantunya daripada anaknya sendiri itu mulai mempertanyakan keberadaan Bhina..
__ADS_1
"Mana mantu mami sat?"
"Hmm.. dia.."
"Mamiiiii.." Satya langsung mendongak mendengar suara yang akrab di telinganya itu.. Dengan gerakan seribu langkah, Satya menghampiri Bhina lalu memeluknya dengan erat..Namun Bhina melepaskan pelukan Satya dan berlari ke arah mertuanya..
"Mami aku kangen sama mami.. mami apa kabar?? Sehat kan??"
"Mami juga kangen sama kamu sayang.. mami sehat, yuk duduk dulu sayang"
Bhina menarik kursi di sebelah Shella yang posisinya berseberangan dengan Satya dan Rendra.. Satya yang duduk berhadapan dengan Bhina pun tak henti-hentinya memandangi wajah istrinya..
"Wooiii gitu amat sih liatinnya.. udah ga sabaran mau bikinin gue ponakan apa??"
"Suka bener deh lu ngomongnya, bilangin ke kakak ipar lu kalau gue pengen cepet-cepet punya anak yang lucu dan cantik kayak dia"
Bhina mendelik kesal dan segera mengalihkan pandangannya ke lain arah..
"Jadi kapan dong mami gendong cucunya??"
"Nanti kalau sudah waktunya mi.." selalu saja keluar jawaban bijak dari mulut istri Satya Pradipta..
Mereka akhirnya memulai makan malam keluarga dengan berbagi cerita, canda dan tawa hingga segerombolan pria dan wanita yang merupakan teman SMA datang menyapa Bhina dan Shella..
"Bhina, Shella jadi kalian di sini juga?? ikutan gabung yuk"
Shella dan Bhina terlibat adu pandang dan berakhir dengan anggukan keduanya, mereka akan bergabung setelah menyelesaikan makan malamnya..
"Yuk bhi gabung sama mereka.." Shella menarik tangan Bhina..
"Dek, lagi acara keluarga juga.. Besok-besok kan juga bisa ngumpulnya" Satya mencoba mencegah keduanya untuk pergi karena ia juga melihat Ivan berada di sana namun tiba-tiba Ardelia datang mengejutkan semua anggota keluarga terkecuali Bhina yang masih saja santai..
"Bhi dia itu.."
"Bhina tahu mam..No problem.. Kalian sudah lama tak berjumpa bukan? Silakan ngobrol.."
"Sayang.." panggil Satya pada istrinya
"Kak Ardelia, tuh dipanggil sayang..." ucap Bhina sambil tersenyum pada Ardelia
__ADS_1
Shella tertawa terbahak-bahak atas jawaban bhina, keduanya melenggang pergi tanpa menengok dan bergabung dengan rekan-rekan mereka..