
London
Elvano dan Jasmine berdiri di depan mansion mewah, semua pelayan dan pekerja menunduk hormat pada Elvano dan Jasmine..
"Selamat datang Tuan Muda" sapa seorang kepala pelayan yang membukakan pintu untuk Elvano..
"Terima kasih bibi, apa daddy sudah berangkat bekerja??"
"Tuan besar ada di halaman belakang Tuan, maaf jika saya lancang.. Apakah nona yang sangat cantik ini calon pendamping Tuan Muda?"
Elvano hanya tersenyum dan menatap Jasmine dengan penuh kekaguman "Dia sahabatku bi dan kau benar dia sangat cantik"
"Hai, aku Jasmine" Jasmine mengulurkan tangannya
"Perkenalkan saya Bibi Na nona, senang bertemu dengan nona Jasmine" Bibi Na tidak menerima uluran tangan Jasmine namun membungkuk hormat pada Jasmine..
"Tanganku akan menggantung seperti ini jika bibi tak meraihnya.. Ayolah aku sudah pegal bi.."
"Maaf nona, tapi saya tidak pantas menjabat tangan nona.." Jawab bibi Na sambil tertunduk..
"Hmmm, jika begitu apa boleh buat..." Tanpa pikir panjang Jasmine menarik tubuh wanita tua itu dan memeluk nya erat...
"Bibi Na, senang berkenalan denganmu..."
Tak jauh dari sana ada sepasang mata yang menatap kagum pada pribadi Jasmine.. Wanita cantik yang tak ada kesombongan dalam dirinya.. Bahkan ia mau memeluk seorang pelayan..
"Kalian membuatku cemburu, kau tak pernah memelukku seperti itu" ucap Elvano..
Jasmine hanya mencibikkan bibirnya membuat Elvano gemas dan mengacak rambutnya.. Elvano menarik pergelangan tangan Jasmine dan mengajaknya untuk masuk.. Mereka menuju halaman belakang untuk menemui orang tua Elvano..
"Wah, kau datang kakak?? Ini sungguh kejutan.. Kau datang bersama seorang wanita yang sangat cantik.. Katakan apa ia adalah calon istrimu?"
"Apa itu penting bagimu?"
"Tentu saja, jika dia bukan calon istrimu maka aku tak segan-segan memohon pada Daddy dan Mommy untuk melamarnya saat ini juga"
"Tutup mulutmu brengsek!!"
"Wow, aku rindu ini.. sudah lama kau tidak memakiku.."
Elvano mendengkus kesal mendengar jawaban adiknya yang memang sudah lama tidak bertemu.. Adiknya menempuh pendidikan di Amerika dan Elvano juga baru tahu jika adiknya sudah pulang dari pendidikannya..
"Hai nona.. perkenalkan aku Edward Rodrigo, adik dari Elvano Rodrigo"
"Hai aku Jasmine.. Senang bertemu denganmu Ed.."
Keduanya berjabat tangan sedangkan Edward tak bisa memalingkan pandangannya dari Jasmine membuat Elvano menjadi sedikit tidak nyaman.. Elvano menarik tangan Jasmine dari genggaman tangan Edward..
__ADS_1
"Perhatikan tatapanmu itu dude!!"
Kedua orang tua Elvano hanya tertawa kecil menyaksikan kejadian di hadapannya..
"Selamat pagi sayang, mommy sangat merindukanmu.." ucap wanita tua yang masih terlihat sangat cantik itu..
"Hmm bukankah setiap detik kau selalu menelepon ku mom"
"Tapi kau tak pernah pulang ke rumah dan lihatlah sekalinya datang kau membawa wanita yang sangat cantik.. Jangan katakan jika kau menculiknya" goda mommynya
"Dia sahabatku mom.." sanggah Elvano...
"Itu artinya masih ada kesempatan untukku jika dia sahabatmu.. Bukankah begitu Jasmine??" sahut Edward..
"Sepertinya aku akan mempertimbangkannya untukmu Ed.." Jasmine mengerling jenaka..
"Whoooaaa... kau mengagumkan nona.. Sepertinya aku sudah benar-benar jatuh hati padamu.."
"Tutup mulutmu atau aku akan mengirimmu ke kutub agar kau bisa menggoda para beruang betina di sana Ed.." kata Elvano
"Kau seperti sedang cemburu kakak..Semoga aku salah"
"Hai Jasmine" sapa daddy Elvano..
"Hai Tuan dan Nyonya Rodrigo.. Senang bisa bertemu dengan anda" Jasmine membungkukkan badannya sebagai tanda penghormatan..
Hal itu membuat Jasmine ragu-ragu dan menoleh ke arah Elvano meminta persetujuan dan Elvano hanya mengangguk.. Jasmine mendekat dan memeluk mommy Elvano..
"Terima kasih sudah membawa putraku kembali..Kau sangat cantik nak.." bisiknya di telinga Jasmine..
"Terima kasih atas pujian dan pelukan hangatmu Nyonya.. Pelukanmu senyaman pelukan mommy...Aku jadi merindukan mommyku.."
"Sungguh?? Aku tidak keberatan jika engkau mau menjadi putriku.. Sudah lama aku ingin mempunyai anak perempuan namun kedua anak lelakiku sangat payah dalam mencari pasangan.." Nyonya Rodrigo menggidikkan bahunya acuh..
"Mom" erang Elvano dan Edward bersamaan..
"See?? Anak lelaki memang menyebalkan..." gerutu Nyonya Rodrigo..
"Ternyata selain baik, dirimu juga memiliki selera humor yang tinggi Nyonya.." Jasmine tersenyum manis..
"Tentu saja, untuk itu aku tergila-gila padanya" imbuh Tuan Rodrigo..
"Anda sangat beruntung Tuan Rodrigo"
"Dari mana asalmu nak?"
"Indonesia uncle"
__ADS_1
"Wow, bagaimana Elvano bisa menemukan mutiara secantik dirimu di Indonesia?? Jadi ini alasan mengapa Elvano tak pernah kembali kemari??"
"Anda berlebihan uncle... Kami dipertemukan di sebuah event dahulu dan aku datang sebagai salah satu pengisi acara...Dari situ kami kenal"
"Kalian berpacaran??" Selidik Tuan Rodrigo
"Aku tidak pantas untuk putra uncle, dia harus mendapatkan wanita yang lebih baik dariku.." senyum mengembang di wajah Jasmine..
"Jangan berkata seperti itu jasmine.." ucap Elvano.. Tersirat jelas kesedihan di wajah Elvano, dia tahu benar bahwa hatinya hanya menginginkan Jasmine namun ia tak berani mengungkapkannya.. Ia takut jika Jasmine menolaknya, itu akan membuatnya sangat sakit... Sinyal itu jelas dapat ditangkap oleh orang tua Elvano dan adiknya Edward.. Mereka tak pernah melihat Elvano mencintai wanita sebesar ia mencintai Jasmine..
"Apa kau sedang berlibur nak?" Tuan Rodrigo mengalihkan pembicaraan..
"Ya uncle benar, aku sedang berlibur.."
"Kalau begitu tinggallah di sini" tawar Nyonya Rodrigo..
"Aku akan merepotkanmu aunty jika aku menetap di sini.. Lebih baik aku tinggal di hotel saja"
"Kau melukaiku nak"
"Bu-bukan seperti itu maksudku aunty.. Hmm.. aku hanya tak ingin merepotkan kalian.." Jasmine menggaruk tengkuknya yang tidak gatal..
"Aku tidak merasa direpotkan.. Tinggallah di sini, jika kau pergi maka putra sulungku juga akan pergi... Kau membuatku sedih nak"
"Mmm... Baiklah aunty jika begitu dengan senang hati aku akan merepotkanmu"
Semua orang tergelak dengan jawaban Jasmine..
"Dad.. akun ingin meminta tolong padamu" Elvano tampak serius mengatakan hal ini..
"El.. bukankah kita sudah membahasnya.. Aku tak menginginkan hal itu.. Aku hanya ingin hidup bahagia mulai saat ini" Jasmine mencegah Elvano untuk mengungkapkan hal itu pada daddynya..
"Dan aku ingin melihatmu hidup dengan bahagia Jasmine.."
"Ada apa sebenarnya??" Tuan Rodrigo mengerutkan dahinya mendengar perdebatan antara Elvano dan Jasmine..
"Ini mengenai chip yang daddy buat"
Tuan Rodrigo langsung menoleh ke arah Elvano dan Jasmine bergantian.. "Ada apa dengan chip itu??"
"Chip itu tertanam di tubuh Jasmine dad, aku mohon bantu Jasmine untuk mengeluarkannya"
Nyonya Rodrigo dan Edward tampak terkejut mendengar ada chip yang tertanam di tubuh Jasmine.. Bagaimana bisa Jasmine bisa menjalani ini semua.. Menahan segala rasa sakit karena chip itu..
"Tuan, jangan hiraukan perkataan Elvano.. Aku tidak apa-apa dan aku baik-baik saja.. Aku tidak masalah memiliki chip itu dalam tubuhku... Aku bisa menerima jika suatu saat nanti masa hidupku memang sudah berakhir... Hidup dan mati seseorang ada di tangan Tuhan bukan.."
"Siapa kau sebenarnya??" Tanya Tuan Rodrigo dengan mimik wajah yang serius..
__ADS_1